KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
chapter 2


__ADS_3

Hari demi hari keduanya lalui dengan terus berlatih setiap saat tak ada yang terlewat satu haripun tanpa berlatih. Hingga tak terasa waktu sudah empat tahun berlalu. Xun Zhi dan Wei Chan yang terus latihan telah membuahkan hasil.


Saat ini Xun Zhi sekarang sudah berada di tingkat Qi Ranah Jiwa Tahap Akhir dan Wei Chan sudah mencapai Pembentukan Qi lanjut Tahap akhir.


Lalu di kampung mereka kedatangan seorang perwakilan penguji bakat dari sekolah Tanah Mengapung yang terkenal di Kerajaan Tanah Suci. Penguji yang di kirim dari sekolah itu bernama Yujin.


Sekolah Tanah Mengapung adalah sekolah yang mencari anak-anak berbakat yang nantinya akan di bina dan diajari menjadi pendekar sejati. Terkadang sering ada turnamen seni beladiri antar sekolah dan dunia.


Anak-anak yang berusia 10 tahun di kumpulkan di tengah desa oleh tetua desa untuk mengikuti tes tersebut. Jika ada yang lulus dari tesnya akan di rekrut oleh sekolah.


Satu per satu para anak-anak mulai di tes dengan cara memegang kristal sihir yang di pegang oleh penguji Yujin. Namun tidak ada yang lolos satupu.


Lalu sampai pada bagian Wei Chan. Ia memegang kristalnya lalu Muncullah Warna Hijau yang terang dan biru agak redup di kristalnya dan penguji itupun berkata.


"Wah kamu masuk kelas dua elemen dengan elemen tanaman dan air, bagus bagus."


Ucap Yujin yang memuji Wei Chan. Lalu melanjutkan kembali ujiannya, dan pada akhirnya adalah bagian Xun Zhi yang maju untuk mengetes bakatnya.


Xun Zhi memegang kristalnya tanpa ragu dan tak lama muncullah warna putih agak kekuning kuningan dan juga warna merah terang di kristal itu, tak lama kristalnya mengalami retakan dan tak lama kristalnya pecah berkeping-keping.


Yujin yang menjadi penguji terkejut akan hasil yang di peroleh oleh Xun Zhi lalu berkata.

__ADS_1


"Inikan elemen cahaya dan api, ini adalah elemen yang sangat langka dimiliki orang sekitar seribu tahun, tidak malahan sepuluh ribu tahun sekali ada orang yang mempunyai elemen ini. Kamu pasti akan menjadi pendekar yang sangat terkenal suatu hari nanti."


Xun Zhi berpura-pura kaget akan hasilnya. Tak lama setelah selesai tes Xun Zhi, Wei Chan dan anak-anak lainnya kembali ke rumah mereka masing-masing.


Akan tetapi karena Xun Zhi lolos tes. Yujin ikut dengan Xun Zhi kerumahnya untuk meminta izin kedua orangtua nya.


Sesampainya di depan pintu rumahnya, Xun Zhi langsung masuk. Karena rumahnya dijadikan satu dengan apotik terlihatlah orangtua Xun Zhi yang sedang menjaganya. Xun Zhi yang diikuti oleh Yujin bisa langsung bertemu orangtua Xun Zhi.


Dan setelah bertatap muka dengan orangtua Xun Zhi, Yujin langsung mengobrol dengan orangtuanya. Mereka mengobrol hingga akhirnya mencapai kesepakatan. Setelah itu ShanHong He yaitu ayahnya Xun Zhi bertanya padanya.


"Xun Zhi apakah kamu ingin bersekolah disana?".


"Iya ayah aku ingin bersekolah disana."


"Tapi ShanHong He dia kan masih berumur 10 tahun. Aku tak tega mengirimnya ke sekolah untuk menjadi pendekar."


Kata Bai Meigui yaitu ibunya Xun Zhi kepada ayahnya. Lalu ShanHong He membalas perkataan Bai Meigui.


"Tapi Baimei Gui dia kan anak lelaki mau tidak mau kita harus melepasnya supaya dia bisa hidup mandiri."


"Tapi kan .."

__ADS_1


Akan tetapi sebelum selesai Bai Meigui bicara, Xun Zhi menyela perkataan ibunya dan berkata.


"Bu aku janji aku pasti bisa bertahan disana beri aku izinmu bu."


Dan akhirnya kedua orangtuanya menyetujuinya. Setelah itu Xun Zhi bersiap-siap mengkemas pakaian ke dalam tas. Kemudia Xun Zhi berpamitan kepada orangtua nya.


"Ibu, ayah aku pamit untuk berangkat ke sekolah. Maaf kalau aku meninggalkan kalian."


Lalu Bai Meigui memberikan uang padanya dan berkata.


"Xun Zhi baik-baiklah disana. Ini uang untuk keperluanmu nanti disana, dan jangan lupa sering-sering mengirim surat yah."


Xun Zhin menerima uang pemberian orangtuanya dan bersalaman sambil mencium lengan orangtuanya.


Kemudian Xun Zhi berangkat dengan Yujin menuju tempatnya Wei Chan. Lalu Xun Zhi pun berkata.


"Mari pak Yujin kita ke ruman Wei Chan."


"Ayo Xun Zhi tunjukan jalannya."


Mereka mulai berjalan meuju Rumah Wei Chan . Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempai Wei Chan.

__ADS_1


Sepertinya Wei Chan sudah selesai berkemas dan berpamitan kepada ayahnya. Lalu akhirnya mereka berangkat.


(BERSAMBUNG)


__ADS_2