
Setelah ruangan yang didiami Xun Zhi mulai sunyi, dia mulai duduk diatas kasur menyilakan kakinya dan menutup matanya mefokuskan untuk penyembuhannya.
"Long Hei'an bantu aku untuk cepat memulihkan tubuhku."
"Baiklah kau hanya perlu fokus saja bermeditasi dan aku akan mengalirkan Qi penyembuhan di badanmu ini."
Tak lama Aura Qi api hitam yang dimiliki oleh Long Hei'an mulai menyelimuti tubuh Xun Zhi, lambat laun tubuh Xun Zhi yang ada lukanya, sel-sel sarafnya, tulangnya yang patah mulai membaik, hingga setengah jam kemudian luka dalam tubuhnya sudah kembali pulih seperti semula.
Xun Zhi membuka matanya bersamaann dengan hela'an nafasnya yang panjang dan aura Qi milik Long Hei'an yang hilang. Setelah itu Xun Zhi memutar tangan kanannya yang tadi masih terasa sakit kini sudah menjadi hilang sepenuhnya rasa sakit itu dan mulai beranjak dari tempat tidurnya.
"Jadi kau akan berangkat kemana sekarang?"
"Tentu saja aku akan kehutan dan berlatih kembali Long Hei'an, aku akan menyerap aura yang ada di tanaman Bunga Phoenix Biru yang kudapatkan untuk meningkatkan kultivasi apiku."
__ADS_1
"Hahh kau ini tidak ada habisnya berlatih dan berlatih saja, sekali-sekali kita bersenang-senanglah Xun Zhi."
"Karena aku ingin cepat balas dendam kepada Hei An, jika hanya terus bersantai dia akan sesuka hatinya memakai tahtaku itu sebagai Dewa Perang."
"Haaahhh terserah kau saja lah..."
Xun Zhi mulai beranjak dari tempat tidur lalu melangkah dengan cepat menuju keluar dari ruangan itu lalu berlari dengan sekencang-kencangnya melewati para murid sedang berjalan di halaman sekolah.
Hembusan angin dari larinya membuat para murid tak menyadari bahwa yang melewati mereka adalah Xun Zhi. Dan tak lama dia sudah sampai ditembok pembatas antara sekolah dan hutan yang tingginya 20 meter.
Sesampainya di tengah hutan yang diselimuti oleh pohon -pohon yang tinggi dan besar dia akhirnya berhenti dan memastikan tempat yang akan dia pakai untuk menaikman kultivasinya aman.
Di tempat yang Xun Zhi diami terlihat ada sebuah batu
__ADS_1
besar denga lubang di tengahnya yang di selimuti oleh Rumput-rumput yang merambat. Dia masuk kedalam lubang batu itu dan duduk di bawah batu lalu mengeluarkan Bunga Phoenix Biru dari cincin penyimpanannya dan memulai berkultivasi menyerap aura Bunga Phoenix Biru.
Warna Aura api bewarna biru dari bunga phoenix biru yang di serap oleh Xun Zhi mulai menyelimuti tubuhnya. Perlahan tubuh Xun Zhi mulai mengeluarkan keringat, semakin lama keringat yang keluar dari tubuhnya semakin deras hingga membanjiri seluruh tubuhnya.
Aura api biru yang menyelimuti badan Xun Zhi semakin terang. Kesadarannya Xun Zhi pun semakin berkurang namun dia terus berusaha menahan untuk bisa menahan kesadarannya.
Hingga 12 jam kemudian pun berlalu hari yang tadinya siang pun telah berganti malam, dia berhasil menyerap Bunga Phoenix Biru itu badannya yang lemas dan kesadarannya yang mulai goyah pun akhirnya tak bisa dia tahan sehingga langsung membantingkan dirinya terbaring di bawah batu itu.
"Hah, hah, hah ternyata sangat melelahkan menyerap Bunga Phoenix Biru itu namun hasilnya memang tidak bisa diremehkan, kultivasiku langsung meningkat dua tingkatan menjadi Qi Kelahiran Jiwa Kembali Tingkat menengah hehehe. Hah, hah, hah." Dengan nafasnya yang ter'engah-engah dibarengi dengan senyuman dari bibirnya dia berkata begitu.
Sementara itu waktu yang sama Patriak Chang Lu menjenguk kembali ke tempat Xun Zhi di ruangan perawatan murid. Saat dia melihat ke tempat tidur Xun Zhi yang sudah tidak ada berbaring disana membuat Patriak Chang Lu menjadi kesal dan berteriak.
"DASAR BOCAH NAKAL SIALANNNNN..."
__ADS_1
Dengan wajah yang marah dia pergi menuju ke asrama Xun Zhi.
(BERSAMBUNG)