
Patriak Chang Lu langsung melompat saat melihat Xun Zhi terlempar dan langsung menuju ke arah Xun Zhi yang sedang terbaring mengerang kesakitan. Tangan kanan Xun Zhi pun patah karena serangan yang ia keluarkan.
Patriak Chang Lu langsung mengendongnya ke sisi arena, kemudian mengobati tangan Xun Zhi yang patah dengan menarik tangannya.
~TREK~
Suara tulang yang bergeser terdengar dari tangan Xun Zhi dan Xun Zhi pun teriak kesakitan tak lama Master Shen Long menghampiri.
"Hah, hah, jadi bagaimana keadaannya." Ucap Master Shen Long dengan nafas yanv terengah-engah.
"Tidak apa-apa dia hanya patah tulang biasa saja, kau terlalu berlebihan Shen Long. Aku bilang untuk memakai Jurus Pertahanan Mutlak biasa, kau malah memakai Jurus Pertahanan Mutlak Orochi." Begitu perkataan Patriak Chang Lu kepada Master Shen Long.
Tak lama Patriak Chang Lu mengeluarkan Jurus penyembuhannya dan akhirnya Xun Zhi tak merasakan sakit kembali.
"Kau terlalu gegabah memaki Jurus Api Phoenix Biru dan Lotus Hijau tahap awal Xun Zhi untung saja kau tidak mati."
"Maaf Patriak Chang Lu karena aku ingin mencoba jurus itu kepada orang."
"Dasar bodoh kau ini seenak udelmu saja."
"Maaf, maaf Patriak Chang Lu hehehe."
Lalu karena kesal akan jawaban Xun Zhi, Patriak Chang Lu menghajarnya dengan kipas yang ia pegang hingga Xun Zhi mengerang kesakitan. Sementara Master Shen Long yang melihat tingkah laku Patriak Chang Lu pun menjadi tertawa dan berkata.
"Xun Zhi akuu kagum kepadamu kau sudah begitu hebat baru beberapa minggu latihan saja kamu pasti bisa masuk ujian dalam nanti."
"Terima kasih Master atas pujiannya." Ucap Xun Zhi sambil menghormat.
"Baiklah Xun Zhi kamu besok pagi cepat kesini aku dan Shen Long akan memberitahumu sesuatu." Ucap Patriak Chang Lu.
"Baiklah kalau begitu Patriak Chang Lu dan Master Shen Long , kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Xun Zhi sambil menghormat.
"Baiklah kalai begitu silahkan."
__ADS_1
Xun Zhi melangkah pergi menjauhi mereka dan menuju keluar ke tempat Wei Chan berlatih. Sementara itu murid-murid yang menonton pun terdiam disana seperti terpaku kaki mereka. Melihat begitu Master Shen Long memarahi mereka.
"HEI KALIAN CEPAT KEMBALI LATIHAN JANGAN HANYA DIAM SAJA."
Murid-murid pun langsung berlarian ke halaman latihan, dan melanjutkan latihan mereka dan Patriak Chang Lu pun berpamitan kepada Master Shen Long untuk kembali pulang ke tempatnya.
Xun Zhi yang sedang berjalan menuju tempat Wei Chan ditanya oleh Long Hei'an yang berada di dalam tubuhnya.
"Xun Zhi kenapa kau tak melawannya dengang bersungguh -sungguh tadi malah kau sengaja mematahkan lengan kananmu."
"Mana mungkin bodoh aku mengeluarkan kekuatan ku semuanya apalagi kekuatanku kan sudah bergabung dengan kekuatanmu bisa-bisa aku dicurigai oleh mereka."
"Tapi setidaknya kau kan tak perlu ujian lagi nantinya jika kau langsuung mengalahkan si tua bangka berjenggot hitam itu."
"Hahaha aku masih butuh banyak belajar disini Long Hei'an untuk bersiap-siap memusnahkan si Hei An dari dunia dewa dan tak bisa ber renkarnasi kembali."
"Hahhh... yasudah terserah kau saja, lalu kau akan kemana sekarang?"
"Aku akan menemui Wei Chan untuk mengasihnya sesuatu yang spesial."
"Berisik kau, sepanjang hidupku selama ini aku belum pernah menikah, mangkanya ini kesempatanku untuk bisa membuat keturunanku."
"Hahaha dasar kau ini hahaha."
Xun Zhi terus melangkah sambil terus mengobrol denga Long Hei'an hingga tak terasa sudah sampai di depan tempat berlatihnya Wei Chan.
Terlihat disana ada Master Ming Er sedang melatih Wei Chan dan Xun Zhi langsung mendekati mereka.
"Hormat Master Ming Er." Begitu ucap Xun Zhi kepada Master Ming Er sambil memberi hormat.
"Ohh Xun Zhi, ada apa kamu kesini?" Ucap Master Ming Er yang melirik ke arah Xun Zhi.
"Iyah Xun Zhi ada apa ?" Ucap Wei Chan yang berhenti berlatih.
__ADS_1
"Kata siapa kau berhenti berlatih lanjutkan." Ucap Master Ming Er dengan nada yang agak keras.
"Ehhh tapi Master ak..." Jawab Wei Chan akam tetapi oleh Master Ming Er menyelanya.
"Tidak ada tapi-tapian."
"Baiklah Master." Ucap Wei Chan dengan wajah yang lesu.
"Jadi ada apa Xun Zhi kesini." Ucap Master Ming Er yang melirik kearah Xun Zhi.
"Achaaah aku harus gimana nih. Tadinya aku mau mengasihkan Bunga mawar merah beku kepada Wei Chan." Begitu pikirannya Xun Zhi dan ia pun mencari alasan untuk mengelak yah.
"Ahh aku hannya ingin mengasih ini kepada Master Ming Er." Jawab Xun Zhi pada Master Ming Er lalu mengeluarkan dan mengasihkan dua bola inti ular hitam tingkat 5.
"Hohoho terima kasih Xun Zhi kamu perhatian juga." Ucap Master Ming Er sambil menerima pemberian Xun Zhi.
"Baiklah Xun Zhi kamu boleh ngobrol dengan Wei Chan. Kalau begitu aku akan masuk dulu."
Tak lama setelah itu Master Ming Er pun masuk ke ruangnya meninggalkan Xun Zhi juga Wei Chan di tempat itu. Wei Chan pun berhenti dari latihannya. Wei Chan pun menjadi terdiam tanpa kata. Lalu Xun Zhi pun berkata.
"Wei Chan aku ingin memberi mu sesuatu."
"A, a, apa ya, yang ingin ka kau beri." Ucap Wei Chan dengan siara grogi dan wajah yang agak merah.
Xun Zhi pun memgeluarkan Bunga mawar merah bekunya dan memberinya kepada Wei Chan. Muka Wei Chan pun menjadi sangat merah namun agak bingung juga karena tidak tau bunga apa yang diberi Xun Zhi padanya.
"Xun Zhi in, ini bunga apa?"
"Ini adalah Bunga mawar merah beku, bunga ini bisa meningkatkan kultivasi san elemental airmu."
Wei Chan dengan senang hati menerima Bunga Mawar Merah Beku dari Xun Zhi.
"Terima kasih Xun Zhi aku sangat senang sekali." Dengan wajah tersenyum senangnya.
__ADS_1
"Yasudah hanya itu saja yang akan kuberikan, semangat yah latihannya." Ucap Xun Zhi sambil melangkah kembali menuju asramanya kembali.
(BERSAMBUNG)