KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 98


__ADS_3

Selesainya mereka bertiga makan malam dan saat ini mereka sudah ada di kamar mereka masing-masing. Xun Zhi yang saat itu sudah tidur di kamar yang mewah sendirian, sementara itu Ling Mei dan Shuin sekamar di kamar yang megah dengan kasur besar tipe double bed.


Dan seperti yang telah di janjikan oleh oleh Shuin yang ingin menceritakan kenapa mereka menyembunyikan wajah mereka yang ingin masuk ke dalam pusat kota kerajaan Kabut Hitam.


Di mulainya pertama saat Shuin dan Xun Zhi bertemu, kemudian membantai prajurit-prajurit istana kerajaan Daun Emas dan membunuh raja Ba Rong, Kemudian mereka berdua menjadi buronan hingga detik mereka terakhir menolong Ling Mei.


Ling Mei pun sangat-sangat terkejut mendengar kebenaran tentang Shuin dan Xun Zhi, untuk beberapa saat Ling Mei tak bisa berkata-kata, namun disisi lain Shuin terus menenggak minuman wine mahal miliknya dengan sangat menghayati.


"Jadi apakah kau sudah mengerti Ling Mei?"


"Aku masih belum paham akan kenapa kalian berdua membunuh taja Ba Rong?"


Dengan wajah yang nampak cemas bercampur bingun Ling Mei memandang Shuin.


"Yah sebenarnya raja Ba Rong telah membunuh kedua adikku yang menjadi keluargaku satu-satunya dan tanpa adanya orangtua. Kau tahu bagaimana dia membunuh kedua adikku?!"


Dengan tegas Shuin berkata begitu, namun Ling Mei hanya bisa menggeleng pelan kepalanya berartikan jawaban tidak.


"Dia membunuh kedua adikku secara keji, ia menebas lalu memotong-motong tubuh adikku yang tepat aku melihat dengan sangat jelas dengan kedua bola mataku."


Setlah mendengar ceritanya, Ling Mei pun hanya bisa terdiam untuk beberapa saat dengan wajah yang menampakkan rasa kasihan kepada Shuin.


"Aku turut berduka cita atas kejadian yang menimpa kepadamu Shuin, semoga kedua adikku di tempatkan di surga."


"Aminn."


Lalu wajah Shuin sudah sangat memerah karena terlalu banyak menenggak wine dan kemudian berkata.


"Kalauuu begitu.. aku tidur yahhhh..."


"Yasudah aku pun ikut tidur saja."


Ling Mei pun mematikan lentera yang menyala redup di samping kanannya yang di taruh di atas meja, kemudian menarik selimut hingga keduanya pun langsung tertidur.


Lalu keesokan harinya ketiganya telah terbangun dengan tamoilan yang sangat rapi dan tak lupa Xun Zhi serta Shuin tengah memakai kembali jubah mereka dan menutupi wajah mereka agar tak di kenal.


Mereka bertiga saat ini telah berjalan menyusuri daerah pasar lapak penjual pedagang kecil yang berada tak jauh beberapa blok dari paviliun milik keluarganya Ling Mei.


Keadaan disana sangat ramai sekali, banyak pedagang yang saling berteriak satu sama lain menjajalkan dagangan mereka. Tak lama berjalan Xun Zhi menemukan sebuah kios pedagang topeng eajah dan menghampirinya.


"Permisi pak saya mau topeng itu dua."


Ucap Xun Zhi yang menunjuk kedua topeng yang bergambarkan anjing serta rubah dengan corak berwarma putih merah seperti topeng anbu di naruto. pria itu mengambilnya dan memberikannya kepada Xun Zhi, Xun Zhi mengambil topeng di tangan pria pedagang itu bersamaan menyerahkan satu koin perak ke pedagang topengnya.


"Terima kasih yah tuan muda."


Ucap pedagang itu yang melihat punggung Xun Zhi yang sudah berjalan mendekati Ling Mei serta Shuin. Setelah berdekatan dengan keduanya, Xun Zhi langsung melempar salah satu topeng yang ia pegang ke arah Shuin bersamaan dengan ucapan.

__ADS_1


"Nona Shuin tangkap."


Shuin menangkap topengnya dengan sangat sempurna, namun Shuin bertanya-tanya.


"Untuk apakah topeng yang di berikan oleh Xun Zhi ini?"


Begitu batin Shuin berkata. Akan tetapi sebelum Shuin bertanya begitu, Xun Zhi sudah berkata duluan.


"Lebih baik kita pakai topeng ini untuk menutupi wajah kita daripada memakai jubah hitam yang bertudung ini."


Shuin pun mengangguk-angguk kepalanya dengan pelan.


"Ehh jadi untuk penyamaran kita yah."


Ucap batin Shuin kembali.


Lalu tanpa malu-malu, Shuin dan Xun Zhi memakai topeng mereka masing-masing dan kemudian melepas jubah hitam yang mereka berdua pakai dan menyimpannya di ruang penyimpanan mereka masing-masing.


"Bagaimana Ling apakah cocok untukku."


"Yahh cocok sekali tipeng rubah itu dipakaimu."


"Baiklah kalalu begitu Nona Ling Mei sekarang kita akan kemana lagi?"


"Untuk sekarang aku akan ke pelelangan karena ada pelelangan yang akan di mulai sebentar lagi."


"Ehhh... memangnya kau masih belum puas dengan kultivasimu saat ini Xun Zhi?"


Dengan wajah sedikit agak canggung Ling Mei bertanya begitu.


"Untuk saag ini akh masih lemah, karena aku masih ada sesuatu yang harus aku balas dendamkan."


Ucap Xun Zhi dengan suara yang agaj mencekam.


"Sudahi saja ngobrolnya, disini panas loh."


"Yasudah-yasudah ayo lita berangkat ke pelelangannya."


Kemudian mereka bertiga melanjutkan kembali perjalanan mereka untuk menuju ke pelelangan yang akan diikuti oleh Ling Mei.


Lalu beberapa saat kemudian mereka berjalan akhirnya mreka bertiga sampai di sebuah bangunan paviliun merah terang nan megah dan dengan plang di atas namanya bernama Paviliun Kebahagiaan Emas.


Ling Mei pun berjalan melewati pintu masuk paviliun itu dan di sambut dengan sangat hoat oleh pelayan-pelayan disana.


"Nona Ling Mei selamat datang. Silahkan lewat sini sebentar lagi kita akan memulai lelangnya."


Ucap seorang pelayan pria dengan sangat ramah dan sopan sambil menunjukkan jalan ke ruangan yang akan di tempati oleh Ling Mei, Shuin dan Xun Zhi pun tak banyak tanya dan hanya mengikuti Ling Mei saja dari belakang.

__ADS_1


Hingga sampailah di lantai 2 yang menyambungkan dengan pelelangan yang berada di lantai dasar.


Dan terlihat lah seorang pria tua dengan rambut yang sudah memutih dan juga memegang tongkat sebagai alat bantu berjalannya dengan diiringi beberapa anak muda di belakangnya. Orang tua di hadapan Ling Mei itu adalah kepala keluarga Chi, yaitu Chi Yang salah satu dari lima keluarga besar di kerajaan Kabut Hitam.


"Ehhh Nak Ling Mei bagaimana kabarmu apakah baik-baik saja?"


"Hormat Kepala keluarga Chi Yang, saja baik, Bagaimana kabar anda sebaliknya sehat tuan Chi Yang?"


"Yahh aku sama sehatnya, Yasudah kalau begitu aku permisi dulu untuk menuju ruanganku."


Ucap Chi Yang bersamaan dengan langkahnya menuju ke tuang vip yangvtelah di sediakan untukya serta rombongannya.


Kemudian Ling Mei, Xun Zhi serta Shuin berjalan ke arah tempat yang telah di sediakan oleh panitia untuknya dan hingga tak lama kemudian ketemulah sebuah pintu dengan di pintunya bernamakan Marga Keluarga Ling.


Ling Mei serta Xun Zhi dan Shuin masuk ke dalam ruangan itu dan setelah masuk kedalam Xun Zhi menutup kembali pintu ruangan itu dengan sangat sopan.


Di ruangan yang berada di lantai dua pun terlihat beberapa orang terhormat dari keluarga-keluarga bangsawan hadir termasuk keluarga besar Chi menghadiri pelelangan yang sebentar lagi akan di selenggarakan.


Kemudian meeeka bertiga pun duduk di bangku bewarna hitam megah yang sudah di sediakan dan bangku itu pun tepat mengarah ke bawah ke panggung pelelangan.


"Hei-hei lihat itu bukankah dia adalah Nona Ling Mei dari keluarga Ling di kerajaan Tian Zhu."


"Yahh benar sekali itu betapa cantiknya dewiku itu."


"Sial enak sajaa kau mengaku-ngaku dewimu."


"Lihat dewiku sudah datang, yapi tumben sekaki dia membawa sedikit pengawal."


Ucap orang-orang yamg berada di bawah ramai membicarakan Ling Mei yang begitu cantiknya, bagiamana Ling Mei tidak cantik.


Matanya yang berwarna hitam, Rambut panjang berwarna hitam mengkilap digerai, serta gaun panjang yang di pakainya berwarna merah muda dengan corak berwarna putih dan juga wajah yang cantik alami membuat orang tergila-gila.


Ucapan orang-orang yang berada di lantai dasar pun dihiraukan saja oleh Ling Mei. Namun di ruangan Vip lainnya ada beberapa keluarga besar yang memandang tajam ke arah Ling Mei seperti mereka ingin melemparkan sebuah pedang karena tidak suka akan kehadiran Ling Mei.


"Nona Ling Mei kurasa banyak sekali orang yang menatap tajam tidak menggenakkan kepadamu?"


Bisik Xun Zhi ke telinga sebelah kiri Ling Mei.


"Yahh itu wajar saja, soalnya mereka yang memandangku dengan tajam adalah saingan keluargaku, namun aku tak ingin mencari keributan disini, karena disini bukan daerah kekuasaan keluargaku berada walaupun tiga puluh lima persen wilayah sini di pegang oleh keluargaku."


Balas Ling Mei dengan suara pelan juga.


Tak lama seorang wanita cantik muncul di atas panggung pelelangan dan berkata.


"Baiklah para hadirin sekalian selamat datang di Paviliun Kebahagiaan Emas."


Begitu ucap wanita cantik berada di atas panggung pelelangan. Dan pelelangan pun dimulai.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2