
Xun Zhi terus menyerap energi api darah di sekitarnya masuk ke dalam tubuhnya. Akan tetapi baru saja beberapa detik Xun Zhi menyerap api darah, aliran darah yang mengalir di setiap sel-sel tubuhnya merasa menggejolak.
"Arrrggg....!!!" Teriak kencang menggema Xun Zhi menahan rasa sakit tubuhnya.
"Sial ternyata api darah ini aangat panas sekali bagaikan sel-sel dalam tubuhku ingin meledak!" Keluh Xun Zhi kembali yang berkeluh kesah sendiri.
Akan tetapi ia tak menyerah, Xun Zhi terus menyerap api darah dengan sekuat tenaga dan mempertahnkan kesadarannya.
Kemudian uap di sekujur tubuhnya mulai terlihat semakin tebal yang berasal dari keringat deras di sekujur tubuh Xun Zhi menguap akibat panasnya api darah serta api hitam yang mulai menyatu masuk ke dalam tubuh.
Berhari-hari Xun Zhi terus berkultivasi menyerap api darah tanpa bergerak dari tempatnya sedikit pun ataupun makan dan minum. Namun api darah yang diserap oleh Xun Zhi masih saja terlihat sangat banyak seperti tidak ada habisnya.
"Sial kenapa ini masih belum selesai sama sekali sih?"
Keluh Xun Zhi yang sudah mulai merasa sengsara menyerap Api Darah dan erus menjalaninya seperti itu.
Hingga tak terasa setelah empat setengah tahun kemudian, tepat di usia Xun Zhi menginjak genap 20 tahun akhirnya kobaran Api Darah pun telah sepenuhnya Xun Zhi serap.
Rambutnya menjadi panjang menjulai, tubuhnya menjadi kurus kering bagaikan kakek tua, namun aura Qi miliknya menjadi bertambah kuat, akan tetapi ia masih berada di Tingkatan Setengah Dewa Tahap Akhir dan sesikit lahi mencapai Tingkatan Dewa.
"Haaa...."
Demikian Xun Zhi menghembuskan nafas yang sangat panjang bersamaan dengan keluarnya asap putih dari mulutnya serta kedua matanya yang perlahan terbuka.
Sorotan matanya terlihat tajam berwarna merah darah seperti api darah yang baru saja ia selesaikan penyerapan Qi api darahnya dan api darah yang diserapnya mulai menyatu dengan api hitam pekat yang Xun Zhi miliki pemberian Long Hei'an.
__ADS_1
"Akhirnya selesai juga penyerapan Api Darah ini."
Xun Zhi kemudian mencoba bangkit dari duduk bersilanya, saat melihat tangan serta kakinha kering kerontak Xun Zhi sangat terkejut.
"Bagiamana tubuhku bisa seperti ini?! Memangnya aku sudah berapa lama berkultivasi disini sih sampai-sampai kering keronta begini!?"
Kemudian Xun Zhi mengambil beberapa makanan yang pernah ia taruh di cincin ruang penyimpanannya. Akan tetapi setelah ia keluarkan makanannya, bau makanan basi pun keluar sangat menyengat dari makanan yang di keluarkan Xun Zhi.
"Ahhh kenapa! Kenapa makananku bisa menjadi basi begini? Berarti apakah aku sudah setahun disini?"
Panik Xun Zhi begitu yang belum sadar bahwa ia sudah empat setengah tahun berkultivasi. Setelah itu Xun Zhi mengeluarkan air minum di cincin ruang penyimpanannya dan meminum air minum dari sebuah kantung kulit.
"Gluk..., gluk... Fuahh...!" Suara yang keluar dari Xun Zhi yang sedang minum.
"Ahh akhirnya aku merasa hidup kembali. Akan tetapi tuangan ini tampak begitu grlap sekali setelah aku melihat sudah hilangnya api darah yang kuserap."
"Ahh tampaknya aku sangat dalam sampai-sampai jalan untuk kembali ke jalan keluar bangunan ini tidak terlihat sama sekali."
Xun Zhi berpikir keras bagaimana caranya agar dirinya dapat keluar dari ruangan yang sekarang ia tempati.
Setelah beberapa menit kemudian ia menemukan sebuah ide.
"Aha aku tau bagaimana aku membuat tekanan dari api yang ku gunakan agar bisa terhempas ke atas."
Xun Zhi menadahkan kedua telapak tangannya ke bawah dan mengeluarkan api yang sangat besar sehingga Xun Zhi bisa terbang dengan cepat akibat tekanan energi api miliknya menuju ke atas kembali.
__ADS_1
Setelah beberapa ratus meter Xun Zhi terbang menggunakan energi api miliknya, akhirnya Xun Zhi telah sampai kembali di tempat jalan menuju keluar.
"Akhirnya aku bisa keluar melihat dunia luar kembali."
Sesudahnya Xun Zhi mendarat di rerunruhan jalan, Xun Zhi berjalan menyusuri lorong untuk kembali keluar reruntuhan istana bekas kepemimpinan Raja Zhan Li Long.
Xun Zhi perlahan berjalan dengan tubuh yang terasa lelah, ia terus melangkah dan melangkah sampai tak lama cahaya terang dari matahari yang menyorot ke arah lubang keluar reruntuhan.
Hembusan angin semeliwir pun menghebus Xun Zhi, raut wajah Xun Zhi seketika tersenyum gembira, lalu menarik nafasnya dalam-dalam bersamaan dengan merentangkan kedua tangannya.
"Ahh inilah udara yang sudah kurindukan."
Begitu ungkap Xun Zhi yang berbicara sendiri berdiri diluar lorong jalan masuk reruntuhan istana bekas Kerajaan Tian Long.
"Wah kenapa pemandangan diluar sini sangat berbeda saat aku masuk sebelumnya yah! Apalah aku begitu lamanya berada di dalam sana."
Gumam Xun Zhi yang terkejut melihat pemandangan yang ada di depannya yang sudah banyak pohon-pohon menjulang tinggi besar yang dioisahkan jaraknya beberapa meter oleh pasir kuning menuju ke area masuk reruntuhan.
Tiba-tiba suara perut keroncongan sangat keras keluar dari arah perut Xun Zhi.
"Wah sepertinya aku harus mengisi dulu tenaga tubuhku ini yang sudah mengeluarkan suara protes dasyat. Kalau begitu mari kita mulai berjalan menuju ke kerajaan terdekat dari sini."
Lalu Xun Zhi mengeluarkan jubah yang ia simpan di cincin ruang penyimpanannya dan memakainya. Setelah itu ia berjalan untuk tujuannya saat ini yaitu menuju ke kerajaan terdekat untuk mencari tempat makan mengisi ulang tenaganya serta berat badannya.
"Ohh iya bagaimana kabar dengan tombakku yang kutaruh di tukang pandai peralatan yah? Apakah tombakku sudah selesai disatukan dengan tombak legenda yang ku dapatkan dari ruang harta Ba Rong dari Kerajaan Daun Emas itu yah. apakaha paman Zou Hong yabg berada di perbatasan Kerajaan Kabut Hitam." Kata Xun Zhi yang bergumam sendiri akan tombaknya yang ditempa, bukan tanpa sebab ia memikirkan tombaknya itu.
__ADS_1
Karena saat ia tak memiliki senjata apapun dan tombak yang sebekumnya ia bawa pun telah tidak ada karena telah lebur oleh api darah sesaat ia sedang berkultivasi.
(BERSAMBUNG)