
Waktu telah sore saat itu. Akhirnya Xun Zhi sampai di salah satu daerah yang ia tak kenali namun masih di daerah Kerajaan Tanah Suci, suasananya tak kalah ramai dari pusat kota, Nama daerah itu adalah Kota Pedagang. Kota pedagang terletak di perbatasan dengan Pusat Kota.
Banyak pedagang yang berjejer di pinggir jalan, keadaan itu seperti di pasar. Para Pedangan saling berteriak satu sama lain mempromosikan barang dagangan mereka. Dimulai dari pedagang pakaian, pedagang sayur dan buah, pedagang makanan, pedagang buku-buku kuno serta pedagang barang dan senjata kuno lainnya ada disana.
Orang-orang pun beramai-ramai memilih untuk membeli serta menawar barang-barang yang mereka ingin beli, Xun Zhi pun berjalan secara peelahan menghampiri salah satu pedagang makanan, ia duduk di bangku yang telah pedagang itu sediakan dan menaruh tombaknya yang mata pisaunya dilapisi oleh kain putih. Kemudian ada seorang pelayan pria mendekati Xun Zhi untuk menanyakan pesannya.
Xun Zhi memesan tumis sayur daging dan nasi kepada pelayan itu. Pelayan pria itu menulis pesanan milik Xun Zhi dan menyampaikannya kepada sang koki. Sang koki seorang wanita kira-kira berumur 40 tahunan itu membuat pesanan Xun Zhi.
Setelah beberapa menit kemudian pesanan Xun Zhi pun telah terhidang di depannya. Xun Zhi makan dengan lahap makanan itu karena ia belum makan sedari pagi. Lalu di pertengahan saat ia sedang makan, tiba-tiba ada tiga orang lelaki mempunyai golok, pedang dan juga rantai berjalan mendatangi Xun Zhi yang sedang makan.
Salah satu orangnya memegang poster yang berwajah Xun Zhi. Ketiganya menampakkan senyuman menyeramkan di wajah mereka bertiga samb terus melangkah mendekati Xun Zhi. Setelah tepat di depan Xun Zhi seorang yang memegang poster itu pun menggebrak meja dengan sangat keras yang sedang di tempati oleh Xun Zhi.
Xun Zhi pun menghentikan suapannya yang memakai sumpit. Xun Zhi menaruh mangkuk serta sepasang sumpitnya diatas meja dan melihat kearah pria yang memegang poster itu dengan wajah yang agak emosi.
"Ada apa ini?!"
Ucap Xun Zhi dengan ketus kepada tiga pria yang memandangnya dengan tatapan yang tajam dan menjinikan menurut Xun Zhi. Kemuadian salah satu dari ketiga orang itu berkata.
"Apakah kau yang bernama Xun Zhi?!"
Cakapnya orang itu dengan sombongnya kepada Xun Zhi.
"Ya benar sekali, siapa kalian dan ada keinginan apa kalian kepadaku?"
Jawab Xun Zhi, kemudian Xun Zhi terdiam tak melanjutkan makannya, orang-orang di sekitar puun melihat Xun Zhi dan tiga orang di depannya dengan wajah ketakutan, satu per satu orang-orang berjalan dengan cepat menjauhi tempat Xun Zhi dan ketiga orang di depannya.
Xun Zhi pun menjadi heran akan kelakuan mereka.
"Baiklah jika kau Xun Zhi lebih baik ikut dengan kami!"
__ADS_1
"Untuk apa aku ikut dengan kalian, lagipula akupun tidak mengenal kalian dan akupun belum menyelesaikan makananku!"
Jawab Xun Zhi dengan santainya. Ketiga orang dihadapan Xun Zhi pun menjadi kesal, lalu sal0ah satunya berkata.
"Baiklah kalau begitu jika kau tidak bisa dengan cara lembut aku akan menggunakan cara kasar!"
Orang itu melayangkan golok yang ia hunus ke kepala Xun Zhi, Xun Zhi yang terkejut pun mengambil sumpit yang ada di hadapannya dan menangis serangan golok itu dan golok itupun tertancap di meja. Orang-orang yang berada di sekitar melihat kejadian itu berlarian menjauhi tempat pertarungan Xun Zhi melawan tiga orang yang tak dikenalnya karena tidak ingin terlibat masalah.
Kemudian orang yang memakai pedang menyerang ingin menusuk tubuh Xun Zhi dengan pedangnya, namun pengguna pedang itu gerakannya kalah cepat oleh Xun Zhi yang melemparkan sepasang sumpitnya ke arah mata pengguna pedang itu dan menancap dimatanya.
"AAHHHRG...!!"
Suara teriakan terdengar sangat kencang dari pengguna pedang itu sambil memegang matanya dan menabrak meja dihadapannya. Xun Zhi mengabil tombaknya dan melompat mundur menjaga jarak dari mereka bertiga. Si pengguna rantai dan golok pun meresa kesal akan tingkah laku Xun Zhi yang bisa menghindari serangan mereka.
Keduanya menyerang dengan bersamaan, pengguna golok melesatkan ke arah leher Xun Zhi, sementara si pengguna rantai melesatkan putaran rantainya ke arak kaki Xun Zhi. Xun Zhi yang mengetahui rencana mereka pun melompat menghindari serangan rantainya dan menangkis serangan golok dengan tombak yang ia pegang.
Akan tetapi Xun Zhi terus menghindarinya dengan mudah, tak lama kemudian Xun Zhi pun memukul batang leher pengguna rantai itu dengan gagang tombak miliknya hingga pengguna rantai itu pingsan.
"Hah... hah... sialan siapa sebenarnya ini sih? Kenapa kalian berani sekali menyerangku?"
Ucap Xun Zhi dengan pandangan tajam kepada pengguna golok yang ada di hadapannya sedang terkapar mengerang kesakitan. Pengguna golok itu pun tak menanggapi perkataan Xun Zhi dan terus mengerang kesakitan dengan wajah yang aneh ia tampakkan.
Xun Zhi pun tambah penasaran dan menghampiri pengguna golok itu, namun saat tepat Xun Zhi di hadapannya, tiba-tiba ia meludahkan jarum dari muulutnya mengarah ke mata Xun Zhi.
Namun Xun Zhi bukan pendekar sembarangan, ia berhasil menangkap jarum itu dengan tangan kirinya yang bergerak sangat cepat hingga beberapa mili jarum itu hampir mengenai bola matanya.
"Sialan kau ini yah, berani menyerangku selagi ngomong kepadamu!"
Wajah Xun Zhi terlihat sangat emosi karena tingkah laku pengguna golok yang berbaring di depannya. Kemudian Xun Zhi menginjak dada pengguna golok itu dan akan berkata kembali namun teriakan si pengguna pedang sangat berisik daqn mengganggu.
__ADS_1
Xun Zhi pun melemparkan jarum yang ia pegang tepat ke urat syaraf yang berada di lehernya dan pengguna pedang itupun pingsan. Susana pun mulai agak hening karena teriakan kawan pengguna golok itu telah hilang.
"Jadi siapa kalian ini?!"
Ucap Xun Zhi dengan tegas kepada orang yang ia injak.
"Ka-kami hanya pemburu hadiah tuan!"
Dengan suara seraj seperti tercekik ia berkata begitu. Xun Zhi pun menjadi heran karena yang menyerangnya adalah pemburu hadiah.
"Jadi maksud kalian itu apa? Apakah aku ini hadiah?"
Ujar Xun Zhi dengan agak nyaring.
"Jika tidak jelas anda lihat saja kertas itu."
Pengguna golok itu menunjuk kebarah kertas yang dekat dengan temanya yang pingsan. Xun Zhi pun melihatnya lalu mengambil kertas itu yang sudah terkena sedikit noda darah dan membacanya.
Terlihat wajahnya dilukis di atas selebar kertas itu, lalu di bawah gambarnya terdapat tulisan.
"Dicari orang ini bernama Xun Zhi, ia telah menyerang keluarga besar Xu. Jika kalian mendapatkannya hidup ataupun mati, kalian akan diberi seribu keping emas sebagai imbalannya."
Xun Zhi yang membaca tulisan tentang dirinya pun marah dan merobek kertas yang ia pegang. Tak lam puluhan orang bergerombol pun berteriak meneriaki nama Xun Zhi dan menghampiri Xun Zhi.
Xun Zhi pun menjadi panik dan mencoba berlari, namun saat akan berlari kakinya di pegang oleh si pengguna golok dengan tawanya yang menjijikan. Xun Zhi menendang leher pengguna golok itu sangat keras hingga ia pun tak sadarkan diri dan melonggarkan pegangannya.
Xuun Zhi puun lari dengan cepat untuk menghindari orang-orang yang memburunya menuju ke tempat yang agak jauh dari keramaian.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1