KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 87


__ADS_3

Shuin tampak kewalahan melawan tiga jenderal serta tiga prajurit yang bertarung mengincar nyawanya. Shuin pun terus bertahan menahan serangan tiga jenderal di hadapannya serta tiga prajurit itu.


"Ayolah wanita ****** hibur aku kembali dengan kemampuan berpedangmu itu Hahaha!"


Salah satu jenderal yang bernama Cun Cun berkata demikian dengan tawa sombongya.


"Sialan kau tua bangka, aku akan mengajarimu. Jurus Sepuluh Tebasan Penghancur Jiwa!"


Shuin menyerang Cun Cun dengan cepat dari permainan pedangnya yang bersinar berwarna biru. Namun Jurus Sepuluh Tebasan Penghancur Jiwa milik Shuin diyahan dengan mudah oleh Cun Cun dengan ekspresi wajah yang mengejek.


"Hahaha kau pikir jurus seperti itu bisa melukaiku."


Tak lama kedua jenderal muda yang bernama Bi Jin Bi Juan menyerang Shuin bersamaan.


"Terimalah serangan dari kami wanita lemah. Pukulan Tongkat Pemecah Bumi."


Shuin memasang wajah takut melihat mereka berdua karena ia tak bisa mengelak dengan tubuh lemahnya. Namun sesaat jurus Bi Jin dan Bi Juan akan mengenainya, Secara tiba-tiba Xun Zhi datang dengan sangat cepat dan menangkis kedua tongkat mereka yang dilapisi cahaya kuning dengan tombak yang ia pedang dengan kedua tangan.


Suara bentrokan, angin kencang pun muncul dari bentokan senjata Xun Zhi dengan Bi Jin dan Bi Juan, lalu tembok yang dipijak Xun Zhi pun retak karena menahan serangan Bi Jin dan Bi Juan yang dasyat.


"Maafkan aku Nona Shuin, aku datang terlambat."


Dengan sikap santainya Xun Zhi bekata kepada Shuin yang berada di belakangnya.


"Xu-Xun Zhi, apakah ini kau?!"


Shuin sangat terkejut karena sosok yang di depannya sangat berbeda seperti biasanya. Bi Jin dan Bi Juan langsung mundur dengan cepat ke belakang menjaga jarak dengan Xun Zhi. Wajah tiga jenderal serta para prajurit nampak ketakutan melihat Xun Zhi serta aura Qi tubuh yang Xun Zhi keluarkan.


"Ba-Bagaimana bisa pendekar dengan Kultivasi Qi Setengah Dewa Tahap Awal ada disini?"


Cun Cun dengan keringat dingin yang mengucur melintas pipinya karena ketakutan. Xun Zhi memutar-mutar tombak yang ia pegang dan mengetukan ujung gagang tombak di samping kaki kanannya kemudian Xun Zhi berdiri tegap.


"Ahh maafkan aku, kesini bukan ada urusan dengan kalian melainkan dengan raja kalian si Ba Rong sialan itu."


Xun Zhi bermuka agak kesal sambil terus menatap ke arah ketiga jenderal yang jaraknya limabelas meter di depannya serta prajurit yang sangat gemetar yang jaraknya lebih jauh lagi.


"Ka-Kau pikir kami akan membiarkanmu menemui raja kami yang agung. Langkahi dulu mayat kami."


Cun Cun berkata begitu dengan wajah yang agak pucat dan suara yang bergetar.


"Ohh begitukah. Baiklah silahkan kalian melawanku untuk melindungi raja Ba Rong yang agungmu itu."


Xun Zhi menyeringai kepada Cun Cun, Bi Jin dan Bi Juan sambil melambaikan menantang mereka bertiga. Cun Cun Bi Jin dan Bi Juan mereka maju berbarengan dengan langkah mereka yang cepat.


"Jurus Tebasan Pembelah Langit."


"Jurus Tongkat Pemecah Bumi."


Begitu ucap Mereka bertiga bersamaan mengeluarkan Jurus mereka bertiga menyerang Xun Zhi. Xun Zhi berdiri tegap dengan gagah.


"Ilmu Perisai Dewa Perang."


Jurus yang di keluarkan oleh Cun Cun, Bi Jin dan Bi Juan tak mengores tubuh Xun Zhi sama sekali yang telah di selimuti oleh Ilmu Perisai Dewa Perang hingga membuat mereka bertiga terpental mundur sambil menyeringai.


"Sial bagaimana tubuhmu bisa sekeras itu."


"Benar sekali itu tuan Cun Cun, tangaku sampai keram setelah memukul badannya yang keras bagaikan memukul batu karang yang sangat keras."


Begitu ucap Cun Cun serta Bi Jin dan Bi Juan sambil terus menatap Xun Zhi dengan dangat tajam.


"Apakah hanya ini kemampuan kalian? Kalian hanya membuang-buang waktuku saja."


Begitu ucap Xun Zhi sambil mengorek kupingnya dengan jari manis tangan kanannya serta menganggahkan kaki kanannya ke kaki kiri.


Setelah itu Xun Zhi menghentikan korekannya dan meniupnya jarinya itu.


"Jadi bagaimana apakah kau akan menyerang aku kembali atau aku yang harus menyerang kalian!"


Cun Cun dengan Bi Jin dan Bi Juan sangat terkejut karena omongan Xun Zhi sampai-sampai membuat hati mereka bertiga membara.


"Sialan kau bocah tengik walaupun kau lebih kuat dari kami kau tidak akan bisa mengalahkan kami bertiga! Terimalah serangan pamungkasku Ilmu Cabikan Petir Penghacur Kematian!"


"Terima juga serangan pamungkas kami Ilmu Tongkat Naga Kembar!"


Begitu Teriakan Cun Cun Bi Jin dan Bi Juan sambil berlari dan akan mengayunkan pedang Cun Cun yang dilapisi oleh petir hitam serta tongkat mereka yang bersinar sangat terang berwarna emas dan memukulnya tepat ke kepala Xun Zhi.


"Xun Zhi menghindarkan mereka mengeluarkan ilmu yang sangat dasyat!"


Begitu ucap Shuin yang memperingati Xun Zhi.


"Santai saja aku akan melawan ilmu mereka itu."


Xun Zhi tetap dengan santaiinya berkata begitu.


Lalu senjata Cun Cun Bi Jin dan Bi Juan yang diayunkan mereka bertiga berhasil mengenai tubuh Xun Zhi, tak lama dua naga berwarna emas serta petir hitam muncul di atas kepala Xun Zhi dan menyambarnya dengan sangat kencang hingga membuat atap diatasnya runtuh, goncangan besar di tanah serta cahaya yang sangat terang dari warna hitam serta warna emas.


"TIDAKKK XUN ZHII...!!!"


Teriakan tragis Shuin melihat Xun Zhi yang terkena telak oleh ilmu milik Cun Cun, Bi Jin dan Bi Juan.


"Hahaha sekarang kau pasti mati setelah menerima serangan kami hahaha!"


Cun Cun sangat senang akan seranganya yang katanya berhasil.


"Ehh ternyata kalian boleh juga bisa membuat rasa gatal di tubuhku menghilang dengan limu kalian."


Ucap Xun Zhi yang masi di dalam sambaran cahaya petir hitam serta cahaya dua naga emas yang menyeranganya.


"Mus-Mustahil bagaimana bisa kau selamat dari serangan ilmu kami!"


Wajahnya Cun Cun, Bi Jin dan Bi Juan sangat terkejut sekali mendengar suara Xun Zhi yang selamat dan tak terluka sama sekali.


"Baiklah sekarang adalah bagian diriku untuk menyerang!"


Xun Zhi melangkah dengan sangat cepat melebihi udara yang berhembus dan telah berada di hadapan ketiganya, tak lama kemudian Xun Zhi memukul Cun Cun dengan sangat keras dan Cun Cun terpental sangat jauh hingga menembus tembok istana yang begitu tebal.


Bi Jin dan Bi Juan melihat kejadian yang dialami oleh Cun Cun membuat badan mereka gemetar lemas dan terjatuh berlutut tanpa mereka sadari sampai mulut mereka berdua menganga. Shuin yang melihatnya jauh di belakang Xun Zhi sangat terkejut dan juga membuka mulutnya lebar-lebar serta mata yang melotot seperti akan keluar.


"Baiklah satu sudah ku bereskan. Dan sekarang aku akan membereskan kalian berdua."


Xun Zhi merangkul pundak Bi Jin dan Bi Juan di tengah-tengah mereka berdua.


"Jadi sekarang diri kalian untuk mati di tanganku."


Dengan senyuman Xun Zhi yang seram, Xun Zhi langsung membunuh Bi Jin dan Bi Juan dengan menghantamkan wajah mereka berdua ke tembok dengan sekuat tenaganya Xun Zhi hingga tembok lantai pun retak serta kepala mereka yang menancap.


"Baiklah siapa lagi yang akan melawanku?"


Para prajurit yang tadinya melihat pertarungan pun berlarian kocar kacir keluar istana ketakutan karena


karena takut diambil nyawanya oleh Xun Zhi.


"Baiklah karena tidak ada lagi yang mau mengahadi kita lebih baik kita masuk Shuin."


Xun Zhi melangkah dengan santai ke arah pintu besar dan setelah itu Xun Zhi menendangnya sampai pintu besar menuju ruangan raja Ba Rong hancur terpental dari tempat setelah itu kekuatan Aura Dewa milik Xun Zhi pun memudar dan kembali ke sedia kala.


Terlihat dari jauh oleh Xun Zhi dan Shuin, raja Ba Rong sedang duduk dengan santainya dengan ditemani oleh Pi Piang si Api Gila.


"Selamat datang bocah serta wanita ****** di istanaku. Selamat kalian telah berhasil sampai ke ruangaku. Sebagai rasa hormatku jika kalian berdua bisa mengalahkan tangan kanan kepercayaanku. Kalian baru boleh melawanku."


Pi Piang si Api Gila langsung melompat mendekati Xun Zhi dan Shuin dengan ilmu peringan tubuhnya sembari menghunuskan pedangnya tepat ke arah leher Xun Zhi.


Namun Shuin tak tinggal diam, ia pun melompat ke arah Pi Piang dengan ilmu peringan tubuhnya sembari menghunuskan pedangnya ke arah Pi Piang si Api Gila menahan serangannya yang mengarah ke Xun Zhi.

__ADS_1


Suara pedang Shuin dengan Pi Piang si Api Gila yang berbentrokan terdengar sangat nyaring. Kemudian Xun Zhi mengayunkan tombaknya berniat menusuk perut Pi Pian si Api Gila. Namun dengan repleks serta intuisinya yang sangat cepat dari Pi Pian si Api Gila, ia dapat menghindari serangan Xun Zhi dengan mudah.


"Hyaaat...!"


Teriakan Shuin di barengi dengan tusukan yang mengarah ke kepala Pi Pian si Api Gila. Namun serangan Shuin mudah di tebak oleh Pi Pian si Api Gila, hingga Pi Pian si Api Gila menggerakkan tubuhnya ke arah samping dan tusukan Shuin pun hanya menusuk angin kosong saja.


" Kau pikir serangan begitu bisa melukaiku Bulan Perak."


Shuin pun bermuka agak kesal dan berkata.


"Itu hanya salam dariku Pi Pian si Api Gila, tenang saja seranganku sekarang tidak akan mengecewakanmu. Hyaaat!"


Shuin menerjang kembali Pi Pian si Api Gila dengan langkahnya yang cepat serta pedangnya yang ia pegang.


Shuin serta Pi Pian pun beradu gerakan pedang terus menerus dengan gerakan mereka berdua yang sangat cepat, hingga tak diketahui entah sudah berapa ratus gerakan yang telah mereka keluarkan.


"Terima ini Jurus Pedang Pembelah Bulan!"


Begitu teriakan Shuin bersamaan tebasan pedangnya yang bercahaya perak arah menyilang dari atas menuju ke bawah.


serangan jurus Shuin pun berhasil mengenai Pi Pian si Api Gila, namun sayang serangan Shuin terlalu dangkal hingga hanya membuat luka ringan di bahu Pi Pian.


"Cihh sial ternyata aku meleset yah!"


wajah nempak kecewa nampak dari Shuin.


"Shuin menghindar!"


secara tiba-tiba Xun Zhi berkata begitu. Shuin menuruti perkataan Shuin dan melangkah kearah kanan. Xun Zhi pun dengan sangat cepat melangkah sambil mengacungkan tombaknya yang diselimuti hijau gelap ke arah Pi Pian si Api Gila.


"Ilmu Tusukan Api Hijau."


Namun Pi Pian si Api Gila dapat menangkis serangan Xun Zhi dengan pedang yang ia pegang erat sekuat tenaga karena seranganya Xun Zhi terasa sangat berat oleh Pi Pian si Api Gila.


Namun serangan Xun Zhi tak selesai disitu saja, Xun Zhi langsung melompat sambil memutarkan lalu membuat dua tebasan menyamping. akan tetapi Pi Pian si Api Gila dapat menahan serangan yang terasa berat oleh Pi Pian hingga ia pun terpental mundur beberapa meter dari tempat berdirinya.


"Cih.. bocah sialan ternyata kau lebih hebat dari dugaanku yah."


Begitu ucap Pi Pian si Api Gila sambil berdiri menurunkan pundaknya dan senyuman. Setelah itu Pi Pian si Api Gila menancapkan pedangnya dan memasang kuda-kuda bertarungnya.


"Haaaaarrrgh!"


Teriakan Pi Pian si Api Gila bersamaan dengan ledakan Qi Api Merah miliknya langsung menyelimuti tubuhnya. Tak lama tubuh Pi Pian si Api Gila mulai bertambah merah di selimuti oleh lava berwarna merah gelap.


"Baiklah apakah kalian bisa menahan seranganku ini atau tidak!"


Dengan senyumannya yang sombong ia langsung berlati menyerang Xun Zhi memukul wajahnya dengan sekuat tenaga. Namun Xun Zhi yang dapat melihat pergerakkan Pi Pian dapat menggelkkan kepalanya dengan mudah sehingga Pi Pian si Api Gila pun hanya memukul angin kosong.


"Memang gerakanmu cepat. Namun tidak sebanding dengan ku yang bisa lebih cepat."


dengan senyuman mengejek Xun Zhi tampakkan kepada Pi Pian. Pi Pian merasa di remehkan oleh Xun Zhi, ia pun terus melancarkan pukulan serta tendangannya terus menerus.


Namun apa dikata karena Xun Zhi dapat menghindari semua serangan yabg dilancarkannya, hingga Xun Zhi tak terluka sa sekali.


"Xun Zhi awas!"


Dengan tegas Shuin yang ada di belakang Xun Zhi berkata begitu. Xun Zhi menuruti perkataannya dan melompat jauh keatas.


"Jurus 5 Tebasan Pedang Pembelah Kemurkaan!"


Teriakan Shuin bersamaan dengan lima tebasan menyamping serta menyilang pedangnya yang berwarna perak.


Pi Pian yang tak menyadari serangan Shuin pun berhasil terkena di bagian perutnya hingga Pi Pian si Api Gila terluka cukup dalam oleh serangan Shuin.


"Ternyata memang benar ang dirumorkan oleb orang-orang bahwa kau memang mempjnyai jurus-jurus pedang yang hebat. Namun itu semua tidak cukup untuk membunuhku Bulan Perak."


Luka perut yang di derita Pi Pian si Api Gila yang terkena serangan tebasan Shuin pun kembali merapat dengan cepat. Shuin pun terkejut akan hal itu.


"Sial ternyata kau mempunyai ilmu pemulihan cepat ternyata!"


Tawanya sangat nyaring sambil berdiri sombong ia tunjukan kepada Shuin serta Xun Zhi. Kemudian ia pun menghentikan tawanya.


"Baiklah sekarang kalian terima ini Ilmu Seribu Cincin Api Kematian!"


Pi Pian si Api Gila mengangkat tangannya dan seribu cincin yang terbuat dari lava berwarna merah pun melayang di atas kepalanya. Setelah itu Pi Pian menembakkan cincin yang terbuat dari lava itu ke arah Shuin serta Xun Zhi hingga membuat Shuin serta Xun Zhi menghindari dengan sangat kewalahan. Kemudian Xun Zhi pun menemukan sebuah rencana.


"Tembok Api Hitam!"


Teriakan Xun Zhi sambil menaruh kedua tangannya ke bawah dan muncullah api hitam yang sabgat tinggi melindungi Xun Zhi dan Shuin sampai-sampai cincin api yang di arahkan kepada Shuin serta Xun Zhi tak bisa menembus tembok api hitam Xun Zhi.


"Heeee... jadi bicah kau mempunyai ilmu yang unik juga."


"Pi Pian kau harus hati-hati bocah itu sangat tak terduga, ia terkadang mempunyai ilmu yang tak bisa dimengerti oleh akal sehat."


"Baiklah Rajaku. Terimalah ilmu ku selanjutnya Ombak Lava Kesengsaraan!"


Teriakan Pi Pian si Api Gila bersamaan dengan ombak yang menjulang setinggi 8 meter yang mengarah kepada Shuin serta Xun Zhi.


"Sial ternyata ia mempunyai ilmu tinggi juga. Baiklah kalau begitu Ilmu Tebasan Tombak Cahaya Naga Kembar."


Xun Zhi menebas Ilmu Ombak Lava Kesengarasaan milik Pi Pian si Api Gila hingga Ombaknya pun terbelah menjadi empat seperti tanda X dan melewati tempat berdiri nya Xun Zhi serta Shuin.


"Ternyata kau lumayan juga, aku akan mengeluarkan setengah kekuatanku sekarang. Haaaa...!!!"


Xun Zhi berteriak sambil mengeluarkan Qi api berwarna Hitam di tubuhnya, kultivasinya mulai meningkat pesat, kulitnya mulai berubah menjadi hitam mengkilap bagaikan sisik naga serta matanya mulai berubah menjadi hitam.


Pi Pian si Api Gila yang melihat perubahan Xun Zhi pun membuat bulu kuduknya merinding, perasaannya pun menjadi tidak, dan tubuhnya tiba-tiba gemetar.


"Kenapa ini, kenapa tubuhku tiba-tiba gemetar karena melihat sosok bocah itu."


begitu ucap dalam hatinya Pi Pian si Api Gila yang melihat Xun Zhi dengan ekspresi wajah yang ketakutan. Semakin lama ia memerhatikan Xun Zhi yang melangkah pelan ke hadapannya semakin merasa takut pula Pi Pian untuk menghadapinya.


Kemudian saat tingga beberapa meter Xun Zhi dihadapannya, Pi Pian tak kuasa melihat sosok bayangan wajah naga yang begitu besar di belakang Xun Zhi hingga ia terjatuh duduk karena lemas, wajahnya memucat, kemudian ia mengesotkan badannya ke belakang.


"Jangan, jangan dekati aku, aku mohon, aku mohon ampuni aku, tidak, TIDAAAKKKKKKK...!!!"


Pian si Api Gila berteriak dengan keras kepada Xun Zhi dengan histeris.


"Heeee... jadi kau dapat melihat Qi yang ada di balik tubuhku ini, cukup mengesankan untuk seukuranmu. Namun sekarang kau sudah telat untuk meminta ampun kepadaku."


Senyuman yang lebar Xun Zhi tunjukkan kepada Pi Pian. Kemudian api hitam di tubuh Xun Zhi menjadi membara sangat besar membentuk sosok kepala Long Hei'an dan langsung melahap Pi Pian si Api Gila hingga ia pun tertelan masuk ke dalam api hitam milik Xun Zhi dan melebur diserap aura Qi milikbya oleh Xun Zhi.


"Si. Sial bagaimana bisa kau mengalahkan anak buah yang menjadi tangan kananku?!"


Begitu ucap Ba Rong sambil melihat dengan tatapan agak ketakutan kepada Xun Zhi.


"Kenapa katamu, apa kau tidak sadar. Karena kekuatan dia itu Ju Jian apa namanya terlalu lemah untuk melawanku."


"Bukan Ju Jian Xun Zhi, nqmun Pi Pian si Api Gila."


Ucap Shuin yang meralat perkataan Xun Zhi. Xun Zhi pun tersenyum kepada Shuin.


"Yah itu namanya Pi Pian."


Wajah agal kesal nampak di Raja Ba Rong karena ucapan Xun Zhi yang sangat santai dan meremehkannya.


"Sialan rasakan lah ini bocah-bocah sialan Ilmu Hujan Daun Jarum Emas!"


Dengan secara tiba-tiba Ba Rong menyerang Xun Zhi dan Shuin yang agak jauh di hadaannya. Shuin yang melihat itu dengan sangat cepat berlari ke depan Xun Zhi dan langsung menghusus pedangnya.


"Ilmu pedang Angin, Tebasan Angin Kemurkaan."


Teriakan Shuin bersamaan dengan Tebasan pedang yang di selimuti oleh cahaya berwarna biru transparan ke arah Ilmu Daun Jarum Emas yang di keluarkan oleh Ba Rong. Dan Jarum Emas milik Ba Rong pun terhempas berbalik ke arahnya sendiri akibat angin yang berhembus sangat kencang berwarna biru yang di keluarkan oleh Shuin.

__ADS_1


"Sialan kau wanita ****** kau berani mematahkan ilmuku."


Ba Rong pun mengambil sesuatu di dalam lengan jubahnya, dan saat di keluarkan itu adalah pil berwarna hitam pekat yaitu pil penambah kekuatan tingkat 8 yang bisa menambahkan kekuatan dengan sekejap.


"Sial dia akan memakan pil penambah kekuatan tingkat 8!"


Shuin berseru begitu, Shuin langsung membuat segel di tangan kanannya dan muncullah sepuluh pedang berwarna perak cerah diatas kepalanya. Pedang yang melayang di atas Shuin pun di arahkan ke arah Ba Rong untuk menghentikannya memakan pil penambah kekuatan tingkat 8.


Melihat ada serangan dari Shuin, Ba Rong berwajah kesal dan ia pun membuat sebuah pedang dari ilmu daun emasnya dan jadilah pedang sepanjang satu meter kemudian ia menggenggap pedang itu dan menangkis satu per satu ilmu pedang Shuin yang di arahkankan kepadanya.


"hahaha kau pikir ilmu rendaan seperti ini bisa menahan pergerakkan ku."


Dengan senyuman yang sombong ia berkata begitu kepada Shuin. Kemudian ia pun memakan pil nya sambil terus melihat ke arah Shuin.


Tak lama kekuatam Ba Rong pun mengalami peningkatan secara paksa hingga kekuatannya pun sekarang menjadi kultivasi Qi Setengah Dewa Tahap awal yabg tadinya berada di Kulitasi Qi Pensucian Jiwa Tahap Awal.


Aura berwarna emas pun mengelilingi tubuhnya, senyuman sombong dan gaya angkuhnya pun mulai nampak dari Ba Rong.


berniat menusuk perut Pi Pian si Api Gila. Namun dengan repleks serta intuisinya yang sangat cepat dari Pi Pian si Api Gila, ia dapat menghindari serangan Xun Zhi dengan mudah.


"Hyaaat...!"


Teriakan Shuin di barengi dengan tusukan yang mengarah ke kepala Pi Pian si Api Gila. Namun serangan Shuin mudah di tebak oleh Pi Pian si Api Gila, hingga Pi Pian si Api Gila menggerakkan tubuhnya ke arah samping dan tusukan Shuin pun hanya menusuk angin kosong saja.


" Kau pikir serangan begitu bisa melukaiku Bulan Perak."


Shuin pun bermuka agak kesal dan berkata.


"Itu hanya salam dariku Pi Pian si Api Gila, tenang saja seranganku sekarang tidak akan mengecewakanmu. Hyaaat!"


Shuin menerjang kembali Pi Pian si Api Gila dengan langkahnya yang cepat serta pedangnya yang ia pegang.


Shuin serta Pi Pian pun beradu gerakan pedang terus menerus dengan gerakan mereka berdua yang sangat cepat, hingga tak diketahui entah sudah berapa ratus gerakan yang telah mereka keluarkan.


"Terima ini Jurus Pedang Pembelah Bulan!"


Begitu teriakan Shuin bersamaan tebasan pedangnya yang bercahaya perak arah menyilang dari atas menuju ke bawah.


serangan jurus Shuin pun berhasil mengenai Pi Pian si Api Gila, namun sayang serangan Shuin terlalu dangkal hingga hanya membuat luka ringan di bahu Pi Pian.


"Cihh sial ternyata aku meleset yah!"


wajah nempak kecewa nampak dari Shuin.


"Shuin menghindar!"


secara tiba-tiba Xun Zhi berkata begitu. Shuin menuruti perkataan Shuin dan melangkah kearah kanan. Xun Zhi pun dengan sangat cepat melangkah sambil mengacungkan tombaknya yang diselimuti hijau gelap ke arah Pi Pian si Api Gila.


"Ilmu Tusukan Api Hijau."


Namun Pi Pian si Api Gila dapat menangkis serangan Xun Zhi dengan pedang yang ia pegang erat sekuat tenaga karena seranganya Xun Zhi terasa sangat berat oleh Pi Pian si Api Gila.


Namun serangan Xun Zhi tak selesai disitu saja, Xun Zhi langsung melompat sambil memutarkan lalu membuat dua tebasan menyamping. akan tetapi Pi Pian si Api Gila dapat menahan serangan yang terasa berat oleh Pi Pian hingga ia pun terpental mundur beberapa meter dari tempat berdirinya.


"Cih.. bocah sialan ternyata kau lebih hebat dari dugaanku yah."


Begitu ucap Pi Pian si Api Gila sambil berdiri menurunkan pundaknya dan senyuman. Setelah itu Pi Pian si Api Gila menancapkan pedangnya dan memasang kuda-kuda bertarungnya.


"Haaaaarrrgh!"


Teriakan Pi Pian si Api Gila bersamaan dengan ledakan Qi Api Merah miliknya langsung menyelimuti tubuhnya. Tak lama tubuh Pi Pian si Api Gila mulai bertambah merah di selimuti oleh lava berwarna merah gelap.


"Baiklah apakah kalian bisa menahan seranganku ini atau tidak!"


Dengan senyumannya yang sombong ia langsung berlati menyerang Xun Zhi memukul wajahnya dengan sekuat tenaga. Namun Xun Zhi yang dapat melihat pergerakkan Pi Pian dapat menggelkkan kepalanya dengan mudah sehingga Pi Pian si Api Gila pun hanya memukul angin kosong.


"Memang gerakanmu cepat. Namun tidak sebanding dengan ku yang bisa lebih cepat."


dengan senyuman mengejek Xun Zhi tampakkan kepada Pi Pian. Pi Pian merasa di remehkan oleh Xun Zhi, ia pun terus melancarkan pukulan serta tendangannya terus menerus.


Namun apa dikata karena Xun Zhi dapat menghindari semua serangan yabg dilancarkannya, hingga Xun Zhi tak terluka sa sekali.


"Xun Zhi awas!"


Dengan tegas Shuin yang ada di belakang Xun Zhi berkata begitu. Xun Zhi menuruti perkataannya dan melompat jauh keatas.


"Jurus 5 Tebaaan Pedang Pembelah Kemurkaan!"


Teriakan Shuin bersamaan dengan lima tebasan menyamping serta menyilang pedangnya yang berwarna perak.


Pi Pian yang tak menyadari serangan Shuin pun berhasil terkena di bagian perutnya hingga Pi Pian si Api Gila terluka cukup dalam oleh serangan Shuin.


"Ternyata memang benar ang dirumorkan oleb orang-orang bahwa kau memang mempjnyai jurus-jurus pedang yang hebat. Namun itu semua tidak cukup untuk membunuhku Bulan Perak."


Luka perut yang di derita Pi Pian si Api Gila yang terkena serangan tebasan Shuin pun kembali merapat dengan cepat. Shuin pun terkejut akan hal itu.


"Sial ternyata kau mempunyai ilmu pemulihan cepat ternyata!"


"Yahh itu benar sekali Shuin si Bulan Perak, namun bukan hanya itu saja, aku masih mempunyai beberapa ilmu yang pasti mengantarmu ke alam baka hahaha!"


Tawanya sangat nyaring sambil berdiri sombong ia tunjukan kepada Shuin serta Xun Zhi. Kemudian ia pun menghentikan tawanya.


"Baiklah sekarang kalian terima ini Ilmu Seribu Cincin Api Kematian!"


Pi Pian si Api Gila mengangkat tangannya dan seribu cincin yang terbuat dari lava berwarna merah pun melayang di atas kepalanya. Setelah itu Pi Pian menembakkan cincin yang terbuat dari lava itu ke arah Shuin serta Xun Zhi hingga membuat Shuin serta Xun Zhi menghindari dengan sangat kewalahan. Kemudian Xun Zhi pun menemukan sebuah rencana.


"Tembok Api Hitam!"


Teriakan Xun Zhi sambil menaruh kedua tangannya ke bawah dan muncullah api hitam yang sabgat tinggi melindungi Xun Zhi dan Shuin sampai-sampai cincin api yang di arahkan kepada Shuin serta Xun Zhi tak bisa menembus tembok api hitam Xun Zhi.


"Heeee... jadi bicah kau mempunyai ilmu yang unik juga."


"Pi Pian kau harus hati-hati bocah itu sangat tak terduga, ia terkadang memounyaj ilmu yang tak bisa dimengerti oleh akal sehat."


"Baiklah Rajaku. Terimalah ilmu ku selanjutnya Ombak Lava Kesengsaraan!"


Teriakan Pi Pian si Api Gila bersamaan dengan ombak yang menjulang setinggi 8 meter yang mengarah kepada Shuin serta Xun Zhi.


"Sial ternyata ia mempunyai ilmu tinggi juga. Baiklah kalau begitu Ilmu Tebasan Tombak Cahaya Naga Kembar."


Xun Zhi menebas Ilmu Ombak Lava Kesengarasaan milik Pi Pian si Api Gila hingga Ombaknya pun terbelah menjadi empat seperti tanda X dan melewati tempat berdiri nya Xun Zhi serta Shuin.


"Ternyata kau lumayan juga, aku akan mengeluarkan setengah kekuatanku sekarang. Haaaa...!!!"


Xun Zhi berteriak sambil mengeluarkan Qi api berwarna Hitam di tubuhnya, kultivasinya mulai meningkat pesat, kulitnya mulai berubah menjadi hitam mengkilap bagaikan sisik naga serta matanya mulai berubah menjadi hitam.


Pi Pian si Api Gila yang melihat perubahan Xun Zhi pun membuat bulu kuduknya merinding, perasaannya pun menjadi tidak, dan tubuhnya tiba-tiba gemetar.


"Kenapa ini, kenapa tubuhku tiba-tiba gemetar karena melihat sosok bocah itu."


begitu ucap dalam hatinya Pi Pian si Api Gila yang melihat Xun Zhi dengan ekspresi wajah yang ketakutan. Semakin lama ia memerhatikan Xun Zhi yang melangkah pelan ke hadapannya semakin merasa takut pula Pi Pian untuk menghadapinya.


Kemudian saat tingga beberapa meter Xun Zhi dihadapannya, Pi Pian tak kuasa melihat sosok bayangan wajah naga yang begitu besar di belakang Xun Zhi hingga ia terjatuh duduk karena lemas, wajahnya memucat, kemudian ia mengesotkan badannya ke belakang.


"Jangan, jangan dekati aku, aku mohon, aku mohon ampuni aku, tidak, TIDAAAKKKKKKK...!!!"


Pian si Api Gila berteriak dengan keras kepada Xun Zhi dengan histeris.


"Heeee... jadi kau dapat melihat Qi yang ada dj balik tubuhku ini, cukuo mengesankan untuk seukuranmu. Namun sekarang kau sudah telat untuk meminta ampun kepadaku."


Senyuman yang lebar Xun Zhi tunjukkan kepada Pi Pian. Kemudian api hitam di tubuh Xun Zhi menjadi membara sangat besar membentuk sosok kepala Long Hei'an dan langsung melahap Pi Pian si Api Gila hingga ia pun tertelan masuk ke dalam api hitam milik Xun Zhi dan melebur diserap aura Qi milikbya oleh Xun Zhi.


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2