KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 107


__ADS_3

Sepuluh hari telah berlalu. Sore itu Ling Mei, Xun Zhi dan Shujn pun telah sampai di kerajaan Tian Zhu. Suasana dalam ibukota kerajaan Tian Zhu sangat ramai karena hari saat mereka bertiga datang bertepatan dengan hari jadinya kerajaan Tian Zhu yang ke-100 tahun.


Banyak para pedagang mendirikan berbagai stand dagangan milik mereka dan rakyat Tian Zhu pun memakai pakaian tradisional serta berdandan sangat rapi.


Xun Zhi yang melihat pemandangan dalam kerajaan Tian Zhu sangat antusias sampai-sampai senyuman lebar serta rasa senangnya pun terpancar di wajahnya.


"Hee... jadi begjni yah perayaan yang ada di ibukota kerajaan Tian Zhu," ucap Xun Zhi sambil melirikkan matanya ke kiri dan ke kanan.


"Yah memang begini Xun Zhi, memang beda yah dengan Kerarajaan Tanah Suci kami selalu mengadakan makan bersama dengan semua warga desa di sore hari dan di malam harinya kami semua menerbangkan lampion terbang."


Mendengar cerita dari Xun Zhi membuat kedua wanita yang di samping kiri dan kanan yaitu Ling Mei dan Shuin menjadi tersenyum. Melihat tingkah mereka berdua yang tiba-tiba tersenyum pun membuat Xun Zhi heran.


"Ehh ada apa nih, kenapa kalian tersenyum begitu? Apakah ada yang lucu yah dsri perkataanku?" Ucap Xun Zhi sambil melihat ke arah mereka berdua. Namun perkataan Xun Zhi tak dibalas oleh mereka berdua dan terus saja melajukan kudanya secara perlahan di keramaian jalan itu.


Setengah jam pun berlalu, akhirnya mereka bertiga telah sampai di sebuah gerbang besi besar setinggi lima meter serta tembok yang tampak sangat kokoh mengelilingi kediaman Ling Mei.


Para penjaga yang sesang santai mengobrol pun sangat terkejut karena kedatangan Ling Mei yang sangat tiba-tiba, sehingga mereka dengan rusuh berdiri tegap bersamaan dengan memberikan hormat kepada Ling Mei.


"Se-selamat datang nona Ling Mei." Ucap salah satu penjaga dengan grogi.


Ling Mei yang melihay tingkah mereka barusan pun menatap dengan tajam seperti seorang pembunuh yang siap-siap melemparkan pisau kepada targetnya. Melihat tatapan tajam itu para prajurit tertunduk tak bisa berkata apa-apa, lalu Ling Mei pun berkata, "Ahhh aku pulang, ohh iya penjaga cepat buka pintunya, aku ingin segera beristirahat."


"Baiklah nona." Begitu jawab prajurit. "Hei... cepat buka pintunya nona Ling Mei akan masuk!" Teriaknya kepada orang yang ada di balik gerbang.


Jlug..., Krekkkk kekkk kekkk. Suara gerbang begitu menggema saat terbuka. Dan setelah pintu gerbang terbuka lebar, terlihatlah halaman kediaman keluarga Ling begitu luas dan bangunan yang jaraknya agak jauh di depan meeeka bertiga pun terlihat sangat besar sekali hampir seperti istana.

__ADS_1


Mereka bertiga memecut tali kekang kuda dengan perlahan dan ketiganya masuk melewati pintu gerbang. Setelah sampainya tepat di depan bangunan kediaman utama, Ling Mei, Shuin dan Xun Zhi turun dari kuda mereka dan kudanya pun di serahkan kepada penjaga yang sedang berpatroli.


"Baiklah ayo kalian ikut denganku." Seru Ling Mei dengan senyuman lalu berjalan menaiki anak tangga yang cukup banyak untum menuju pintu masuk kediaman utama keluarga Ling.


Xun Zhi serta Shuin pun menarik nafas panjang-panjang mempersiapkan diri serta mental mereka, "Baiklah ini dia." Ucap mereka berdua secara bersamaan. Setelah itu mereka berdua berjalan mengikuti Ling Mei dari belakang.


Sampainya di depan pintu besar kediaman utama keluarga Ling yang terbuat dari kayu besi yang sangat terkenal kokoh, kegugupan Shuin pun bertambah. Namun beda halnya dengan Xun Zhi yang telah terbiasa melihat kediaman seperti ini, karena saat ia dulu menjabat menjadi Dewa Perang, istananya berpuluh-puluh kali lilat besarnya dari kediaman keluarga Ling.


"Baiklah ago kita masuk." Ling Mei pun langsung mendorong pintunya dengan kedua tangannya bersamaan dengan suara pintu yang menggema saat terbuka.


"Selamat datang kembali Nona Ling Mei." Begitu ucap belasan pelayandi samping kiri dan kanan dekat pintu masuk menyambut kedatangan Ling Mei setelah pintu rumah terbuka lebar.


"Yah aku pulang." Jawab Ling Mei dengan sangat biasa saja.


Kemudian Ling Mei membalikkan badannya melihat ke arah Xun Zhi dan Shuin, "Baiklah kalau begitu ayo kita masuk kedalam."


Lalu setelah bebeapa puluh meter mereka bertiga melangkah, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki berlari dari seseorang di jadapan depan mereka seperti orang tergesa-gesa.


"Kakak selamat datang, aku sangat merindukamu tau!" Teriak seorang wanita cantik jelita berambut hitam panjang berkilau yang berlari itu dengan cepat lalu melompat secara tiba-tiba mendekap Ling Mei dengan wajah gembira.


Ling Mei yang mendadak di terjang dekapan keras itupun tak bisa menahannya dan terjatuh duduk ke lantai marmer berwarna putih mengkilap.


"Aduh-duh-duh..., kenapa kau tiba-tiba sekali sih Ling Er, kan bahaya tau!" tegur Ling Mei kepada adikknya.


"Ahh maafkan aku kakak. Habisnya ini salah kakak sih yang perginya sangat lama, jadinya aku dipaksa oleh ayah untuk mengerjakan tugas bagian kakak deh moo...!" Ucap Ling Er dengan ketus sambil mengembungkan kedua pipinya yang nampak sangat imut.

__ADS_1


Ling Mei pun tak berkata kembali dan ia pun mengusap-usap kepala Ling Er yang ada di pangkuan badannya dengan tersenyum.


Disisi lain Xun Zhi dan Shuin yang tepat ada di samping belakang nampak sangat terkejut karena tingkah Ling Er dan hanya bisa menatap diam tanpa kata.


"Ehhh jadi ini adalah Ling Er kah. Sudah lama aku tak melihatnya, setelah memasuki dewasa ia ternyata tampak sangat cantik." Batin Xun Zhi berkata begitu melihat Ling Er yang masih belum sadar di sekitarnya.


"Hmm...." Batuk oura-pura Shuin yang mengingatkan kakak beradik di depannya bahwa masih ada dirinya dan Xun Zhi.


Ling Er kemudian melirik kan kepalanya dan melihat ke arah suara itu sehingga wajah Ling Er dan Shuin saling bertatap. Shuin yang bertatapan dengan Ling Er pun tersenyum dan Ling Er juga membalas senyuman Shuin itu.


Kemudian Ling Er menggilakkan kepalanya sedikit ke sisi kanan Shuin hingga ia pun bertatapan dengan Xun Zhi. Xun Zhi tersenyum halus kepada Ling Er, Ling Er yang melihat ada lelaki di depannya langsung berdiri membalikkan badannya dan wajahnya langsung berwarna merah karena merasa malu dengan tingkahnya sendiri.


Ling Mei yang sudah terlepat dari dekapan adiknya langsung berdiri dan merapihkan pakaiannya sambil berkata, "Maaf yah tingkah adikku yang begitu."


"Bagaimana ini, kenapa kakak membawa seorang lelaki yang setampan itu sih!" Batin Ling Er berkata begitu sambil menutuo setengah wajahnya dengan kedua tangannya.


Lalu kemudian Ling Er merapihkan pakaiannya juga dan berusaha bersikap tenang,m setelah itu ia membalikkan badannya kembali.


"Ahh maafkan tingkahku yang memalukan itu yah." Kata Ling Er yang wajahnya sangat tenang, namun dalam hatinya masih sangat malu.


"Ohh iya kak Ling Mei, kamu sudah di tunggu oleh Ayah di ruangan kerjanya. Cepatlah sekarang kita kesana,"


"Baiklah kalau begitu ayo kita kesana bergegas sekarang."


Tanpa mengenalkan Xun Zhi dan Shuin kepada Ling Er, mereka berjalan dengan bergegas untuk menuju ke ruangan kerja ayahnya.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2