KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 51


__ADS_3

Setelah Xun Zhi membunuh orang tua itu, dengan perlahan Api Hitam yang menyelimuti tubuhnya perlahan mulai hilang. Kemudian ia pun melangkah untuk mengambil tombak yang tergeletak di samping pohon pinus. Dan tak lama Long Hei'an pun berkata kepada Xun Zhi.


"Xun Zhi apakah kau tak berlebihan membunuhnya?"


"Tidak Long Hei'an itu adalah ganjaran setimpal, karena telah menyerang Aku serta Wei Chan dan Jun LinMei dengan bola api yang besar dan juga ia mengancam nyawaku. Jika itu dibiarkan, mungkin suatu hari nanti nyawaku akan benar-benar di ambil olehnya, sebelum aku membalaskan dendamku kepada Hei An!"


"Namun Xun Zhi, tadi Aku merasakan ada satu orang lagi yang mengawasimu yang bersama orang tua yang kau bunuh barusan!"


"Apakah itu benar Long Hei'an!?"


"Ahh... aku sangat yakin bahwa aku merasakannya. Dan bola api yang menyerang kalian bertiga pun bukan berasal dari kertas mantra orang tua yang kau bunuh itu, melainkan orang yang kabur itu."


"Sialan... berarti bukan orang tua yang kubunuh tadi yang menyerang kami bertiga melainkan orang lain?! Lalu apakah kau masih bisa merasakan yang menyerang kami tadi Long Hei'an?"


"Iyah itu benar Xun Zhi. Aku tak bisa merasakan kehadirannya sekarang Xun Zhi, mungkin dia sudah kabur jauh."


"Ahhh... sial, sial, sial ini membuang-buang waktu ujianku saja! Tapi kau masih ingat Aura yang dii keluarkan orang itu kan Long Hei'an?"


"Yahh aku masih mengingat aura orang yang kabur itu."


"Baiklah kalau begitu nanti kita cari dia."


Xun Zhi pun langsung berlari kembali dengan memakai langkah cahanya untuk mengejar Wei Chan dan Jun Linmei yang berada jauh di depan.


Sementara itu, Wei Chan yang harinya tak tenang pun mengajak Jun LinMei berhenti di depan sebuah gua yang pernah di tempati oleh Xun Zhi saat perjalanan 5 tahun yang lalu.


"Jun LinMei, Aku sangat khawatir sekali dengan keadaan Xun Zhi sekarang ini. Ku harap tidak terjadi apa-apa kepadanya?!"


"Tenanglah mungkin tidak akan terjadi apa-apa. Karena Aku di beritahu oleh Master Ming Er, bahwa ujian ini diawasi oleh beberapa Master. Dan mungkin saja Xun Zhi telah di tolong oleh para Master."


"Ku harap itu benar."


Tak terasa hari pun telah mulai menggelap. Karena khawatir jika melanjutkan perjalanan di malam hari. Wei Chan dan Jun LinMei pun beristirahat di gua itu dan membuat api unggun di dalam sana.


Tak lama terdengar suara langkah kaki di depan lubang masuk gua. Wei Chan dan Jun LinMei pun berdiri dan memasang kewaspadaan mereka.


"Siapa disana?"


Begitu ucap Jun LinMei ke arah orang yang melangkah mendekati mereka berdua. Namun pertanyaan Jun LinMei tak dijawab oleh orang itu.


Dan semakin lama suara langkah kaki nya pun semakin kencang dan bergema di gua itu. Lalu saat terlihat bayangan sudah semakin dekat. Jun LinMei pun langsung menghunus pedangnya dan menyerangnya.


Namun serangan Jun LinMei dapat di hindari oleh orang itu.


"Wahh bahaya sekali...!"


"Xun Zhi."


"Xun Zhi apakah itu benar Xun Zhi Jun LinMei?"

__ADS_1


Dengan wajah terkejut keduanya menatap Xun Zhi dan terdiam beberapa detik. Lalu Xun Zhi pun berkata.


"Yah ini Aku. Ohh Jun LinMei dan Wei Chan kah!"


Setelah melihat sosok orang yang mendekati mereka adalah Xun Zhi. Wei Chan pun langsung berlari ke arah Xun Zhi dan memeluknya.


"Xun Zhi syukurlah, syukurlah kau selamat. Kukira kau akan mati wahhh.....!"


Wei Chan menangis keras sambil memeluk Xun Zhi dengan erat.


"Ayolah Wei Chan jangan manja begini, Aku tidak apa-apa kok, lihat malulah dengan Jun LinMei yang ada di belakangmu."


Mendengar ucapan Xun Zhi, Wei Chan pun langsung melepas pelukannya dan tertunduk malu sambil mengusap air matanya yang berlinang.


"Ehhmm... jadi sudah selesai kah. Baiklah kalau Begitu seranga bagianku."


Kemudian Jun LinMei menaruh kedua tangannya di bahu Xun Zhi dan mendekatkan mukanya di telinga Xun Zhi dan berbisik.


"Ehh kau bisa lolos dari serangan tadi kah! Jadi bagaimana kau bisa lolos dari seorang kultivator Qi Kebangkitan Kembali Tingkat Akhir tanpa ada goresan luka sama sekali!?"


"Gawat bagaiamana ini aku mencari alasan untuk menjawab pertanyaan Jun LinMei."


Begitu ucap Xun Zhi di dalam hatinya. Kemudian ia bergeser untuk menjaga jarak dari Jun LinMei, lalu menemukan sebuah alasan dan berkata kepada Jun LinMei.


"Ahhh kalau itu... itu..., A-aku di bantu beberapa Hewan Beast Kera Bulu Emas tingkat Raja yang melewat. Kemudian Kera Bulu Emas tingkat Raja itu menyerangnya dan aku dengan secepat cahaya kabur tanpa sepengetahuannya... gitu... hehehe...!"


"Yah... karena orangtua itu teralihkan pandangannya beberapa detik, Akupun langsung berlari dengan memakai ilmu langkah cahaya. Dan meninggalkan jauh dia seketika."


"Oh... benarkah itu!? Ahhh kukira kamu mengalahkannya, karena tombakmu dilumuri oleh banyak darah begitu!?"


Raut wajah Jun LinMei menampakkan ekspresi kecewa setelah mendengarkan perkataan Xun Zhi.


"Ohh kau salah paham. Setelah aku telah jauh lari dari orang tua itu, Aku dicegat oleh beberapa Serigala Bulu Perak tingkat 4, karena untuk mengambil bola inti dari harus membelah perutnya. Jadi aku memakai tombakku ini."


"Oh... begitu yah!"


"Y-yahh begitu, yasudah kalau begitu mending kita istirahat saja sekarang."


Xun Zhi duduk di batang kayu besar yang menghadap ke api unggun dan menghena nafas panjang. Kemudian Wei Chan serta Jun LinMei pun duduk di samping Xun Zhi. Xun Zhi menjadi grogi, jantungnya pun mulai berdetak agak kencang dan berkata kepada keduanya.


"W-Wei Chan, Jun LinMei, kenapa kalian duduk di sampingku. Di sana kan masih ada tempat yang masih ko-kosong."


Keduanya tersenyum, kemudian Jun LinMei pun berkata.


"Ayolah Xun Zhi tak perlu terlalu grogi begitu, aku akan menggigitmu Xun Zhi."


Begitu bisikan Jun LinMei ke telinga Xun Zhi sambil memegang dagu Xun Zhi.


Melihat tingkah Jun LinMei, Wei Chan pun menampakkan wajah cemberut, lalu memukul tangan Jun LinMei yang menempel di dagu Xun Zhi.

__ADS_1


"Hey Nenek lampir, berani sekali kau bertikah genit kepada Xun Zhi di hadapanku."


"Oh yah, oh yah ada yang cemburu disini hihihi... wajar saja aku bertingkah begini. Xun Zhi pun kan bukan pacarmu."


Jun LinMei memegang tangan Xun Zhi dengan erat kemudian menariknya.


"Apa katamu! Walaupun aku bukan pacarnya, tapi aku adalah teman masa kecilnya dan aku tidak akan menyetuujuinya jika dia berpacaran denganmu!"


Wei Chan pun sama menarik tangan Xun Zhi dan menariknya.


"Itu kan bukan uruanmu wanita bertenaga gorilla."


"Apa katamu! Dasar kucing perebut!"


"Ayolah jangan mulai lagi seperti ini, Aku sudah capek mengalaminya."


"DIAM KAU."


Keduanya kompak membentak Xun Zhi, dan Xun Zhi pun terdiam kembali.


Setelah setegah jam berlalu. Akhirnya keduanya merasa sudah capek. Xun Zhi pun akhinya terlepas dari perkelahian mereka lalu berkata.


"Baiklah kalau begitu lebih baik kita makan saja, bagaimana?"


"Baiklah aku setuju."


Wei Chan dan Jun LinMei menjawab bersamaan. Lalu raut wajah mereka pun berubah kembali.


"Hey kucing perebut, kenapa kau menyamai perkataanku!"


"Apa, kau yang ada juga cewek bertenaga gorilla!"


Mereka mulai berkelahi saling ledek kembali. Namun Xun Zhi yang geram akan tingkah mereka, ia pun menyentak keduanya.


"SUDAH CUKUP KALIAN BERDUA, KALAU BEGINJ KITA TAK AKAN MAKAN-MAKAN!"


Mereka berdua tertunduk dan terdiam setelah di teriaki oleh Xun Zhi. Dan tak lama Xun Zhi berkata kembali.


"Nah kan kalau tidak bertengkar kan suasananya jadi enak dan tentram, dan sekarang aku punya 15 daging kambing yang sudah di bumbui dan ditusuk menjadi sate yang aku pinta dari dapur sekolah, sebelum perjalanan kemari. Jadi mari kita buat sate kambing."


"Ehh benarkah?"


"Yah benar, baiklah kita bakar sekarang!"


Xun Zhi membakar sate kambing itu dan setelah 10 menit kemudian satenya pun matang dan mereka bertiga memakannya bersama.


Laku setelah selesai menyantap sate kambing itu, ketiganya mulai mengantuk dan mulai beristirahat.


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2