KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
episode 25


__ADS_3

Kembali ke tempat Xun Zhi. Pagi itu setelah empat hari berlalu akhirnya kultivasinya telah meningkat kembali dari Qi Peleburan Jiwa Tingkat dua menjadi Qi Peleburan Jiwa Tingkat akhir.


Badannya mulai terasa ringan seperti bulu. Setelah itu Xun Zhi mulai mengeluarkan Gulungan Jurus yang diberi oleh Masternya yang di cincin penyimpanannya.


Muncullah ditangannya sebuah Gulungan Kertas bewarna abu-abu dengan corak putih. Diatasnya yang bertuliskan Jurus 10 Gerakan Tendangan Api tingkat menengah, Xun Zhi pun membuka gulungan itu secara perlahan, Terlihat di dalamnya terdapat gambar-gambar gerakan tentang Jurus itu.


"Ohh ternyata lumayan juga jurus ini, baiklah aku akan mempelajarinya." Ucapnya dan mulai mempelajari gerakannya.


"Wus ha... ha..."


Suara yang keluar dari mulut Xun Zhi dengan di barengi Kakinya yang mengayun mempelajari gerakan yang tak mengenai apapun kecuali udara.


"Hah... hah...Ternyata cukup sulit juga untuk menguasai gerakan ini."


nafas yang terengah-engah sambil terus mempelajari gerakan yang berada di gulungan itu. Setelah 2 jam berlalu akhirnya Xun Zhhu mulai mengerti cara kerja jurus itu.


~syuuut...~


Suara angin yang sejuk menghembus kearah Xun Zhi yang sedang berlatih terus-menerus hingga akhirnya ia mulai menguasai gerakannya lalu mulai mencari pohon besar.

__ADS_1


~Duar.. duk,duk,..."


Terdengar suara keras tendangan Xun Zhi yang menyerang pohon besar itu dengan kakinya yang mengeluarkan api. Ia terus menerus menendang pohon itu tanpa henti. Dan hingga pada gerakan ke sepuluhnya pohon yang ia pukul mulai mengeluarkan suara retakan~crek, crek~ dan perlahan runtuh ke arah samping Xun Zhi.


~Duaggg ...,~ suara pohon yang jatuh kecang ke tanah di pinggir Xun Zhi, diikuti dengan hempasan angin dari pohon runtuh itu hingga rambut dan pakaiannya pun terkena hembusannya.


"Ahh akhirnya sempurna juga jurus ini."


Sambil menjatuhkan badannya ke tanah di samping pohon besar itu dengan keringatnya yang bercucuran dan nafasnya yang terengah-engah.


Awan yang putih dengan langit biru terlihat olehnya yang sedang berbaring dan menikmati suasana itu. setelah agak lama berbaring mengistirahatkan tubuhnya. Xun Zhi pun berdiri dan mengeluarkan kembali gulungan yang kedua.


Setelah itu Xun Zhi mengambil buku yang di taruh di dalam bajunya, Buku yang agak tebal dia dapatkan dari perpustakaan waktu itu yaitu Jurus Buku Api Phoenix Biru dan Lotus Hijau tahap awal.


"Ohh ternyata tulisan semua kukira seperti gulungan yang tadi."


Ucap Xun Zhi sambil membuka buku selembar demi selembar sambil membacanya dengan raut wajahnya yang serius membaca buku itu.


Setelah selesai membacanya raut wajah yang tadinya serius berubah menjadi senyuman dan semangatnya semakin membara dan menyimpan kembali bukunya.

__ADS_1


"Baiklah mari kita mulai mempraktikkannya." Begitu perkataan yang diucapkannya sambil berdiri untuk memulai berlatih jurusnya.


Xun Zhi mulai memasang kuda-kudanya lalu merentangkan kedua tangannya kearah depan sejajar dengan dadanya dan mulai mengalirkan tenaga dalam ke telapak tangannya dengan hembusan nafasnya yang beraturan.


Bukannya Api Biru yang keluar di telapak tangannya, melainkan Apu merah seperti lava yang biasa dia pakai, dalam percobaan pertama dia pun gagal mempelajari tehnik itu.


Namun Xun Zhi tak pantang menyerah dan mencoba kembali akan tetapi tetap saja gagal. Ia terus berlatih siang dan malam tanpa ras lelah, Hari demi hari ia terus berlatih tanpa putus asa, tapi hasilnya sama saja.


Hingga seminggu kemudian Xun Zhi berhasil mengeluarkan Api Biru di telapak tanganya, akan tetapi api yang muncul itu nampak kecil. Xun Zhi mulai bersemangat kembali ingin cepat-cepat menguasai jurusnya dengan mengalirkan Qi nya sekuat tenaga akan tetapi tubuhnya menjadi lemas dan terjatuh ditanah.


"Haaa... aku terlalu memaksakan diri lebih baik aku mencari hewan atau buah untuk bisa dimakan."


Begitu ucapnya dengan suara yang lemas sambil berdiri kembali, walaupun dengan keadaan lemas. Setelah itu Xun Zhi berkeliling mencari yang dapat ia makan.


Tak berselang lama mencari terlihat pohon persik di depannya. Dengan tergesa-gesa ia pun langsung menaiki dan memakan buah persik di atas pohon.


"Wahh manis sekali buah persik ini tenagaku pasti cepat pulih."


Sambil terus makan dengan lahapnya sampai ia kenyang. Setelah selesai memakan buah itu ia pun melanjutkan kembali latihannya.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2