KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 71


__ADS_3

Xun Zhi dengan nafas terengah-engah terus berlari menjauhi orang-orang yang mengejarnya.


"Cihh... sialan! Walaupun sudah berhati-hati, tapi tetap saja ketahuan."


Xun Zhi sangat marah dan bergumam sendiri sambil merasakan rasa sakit di perutnya.


"Kau ini memang bernasib sial yah Xun Zhi hahaha..."


"Diam kau jangan meledekku Kadal buntung!"


"Kau itu seperti biasa cepat marah yah."


"Lagian kau berkata begitu di keadaan seperti ini!"


"Ya-ya maaf-maaf, Xun Zhi awas di belakangmu aku merasakan ada tiga orang datang dengan cepat."


"Cih cepat juga mereka mengejarku!"


Xun Zhi mendecitkan mulutnya dan melirik ke arah belakangnya. Terlihat cahaya bewarna biru berbentuk burung walet mengejarnya seperti rudal kendali.


Melihat itu Xun Zhi merasa panik dan menambah kecepatan berlarinya dan berkata.


"Sial apaan itu, baru kali ini aku melihat ada ilmu seperti itu."


Kemudian Xun Zhi mengeluarkan Ilmu Bola Api miliknya untuk menghentikan cahaya biru berbentuk burung walet yang mengejarnya.


Bola Api milik Xun Zhi yang berbentrokan dengan burubg walet itupun meledak dan menghasilkan suara ledajan yang besar. Api, hembusan angin serta debu dari ledakan itupun menggumpal mengejar Xun Zhi yang berada di depan.


Xun Zhi bertambah panik dan berlari dengan cepat menggunakan Ilmu Langkah Cahaya miliknya menjauhi radius ledakan. Sementara itu disisi lain Tun Tiang dan kedua rekannya berlari kembali menuju ke arah belakang mereka dengan panik.


"Dasar gila orang itu aku melawan dengan Ilmu Walet Peledak ku, ia membalasnya dengan bola api!"


Ucap salah satu rekan Tun Tiang yabg tadinya paling depan menjadi paling belakang.


"LAGIAN LU GILA APA, KENAPA DI TEMPAT SEPERTI INI MEMAKAI ILMU LEDAKAN SIH!"


Jawab Tun Tiang dengan teriak dengan wajah panik sekaligus kesal.

__ADS_1


"Maafkan aku Tun Tiang!"


Jawab lelaki itu kembali.


Lalu Akhirnya Xun Zhi pun berhasil keluar bangunan itu tanpa dikejar oleh tiga orang itu. Namun sesampainya diluar ia telah di todong oleh puluhan orang pemahan yang siap meluncurkan panah api mereka serta puluhan prajurit dengan senjata lengkap.


Sial baru saja aku lolos dari kejaran masalah, sekarang sudah ada masalah lagi.


Begitu ucap Xun Zhi dalam pikirannya. Kemudian salah satu orang berteriak sambil mengacungkan pedanganya.


"Bersiap! Tembak."


Xun Zhi dihujani oleh puluhan panah api yang mengarah kepadanya. Lalu Xun Zhi berlari dengan cepat menggunakan Ilmu Langkah Cahaya menghindari puluhan panah yang mengarah kepadanya.


Seketika Xun Zhi telah berada di samping salah satu pemanah itu, ia memaksakan tubuhnya yang sakit menyerang para pemanah satu per satu menggunakan Ilmu Pukulan Lava miliknya.


Para pemanah yang terkena pukulan Xun Zhi berteriak kepanasan karena kepalan tangan Xun Zhi dilapisi oleh Api merah menyala seperti lava. Para prajurit yang melihat serangan Xun Zhi pun tak tinggal diam.


Mereka menyerang dengan tombak serta pedang yang mereka semua pegang. Namun Xun Zhi dengan lihai nya menghindari serangan mereka satu per satu. Setelah itu ia mencoba menangkap tombak yang dipakai oleh salah satu prajurit itu dan berhasil mendapatkannya.


Ia memukul pemakai tombak itu lalu merebutnya dan mengguunakannya sebagai senjata sementaranya. Xun Zhi menyerang sambil menangkis serangan prajurit yang menyerangnya dengan gesit dan lincah.


"Heee... ternyata kau masih bisa bergerak gesit yah walaupun sedang terluka. Kalau begitu bagaimana kalau ku tambahkan dengan seranganku ini, Ilmu Hujan Daun Emas!"


Daun Emas yang begitu banyak tiba-tiba muncul diatas Xun Zhi, namun Xun Zhi tak bergerak mencoba menghindarinya karena daun-daun itu bergerak lambat. Namun saat salah satu daun emas itu bergesekan dengan tangan Xun Zhi. Secara tiba-tiba tangan bajunya sobek dan sampai menembus melukai kulit tangannya akibat terkena gesekan ujung daun emas itu.


"Sial...!"


Xun Zhi langsung bereaksi dengan cepat menghindari daun-daun emas itu sambil memutar-mutar tombaknya membelah daun itu. Namun serangan tak berhenti disitu saja, serangan pun datang kembali. Sekarang serangan itu dibuat oleh tuan besar Xu.


"Hei bocah brengsek, terimalah serangan pamungkasku karena ini Ilmu Topan Api."


Angin topan besar diselimuuti dengan api merah menyala menyerang ke arah Xun Zhi. Daun-daun emas yang tadinya berguguran dengan pelan pun menjadi kencang karena bersatu dengan putaran topan api.


Xun Zhi pun berlari sekencang-kencangnya menuju ke balik pohon besar untuk berlindung. Akan tetapi pohon seketika rampung dan terbakar akibat tajamnya daun emas serta api yang membara.


Xun Zhi berlari kembali menjauhi topan api itu namun tetap saja topan apinya terus mengejarnya.

__ADS_1


Sial bagaimana ini! kekuatan Qi yang aku punya tinggal sedikit lagi. Long Hei'an bisakah kau membantuku?


Begitu ucap kata hati Xun Zhi yang gelisah. Jantungnya pun berdetak cepat.


"Aku bisa saja mematahkan serangan itu,namun untuk melawan mereka berdua tidak mungkin. Karena tenagaku belum sepenuhnya pulih Xun Zhi akibat pertempuran kemarin."


Tidak apa-apa Long Hei'an! Yang penting kita bisa lolos dari serangan ini dan kabur sejauh yang kita bisa.


"Baiklah kalau begitu!"


Xun Zhi pun bertukar tempat kembali dengan Long Hei'an, mata Xun Zhi pun berubh menjadi hitam menandakan pergantian tempatnya.


"Topan Api Hitam!"


Teriakan Long Hei'an dibarengi dengan keluarnya Topan Api bewarna hitam menahan serangan yang mengarah kepadanya. Ilmu mereka berdua pun berbentrokan hingga menimbulkan ledakan besar, dalam ledakan itu Xun Zhi lari menggunakan Ilmu Langkah Cahaya Dewa nya menjauhi pertarungan yang merugikannya itu.


Ledakan dari bentrokan ilmu milik Long Hei'an dan juga ilmu dari tuan besar Xu menimbulkan kebakaran yang serius kepada pohon-pohon di sekelilingnya. Api hitam serta api merah pun bercampur membakar pohon-pohon disana. Burung-burung serta para prajurit yang tak sempat kabur pun mati hangus terbakar.


Wajah yang sangat murka terpampang dari tuan besar Xu dan juga Ba Rong.


"SIAL...!!! Ternyata dia mempunyai Ilmu Api hitam yang melegenda itu dari Naga Hitam!"


"Ahh benar sekali pantas saja ia sangat berani mendatangi kita!"


Kemudian saat mereka berdua mengobrol, datanglah Gon SeLui menghampiri mereka berdua.


"Jadi bagaimana? Apakah bocah itu sudah tertangkap?"


Dengan nadas yang ngos-ngosan ia berseru begitu. Tuan besar Xu serta Ba Rong menatap emosi terhadap Gon SeLui. Gon SeLui pun menjadi takut akan tatapan mereka berdua yang tajam kepadanya.


"Tertangkap kepalamu botak, jika tertangkap mana mingkin kami berdua berdiam disini!"


Ujar Ba Rong dengan sangat lantang kepada Gon SeLui. Gon SeLui pun menjadi malu sekakigus kesal, akan tetapi ia tak bisa berkata apa-apa karena memang ia merasa bersalah.


"Baiklah saudara sekalian lebih baik kita kembali ke dalam untuk beristirahat, hari sudah mulai tengah malam."


Ketiganya pun kembali menuju kedalam kediaman keluarga besar Xu. Lalu para prajurit yang terluka dibantu oleh prajurti lainnya membereskan tempat kejadian perkara.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2