KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
episode 49


__ADS_3

Setelah Xun Zhi dan Wei Chan sudah jauh meninggalkan grombolan yang menyerangnya. Lalu secara tiba-tiba Xun Zhi berbicara kepada Wei Chan.


"Oh iya Wei Chan kau hebat sekali mempunyai ilmu seperti tadi!"


"Ahhh maksudmu yang tadi. Itu namanya adalah Ilmu Tongkat Akar Runcing, karena Qi Elemen tumbuhanku sudah meningkat pesat selama 5 tahun, jadi aku di ajarkan ilmu itu oleh Master Ming Er."


"Wah hebat sekali, akan tetapi kamu sudah bisa mengendalikan dengan sempurna tidak?"


"Kalau itu tentu saja aku sudah menguasainya dengan sempurna dan juga masih banyak yang bisa kulakukan. Coba lihat ini yah."


Wei Chan pun berhenti dari larinya dan mengambil satu helai daun yang berada di dekat kakinya. Xun Zhi pun sama ikut berhenti dan berkata.


"Apa yang akan kau lakukan dengan daun itu Wei Chan?"


Xun Zhi memasang raut wajah bingung, akan apa yang Wei Chan lakukan.


"Sudah lihat saja ini."


Wei Chan menaruh daun itu di telapak tangannya. Dan setelah itu dia mngeluarkan aura hijaunya, lalu tiba- tiba daun yang ada di tepak tanngannya perlahan bergulung dengan sendirinya. Semakin lama semakin menggulung dan terbentuklah menjadi sebuah jarum kecil berukuran 1 milimeter.


"Nah bagaimana hebat kan!"


"Wah itu hebat sekali Wei Chan."


"Memang dong tapi, ilmu ini memakan cukup banyak Qi milikku. Yah walaupun daya serangnya sangan besar sih."


Lalu Wei Chan pun melempar jarum daun miliknya itu ke pohon pinus yang berbaris lurus di belakangnya. Kemudian Jarum Daun yang Wei Chan lempar dengan pelan pun sampai membuat lubang menembus 3 pohon sekaligus.


Untuk beberapa saat Xun Zhi tak bisa berkata apa-apa karena terkejut akan hal yang terjadi di depan matanya. Tak lama Xun Zhi pun sadar kembali dan berkata.


"Apakah nama ilmu itu Wei Chan. Aku baru tau joka ada jurua seperti itu!?"


"Kalau itu aku belum menentukan nama Jurusnya, karena ini adalah ilmu yang di ciptakan olehku sendiri. Jadi untuk sekarang aku namai saja Jarum Daun Mematikan."


"Ehh ciptaan jurus sendiri, yang benar?!"


Begitu ucqp Xun Zhi sekaligus terkejut akan ucapan apa yang baru ia dengar dari Wei Chan.


"Yah Hmm benar."


Begitu ucap Wei Chan sambil menganggukkan kepalanya.


"Haaaa...,Yasudah namanya itu saja, itu sangat cocok dengan jurusnya."


Xun Zhi masih tidak percaya akan hal itu.


"Xun Zhi hati-hati ada orang yang datang dengan cepat. Kultivasin Qi nya hampir sama seperti Wei Chan."


"Yahh akupun tau Long Hei'an."


Suara langkah kaki dengan cepat melewati Xun Zhi dan Wei Chan , lalu tiba-tiba ia berhenti.

__ADS_1


Seorang wanita cantik dan imut,ber dada besar, berambut hitam panjang di kuncir dua dengan pita bewarna merah, memakai baju bewarna merah, serta pedang yang ia sarungkan di punggungnya datang mendekati Xun Zhi dan Wei Chan.


"Hay Wei Chan kenapa kamu masih ada disini."


Begitu ucap Wanita yang mendekati mereka berdua.


"Geh..., kenapa wanita ini ada disini sih!."


Wei Chan berkata dengan suara yang kecil tidak dan raut wajahnya seketika berubah menjadi tidak senang setelah kedatangan wanita itu.


"Jadi kenapa kau ada disini Jun LinMei."


Wei Chan memegang kepalanya dan menundukkan kepalanya.


"Ahh itu karena sainganku tidak di depanku, jadi aku sengaja melambatkan langkah kakiku."


Dengan nada suaranya yang mengejek ke arah Wei Chan. Lalu ia melirik ke arah Xun Zhi. Dan kemudian ia mendekatinya.


"Oh ya, oh ya siapakah gerangan cowok tampan ini?"


Setelah berkata begitu Jun LinMei berniat merangkul tangan Xun Zhi. Namun Xun Zhi dengan sigap langsung menghindarinya dan berkata.


"Wei Chan siapakah dia ini? Tiba-tiba ingin merangkulku."


"Ahh dia ini adalan Jun LinMei. Dan juga dia sama-sama satu master denganku Xun Zhi."


"Ehh... jadi kau yah yang bernama Xun Zhi, laki-laki tampan yang menjadi perbincangan dan idaman kalangan wanita di sekolah."


"Ehhh yang benar, Aku jadi perbincangan wanita di sekolah."


Kemudian Jun LinMei ia berjalan mendekati Xun Zhi secara per lahan-lahan dan setelah dekat ia langsung merangkul tangan Xun Zhi dan berkata.


"Akhirnya tertangkap juga hehehe..."


"Wahhh..."


Xun Zhi berteriak kaget dan juga grogi karena tangannya yang menempel di dada Jun LinMei.


"A-a-a-apa y-yang kamu lakukan ini!?"


"Masa kamu tidak tau sih, sekarang ini aku menginginkann-mu."


Begitu ucap Jun LinMei yang berbisik kepada Xun Zhi dengan suara yang mendesah.


Wei Chan yang Melihat kelakuan Jun LinMei pun menjadi marah dan ia pun menarik tangan Xun Zhi.


"Sudah cukup kamu sudah keterlaluan, XunZhi ini sudah menjadi milikku."


"E-eehhh..."


"Tidak dia akan menjadi milikku nenek lampir."

__ADS_1


"Apa kau bilang cewek ganjen."


"Dasar wanita Gorilla."


"Cewek ular."


Keduanya terus bertengkar dan saling melontarkan hinaan sambil terus menarik-narik tangan Xun Zhi.


"Su-sudahlah... kalian jangan bertengkar...! Kepalaku jadi pusing ini..."


Namun keduanya menghiraukan peekataan Xun Zhi dan meneruskan pertengkaran mereka.


"Xun Zhi cepat menghindar ada bola api yang cukup besar mengarah kepadamu."


Long Hei'an memberi tahu Xun Zhi. Dan Xun Zhi pun langsung merangkul mereka berdua. "Ahh." Keduanya menjerit setelah di rangkul Xun Zhi. Setelah itu Xun Zhi menghindari serangan bola api yang menggarah kepadanya.


"Siapa disana!?"


Xun Zhi berkata ke sebuah batu besar yang berada agak jauh dan agak gelap di depannya.


"Heee... jadi kau bisa melihatku yah..."


Begitu ucapnya dengan suara yang berat. Tak lama setelah itu, nampaklah seorang orang tua yang memakai jubah dengan kekuatan Qi yang melimpah.


"Siapa kau, aku tak kenal kau sama sekali!?"


"Hehehe... kau tak perlu tau siapa aku..., yang pasti untuk sekarang siapkanlah lubang yang dalam. Karena... kau akan mati disini sekarang... hahaha...."


Suara yang berat dengan aura yang mencekam membuat Wei Chan serta Jun LinMei ketakutan mendengar serta melihat orang tua itu. Xun Zhi pun bingung akan kejadian itu dan berkata.


"Wei Chan, Jun LinMei, sekarang kalian cepat menjauh dari sini. Aku akan melawannya."


Dengan suara yang pelan Xun Zhi memberi tau keduanya yang berada di sampingnya.


"Tapi Xun Zhi kau nan-"


Sebelum Wei Chan membereskan ucapannya. Tiba-tiba orang tua iti telah ada di hadapan Xun Zhi sambil menebaskan sebuah pedang kearahnya.


Namun Xun Zhi dengan cepat menghunus pedang pendeknya yang ia taruh di belakang pinggangnya. Bentrokan pedang mereka berdua pun mwmghasilkan suara yang begitu nyaring dan juga percikan.


Setelah serangan orang tua itu ditahan, Ia pun kembali mundur ke tempatnya tadi berdiri.


"Wei Chan, Jun LinMei cepat kalian pergi dari sini mungpung masih ada kesempatan!"


"Ta, tapi-"


"Sudahlah Wei Chan tak ada tapi-tapi. Aku tidak mungkin kalah darinya."


"Baiklah kalau begitu Xun Zhi. Jun LinMei ayo."


Wei Chan dan Jun LinMei pun pergi menjauhi Xun Zhi dan orang tua itu.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2