KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 53


__ADS_3

Bulan purnama pun sudah muncul dan terangkat sempurna di tengah-tengah angkasa menandakan waktu dah tengah malam.


Xun Zhi yang hampir tiba di depan gerbang sekolah, tiba-tiba di serang oleh seseorang yang memanahnya dari belakang dan menancap pas di bahu kanan Xun Zhi.


Xun Zhi pun berhenti dengan mukanya yang mengerut, menahan rasa sakit. Ia pun dengan paksa mencabut panah yang bersarang di bahunya dengan sekuat-kuatnya.


Darah pun mengalir dengan cepat hingga membasahi menembus bajunya. Ia pun melempar anak panah itu dan melihat sekelilingnya. Lalu ada seorang memakai jubah bersembunyi di balik pohon apel yang jaraknya lumayan jauh dari tempat ia berdiri.


"Hey keluar kau, jangan beraninya sembunyi-sembunyi seperti itu!"


Xun Zhi berteriak ke arah pohon apel itu, namun tidak ada yang menjawabnya. Tak lama ada anak panah yang menyerangnya kembali. Akan tetapi, Xun Zhi berhasil menghindarinya dan panah itupun melesat melewati kepala Xun Zhi.


Xun Zhi pun geram akan orang yang menyrangnya. Ia pun memasang kuda-kuda bertarunya dengan kokoh. Kemudian ia pun mengeluarkan ilmu Lotus Hijau dan melempar Bunga Lotus Hijau itu ke pohon apel dan menghancurkannya tanpa sisa.


Dan terlihatlah orang yang berada si balik pohon itu yang sudah terkapar akibat terkena serangan Xun Zhi. Xun Zhi pun berjalan mendekatinya untuk melihat wajahnya.


Ternyata saat dilihat, itu adalah salah satu anak buah Xu Yulan yang selalu mendekatinya. Xun Zhi pun bermuka kesal setelah melihatnya.


"Sial kenapa sih selalu si Xu Yulan mengusik kehidupanku!"


Kemudian tubuh Xun Zhi mendadak lemas setelah mendapatkan tancapan anak panah. Xun Zhi mengambil kembali anak panah yang menacapnya dan melihat ujung panah yang lancip telah dilumuri oleh racun pelumpuh.


Dengan cepat ia mengambil pil penyembuh yang berbentuk bulat dan bewarna cokelat pekat di cincin ruang penyimpanannya. Lalu ia langsung memakannya kemudian duduk sila bermeditasi.


Aura berwarna putih cerah menyelimuti tubuhnya, perlahan luka di bahunya yang terus mengeluarkan darah berhenti dan racun di dalam tubuhnya mulai menghilang.


Setelah 10 menit berlalu akhirnya ia sudah pulih sepenuhnya dan melanjutkan kembali perjalanannya dan akhirnya telah tiba di sekolah dengan disambut oleh Master Shen Long, Master Bai Laohu serta beberapa master penjaga sekolah.


"Hahaha... akhirnya kau sudah sampai yang pertama Xun Zhi!"


Master Shen Long terihat senang bahagia melihat Xun Zhi.


"Yah begitulah Master, karena aku tidak ingin menyia-nyiakan waktuku."

__ADS_1


"Lihat Bai Laohu muridku yang pertama datang hahaha...!"


Begitu ucap Master Shen Long yang mengejek Master Bai Laohu yang ada di sampingnya. Master Bai Laohu pun menahan amarah nya dan mengepalkah tanganya erat-erat dan berkata.


"Awas saja kau muridku puun akan datang secepatnya!"


Tak lama kemudian datanglah Cao Pian, Xu Yulan serta Fu TianBao datang bersamaan. Eksprei Master Bai Laohu seketika berubah menjadi gembira dan berkata kepada Master Shen Long.


"Nah kau lihat muridku pun telah sampai hahaha!"


"Ya-yah terserah kau saja!"


Begiti Jawab Master Shen Long dengan suara yang datar.


"Oh iya kenapa dengan bahu kananmu itu Xun Zhi, kenapa di bajumu ada banyak darah begitu?"


"Ahhh... ini tak apa-apa Master, tadi hanya terkena anak panah yang nyasar, dan akupun telah mengobatinya."


Di sisi lain Xu Yulan yang berdiri jaraknya agak jauh dari Xun Zhi, ia terlihat kesal dengan nafasnya yang terengah-engah dan keringat bercucuran saat melihat Xun Zhi kemudian dalam hatinya berkata.


"Ckk..! Sialan kenapa dia masih bisa lolos ujian ini sih! dasar orang-orang tidak berguna!"


Ia pun mendecitkan mulutnya sambil terus menatap dengan sorotan mata yang tajam ke arah Xun Zhi. Namun Xun Zhi yang merasakan tatapan tajamnya Xu Yulan menghiraukannya saja. Kemudian Xu Yulan pun pergi menjauhi mereka menuju ke dalam sekolah.


"Hah...hah... hah... yo Xun Zhi ternyata kau lebih cepat dari dugaan ku...!"


Dengan nafas yang terengah-engah ia berbicara kepada Xun Zhi.


"Yah begitulah... tapi kelihatannya kau begitu kelelahan yah."


"Yahh begitulah Xun Zhi, yasudah aku akan balik ke asrama. Apakah kau mau ikut?"


"Yah akupun sama mau ke asrama sekarang."

__ADS_1


Xun Zhi dan Cao Pian pun menyerahkan benderanya kepada master mereka, setelah itu mereka berdua berjalan menuju ke asrama untuk beristirahat.


Kemudia pagi hari yang menjelang siang Xun Zhi sudah mengganti baju semalamnya sengan pakaian bersih dan sama coraknya. Saat itu Xun Zhi dan dengan para murid yang tak mengikuti ujian, telah berkumpul di lapangan tempat ujian berlangsung.


Para peserta ujian yang mendapatkan bendera serta yang gagal pun telah berdatangan di tempat itu. Asa yabg terlihat sedih, senang, adapun yang menangis.


Kemudian melintaslah Wei Chan dan Jun LinMei di depan Xun Zhi dengan tubuh yang membungkuk serta wajahnya yang terlihat lelah dan lesu.


"Wei Chan, Jun LinMei ada apa dengan kalian?"


Xun Zhi menanyakan keadaan mereka.


"Haaaaaa...."


Kedunya menghela nafas berat, kantung mata mereka pun terlihat ada lingkaran hitam dan mata yang merah. Kemudian Wei Chan pun berbalik ke arah Xun Zhi dan bertatap muka.


"Xun Zhi untuk sekarang jangan tanyakan kami hal itu. Kami sangat lelah hari ini dan ingin cepat-cepat beristirahat!"


Begitu ucap Wei Chan seperti dengan nada yang lesu.


"Yasudah sebentar lagi juga kita akan beristirahat. Setelah pengumuman siapa yang lulus di babak kedua ini."


"Ya-ya aku tidak peduli, karena aku dan Jun LinMei sudah mendapatkan benderanya dan sudah kuberikan ke Master Ming Er, jadi aku Akan pulang ke asrama sekarang."


Wei Chan dan Jun LinMei pergi menuju ke asrama mereka. Kemudian peserta yang lulus ujian kedua pun diumumkan.


Dan setelah selesai pengumumannya yang lulus. Mereka langsung mengumumkan ujian ketiga yaitu ujian terakhir untuk menjadi Murid Dalam.


"Baiklah para peserta yang lulus di ujian kedua, untuk ujian ketiga akan di laksanakan minggu depan. Dan untuk ujian ketiganya adalah pertarungan satu lawan satu di arena, mereka yang masuk tiga besar akan menjadi Murid Dalam. Kemudian untuk pertarungan Wanita dan laki-laki akan di adakan terpisah, sekian."


Setelah mendengar peekataan itu mereka yang berada di sana pun membubarkan diri dan kembali ke tempat mereka masing-masing.


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2