
Di waktu yang melewati tengah malam, Xun Zhi berjalan ke luar Kerajaan Tanah Suci menuju ke hutan yang jalannya menuju jalan ke rumahnya, kebtulan saat Xun Zhi masih kecil, ia menemukan sebuah gua.
Kemudian ia duduk melipatkan kakinya di batu besar yang datar, setelah itu ia memakan sekalgus tiga pil bewarna merah peningkat kekuataan dan mulai berkultivasi memfokuskan untuk meningkatkan kekuatan Qi dalam tubuhnya.
Setelah satu bulan kemudian setelah melakukan kultivasi kekuatan Qi nya pun melonjak drastis menjadi Qi Setengah Dewa Tahap Awal. Akan tetapi itu tidak membuat Xun Zhi puas.
"Akhirnya kekuatanku hampir kembali ke sedia kala. Namun ini masih belum cukup untuk melawan HEI AN."
Ucapnya yang berguman sendiri. Kemudian Xun Zhi mengambil tungku serta beberapa tanaman obatnya dari cincin ruang penyimpanannya. Tungku Api yang kecil dengan Ginseng berumur 100 tahun, 10 Batang Gladiol berumur 50 tahun, beberapa polygada, rumput merah, serta mawar merah api yang ia taruh di depannya.
Setelah itu Xun Zhi memasukkan ke semua bahan itu kedalam tungku api yang berbentuk bulat yang berukiran naga. Kemudian ia membakar tungku apinya dengan api biru miliknya. Hingga 5 jam berlalu, ia berhasil membuat pil merah menyala peningkatan elemen api miliknya. Kemudian Xun Zhi memakan pil yang telah ia buat dan memulai kultivasinya kembali.
Saat berkultivasi tiba-tiba tubih Xun Zhi di selimuti oleh semua api yang ia kuasai, api merah, api biru, api hijau serta api hitam menyelimuti Xun Zhi menjadi 4 bagian.
Tubuhnya mulai merasakan panas yang sangat dasyat hingga ia hampir tak mampu menahan kesadaran dirinya. Xun Zhi berteriak dengan kencang sambil terus berkultivasi. Hingga tengah malam di hari itu ia berhasil meningkatkan kultivasi elemen api miliknya.
Setelah itu Xun Zhi beristirahan untuk beberapa hari menyiapkan dirinya untuk menyerang kediaman keluarga besar Xu.
7 haripun berlalu, tubuhnya sudah sangat bugar dan siap untuk menyerang kediaman keluarga besar Xu. Iia berjalan kembali keluar gua sambil memakai jubah dan penutup wajah agar tidak ada yang mengicar membunuh dirinya.
Pagi hari itu Xun Zhi berlari dengan sangat cepat menggunakan Ilmu Langkah Cahaya Dewa nya melompat melewati pos penjagaan karena itu adalah jalan yang paling dekat menuju ke kediaman Xu. Tak lama dalam perjalanan Xun Zhi pun ttelah sampai di depan gerbang depan kediaman keluarga besar Xu. Terlihat ada enam penjaga yang berdiri tegap berdiri di depan gerbang.
Xun Zhi melangkah secara santainya ke arah mereka.
"Hei siapa kau cepat perlihatkan wajahmu?"
Ucap salah satu prajurit penjaga dengan nada yang tegas. Namun Xun Zhi tak menurutinya dan berlari menghajar mematahkan batang lehernya dengan cepat hingga prajurit itu mati seketika.
Warga yang berada di sekitar depan gerbang yang tadinya berjalan-jalan dengan santai pun melamun melihat Xun Zhi yang membunuh salah satuu prajurit penjaga. Kemudian lima prajurit penjaga lainnya hanya terdiam beberapa saat melihat temannya seketika mati.
__ADS_1
Kemudian 5 prajurit penjaga itu menyerang Xun Zhi secara bersamaan bersamaab dengan teriakan mereka yang keras. Xun Zhi pun menghunus pedang prajurit penjaga yang ia bunuh di hadapannya dan menebas lima prajurit dihadapannya seketika.
Warga yang melihatnya panik, mereka semua seketika berlarian masuk ke dalam banguunan yang dekat dengan mereka. Xun Zhi langsung menendang pintu gerbang itu dengan keras bersamaan dengan suara kencang yang dihasil dari pintu yang di tendang itu.
Prajurit penjaga yang berada di balik pintu gerbang itupun terkejut dan berkata.
"Hei siapa kau, kau dilarang ma-."
Belum selesai prajurit itu bicara, Xun Zhi menebas leher prajurit penjaga itu dengan pedang yang ia pegang. Prajurit penjaga lain yang melihat kejadian itu berteriak dengan keras.
"PENYUSUP...! PENYUSUP...!"
Ucapnya begitu, para prajurit keluarga Xu pun berlarian ke hadapan Xun Zhi. Kemudian lonceng darurat pun dibunyikan dengan sangat keras hingga suaranya menggema sampai terdengar oleh tuan besar Xu, Xu Yulan, Xu RuZhin serta tetua-tetua yang sedang berdiam diri duduk di istananya.
"Ada apa ini?!"
Ucap tuan besar Xu dengan panik bersamaan cepat berdiri dari duduknya. Tak lama satu orang prajuritnya menghadap kepadanya.
"Satu orang! Berani sekali dia masuk ke dalam kediamanmu! Kalau begitu hadang dia dengan sekuat tenaga kalian."
"Baik!"
Prajurit itu kembali untuk menghadapi Xun Zhi.
Kemudian Xu Yulan dan Xu RuZhin pun membungkuk di depan ayahnya yang sedang duduk di bangku singgasananya.
"Ayah bolehkah aku menghadapinya?"
"Akupun sama ingin menghadapinya Ayah!"
__ADS_1
Begitu ucap keduanya, tuan besar Xu pun mengangguk mengiyakan permintaan kedua anaknya. Xu RuZhin dan Xu Yulan berdiri tegak kembali dan berbalik berjalan untuk menghadapi Xun Zhi yang menorobos kediaman mereka.
Sementara itu Xun Zhi yang berada di depan gerbang telah dikepung oleh prajurit milik tuan besar Xu. Para pemanah dan serta ratusan prajurit yang memakai tombak serta pedang memandangnya dengan tajam memerhatikan gerak-gerik Xun Zhi.
Kemudian Xun Zhi pun mengambil tombak yang ia taruh di belakang punggungnya dan membuka kain putihnya. Beberapa prajurit yang melihat pergerakan Xun Zhi itu pun menyerangnya, namun Xun Zhi menangkis pedang mereka dengan gagang tombak miliknya hingga menimbulkan suara nyaring dari bentrokan senjata Xun Zhi dan penjaga.
Xun Zhi memutar-mutar tombaknya menebas satu per satu prajurit di semua arah. Xun Zhi dengan cepat menyerang dan menghindari serangan mereka seperti seorang kera yang kegirangan.
Lalu Xun Zhi membantai membunuh prajurit satu per satu yang berdatangan menyerangnya sambil melangkah maju untuk bisa masuk ke aula utama kediaman keluarga besar Xu.
Setelah sampai di depan tangga yang lumayan tinggi yang menuju jalan masuk ke dalam aula, Xun Zhi mencoba menaikinya, akan tetapi secara tiba-tiba Xu RuZhin dan Xu Yulan melompat dari aula menendang dada Xun Zhi yang berada di bawah.
Xun Zhi pun terpental berdiri beberapa meter dari tempat ia berdiri. Kemudian Xu RuZhin dan Xu Yulan pun memasang kuda-kuda mereka sambil menatap Xun Zhi dengan sangat tajam, dan Xun Zhi pun memasang kuda-kudanya dan menatap mereka berdua sangat tajam pula.
"Hei kau, sudahi saja langkahmu disini, jika kau melangkah satu langkah pun, kau akan meresakan tebasan pedangku ini!"
Ucap Xu RuZhin kepada Xun Zhi dengan suara serak mencekam.
"Yah sialan! Lebih baik kau berhenti saja disana dan menyerahkan diri baik-baik"
Ujar Xu Yulan kepada Xun Zhi dengan raut wajah yang sangat emosi.
"Menghentikan langkahku, menyerahkan diri! Kakian pikir aku akan melakukan permintaan kalian, dasar sampah."
Begitu jawab Xun Zhi kepada mereka berdua yang ada di hadapannya dengan raut wajah yang ia kerutkan.
"Apa katamu sialan kau berani juga mengatai kami sampah yah!"
Ujar Xu RuZhin dengan marah kepada Xun Zhi yang memakai kedok yang tak ia kenal.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)