
Setibanya Xun Zhi di tempat Ling Er berada, terlihat Ling, kelompoknya serta musuh dirinya yaitu kelompok Sekte Kegelapan terlihat bertarung saling jual beli serangan dengan sangat sengit.
Pedang mereka yang saling berbentrokan pun terdengar ramai dan nyaring serta suara ledakan bergemuruh yang cukup dasyat dari berbenturan nya ilmu Petir milik Ling Er serta Ilmu tanah milik salah satu murid sekte Kegelapan.
Xun Zhi yang mendengarnya pun bergegas meluncur ke arah kerumunan perrempuran untuk membantu Ling Er.
"Maaf aku terlambat." Dengan wajah yang serius menatap ke arah seorang yang ada di depannya yang akan menjadi lawannya Xun Zhi berkata begitu kepada Ling Er.
"Ahh kau terlambat sekali Xun Zhi ..., aku hampir kehabisan Qi mengatasi mereka ... yang begitu banyaknya dan juga kekuatan mereka yang lumayan hebat." Jawab Ling Er seperti itu menatap Xun Zhi dengan wajah yang nampak kelelahan.
"Baiklah sekarang giliranku beraksi." Dengan tegas Xun Zhi berkata sepeti itu dan kemudian seketika dengan cepat Xun Zhi maju menyerang lawan yang ada di depannya.
Lawan bertarung Xun Zhi pria muda sekitar berumur 25-an tahun yang belum sepenuhnya siap dengan kuda-kuda bertarungnya sangat terkejut akan Xun Zhi yang sudah ada di hadapannya dan tengah melayangkan jurus pukulan api miliknya.
Akan tetapi musuh Xun Zhi yang mempunyai mata serta pergerakan yang bagus pun dapat menghindari dengan cara melentingkan badannya, sehingga pukulan Xun Zhi yang beberapa milimeter lagi mengenai hidungnya pun malah memukul angin kosong .
"Wahh itu hampir saja!"
Kata musuh Xun Zhi dengan senyuman.
Xun Zhi pun nampak terkejut pula, karena ada orang yang bisa menghindari jurus pukulan api cepatnya itu.
"Ternyata dia bisa jadi lawan yang cukup hebat." Batin Xun Zhi berkata seperti itu.
Mereka berdua kemudai saling bertatapan, dari mata Xun Zhi serta mata lawannya terlihat sangat tajam seperti berhati-hati akan serangan yang akan mereka luncurkan.
"Xun Zhi kau harus hati-hati, dia bukanlah musuh seperti para Kultivator lainnya." Kata Ling Er yang jaraknya beberapa meter di belakang Xun Zhi.
__ADS_1
"Ehh begitu yah. Memangnya kekuatan dia seberapa besar?"
"Akuou tadinya mengira bahwa kekuatannya seperti seorang kultivator biasa pada umumnya, akan tetapi setelah dia menyerangku, tiba-tiba aku merasakan tekanan Qi ang sangat dasyat keluar dari dirinya."
"Baiklah aku akan berhati-hati."
"Jadi apakah kalian sudah selesai berbincang-bincangnya." Ucap seorang pria yang menjadi lawan bertarubg Xun Zhi saat ini sembari berdiri dengan sok bergaya.
"Jika sudah selesai, aku akan menyerangmu duluan." Ucap musuhnya Xun Zhi kembali di barengi dengan dirinya yang berlari cepat menghampiri Xun Zhi.
Xun Zhi yang melihat musuhnya mendekat langsung memasang kuda-kuda bertarungnya. Sesaat setelah musuhna telah tepat berada di hadapannya dan melayangkan pukulan, Xun Zhi dengan sigap menangkis pukulan itu dengan tangan kirinya yang diayunkan menyamping.
Dari situ adu serangan fisik spun mulai terjadi, Xun Zhi dan seorang pria yang menjadi musuhnya yang tidak diketahui namanya olehnya pun saling bertukar serangan kung fu.
"Sial! Padahal tubuhnya lebih kecil dariku, akan tetapi setiap serangannya begitu tajam dan berat bagaikan batu yang terus menimpaku." Batin Xun Zhi berkata seperti itu sambil terus menahan serangan kung fu yang masih diluncurkan oleh musuhnya terhadap dirinya.
"Hei !, hei !, heiiii! Apakah hanya ini kemampuanmu. Jika hana ini saja, kau tidak layak menjadi lawanku!" Debgab sombongmya lawan Xun Zhi berkata seperti itu dengan tangan dan anggota tubuh lainnya bergerak terus menyerang Xun Zhi.
Dan setelah sepuluh menit berlalu, mulai tampaklah celah di balik dari pukulan lawan yang sesangdia hadapi sekarang ini, sesaat lawan Xun Zhi akan memukul wajah Xun Zhi, Xun Zhi seketika mengelak dan melayangkan pukulan tangan kanan yang sangat kuat dan tepat di ulu hati lawannya.
"Urggg!!"
Musuh yang terkena pukulan Xun Zhi pun terpental jauh sekitar 500 meter sampai melubangi beberapa pohon besar.
Akan tetapi, pukulan dari Xun Zhi nampak tidak berpengaruh besar terhadap lawannya dan lawan Xun Zhi pun terbang sembari tersenyum.
"Hahaha! Ternyata oukulanmu lumayan juga yah bocah!" Ucapannya sangat keras sampai terdengar dari tempat Xun Zhi dan Ling Er berdiri.
__ADS_1
"Sialan ternyata dirinya bisa menahan serangan diriku yah!" Batin Xun Zhi berkata seperti itu sambil mengepal erat kedua tangannya sampai-sampai urat nadi di tangannya pun nampak terlihat.
Pria yang menjadi lawannya pun meluncur dengan cepat mendekati Xun Zhi. Melihat musuhnya mendrkat Xun Zhi kemudian memasang kembali kuda-kuda bertarungnya bersamaan dengan keluarnya Qi Api Darahnya menyelimuti tubuhnya yang membentuk seperti baju zirah mewah.
"Hahaha!! Bagus ! Itu bagus sekali !! Aku jsdi tambah bersemangat melawanmu!" Tawanya yang nyaring serta ekspresi wajah yang sangat gembira dia tampakkan setelah melihat perwujudan Xun Zhi.
"Baiklah karena nampaknya kau mulai serius akan permainan ini, aku akan menunjukkan sedikit kekuatanku."
Pria yang menjadi lawan Xun Zhi yang tadinya bertubuh kecil dan jurus, tiba-tiba mendadak tububnya berubah menjadi besar bagaikan seorang pegulat.
Lalu setelah itu, nampak asap keluar dari sekujur tubuhnya dan Qi yang berwarna biru bagaikan listrik mulai keluar besar menyelimuti tubuhnya.
"Baiklah, apakah api milikmu yang akan menang, ataukah listrik milikku yang akan menghancurkan zirah api mu itu."
"Tunggu dulu, sebelum kita mulai pertarungan ini. Aku ingin mebgetahui siapakah namamu?"
"Namaku? Kau ingin mengetahui namaku?"
"Iya benar sekali."
"Baiklah, akan kuberi tahu namaku kepadamu, namaku adalah Lang Tao anak dari kepala sekte Kegelapan." Dengan nada suara yang sombong ia memberitahukan namanya kepada Xun Zhi.
melihat ekspresi wajahnya Lang Tao, membuat Xun Zhi pun marah dan Xun Zhi pun berkata, "Hee ... kau mempunyai nama yang bagus juga yah. Untuk ku tulis di batu nisanmu."
Xun Zhi kemudian tertawa kecil, mengejek Lang Tao. mendengar ejekan itu Lang Tao seketika naik darah dan mengerutkan dahinya.
"Sialannnn kau !! Berani sekali kau mengejek namaku!!"
__ADS_1
Lang Tao pun meluncur dengan cepat, mengarah , menyerang Xun Zhi. melihat Lang Tao sedabg bernafsu, Xun Zhi berlari menjauhi tempat saat ini dan mencari tempat untuk dirinya bisa bertarung leluasa.
(BERSAMBUNG)