
Saat memasuki dalam pintu kecil itu, terlihat ada sebuah lorong yang sangat panjang dan gelap. Xun Zhi dan Shuin yang penasaran berjalan menyusuri lorong gelap.
Tak lama saat Shuin akan melangkah duluan, Xun Zhi dengan cepat menghadang jalannya Shuin.
"Tunggu sebentar Nona Shuin di depan sana ada bahaya!"
Shuin merasa aneh akan ucapan Xun Zhi, Xun Zhi mengambil batu kecil dari bawah dan langsung melemparkan batu yang ia pegang.
Kemudian saat batu itu mulai mendarat kembali di lantai, tiba-tiba bebrapa puluh panah melesat menancap ke lantai.
Shuin yang melihatnya terkejut tak percaya bahwa ada sebuah jebakan.
"Lihat ada jebakan kan, dan juga panahnya telah dilumuri oleh racun kalajengking ungu."
Ucap Xun Zhi dengan senyuman kepada Shuin.
"Bagaimana kau bisa tau bahwa di ruangan ini ada jebakan Xun Zhi?!"
"Hanya insting saja Nona Shuin, hehe... Yasudah kalau begitu lebih baik kita lanjutkan kembali."
Lalu Xun Zhi serta Shuin pun berjalan kembali menyusuri lorong. Tak lama terlihat ada sebuah cahaya terang berwarna merah di depan mereka berdua.
Melihat ada cahaya merah, Xun Zhi serta Shuin pun bergegas berjalan menuju ke arah cahaya merah itu, dan setelah melewati lorong.
Ada sebuah ruangan yang sangat besar di terangi dengan cahaya obor api.
Di ruangan itu terlihat banyak sekali harta koin emas serta perabotan yang terbuat dari emas murni, senjata-senjata pusaka yang bermacam-macam, batu hewan beast dari tingkat rendah hingga tingkat emas, serta rak-rak buku serta kitab-kitab jurus serta ilmu yang tersimpan rapi. Shuin yang melihat banyak harta emas membuat matanya berbinar-binar.
"Xun Zhi lihat itu, lihat atu banyak sekali emas!"
Sambil menarik- narik baju lengan sebelah kanannya Xun Zhi. Xun Zhi pun menarik lengan kanannya.
"Akupun tau itu Nona Shuin."
Begitu ucap Xun Zhi dengan raut wajah yang jutek. Setelah itu Shuin pun berlari ke arah tumpukkan koin emas serta perabotan yang terbuat dari emas dan meraup emas-emas itu dan memasukkannya ke kantung ruang penyimpanannya.
Sementara itu Xun Zhi berkeliling mencari informasi tentang kenapa ia di incar oleh Keluarga Xu, Ba Rong serta Kerajaan Kabut Hitam.
Xun Zhi melihat satu per satu setiap ruangan itu dan saat sampainya di ujung ruangan terdapat ada sebuah meja kerja yang besar serta di atas mejanya ada sebuah peta yang besar tertera letak-letak kerajaan. Lalu Xun Zhi terkejut oleh salah satu menara yang tergambar di peta itu.
"Long Hei'an bukankah ini menara yang bisa mencapai kita ke dunia dewa?!"
Begitu benak Xun Zhi berkata kepada Long Hei'an yang ada dalam tubuhnya.
"Benar sekali Xun Zhi. Itu adalah menara dewa yang bisa mencapai ke dunia dewa."
Jawab Long Hei'an yang berada di dalam tubuh Xun Zhi.
"Lalu dimanakah ini lokasinya sekarang?"
"Kau lihat saja disitu Xun Zhi, kan itu adalah sebuah peta."
"Ahh iya yah maaf-maaf."
Xun Zhi mulai menjelajahi satu per satu jalan serta letak itu dengan jarak ia sekarang berada. Terlihat ia sangat jauh di sebelah selatan untuk menuju ke menara dewa yang berada di utara. dan juga kekuatan nya belum sepenuhnya kembali.
Kemudian Xun Zhi pun menggulung serta mengambil peta yang di atas meja lalu memasukkannya ke cincin ruanf penyimpanannya. Kemudian Xun Zhi mencari di dalam laci di bawah meja kerja siapa tahu akan ada yang menyangkut tentang dirinya yang diburu. Namun isinya hanya beberapa berkas kerajaan dan tidak ada informasi kembali.
__ADS_1
"Ahhh ternyata tidak ada informasi tentang diriku kenapa aku di incar."
Xun Zhi menghela nafas yang berat, kemudian ia berkeliling kembali mencari informasi tentang dirinya serta dunia yang di kehidupannya. Akan tetapi tiba-tiba ada sebuah buku yang memikat Xun Zhi dan Xun Zhi langsung melirik ke arah kiri rak buku yang paling atas, dan terlihat ada kitab yang mengeluarkan cahaya berwarna merah terang.
Xun Zhi pun melompat dengan tinggi mengambil buku kitab yang bercahaya merah itu. Setelah ia mendapatkan buku yang bercahaya itu Xun Zhi mendarat kembali dengan sempurna di lantai kemudian melihat jilid depan kitabnya.
"Jurus Telapak Cahaya Kematian."
Begitu ucap Xun Zhi yang membaca kitabnya. Lalu Cun Zhi pun membuka jilid nya dan membaca halaman pertama buku kitab nya. terlihat ada gambar gerakan memukul, kemudian Xun Zhi membuka halaman selanjutnya melihat satu per satu gerakan yang ada di dalam kitab yang di pegangnya.
Setelah selesai membaca kitab yang ia pegang, Xun Zhi tersenyum lebar.
"Aku tak menyangka bahwa masih ada Jurus yang belum ku mengerti serta ku di dunia ini. Lebuh baik sekarang aku masukkan semua buku serta kitab-kitab semua yang ada disini."
Xun Zhi pun mengambil semua buku-buku serta kitab-kitab yang ada di ruangan ini dan memasukkan semuanya ke dalam cincin ruang penyimpanannya. Setelah selesai Xun Zhi berjalan menuju ke arah Shuin yang telah selesai mengeruk habis koin emas serta perabotan yang terbuat dari emas lainnya.
"Sialan kau Nona Shuin! Kenapa kau tidak menyisakannya untuk ku!"
Xun Zhi nampak kesal akibat ulah Shuin yang sangat sangat serakah. Sementara Shuin hanya menanggapinya dengan senyuman imut.
"Maaf-maaf Xun Zhi, kukira kau tidak tertarik dengan harta hehehe..."
"Hehehe kepala luh! Jadi mana bagian ku aku pun butuh untuk kebutuhan sehari-hari."
Kemudian Shuin pun mengeluarkan bagian Xun Zhi dari kantung ruang penyimpanannya dan Xun Zhi pun memasukkan kembali bagiannya itu.
"Ohh iya Xun Zhi bagaimana dengan puluhan senjata-senjata pusaka serta ratusan batu-batu hewan beast itu?"
Begitu ucap Shuin sambil menujuk ke arah sebelah kiri Xun Zhi yaitu tempat puluhan senjata-senjata pusaka serta ratusan batu-batu hewan beast yang terpajang di meja serta rak khusus yang jarak tempatnya agak jauh dari tempat Xun Zhi berdiri.
"Tentu saja boleh Xun Zhi. Karena kau yang banyak berkontribusi di penyerang ini serta kau telah membantu membalaskan dendamku kepada Raja Ba Rong sialan itu."
Xun Zhi pun tersenyum kepada Shuin dan setelah itu Xun Zhi berjalan ke tempat senjata-senjata pusaka serta batu-batu hewan beast yang di pajang.
Xun Zhi berjalan mendekati sebuah tombak yang terpajang di tengah-tengah senjata pusaka lainnya, tombak yang sudah usang dan juga penuh dengan karat, namun tombak itu mengeluarkan pancaran aura yang lebih besar dari tombak yang biasa Xun Zhi kenakan.
"Tombak ini kekuatannya hampir sama seperti tombak yang kupakai dulu di dunia dewa."
Ucap benak Xun Zhi yang melihat tombak yang berbentuk panjang, besar serta lekukan mata tombaknya yang tifak terlalu melengkung.
Xun Zhi pun mengambil tombak itu dan memasukkannya ke dalam cincin ruang penyimpanannya, setelah itu Xun Zhi mengambil beberapa batu hewan beast tingkat tinggi dan memasukkannya.
Setelah mengambil apa yang ia butuhkan, Xun Zhi pun berjalan kembali menghampiri Shuin.
"Baiklah Nona Shuin hanya itu saja yang aku butuhkan dan yang lainnya sekarang menjadi milikmu."
Begitu ucap Xun Zhi kepada Shuin dengan raut wajah yang datar serta memiringkan kepalanya sambil tertunduk.
"Apa kau yakin hanya itu saja."
Jawab Shuin menegaskan apa yang di katakan oleh Xun Zhi
"Ya yakin."
Kemudian Shuin pun berjalan ketempat senjata pusaka serta batu-batu hewan beast. Dan setelah itu ia mengbil pusaka serta batu-batu hewan beast dan memasukannya ke dalam kantung ruang penyimpanannya.
"Baiklah aku sudah selesai Xun Zhi."
__ADS_1
Kemudian Xun Zhi dan Shuin pun berjalan menuju keluar istana. Setelah keluar istana, terlihat matahari pagi sudah mulai terbit. Xun Zhi serta Shuin berdiri di depan pintu istana.
Tak lama kemudian mereka berdua dengan cepat berlari, Xun Zhi memakai ilmu Langkah Cahaya Dewa nya sementara Shuin memakai Ilmu Peringan Tubuh untuk menjauhi pusat kerjaan Daun Emas.
Lalu setelah beberapa jam Xun Zhi dan Shuin berlari menjauh dari kerajaan Daun Emas, mereka berdua akhirnya sampai di sebuah hutan berantara yang di penuhi oleh pohon-pohon dan berhenti.
Keduanya terengah-engah dan terdiam sambil menundukkan kepala serta merendahkan pundak mereka.
"Ternyata lumayan... capek juga yah..."
"... Yahh begitulah Nona Shuin."
"Ohh iya Nona Shuin sekarang kau telah berhasil mencapai tujuan mu. Lalu setelah ini kau akan kemana?"
Shuin terkejut kemudian terdiam untuk beberapa saat atas pertanyaan yang di lontarkan oleh Xun Zhi. Ia menormalkan dulu nafasnya yang masih terengah-engah, setelah beberapa menit Shuin pun berdiri tegak kembali.
"Untuk sekarang aku belum punya tujuan kembali Xun Zhi. Lalu bagaimana denganmu Xun Zhi?"
Xun Zhi pun mendangahkan kepalanya dan berkata.
"Untuk sekarang aku akan mencari seorang pengrajin senjata yang sangat handal untuk menyatukan tombakku ini dengan tombak yang ku dapatkan tadi."
"Ohh begitukah, aku tau seorang pengarjin senjata yang hebat, apakah kau mau ku antarkan kamu ke dia?"
"Boleh-boleh Nona Shuin. Yasudah kalau nona Shuin tau tempat seorang pengrajin senjata yang hebat mari kita cepat berangkat ke sana."
"Tapi tempatnya jauh dari kerajaan ini dan juga tempatnya sangat terpencil apakah kau yakin?"
"Ahh iya aku yakin, lagi pula aku memiliki waktu luang yang sangat banyak."
"Baiklah kalau begitu kita berangkat Ke gunung Kabut Kematian di perbatas kerajaan Kabut Hitam dimana tempat seorang pengrajin senjata itu berada."
Kemudia Xun Zhi serta Shuin langsung berjalan santai menuju ke utara untuk ke perbatasan Kerajaan Kabut Hitam.
"Ohh uya Xun Zhi bagaimana umurmu yang semuda ini sudah bisa sekuat ini dan kau sudah bisa sampai ke Kultivasi Qi Setengah Dewa Tahap Awal?"
"Akhirnya muncul juga pertanyaan seperti itu, bagaimana ini?"
Begitu ucap dalam benak Xun Zhi setelah mendengar perkataan Shuin, Xun Zhi pun kebingungan akan jawaban apa yang harus di berikannya kepada Shuin supaya ia yakin akan jawaban.
"Ka-Kalau soal i-itu dulu aku mempunyai guru, yah dulu saat aku kecil berumur lima tahun aku mempunyai Guru yang sangat mengaggumkan sekaligus menyeramkan. Dia adalah seorang kultivator yang hampir mencapai dunia dewa namun sayangnya ia mempunyai pemyakit yang sangat parah hingga ia pun menyerahkan semua pengalamannya kepadaku dan mulai melatihku bagaikan di neraka."
Mendengar jawaban Xun Zhi, Shuin pun menunjukkan wajah tak percaya akan perkataan Xun Zhi, namun kemudian Shuin pun tersenyum dan berkata.
"Ohh begitukah kau bernasib bagus Xun Zhi pantas saja kau bisa masuk ke dalam sekolah Tanah Mengapung."
Xun Zhi pun bernafas lega sambil memegang dadanya dengan tangan kanannya setelah menerima perkataan Shuin.
"Uhh untuk saja dia percaya kepadaku."
Begitu Ucap dalam benak Xun Zhi.
"Yahh begitulah aku sangat beruntung Nona Shuin."
Ucap Xun Zhi yang membalas perkataan Shuin sambil tersenyum agak canggung. Setrlah itu mereka berdua terus mengobrol di perjalanan untuk menuju ke pengrajin penempa senjata yang letaknya berada di gunung Kabut Kematian di perbatasan Kerajaan Kabut Hitam.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1