
"Akhirnya aku sampai juga di depan gerbang Kerajaan Hou Long, lebih baik sekarag ayo kita mencari tempatmakan dan berburu makanan enak-enak."
Dengan gembira Xun Zhi berkata seperti itu yang baru saja sampai, kemudian ia berjalan tergesa-gesa menuju ke tempat makan yang tersekat disana.
Namun dua penjaga yang curiga akan penampilan Xun Zhi yang tertutup oleh jubah pun mencegat dirinya dengan memalangkan tombak yang mereka pegang ke Xun Zhi, agar Xun Zhi tak melewati gerbang Kerajaan Hou Long.
"Hei kau siapa dirimu? Kau nampak mencurigakan? Buka penutup kepala jubahmu!?" Begitu ucap salah satu penjaga gerbang yang menghadang Xun Zhi dengan suara yang mencekam.
"Ahh sial kenapa harus begini sih?" Batin Xun Zhi seperti itu.
Lalu Xun Zhi pun berkata, "Ahh maaf tuan-tuah apa maksudnya ini yah, aku hanya orang biasa yang sedang ingin mencari tempat makan."
"Kau tidak akan di izinkan masuk sebelum kau membuka tutup kepala jubahmu dan memperlihatkan wajahmu!" Jawab seorang penjaga gerbang kembali dengan tegas.
"Yah mau bagaimana lagi, terpaksa aku menunjukkan wujudku."
Xun Zhi kemudian membuka penutup kepala jubah miliknya dan saat meligat wajah Xun Zhi mereka berdua terkejut bukan karena kekuatannya, akan tetapi merwka terkejut karena wajah Xun Zhi yang nampak begith kecil bagaikan orang tua kelaparan.
"Ihhh... wujudmu sangat menjijikan bagaikan orang yang kurang makan dan penyakitan."
Mendengar ucapan para penjaga gerbang kerajaan Hou Long membuat Xun Zhi marah dalam keadaan lapar seperti sekarang ini.
"Sialan kalian berani menghinaku penyakitan, jaga ucapan mulut kalian itu jika kalian tak ingin mati di tanganku!" Bentak Xun Zhi kepada kedua penjaga yang menghadangnya sambil mengeluarkan tekanan aura Qi berwarna merah pekat membentuk kepala naga, sehingga kedua penjaga pun berlutut didepan Xun Zhi tanpa sebab dan mereka berdua pun menampakkan wajah yang sangat ketakutan.
"Tu-Tuan mo...hon maaf...kan kami, kami tidak... tahu bahwa anda seorang... kultivator!" Ucap salah seorang penjaga gerbang kembali dengan terbatah-batah karena merasa takut, panik serta grogi akibat merasakan tekanan yang kuat dari Xun Zhi.
Xun Zhi kemudian menarik nafas yang dalam dan mencoba menenangkan dirinya sambil menghilangkan tekanan aura Qi miliknya dari kedua penjaga.
"Baiklah aku maafkan kalian kali ini, namun jika kalian jangan sembarangan mengejek orang lagi tanpa kalian mengetahui asal usulnya dan juga kekuatan nya bukan dari pandangan fisik semata."
"Baiklah tuan kami... akan berhati-hati lain kali,"
"Yasusah kalaj begitu, apakah aku boleh masuk sekarang ke lerajaan Hou Long?"
"Yah silahkan tuan, silahkan!"
Dengan senyuman canggung dan sikap yang sopan kedua penjaga gerbang mempersilahkan Xun Zhi masuk kedalan pusat kota Kerajaan Hou Long.
Xun Zhi oun melangkat masuk tanpa rasa gundah dan mulai menjauh dari kedua penjaga gerbang.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka bahwa ada seseorang yang berwujud seperti itu mempunyai kekuatan yang sangat dasyat." Batin salah satu penjaga berkata begitu sambil melihat kepergian Xun Zhi.
Sampainya sudah melewati gerbang Kerajaan Hou Long, terlihat suasana ramai dari para pedagang yang membuka kedai di pinggir jalan sambil menjajalkan dagangan mereka, orang-orang berlalu lalang ada yang hanya melihat-lihat barang kedai ada juga ada yang membeli. Akan tetapi Xun Zhi hanya melewati keramaian itu tanpa terpokat oleh dagangan mereka.
Hingga akhirnya setelah beberapa saat Xun Zhi berjalan cukup jauh, suara keributan dari orang yang berkumpul pun terdengar. Xun Zhi yang melihat keramai itu sangat penasaran dan mendekati salah satu pria yang menonton keributan itu dan bertanya, "Ada apa ini tuan?"
Seorang pria yang ditanya oleh Xun Zhi cujup terkejut dan dengan refleks dia langsung melihat ke Xun Zhi.
"Ahh.. tuan kamu membuatku kaget saja. Jadi apa maksud tanyamu tadi tuan?" Jawab pria yang ditanya Xun Zhi berbalik nanya.
"Aku ingin bertanya kepada tuan, ada keributan apa ini?" Tanya Xun Zhi kembali.
"Ohh aoal ini. Sebenarnya akupun kurang tahu masalahnya. Namun kata yang melihat kejadian awalanya, wanita yang di sebelah sana itu dilecehkan salah satu dari pria dari kelompok empat orang itu yang sedang makan di restoran. Akan tetapi karena si wabuta itu tak terima akan tibgkah laku mereka, dia pun menghajar orangnya sampai terpental keluar restoran." Jawab lelaki itu yang menceritakan akan kejadian yang sebatas dirinya ketahui kepada Xun Zhi sambil menujuk ke arah perempuan yang sesang di kerumuni para penonton akubat keributannya.
Wanita itu tampak sangat cantik. Rambutnya berwarna hitam mengkilap diikat gaya ponytail. Bola matanya berwarna emas berkilau. Perawakan tubuhnya tinggi semampai bagaikan seorang idol.
Namun setelah melihat sosok wanita yang sedang terlibat masalah itu membuat Xun Zhi merasa tidak asing akan sosoknya.
Xun Zhi berpikir dengan keras akan sosok wanita itu, alhasil setelah beberapa saat tetap dirinya tak bisa berpikir lebih jauh lagi karena perutnya yang sudah lapar jadi berpikir menurut Xun Zhi adalah suatu yang sangat melelahkan.
Lalu Xun Zho berjalan menerobos kerumunan manusia yang menonton agar ia bisa melihat dan mendengar jelas percakapan wanita yang sedang ribut dengan kelompok yang beranggotakan empat orang yang mencoba melawannya.
"Hei sialan apa kau tidak malu ingin bertarung keroyokan dengan seorang wanita sepertiku!?" Ucap wanuta itu dengan tegas, tidak lain tidak bukan dirinya adalah Wei Chan.
"Hah sebenarnya aku tidak peduli sih mau berapa banyak orang yang membantumu, karena kaliam berempat hanyalah sampah masyarakat yang membuat motor dunia ini!"
Dengan keras dan lantang serta tatapan yang memandang mereka menjijikan Wei Chan berkata seperti itu.
Ketiga orang yang dihadapan Wei Chan terlihat sangat marah hingga terlohat urat nadi kepala mereka muncul membentuk.
"Brengsek kau ****** berani sekali menghina kami! Rasakanlah hukumanmu ini, Tebasan Golok Kematian!"
Salah seorang itu seketia menerjang Wei Chan bersamaan dengan dirinya melayangkan golok yang ia pegang yang sudah dilapisi oleh aliran Qi berwarna biru terang.
Akan tetapi musuh yang melayangkan jurus miliknya yang mengarah ke Wei Chan, dimatanya Wei Chan hanya terlihat pelan san dapat menghindarinya dengan sangat mudah.
Raut wajah marah serta kecewa pun terlihat dari musuh Wei Chan yang akhirnya tebasan goloknya hanya bisa menebas angin kosong. Kemudian ia mencoba kembali bersamaan dengan salah satu pria muda yang masih termasuk kelompoknya yang memegang sebuah pedang.
Pedang dan golok yang terus-menerus di tebaskan kearah Wei Chan pun terus Wei Chan hindari dan tangkis. Setelah kedua orang oria yang memegang golok dan juga pedang itu cukup kelelahan, Wei Chan pun mulai menyerang balik mereka berdua dengan pukulan keras kepalan tangannya yang sudah dialiri oleh enegri Qi yang mendarat tepat ke wajah mereka.
__ADS_1
Kedua pria yang menjadi musuh Wei Chan terpental cukup jauh.
"Kakak ke dua, kaka ke tiga!" Ucap seorang seorang pria yang berkomplot dengan tiga orang yang terkapar ditanah.
"Arara... mereka kalah. Memalukan kaum lelaki saja sampah seperti itu." Ucap Xun Zhi yang menonton.
"Sialan kau wanita Jal*ng! Ternyata kau seorang kultivator yah!" Ucapan nyaring si kakak ke dua memandang tajam ke arah Wei Chan.
"Sialan kau dasar cewe monster barbar!" Ketus si kakak ke tiga.
Mendengar perkataan kedua musuhnya membuat Wei Chan jengkel dan Wei Chan mengumpukan seluruh aura yang ada di seluruh tubuhnya ke telapak tangannya berniat membunuh kedua orang yang menyerang nya tadi.
"Sial aku harus menghentikannya, jika tidak akan semakin runyam disini!" Batin Xun Zhi berkata begitu dan kemudian ia dengan cepat melangkah lalu meraih menahan tangan Wei Chan.
"Nona tenanglah dulu, mereka kan hanya seorang pria biasa." Bisik Xun Zhi ke telinga nona yang tidak ia kenal namun yang sebenarnya itu dia adalah Wei Chan.
Wei Chan sontak terkejut akan hal itu melihat ke arah pria yang memegang tangannya yang tidak mengetahui bahwa pria itu adalah Xun Zhi.
"Ehh jadi kau komplotannya juga yah!?"
Dengan suara yang mencekam Wei Chan berkata begitu. Xun Zhi tersenyum dan berkata kembali, "Maaf mengecewakan kamu nona. Akan tetapi aku bukan salah satu komplotan dari mereka, namun saat ini pasukan penjaga sedang menuju kesini, jadi lebih baik nona sudahi saja pertarungan yang berat sebelah ini."
Setelah berkata begitu Xun Zhi melepaskan tangan Wei Chan dan berlari keladam restoran dengan ilmu langkah cahayanya.
Saat Wei Chan akan membalas perkataannya, Wei Chan cukup terkejut bahwa pria yang berbisik padanya telah menghilang dari sampingnya.
Tak lama para pasukan penjaga merajaan Hou Long pun berdatangan.
"Ada apa ini kenapa ribut-ribut!" Tegas salah satu prajurit penjaga berkata begitu.
Kemudian ia terkejut setelah melihat Wei Chan yang memakai seragam serta lencana naga di dada sebelah kirinya menandakan dia adalah Murid Inti Sekte Tanah Mengapung.
"Ahh maaf ketidaksopananku Nona. Kalau boleh tau sebenarnya apa yang terjadi."
Dengan sopan prajurit penjaga seperti itu.
"Penjaga tolong tangkap mereka berempat, mereka berempat ini berani menggangu dan melecehkanku saat aku sedang makan!" Tegas Wei Chan seperti itu.
"Ahh kalau begitu baik nona!" Jawabnya dengan tegas pula.
__ADS_1
Setelah itu Wei Chan melangkah kembali ke dalam restoran fan keributan itu diurus oleh para prajurit penjaga.
(BERSAMBUNG)