KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 119


__ADS_3

Pagi harinya, Wei Chan, Cao Pian serta Zuan Zaogui kembali bergerak mencari anggota yang tersisa sambil mencari tanaman obat penambah kekuatan.


Mereka bertiga terus berlari dan berlari ke arah barat. Sementara itu Xun Zhi pun terus mengikuti ketiganya dsri belakang. Akan tetapi saat jarak mereka agak jauh, tiba-tiba Xun Zhi di serang dari arah belakang dengan sebual Ilmu Tebasan Angin dari salah satu murid Sekte Shan Shu.


"Hei brengsek! Kau berhenti sekarang juga!"


Begitu ucap seorang pria memakai seragam Sekte Shan Shu mendekati Xun Zhi dengan cepat.


Xun Zhi yang menghiraukan perkataannya menambahkan kecepatannya melompat ke pohon satu ke pohon lainnya agar dapat mengejar Wei Chan, Cao Pian dan yang lainnya serta dapat meninggalkan orang-orang Sekte Shan Shu yang mengejarnya.


Akan tetapi usaha Xun Zhj itu sia-sia saja, murid-murid sekte Shan Shu pun menambahkan kecepatannya dan dapat mengikuti Xun Zhi.


"Sial keras kepala juga yah mereka!" Ketus Xun Zhi dengan raut wajah yang kesal melihat ke belakangnya.


Namun tiba-tiba Xun Zhi yang sedang menghadap ke belakang terkena pukulan telak dari salah satu murid Sekte Shan Shu, hingga Xun Zhi pun terpental keras sampai-sampai tubuhnya terbanting ke tanah dan tubuhnya terpendam beberapa senti di dalam tanah.


"Sialan aku lengah! Aku tak menyangka bahwa aku bisa terkena pukulan keras."


Kata Xun Zhi seperti itu sambil menyeringai namun tak terasa sakit setelah terkena pukulan telak.


"Hahaha orang sombong itu yang berhasil membunuh beberapa murid Sekte Shan Shu kita ternyata hanya sampah belaka yah." Ucap Do seorang murid Sekte Shan Shu yang terkuat di angkatannya.


Kemudian Do melompat dari atas pohon sambil mengepalkan tangan kanannya yang sudah diisi oleh Aura Qi berwaena merah.


"Rasakan ini kau orang lemah sombong, Ilmu Pukulan Penghancur Bumi."


Pukulan Do pun telak mengenai perut Xun Zhi yang tak menghindarinya. Akan tetapi Xun Zhi tak bergeming terkena pukulan telak dari Do. Dan malahan Xun Zhi tak merasakan apa-apa dari pukulan itu, karena tubuhnya telah dilapisi oleh Ilmu Penguat Tubuh dan Tulang.


"Sialan kau cukup berani juga memukulku saat aku berbaring yah!"


Dengan suara yang menxekam Xun Zhi berkata seperti itu. Kemudian Xun Zhi dengan perlahan meletakkan telapak tangan kanannya di dada Do.

__ADS_1


"Asal kau tau saja, ini akan cukup menyakitkan untukmu."


"Hah apa maksud mu, aku tidak menger-."


Belum selesai Do menyampaikan perkataannya. Tiba-tiba Do terhempas beberapa meter ke belakang, akibat telapak tangan Xun Zhi yang sejenak menjadi mengepal di dada Do bersamaan dengan api hitam muncul membentuk bulatan besar.


"Ilmu Gelombang Api Hitam, sukses." Batin Xun Zi berkata seperti itu karena berhasil menyerang Do.


Do agak terkejut akan serangan tiba-tiba Xun Zhi untuk sejenak ia terdiam menundukkan kepalanya.


"Hahaha! Ternyata seranganmu cukup kuat juga yah sampai-sampai kau berhasil menembus baju bajaku gaibku."


Terlihat rontokan dari baju baja gaib berwarna emas jatuh ke tanah sebesar serpihan kaca. Do yang tadinya baju baja gaibnya tak terlihat pun sekarang nampak menempel di sekujur tubuhnya dengan sebuah retakan cukup besar di daerah dadanya.


"Baiklah karena kau cukup kuat, aku akan memberikan sesuatu yabg spesial untukmu."


Setelah berkata seperti itu, senyuman sombong nampak dari raut wajahnya. Do menatap tajam dengan tatapan merehmekan Xun Zhi, kemudian palu besar bergagang panjang muncul di tangannya.


"Gawat kabur! Dia dalam mode serius!"


"Cepat selamatkan diri kalian!"


Teriakkan Beberapa orang yang mengkuti Do yang satu sekte dengannya, tiba-tiba berlarian menjauhi Do setelah melihat palu berwarna perak dengan ukiran naga berwarna perak membelit di gagang palunya yang berwarna hitam.


"Baiklah rasakan hadiah spesialku ini kepadamu, Palu Kemarahan Dewa Petir!"


Teriak Do bersamaan dengan mengayunkan palu besarnya denga tekanan dan kekuatan penuhnya ke arah kepala Xun Zhi berniat menghancurkan kepala Xun Zhi.


Namun Xun Zhi yang tak ingin merasakan sakit menggeser sedikit badannya serta langkahnya ke arah samping kiri, sehingga dirinya pun dapat berhasil menghindari ayunan keras palu besarnya Do dan palu itu pun membentur memukul keras ke tanah.


Tak lama benturan palu Do ke tahan, muncul dentuman suara gemuruh petir menyambar ke tanah, kemudian gemuruh serta getaran dari dalam tanah terasa sangat keras bersamaan dengan tanah mengalami retak besar membuat sebuah lubang besar.

__ADS_1


"Sial ternyata ini senjata pusaka tingkat Dewa kah!" Ucap Xun Zhi yang melayang di atas lubang yang dibuat oleh serangan yang dilancarkan Do.


"Heee... ternyata kau bisa menghindari serangan pertamaku yah. Bagus, sangat bagus. Kau orang keempat yang bisa menghindari seranganku setelah kedua tetua dan pendiri Sekte Shan Shu!" Dengan senyuman senang terlihat di wajahnya, Do berkata seperti itu.


Tak lama berselang Do berkata kembali, "Baiklah karena kau lawan yang layak untukku, aku akan mengerahkan semua kekuatan yang selama ini kuasah, hahahaaaa!!"


Tawanya yang lantang di keularkan oleh Do, kemudian Do menghunus pedang panjang nan besar miliknya dari sarung pedang yang dia gantung di punggungnya.


"Baiklah mari kita mulai pesta pertarungan yang menyenangkan ini!" Begitu ucap Do sambil tersenyum.


Tubuh Do yang besar nan kekar mendadak diselimuti oleh Aura Qi berwarna ungu gelap. Namun tak hanya itu saja, pedang besar serta palu besar yang dipegang kedua tanganya pun diselimuti dengam Aura Qi berwarna Ungu pula.


Xun Zhi yang melihat Do nampak terkejut dan dalam batin nya berkata, "Ternyata dia memiliki Qi Elemen petir juga sama seperti Ling Er, dan juga Kultivasinya sudah mencapai Qi Setengah Dewa tahap awal, benar-benar hebat dia."


"Kenapa kai melamun? Apa kau teekagum dengan kekuatanku... ini...!" Do berkata seperti itu bersamaan dengan dirinya yang sudah berada di depan Xun Zhi dan juga sudah melayangkan ayunan keras palu besarnya.


"Bug!!!"


Dentuman suara keras dari serabgan palu yang di pegang Do membentur tubuh Xun Zhi yang tak sempat menghindar pun terkena telak tepat di perutnya.


Angin berhembus kencang yang dibarengin dengan tubuh Xun Zhi terpental berpuluh-puluh meter membentur menghancurkan beberapa pohon besar di belakangnya.


Dan kemudian Xun Zhi yang terpental pun terhenti akibat tubuhnya yang membentur batu sangat besar sampai batu ituoun retak. Tak lama kabut cokelat pun muncul akibat pohon-pohon yang rubuh menggebuk tanah. Burung-burung yang tadinya sangat tenang bertengger di pohon, tiba-tiba berterbabgan panik.


"Adu, du, duh, sialan. Ternyata serangannya cukup kuat juga hingga dapat melukaiku seperti ini." Ucap Xun Zhi seperri itu sambil menyusut darah yang keluar dari hidungnya.


Tak lama Do sudah berada di depan Xun Zho dengan kecepatan yang luar biasa bersamaan dengan kedua tangannya ke belakang bersiap-siap mengayunkan pedang besar nya untuk menyerang Xun Zhi.


"Rasakan kembali serangan keduaku, Pemenggal Kematian!"


Pedang yang sudah diisi oleh aliran Qi berwarna ungu Do ayunkan sangat cepat dan keras ke arah kepala Xun Zhi. Akan tetapi Xun Zhi tengah menyadari serangannya itu dengan cepat menghidar ke arah samping menggunakan Ilmu Langkah Cahaya.

__ADS_1


Dan pada akhirnya tebasan pedang yang dilancarkan Do pun malah mengenai batu besar yang tadinya di belakang Xun Zhi, hingga batu yang sangat besarnya terbelah menjadi dua bagian serta tanah pun ikut terbelah meninggalkan celah yang cukup besar san dalam .


(BERSAMBUNG)


__ADS_2