KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 50


__ADS_3

"Hahaha... bocah kau berani sekali berbicara bahwa kau tidak akan kalah dariku. Jangan harap kau bisa lolos dari kematian hari ini."


Begitu ucapnya dengan suara dan juga ekspresinya yang marah.


"Memang itu nyatanya. Sebentat lagi kau akan tau bahwa aku tidak bercanda akan perkataanku."


Xun Zhi langsung mengeluarkan tombaknya yang ia simpan di cincin ruang penyimpanannya. Mata pisau tombaknya uang ia tutupi oleh kain putih pun ia buka dan tak lama Ia berkata kembali.


"Apakah kau sudah siap menemui ajalmu pak tua!"


"Kata-kata yang kau ucapkan itu membuat telingaku sakit dan sekaligus membuatku murka bocah!"


Setelah berkata begitu, orang tua yang berada di hadapan Xun Zhi langsung berlari dengan sangat cepat ke arah Xun Zhi bersamaan dengan ayunan pedang yang ia pegang ke arah leher Xun Zhi.


Namun Xun Zhi berprilaku tenang dan menahan serangan itu dengan tombak yang ia pegang. Suara bentrokan senjata mereka pun terdengar nyaring. Akan tetapi serangan orang tua itu tak selesai disitu saja.


Ia menyerang kembali ke arah tubuh Xun Zhi terus-menerus dan mengayunkan pedanya lebih cepat dari sebelumnnya. Tapi hasilnya tetap sama, Xun Zhi bisa menahan serangan itu dengan mudahnya. Lalu orang tua itu melompat kearah belakang dan berkata.


"Heee... ternyata kemampuanmu boleh juga, pantas saja kau bicara sombong kepadaku."


"Aku bukannya sombong orang tua. Namun itu karena kelakuanmu yang tak punya sopan santun dan sombong terhadapku. Dan juga karena kau berani memyerangku, apalagi hampir menyakiti temanku tadi. Jadi beginilah sikapku padamu sekarang."


"Jangan banyak omong kau."


Orang tua itu kembali menyerang Xun Zhi dengan lebih cepat lagi. Tusukan pedangnya mengarahkan tepat kearah muka Xun Zhi. Namun Xun Zhi mengayunkan tombaknya menahan tusukan pedangnya.


Lalu tiba-tiba orang tua itu melemparkan selembar kertas jimat bewarna kuning dengan tulisan ledakan di atas kertas itu, sambil melompat mundur. Dan kertas itu meledak tepat di depan Xun Zhi dan menimbulkan asap hitam.


"Hahaha... rasakan itu bocah kau berani melawan orang tua."


"Kau pikir ledakan itu cukup untuk melukaiku. Aku sudah kebal terhadap Api."


"A-apaaa... sialan kau. Baiklah aku akan mulai serius melawanmu sekarang."


Orang tua itu mengeluarkan Aura bewarna biru bercampur aura putih yang samar di sekitar tubuhnya. Kemudiam aura itu pun menyelimuti tubuh serta pedang yang ia pegang.


"Kultivator Qi Elemen Air kah."


"Ehh ternyata kau tau banyak juga. Baiklah sekarang kita mulai ronde keduanya bocah. Dan sekarang jangan harap kau bisa lolos "

__ADS_1


Ia pun mengangkat tangannya atas -atas dan muncullah banyak butiran-butiran air dari bawah kakinya dan rumput yang ia pijak pun melayu. Kemudian butiran air pun berubah menjadi jarum yang tipis.


"Baiklah sekarang temuilah kematianmu..."


Jarum air yang sangat banyak itu pun langsung meluncur ke arah Xun Zhi secara serentak.


Namun dengan sikap yang tenang, Xun Zhi memasang kuda-kuda bertempurnya, lalu mengeluarkan Api berwarna birunya meyelimuti seluruh tubuhnya serta tombaknya dan memahan serangan jarum air itu dengan Putaran Tombak Api Birunya.


Jarum Air itu seketika menguap. Orang tua itu pun menjadi tambah kesal dan berteriak.


"Seranganku belum selesai disitu saja bocah."


Begitu ucanya sambil melemparkan pedangnya ke arah Xun Zhi yang berubah bentuk menjadi seekor Naga Air.


"Sekarang kau pasti akan mati dengan serangan itu hahaha..."


Xun Zhi mencoba serangan Naga Air dari orang tua itu dengan Putaran Tombak Api Birunya. Namun serangan orang tua itu berhasil menembus Putaran Tombak Api Biru Xun Zhi.


Dan Xun Zhi pun terkena serangan Naga Air dan terpental hingga ke pohon yang jaraknya cukup jauh di belakangnya.


Terdengar suara retakkan tulang punggungnya setelah ia membentuk pohon pinus sampai-sampai tubuh Xun Zhi pun menggeliat.


Begitu ucap Xun Zhi dengan suara yang berat dan menahan rasa sakit.


"Iya benar sekali, pedang yang kumiliki adalah pedang roh Naga Air. Sekarang kau sudah dekat dengan ajalmu bocah."


"Ehh jangan sombong dulu pak tua, jika kau punya pedang roh Naga Air. Aku mempunyai Naga itu sendiri. Long Hei'an aku akan berikan aku kekuatanmu."


"Baiklah Xun Zhi."


"Hahaha..., apa kau sudah gila bocah, sampai-sampai kau berbicara yang tidak-tidak."


Xun Zhi pun berjalan perlahan ke arah orang tua itu sambil membungkukkan badannya. Lalu Api Hitam mulai menyelimuti tubuh Xun Zhi, dan matanya berubah menjadi hitam pekat.


"Ba-bagaimana k-kau bisa memiliki kekuatan Naga Hitam dari Gunung Naga."


Orang tua itu ketakutan melihat sosok Xun Zhi.


"Hahaha... kau tidak perlu tau. Sekarang persiapkanlah lubang kuburanmu karena hari ini kau akan mati."

__ADS_1


Ucap Xun Zhi dengan suara yang berat sambil membusungkan dadanya.


Xun Zhi langsung berlari mendekati orang tua itu. Namun hasrat orang tua itu tidak ingin mati di tangan Xun Zhi. Ia menyerang Xun Zhi kembali dengan pedang roh Naga Air miliknya.


Tetapi Xun Zhi dengan cepat mencekik leher roh Naga Air itu dan roh Naga Air itu pun menguap seketika. Melihat itu orang tua itu langsung berlari dengan cepat, kabur dari Xun Zhi.


Namun Xun Zhi tak membiarkannya, ia memakai langkah cahayanya dan dalam sekejap ia telah ada di samping kanan orang tua itu dan langsung mencengkram tangannya.


"AHHHHH..."


Orang tua itu menjerit kepanasan, karena cengkraman tangan Xun Zhi yang diselimuti Api Hitam membakar tangannya hingga melepuh.


"Jadi mau kenapa kau, kenapa terburu-buru meninggalkanku orang tua sialan."


Dengan senyuman yang seram Xun Zhi berkata begitu dan tak melepaskan genggammannya.


"AHHH TANGANKU, TANGANKUUU..."


"Jadi kau disuruh siapa membunuhku?!"


Orang tua itu tak membalas ucapanya dan malah melawan balik dengan ilmu Pusaran Air yang keluar dari tangan kirinya.


Namun ilmu yang dikeluarkannya sia-sia, Pusaran Air itu menguap seketika setelah mengenai Api Hitam yang melapisi Xun Zhi.


"Ohh jadi kau tak mau menjawab yah. Baiklah sekarang adalah bagian lengan kirimu yang akan ku bakar."


Xun Zhi pun langsung memegang tangan kiri orang tua itu. Dan Orang tua itu menjerit kembali lebih keras dari sebelumnnya.


"Cih terikanmu membuatku sakit telingaku sialan. Jadi siapa yang menyuruhmu membunuhku."


"Aku tidak akan memberi tahumu apa-apa. Hahaha, aaa....."


"Baiklah karena kau tak mau menjawab!"


Xun Zhi melepaskan genggaman tangan kanannya dan meletakkan telapak tangan kanannya di atas kepala orangtua itu dan berkata.


"Baiklah semoga arwahmu tenang disana. Ilmu Pelebur Jiwa Api Hitam."


Api Hitam yang membara keluar dari telapak tangan dan membakar Orang tua itu. Tanpa adanya jeritan orang tua itu mati seketika tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2