
Xun Zhi berlari dengan sangat cepat menjauhi wilayah yang banyak kerimunan orang. Sementara itu Lang Tao yang marah akan namanya yang di ejek pun tiba-tiba ada sebuah panah yang terbuat dari petir serta anak panahnya pula berbentuk seperti petir.
Lang Tao pun membidik Xun Zhi yang sedang berlari dan berkata, " Karena kau sudah berani meledekku, rasakanlah serangan dariku ini, Panah Petir Pemusnah!"
Panah pun diluncurkan oleh Lang Tao, Xun Zhi yang semua indra menajam mengetahui bahwa ada sebuah serangan yang di lontarkan kepadanya dan berlari bertambah cepat hingga panah petir yang mengarah kepadanya pun meleset dan menancap di tanah lalu meledak cukup dasyat di tahan, sampai-sampai tanah itupun hancur membentuk lubang besar serta retakan.
"Cih!, ternyata dia dapat menghindarinya!" Kata Lang Tao berkata seperti itu dibarengi dengan dirinya yabg mengerutkan dahinya.
"Uwahh!! Tadi itu cukup mengejutkanku." Batin Xun Zhi berkata seperti itu setelah menolehkan kepalanya ke belakang, melihat panah yang di panahkan oleh Lang Tao meledak hampir mengenainya.
Lang Tao terus menyerang dengan sangat agresip melontarkan Ilmu Panah Petir Pemusnah dari atas awan, di belakang Xun Zhi. Di sisi lain Xun Zhi terus menghidarinya dan menghindarinya seperti seekor kelinci yang sedang di buru.
Bukan tanpa sebab Xun Zhi teris berlari, dia ingin menghidari berjatuhannya korban yang tak bersalah akan pertarungannya dan sampai menjauhi wilayah keramaian dari para murid sekte-sekte lainnya.
Lang Tao pun tambah geram dan marah kepada Xun Zhi yang dapat menghidari serangannya.
"Hei! Hei! Heii!! Apakah hanya ini yang bisa dilakukan mantan dewa!! Jika hanya ini saja, memang pantas kau dibunuh oleh bawahanmu sendiri yaitu dewa Hei An yang agung!"
Mendengar ucapan yang dilontarkan Lang Tao tanpa segan-segan itu pun membuat Xun Zhi batin tersentak.
Hati Xun Zhi pun merasa panas, kemudian ia berhenti dari berlarinya dan membalikkan badan, lalu menatap tajam ke arah Lang Tao.
"Sialan kau!! Kau berani menghinaku juga ternyata dan mengetahui identitasku juga!"
"Akhirnya kau berhenti juga dari pelarianmu yang seperti se'ekor kelinci liar. Baiklah sekarang terimalah Panah Petir Pemusnah ini!"
Panah petir pemusnah itu melesat dengan cepat mengarah ke arah wajah Xun Zhi, namun saat hampir mengenai wajah Xun Zhi, Xun Zhi pun menangkap panahnya dengan tangan kosong dan memutar badannya lalu mengayun, melemparkan panah yang dia pegang, mengembalikannya lagi kepada Lang Tao.
__ADS_1
Lang Tao yang tidak menduga hal tersebut sangat terkejut sekaligus panik. Karena saat ini dalam situasinya, dia cukup sulit menghindari panah yang sedang meluncur cepat ke arahnya dan pada akhirnya, Lang Tao dapat menghindari panah petir miliknya yang di lemparkan Xun Zhi walaupun dia terkena goresan ujung panah itu di tangan kiri sebelah atasnya.
Sementara itu panah yang di lemparkan Xun Zhi melesat jauh dan meledak di atas awan bagaikan sebuah petir besar di siang hari yang cerah.
"Sial! Aku tak menyangka bahwa dia dapat melakukan itu. Ini akan sangat bahaya untukku karena telah mengolok-ngolok nya." Batin Lang Tao berkata seperti itu sembari memegang luka goresan di tangannya yang mulai mengeluarkan darah segar.
"Hei kenapa kau tidak meneyerangku kembali, apakah kau takut?"
"Hahhh! Kau pikir siapa aku ini bisa takut padamu! Walaupun kau mantan dewa, akan tetapi dirimu itu yak membuatku takut sama sekali!" Dengan pandangan merendahkan Lang Tao berkata seperti itu.
Kemudian Lang Tao membuat tiga anak panah yang terbuat dari Qi elemen petir miliknya. setelah itu tiga anak panah itu ia tempelkan di busur petir yang dia ciptakan dari Qi elemen petir miliknya juga dan mulai membidik ketiga panah itu bersiap-siap di tembakkan ke arah Xun Zhi.
Xun Zhi yang tak ingin terus bertahan pun membuat tombak dari tekanan Qi Api Darah miliknya serta merubah wujud zirahnya menjadi sebelah tubuhnya di selimuti dengan zirah dari Api Hitam serta sebelah tubuhnya lagi di selimuti dengan zirah yang terbentuk dari Api Darah.
Panah petir pun dilesatkan oleh Lang Tao ke arah Xun Zhi, Xun Zhi pun sama pula melesatkan tombak yang dia biat dari memadatkannya Qi Api Darah miliknya. Kedua serangan yang mereka lontarkan pun membentur tepat di tengah-tengah jarak diantara mereka.
"Kau beruntung sekali... karena aku tak memegang tombak ku saat ini. Jika tidak kau pasti sudah mati." Ucap Xun Zhi menatap tajam ke arah Lang Tao.
Lang Tao pun mengerutkan dahinya berekspresi marah sembari mengepalkan kedua tangannya dengan kuat-kuat dan juga menggertakan giginya.
"Sialan kau, jadi maksudmu jika aku bisa dikalahkan dengan mudah begitu!!"
"Ahh begitulah maksudku. Bagaimana oun pada kenyataannya dimataku kau begitu Le... Mah..., paham."
Lang Tao menjadi murka, dia yang tadinya tak menghunskan pedang yang ada tergantung di pinggangnya pun pada akhirnya dia hunuskan. Saat Lang Tao menghunuskan pedangnya.
Entang mengapa suasana yang tadinya biasa saja pun mulai mencekam setelah Lang Tao menghunuskan pedangnya. Xun Zhi merasa agak merinding sekaligus merasa tak asing melihat pancaran aura pedang yang sekarang dipegang oleh Lang Tao.
__ADS_1
"Apakah kau tahu pedang ini? Pasti kau mengetahuinya kan mantan dewa perang."
Xun Zhi terkejut melihat pedang yang dipakai oleh Lang Tao
"I-Itu... kan!, bukannya itu ... pedang yang pernah kujadikan hadiah untuk si berengsek dewa sesat itu, Hei An. Kenapa ada di dirimu?"
"Haaah! Kau masih belum sadar juga yah. Kukira mantan para dewa itu pada pintar, ... Namun ada yang bodoh seperti kau juga ternyata."
"Sialan kau!! Kau berani menghina dan mengolok-ngolok ku seperti itu ********, kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan kekuatanmu yang masih seujung kuku dan juga mengenakan pedang dari dunia para dewa. Kau salah besar!" Ketus Xun Zhi kepada Lang Tao.
"Sialan kau! Rasakan ini!!" Bersamaan dengan teriakkan nya, Lang Tao menyerang Xun Zhi dengan cara menebaskan jurus-jurus pedang yang dia pelajari.
Namun karena sudah terbiasa dengan gerakan cepat Lang Tao, Xun Zhi dengan mudahnya membaca serangan Lang Tao dan menghindarimya dengan mudah tanpa menguras banyak tenaga.
"Ayolah! Ayolah! Apa hanya segini kemampuan dan semangatmu tadi. Cepatlah serang aku dengan sungguh-sungguh."
"Sialannnn ... kau...!! Terus saja berani mengejekku, akan kubunuh kau dan kujadikan tubuhmu jadi makanan hewan-hewan buas disini!" Marah Lang Tao sambil terus mengayunkan pedangnya mencoba membunuh Xun Zhi.
Namun tetap saja usaha Lang Tao percuma, karena Xun Zhi dapat menghindari serangannya. Dan terlihat dari wajah Xun Zhi sudah mengespresikan wajah bosan dan berkata, "Karena aku sudah bosan bermain denganmu, sekarang aku ucapkan. Selamat tinggal."
Xun Zhi langsung bergerak dengan sangat cepat menggunakan Ilmu Langkah Cahaya miliknya sehibgga membuat Lang Tao terkejut akan Xun Zhi yang sudah ada di hadapannya.
Namun Lang Tao tersenyum sembari melompat ke arah belakang menghindari serangan Xun Zhi dan dalam batin nya berkata, "Aku tidak akan terpengaruh akan ilmu yang kau pakai, sekarang rasakan Jurus Tusukan Kematian dari pedangku ini."
Lang Tao menusukkan pedangnya tepat ke ulu hati Xun Zhi, namun sekitar beberapa mili meter lagi akan ujung pedang Lang Tao akan menancap, Xun Zhi pun memegang pedang itu untuk menahannya dan kemudian Xun Zhi mencekik leher Lang Tao dan mengeluarkan Ilmu Api Darah Pemusnah Kehidupan.
"Arrrrggggg!!" Suara jeritan sangat keras keluar dari mulut Lang Tao akibat lehernya mulai terbakar oleh api darah milik Xun Zhi, dan tak membutuhkan waktu lama Api Daeah pun menjulur ke seluruh tubuh Lang Tao dan membakar hanguskan tubuh Lang Tao sampai tak tersisa.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)