KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 59


__ADS_3

Sementara Xun Zhi berlari menjauhi arena sambil menggendong Wei Chan. Di sisi lain lelaki tua yang melemparkan bola api besar itu berkata.


"Hahaha... Yujin aku datang disini untuk membalaskan dendamku 50 tahun yang lalu!"


Begitu ucap seorang lelaki tua melayang di atas langit menaiki pedang nya dengan tawa yang menggema. Tak hanya itu saja lelaki tua itu membawa banyak sekali gerombolan orang memakai jubah hitam yang mukanya tertutup oleh tudung jubah dan sama menaiki tangga melayang di atas langit.


"Sialan siapa kau sebenarnya?!"


Begitu ucap Grand Master Yujin yang menatap lelaki tua itu dengan tajam


"SIALAN KAU YUJIN, BERANI SEKALI KAU MELUPAKANKU. AKU ADALAH TANG MING, KAKAKNYA TANG BO ORANG YANG PERNAH KAU BUNUH SIALAN!!!"


Begitu ucapnya dengan suara keras dan lantang. Setelah itu begitu, petir bewarna ungu gelap pun menggelegar tepat mengarah ke Grand Master Yujin. Asap tebal abu-abu pun menggumpal setelah petir itu mengenai tubuh Grand Master Yujin.


"Cih sialan! Serangan Ilmu Petir Kemurkaan yang kelancaran kepadamu tak melukaimu sama sekali tenyata yah. Yah tidak apa-apa itu hanya ucapan salam ku saja!"


Ucap Tang Ming dengan raut wajah agak kecewa kepada Grand Master Yujin yang masih terhalang asap tebal. Tak lama asap tebal yang menyelimuti Grand Master Yujin menipis dan menghilang tertiup angin.


Seluruh tubuh Grand Master Yujin pun diselimuti Aura Qi bewarna putih terang.


"Hee... ternyata kau memakai baju yang terbuat dari sisik naga putih kah Yujin! Pantas saja kau tak bergerak dari tempatmu itu sama sekali dan dapat menagkal serangan petirku!"


"Dasar sialan kau berani sekali menyerang Grand Master Yujin tiba-tiba."


Begitu ucap Patriak Chang Lu. Patriak Chang Lu, tetua BaoBao serta Lin XueYan maju dengan cepat membelakangi Grand Master Yujin lalu mengeluarkan ilmu mereka masing-masing menyerang Tang Ming.


Patriak Chang Lu mengeluarkan Ilmu Tornado Cutter, Tetua BaoBao mengeluarkan Ilmu Ombak Tanah dan Lin XueYan mengeluarkan Ilmu Seratus Ribu Hujan pedang.


"Kalian pikir ilmu kalian bertiga dapat menghentikanku."


Tang Ming mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan kepada ilmu mereka bertiga yang di tinjukkan kepadanya.


"Terima ini Petir Naga Kematian."


Awan mulai menghitam di atas kepala Tang Ming. Tak lama Petir bewarna ungu serta hitam membentuk sebuah naga muncul dari gumpalan awan hitam itu dan menembus ilmu mereka bertiga dan petir itu menyambar ke arah mereka bertiga.

__ADS_1


Akan tetapi Grand Master Yujin dengan sigap mengeluarkan Ilmu Telapak Buddha Cahaya meluncur ke arah petir naga itu.


Ilmu Petir Naga Kematian milik Tang Ming dan Ilmu Telapak Buddha Cahaya milik Grand Master Yujin pun bertabrakan di tengah-tengah hingga menimbulkan ledakan yang dahsyat.


Sampai-sampai meratakan seluruh tempat pertandingan hancur lebur. XunZhi yang masih berada dekat dengan tempat bertarung pun terkejut akibat ledakan yang berada di belakangnya. Ia berlari dengan cepat dan raut wajah panik sambil menggendong Wei Chan dan juga sambil menghindari puing-puing yang arena yang menghujaninya.


"SIALAN KENAPA HARUS KE ARAHKU SIH RERUNTUHANNYA BUKAN KE YANG LAIINNYA SAJA YANG ADA DISANA."


Begitu ucap Xun Zhi yang berteriak sambil melihat ke arah Cao Pian, Fu TianBo dan para murid lainnya yang selamat yang jaraknya lumayan jauh dari Xun Zhi.


Cao Pian menertawakan Xun Zhi dari kejauhan.


"Yang semangat yah Xun Zhi HAHAHAHA...!"


Cao Pian meledek Xun Zhi dengan puas.


"Awas kau Cao Pian akan ku balas nanti!"


Sementara itu di tempat arena yang hancur itu Tang Ming dan anak buahnya masih terdiam melayang diatas dan juga Grand Master Yujin, para tetua dan empat kepala pemimpin keluarga besar selamat dari ledakan yang barusan terjadi hmelayang memakai senjata mereka masing-masing. Lalu Tang Ming pun berkata.


Begitu ucap Tang Ming kepada puluhan ribu anak buahnya yang berada di belakangnya.


"Baik Guru besar!"


Ucap salah satu orang berjubah yang berada di sampingnya.


"Baiklah mari kita habisi semua yang ada disini!"


"Yaa...!"


Orang-orang yang memakai jubah pun berpergian untuk membantai semua murid yang masih hidup. Akan tetapi Grand Master Yujin bertindak dengan cepat mengeluarkan Ilmu Jaring Sangkar Cahaya dan berhasil mengurung satu perempat anak buah Tang Ming yang berjubah itu dan terkurung dengannya.


"Kalian pikir aku akan membiarkan kalian lolos, jangan harap!"


Grand Master Yujin dengan tegas berbicara kepada anak buahnya. Semakin lama sangkar itu semakin panas bagaikan cahaya matahari dan memotong tubuh mereka satu per satu dan terbunuh. Lalu Grand Master Yujin berkata kembali kepada para tetua serta para pemimpin keluarga besar.

__ADS_1


Kalian semua cepat kejar mereka dan lindungi semua para murid!"


"Baik Grand Master Yujin."


Mereka langsung berlarian mengejar orang-orang jahat berjubah tudung itu. Kemudian Grand Master Yujin mengarahkan tangan kanannya kanannya ke atas, lalu meluncurkan bola Api membuat tanda darurat.


Bola Api itu meluncur sangat tinggi dan tak lama meledak seperti kembang api. Para master, murid inti dan murid dalam yang melihat tanda darurat dari Grand Master Yujin pun berlarian sambil membawa senjata melawan orang-orang berjubah itu. Kericuhan mulai tak bisa terjadi dan tak terkendali lagi. Orang-orang disana saling bertarung.


Sementara itu di sebelah utara yang jaraknya jauh dari Grand Master Yujin Xun Zhi yang menggendong Wei Chan pun diserang oleh panah dari salah satu orang dari 5 orang berjubah yang terbang memakai pedang terbang mendekatinya.


Namun dengan instingnya yang kuat Xun Zhi berhasil menghindari panah itu dan melesat kencang melewati kepalanya.


"Sial ternyata ada yang mengejarku ternyata. Cao Pian bisakah kau melawan mereka yang mengejarku!"


Begitu ucap Xun Zhi yanv melirik kearah Cao Pian.


"Maaf Xun Zhi aku sedang sibuk disini!"


Jawab Cao Pian yang sedang melawan dua orang anak buah Tang Ming.


"Gawat ini, duh..., duh..., duh..."


Xun Zhi terlihat kebingungan sambil melirik samping kiri dan kanannya yang sudah ada musuh yang mendekatinya.


Karena sudah mulai panik. Xun Zhi memakai Ilmu Langkah Cahanya untuk menjaga jarak dari anak buah Tang Ming. Akan tetapi anak buah Tang Ming terus mengejar Xun Zhi hingga Xun Zhi yang memakai Ilmu Langkah Cahayanya pun terkejar kembali.


"Sial mereka keras kepala sekali, terus saja mengejarku!"


Kemudian secara mendadak Xun Zhi menghentikan larinya, lalu kedua orang yang mengejarnya dari samping menyelonong dengan cepat seperti mobil rem blong. Xun Zhi pun melompat sambil memutar tubuhnya ke belakang dan menendang salah satu orang yang mengejarnya.


Anak buah Tang Ming terpental jauh terkena tendangan keras dari Xun Zhi yang mengenai rahangnya.


"Hahaha rasakan itu kau sialan.!"


Xun Zhi dengan girang berkata begitu lalu berlali menggunakan Ilmu Langkah Cahaya Dewa miliknya meninggalkan jauh Anak buah Tang Ming.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2