KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
episode 43


__ADS_3

Saat berjalan menuju ke tempat ruang makan yang berada di asramanya. Di pertengahan perjalanannya ia bertemu dengan Xu Yulan berjalan bersama orang yang lebih tua darinya yaitu kaka keduanya Xu RuZhin.


Langkah keduanya yang angkuh dan sombong menuju ke arah Xun Zhi . Xun Zhi yang melihatnya juga jijik akan tingkah mereka, namun dia hanya diam karena tidak ingin mencari keributan.


Xu Yulan dengan Xu RuZhin tepat berhenti beberapa langkah di depan Xun Zhi.


"Jadi apakah dia yang telah menjahilimu Xu Yulan."


Ucapnya sambil menujuk tepat ke muka Xun Zhi.


"Iya Kakak kedua dia yang tempo hari menjahiliku."


"Berani juga dia berurusan dengan keluarga Klan Xu."


Xun Zhi hanya menatap mereka tanpa berkata apa-apa. Merasa diremehkan oleh Xun Zhi yang tak berkata apa-apa. Xu RuZhin langsung menyerang Xun Zhi dengan pukulannya.


Xun Zhi terkejut karena serangan itu dengan reflesk yang cepat dia menakis serangan itu.


"Ehh ternyata begitu yah. Kau yang kalah bertarung dariku, malah memanggil kakamu untuk membalaskan dendammu yah!"


Xu Yulan tak bisa berkata apa-apa saat Xun Zhin berkata begitu.


"Berani sekali kau mengabaikanku bocah sialan. Aku akan menghancurkanmu sekarang sampai tak bisa lagi menjadi seorang pendekar."


Ucap Xu RuZhin bersamaan dengan menghunuskan pedangnya. Cahaya warna biru menyelimuti pedanganya dan Xu RuZhin langsung menebaskan pedangnya ke arah kepala Xun Zhi.


Akan tetapi dengan gerakan hindarannya yang cepat. Dia dapat lolos dari maut saat itu lalu menjaga jarak agak jauh dari Xu RuZhin.


"Aku tidak menyangka ternyata dia sudah berada di Qi Tingkat Pembentukan Jiwa Kembali tahap awal."


Ucap Xun Zhin yang kaget melihat Xu RuZhin yang mengeluarna niat pedang membunuh. Dia langsung mengeluarkan tombaknya dan langsung memasang kuda-kudanya bersiap-siap untuk menahan serangan Xu RuZhi.

__ADS_1


"Hahaha apa kau tidak tau Xun Zhi, dia adalah murid dalam di sekolah ini. Kau pasti hancur sekarang."


Ucap Xu Yulan yang senang. Kemudian Xu RuZhin menyerang kembali dengan Niat pedang membunuh, namun Xun Zhi menangkis dengan putaran tombak ilahinya hingga serangan Xu RuZhin tak bisa menembus pertahanannya.


"Heee... lumayan juga kau bocah tengil, baiklah kalau begitu aku akan mengeluarkan semua kekuatanku yang sesungguhnya."


Kemudian tubuh dan pedang Xu RuZhin diselimuti oleh Qi bewarna biru yang sangat tebal. Xun Zhi pun tak mau kalah dia mengeluarkan Qi putih miliknya hingga menyelimuti seluruh tubuhnya.


Para murid yang menonton pertarungan Xun Zhi dan Xu RuZhin semakin banyak, mereka mengerumuni keduanya yang jaraknya agak jauh. Karena para murid takut akan terkena serangan Xun Zhi dan Xu RuZhin.


Xu RuZhin langsung menerjang ke arah Xun Zhi dengan Jurus Delapan Tebasan Liukan Ular ( Jurus yang menyerang persendian lawannya dimulai dari pergelangan kaki hingga ke leher dengan sangat cepat bagaikan angin).


Xun Zhi saat itu juga panik akan serangan yang akan dia terima dan berencana mengeluarkan Ilmu api hitamnya. akan tetapi seseorang loncat dan menangkis pukulan Xu RuZhin menggunakan pendang.


Xu RuZhin kaget dan mundur setelah mengeluarkan Jurus Liukan ularnya lalu melihat pemuda yang menangkis serangannya.


"Di Lao kenapa kau menggangu pertarunganku?"


Dengan raut muka yang sangat kesal akan Di Lao yang dihadapannya.


Begitu ucap Di Lao debgan nada yang nyaring.


"Sialan kau Di Lao lihat saja nanti akan ku balas perbuatan ini. Dan untuk kau bocah, kau beruntung Hari ini kau di selamat."


Ucap Xu RuZhin sambil mengacungkan pedangnya ke arah Xun Zhi. Kemudian Xu RuZhin dan Xu Yulan berbalik melangkah menjauhi Xun Zhi dan Di Lao.


Kemudian para murid yang berkumpul telah membubarkan diri masing-masing.


"Jadi bagaimana kamu tidak apa-apa kan Xun Zhi!"


"Ahh aku tidak apa-apa senior. Terima kasih atas pertolongannya."

__ADS_1


Begitu ucap Xun Zhi dengan wajah kebingungan akan senior yang didepannya.


"Ahhh kau pasti lupa kepadaku yah. Kenalkan aku adalah Di Lao dari Sekte Di. Aku yang waktu itu kau selamatkan dari serangan Kera Bulu Emas di hutan GingZi."


Xun Zhi dengan lama mengingat-ngingat kembali sambil terus menatap mukanya Di Lao. Dan tak lama dia mengingat kejadian saat itu.


"Ehh jadi kau adalah seniorku kah, Aku tidak tau itu."


"Hahaha aku tidak tau bahwa masih ada yang tidak mengenaliku kah."


Xun Zhi hanya terdiam melihat Di Lao yang terbahak-bahak di hadapannya.


"Jadi sebenarnya kenapa kau bisa bertarung dengan Xu RuZhin. Memangnya kau punya masalah apa denganya?"


Kemudian Xun Zhi menjawab pertanyaan Di Lao dimulai Ia yang saat itu diserang oleh Xu Yulan hingga kejadian yang barusan terjadi.


"Ohh begitukah, memang klan Xu tidak ada habis-habisnya membuat gara-gara."


"Ehhh begitukah senior, memang klan Xu sebegitu berpengaruh di Kerajaan ini?"


"Yahh mereka lumayan berpengaruh beberapa puluh tahun ini, mereka adalah klan baru yang dipimpin oleh Xu Xiao Zhia."


"Hmmp, yasudah kalau begitu aku permisi dulu senior Di Lao. Aku sudah gak kuat menahan laparku."


Ucap Xun Zhi sambil membalikkan badannya. Tapi Di Lao menahan langkahnya dan berkata.


"Kalau begitu makan di tempatku saja sekalian aku masih ingin mengobrol denganmu."


"Tapi..."


"Jangan menolak ayo ikuti aku."

__ADS_1


Lalu Di Lao dan Xun Zhi melangkah menuju tempat Di Lao untuk makan siang bersama.


(BERSAMBUNG)


__ADS_2