KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
episode 48


__ADS_3

Di luar terlihat hari sudah mulai menjadi malam. Di teras depan asrama laki-laki murid luar. Master Shen Long dan Ru Long sedang duduk santai di bangku rotan sambil menikmati teh hijau yang biasa Master Shen Long minum. Tak lama Xun Zhi pun datang menghadap keduanya.


"Permisi muridmu ini menghadap Master Shen Long. Master Ru Long."


Begitu ucapnya sambil membungkuk memberi hormat kepada keduanya.


"Ahh Xun Zhi akhirnya kau sudah datang, Aku ingin tau bagaimana hasil ujian pertamamu, apakah kau lulus ujian pertamanya? Walaupun aku tau kau pasti lulus sih."


"Kalau itu seperti yang di perkirakan Master, bahwa aku berhasil lulus ujian pertamanya."


"Oh..., bagus itu bagus. Lalu kapan ujian keduanya diadakan kapan Xun Zhi?"


"Untuk ujian keduanya akan diadakan besok Master. Oh iya Master kenapa anda dan para Master lainnya tak hadir saat ujian pertama tadi?"


"Jadi besok yah ujiannya. Yah itu karena aku serta para Master lainnya tak hadir saat ujian pertama tadi adalah sudah bosan sekali akan ujian pertama selalu saja begitu. Dan akhirnya membuat peraturan kepada para Master untuk tak menghandiri melihat muridnya saat ujian pertama!"


"Ehhh ternyata ada peraturan konyol seperti itu yah, hehehe."


Ucap Xun Zhi sambil tertawa kecil setelah mendengar penjelasan dari Master Shen Long.


"Yah begitulah Xun Zhi terkadang para Master disini, selalu membuat peraturan yang tidak-tidak diantara mereka, hehehe!"


Ru Long menjawab perkataan Xun Zhi seperti itu.


"Hey sudahlah jangan mengejekku dengan para master lainnya. Yasudah kalau begitu kau cepat istiraha Xun Zhi agar kondisi staminamu bagus untuk ujian keduamu besok."


Mendengar ucapan Master Shen Long, Xun Zhi serta Ru Long pun tertawa kecil. Dan setelah itu Xun Zhi memberi hormat kembali kepada keduanya sambil berkata.


"Yasudah kalau begitu Master Shen Long dan Master Ru Long aku permisi untuk beristirahat."


"Yah silahkan Xun Zhi."


Balasan Ru Long terhadap ucapan Xun Zhi. Kemudian Xun Zhi pun berjalan kedalam asrama untuk beristirahat.


"Jadi bagaimana kejadian selanjutnya Senior kenapa para master tak boleh melihat ujian pertama para muridnya?!"


"Ahhh kau ini masih ingin tau yah..., tidak-tidak, Aku tidak akan menceritakannya. Kejadian itu membuatku sakit kepala, sampai susah aku mengobati sakitnya."


"Ehh senior ini bagaiman!"


Ru Long memperlihatkan muka kecewa terhadap Master Shen Long. Dan tak lama Master Shen Long pun berkata.


"Sudahlah mending kita bahas yang lain saja, Aku sedang ingin bersantai malam ini."


Setelah berkata begitu mereka mulai mengobrol menceritakan masa lalu mereka masing-masing.


Lalu ke'esokan harinya. Sang surya telah terbit kembali. Pagi itu Xun Zhi dan Wei Chan telah hadir di tempat berkumpul ia kemarin dan mengobrol berdua.


"Jadi Xun Zhi apakah kau tau tentang ujian kedua hari ini?"


"Kalo itu aku tidak tau Wei Chan mungkin kita akan bertarung!"


"Ahh mana mungkin, pasti ujiannya yang lain Xun Zhi."


Lalu saat mereka berdua mengobrol, tiba-tiba Xu Yulan datang menabrak Xun Zhi dan mengganggu obrolan mereka berdua.

__ADS_1


"Oh anak miskin selamat berjuang di ujian kedua ini, semoga kau beruntung."


Xu Yulan berkata begitu sambil memandang sinis dan senyuuman yang mengejek kepada Xun Zhi. Namun Xun Zhi hanya menatapnya dan tak membalas perkataan Xu Yulan. Setelah itu Xu Yulan pun melangkah menjauhi mereka berdua.


"Xun Zhi apakah permusuhanmu itu masih belum selesai sampai saat ini dengan Xu Yulan?"


"Kalau itu kau tau kan Wei Chan, bukan aku yang memulai, melainkan dia yang ingin menjadi musuhku."


Saat Xun Zhi dan Wei Chan berbincang. Lalu secara tiba-tiba Cao Pian datang menghampiri Xun Zhi dan berkata.


"Yo teman bagaimana keadaanmu, apakah kau siap untuk ujian kedua."


Begitu ucapnya sambil merangkul bahu Xun Zhi.


"Y-yo, Cao Pian. A-aku sudah siap."


Kenapa sih orang ini sok akrab banget. Namun tidak apalah.


Begitu ucap kata hati Xun Zhi. Lalu Xun Zhi pun tersenyum dengan terpaksa kepada Cao Pian. Dan setelah itu Cao Pian melihat kepada Wei Chan dan terus memandanginya.


"Siapa wanita ini Xun Zhi, pacarmu?!"


Mendengar ucapan Cao Pian, muka Wei Chan seketika memerah dan ia langsung memegang kedua pipinya dan berkata dengan pelan.


"Aku pa-pacarnya Xun Zhi."


Cao Pian kebingungan melihat tingkah laku Wei Chan yang malu-malu.


"Ahh bukan, dia ini adalah Wei Chan. Dia adalah teman masa kecilku dan sekaligus anak dari tetua desa di desaku."


"Salam kenal aku Wei Chan."


"Yasudah kalau begitu aku permisi dulu oke Xun Zhi, Wei Chan."


Kemudian Cao Pian berjalan menjauhi keduanya. Dan tak lama para murid yang lulus di ujian pertama pun telah berkumpul di tempat kemarin mereka berkumpul mengikuti ujian.


Para Master termasuk Master Shen Long, Master Bai Laohu dan Master Ming Er pun hadir disana. Serta 2 tetua yaitu Tetua Bao Bao dan Patriak Chang Lu pun ikut hadir untuk menyaksikan lajunya ujian kedua tersebut.


Mereka semuanya duduk di bangku mereka masing-masing telah tersedia di teras bangunan di lantai 2. Yang berada di bangunan besar nan mewah itu. Jika dilihat dari atas bentuk bangunan itu berbentuk persegi 6 dengan desain genting mewah bewarna merah.


Tak lama kemudian Patriak Chang Lu beranjak dari kursinya dan berjalan beberapa langkah menuju balkon bangunan dan berhenti lalu berkata.


"Baiklah untuk ujian kedua adalah mengambil 30 bendera bewarna merah untuk laki-laki dan 20 bendera bewarna biru untuk perempuan. Bendera itu telah kami tancapkan di perbatasan hutan GingZi dan Gunung Naga Hitam. Dan batas waktu kalian adalah 3 hari untuk kembali lagi kemari. Yang membawa bendera itu mereka yang dinyatakan lulus dan yang tidak membawa bendera dinyatakan gugur. Baiklah ujian kedua aku mulai."


Kemudian Xun Zhi, Wei Chan serta semua peserta ujian langsung berlarian berangkat menuju ke hutan GingZi. Lalu tak lama para peserta berangkat, para master memakai jubah pun berangkat untuk mengawasi peserta ujian.


Dan setengah jam pun telah berlalu dan semua peserta ujian sudah masuk ke dalam hutan GingZi. Lalu Xun Zhi yang saat itu sedang berlari bersama dengan Wei Chan tiba-tiba berhenti karena di cegat oleh 7 orang murid yang keluar dari balik pohon pinus.


Mereka memakai senjata mereka masing-masing dan salah satu dari mereka berkata.


"Hehehe Xun Zhi jangan harap kau akan lulus ujian kedua ini, karena kami semua akan menghancurkanmu disini sekarang!"


"Maaf siapakah kalian semua, Aku tak kenal sama sekali dengan kalian."


"Kau tak perlu tau siapa kami, karena kau akan hancur sekarang."

__ADS_1


Begitu ucapnya dan langsung menebaskan pedang yang ia pakai ke arah Xun Zhi. Namun Xun Zhi dengan cepat mengerakkan tubuhnya ke sebelah kiri dan maju satu langkah memukul ulu hati orang yang menyerangnya dengan menggunakan Jurus Pukulan Api merahnya.


Orang yang ia serang pun terpental lumayan jauh dan menabrak pohon pinus, kemudian tak sadarkan diri, lalu Xun Zhi berkata kepada Wei Chan.


"Wei Chan kau berangkat saja duluan, nanti aku akan menyusul setelah membereskan sampah-sampah ini."


"Tidak, Aku tidak akan meninggalkanmu, memangnya kau pikir aku lemah Xun Zhi. Lihat saja kekuatanku saat ini Xun Zhi."


Kemudian Wei Chan mengeluarkan aura hijaunya lalu menyentuh salah satu pohon pinus di sampingnya. Tak lama akar dari pohon pinus itu keluar dari bawah tanah di depan Wei Chan.


Akar pohon itu terlihat aneh. Akar itu membentuk seperti sebuah tongkat dengan ujung atasnya yang runcing seperti tombak. Wei Chan mengambilnya akar itu yang panjangnya 1 meter dan memakainya sebagai senjata.


Setelah itu Wei Chan maju sambil memutar-mutar badan serta tongkanya. Lalu dengan cepat menusuk kaki dari salah satu orang yang mencegat mereka berdua.


"AHHHH..."


Pria itu bertriak kesakitan karena terkena serangan dari Wei Chan yang tak bisa ia hidari dengan pedangnya.


"Hehhh jadi itu kekuatan barumu yah! Baiklah aku pun tak akan kalah lihat saja ini."


Xun Zhi mengeluarkan Api Biru di kepalan tangan kanannya. Setelah itu ia memasang kuda-kudanya dan menarik tangan kanannya ke belakang.


"Baiklah kalian berlima terimalah seranganku ini. Pukulan Amarah Api Biru."


Ucapnya bersamaan dengan kepalan tangan kananya yang mengeluarkan Api Biru seperti sebuah meriam yang ia lesatkan ke arah kelima orang dihadapannya.


Lima orang yang di hadapan Xun Zhi tubuhnya terpental jauh dan juga baju serta rambut mereka terbakar oleh Api Biru dan berlarian mencari air untuk memadamkan apinya.


"Xun Zhi kau terlalu berlebihan kepada mereka!"


"Tenang saja Wei Chan, Aku telah mengurangi kekuatanku sehingga mereka tidak akan mati, ataupun luka serius."


"Ahh kau ini. Lalu bagaimana sisa satu orang ini yang merengek kesakitan akibat tusukan tongkat akarku?"


"Kita introgasi saja dia. Jika dia tidak ingin menjelaskan kebenarannya kepada kita. Kita bakar saja dan bunuh saja, pasti para master pun memaklumi, hahahaha..."


Begitu ucap Xun Zhi kepada Wei Chan namun pandangannya kepada salah seorang gerombolan yang mencegat jalannya tadi dengan senyuman seram ia tunjukkan kepada orang itu.


Orang itu yang duduk ditanah itupun ketakutan melihat Xun Zhi dengan kepalan tangannya yang diselumuti Api Biru.


"IHHHHHH..., BBAIKLAH, BAIKLAH AKU AKAN MENGATAKAN SEMUANYA KEPADA KAU."


begitu ucapnya dengan suaranya yang keras dan ketalutan.


"Jadi siapa yang menyruh kalian menyersng kami!"


"Ini semua kami disuruh oleh Xu Yulan dan kami diberi bayaran sebesar 3 batang emas per orangnya."


"Ahhh dia lagi, dia lagi. Sebenarnya XuYulan ingin apa dariku sih, sialan."


"Ahh yasudah kalau begitu kita berangkat lagi saja, kita sudah telat nih Xun Zhi untuk mengambil benderanya."


"Baiklah yasudah mari."


Lalu Xun Zhi dan Wei Chan pun berangkat kembali meninggalkan orang yang mencegatnya dan melanjutkan perjalanan mereka.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2