KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
episode 32


__ADS_3

Xun Zhi yang sembunyi di gua itupun tertidur pulas karena tenaganya yang terkuras habis, hingga tak terasa malam telah tiba. Xun Zhi yang tertidur akhirnya bangun kembali.


Keadaan gua yang gelap membuat Xun Zhi tak bisa melihat disekitarnya. Kemudian ia menjentikkan jarinya, dan keluarlah api di telapak tangan kirinya. Xun Zhi melirik kiri dan kanan daerah itu akan tetapi tidak ada yang aneh.


Akan tetapi tiba-tiba terdengar suara tetesan air yang jauh dari dalam gua. Xun Zhi membalikkan badannya ke arah belakangnya dan terlihatlah ada sebuah lorong yang panjang di gua itu.


Xun Zhi akhirnya menyusuri gua itu, semakin dalam dia menyusuri gua itu semakin keras juga suara tetesan airnya yang terdengar.


Sesampainya disana Xun Zhi melihat cahaya yang ada di luar lorong itu. Disana terlihat ada sebuah danau yang besar bewarna biru terang yang disinari cahaya bulan purnama yang indah malam itu.


"Ohh ternyata tetesan air itu dari batu yang diatas kah."


Ucapnya yang melihat lubang yang berada di atas danau. Dan disampingnya terlihat beberapa batu lancip meneteskan air ke danau itu.


"Xun Zhi aku merasakan tekanan aura spiritual yang besar didanau itu."


"Ahhh sama akupun merasakannya Long Hei'an."


Xun Zhi melangkah perlahan mendekati danau itu sambil terus melihat sekitarnya takut ada yang menyerangnya kembali. Setelah sampai di pinggir danau itu dia melihat ada sebuah lorong kembali di sebelah kanan nya.


"Xun Zhi lebih baik kau masuk ke dalam air dan berkultivasi."


"Ahh benar Long Hei'an semakin ku dekati danau ini semakin besar juga tekanan aura spiritualnya, Aku ingin tau sebenarnya di dasar danau ini ada apa?"


Xun Zhi langsung melompat menyelami danau itu. Yang dilihat oleh Xun Zhi hanya batu karang rumput-rumput yang hidup di dalam air, karena nafas Xun Zhi Yang mulai habis, lalu dia naik kembali ke permukaan air untuk bernafas.


"Hah, hah, hah coba ku jelajahi lebih tengah dan dalam siapa tau ada sesuatu."


Xun Zhi menyelami kembali danau itu. Sampai pada akhirnya terlihat ada sebuah istana yang tenggelam di tengah danau. Bangunan itu dilindungi oleh sebuah jurus pelindung.


Xun Zhi memasuki istana itu denga cara menerobos pelindung itu, sesampai di dalamnya Xun Zhi merasa heran, karena didalamnya tidak ada air yang sama sekali masuk ke istana itu dan dia pun bisa bernafas seperti biasa.


"Wahh aula yang sangat besar sekali istana ini."


Ucapnya sambil terus menyusuri dalam istana tua. Tak lama dihadapanya ada sebuah pintu besar berwarna merah bercampur dan debu reruntuhan dengan sebuah lambang ukiran yang berbentuk dua buah harimau.


Lalu Xun Zhi mendorong pintu itu tapi tidak tergeser sama sekali. Lalu dia mengeluarkan jurus api biru di kepalan tangannya dan memukul pintu itu dengan sekuat tenaga.


Akan tetapi tetap saja tidak terbuka pintu itu sangat kokoh hingga tak terlihat retakannya sama sekali. Lalu Long Hei'an berkata.


"Hahaha bukan begitu caranya bodoh, kau tempelkan tanganmu di pintu itu kemudian alirkan Qi mu maka pintu itu akan terbuka."


"Ohh begitu, tapi jangan panggil aku bodoh naga sialan."

__ADS_1


"Apaaaa kau bilang, dasar kau dewa turun pangkat."


"Apaaa kau bilang kadal burik ingin ku kupaskah sisikmu mu itu."


"Sialan kau XunZhi berani memanggilku kadal awas kau akan ku panggang dengan api hitamku."


"Ya, ya, ya terserah kau saja kau sekarang ada di dalam tubuhku jika kau membakarku dan mati kau pun akan mati."


Xun Zhi menempelkan tangannya ke pintu itu dan mengalirkan Qi miliknya. Lalu pintunya pun bersinar biru terang dari Qi api biru yang di keluarkan oleh Xun Zhi.


~Grekkkk ...~


Suara pintu terbuka dengan keras bersamaan dengan pasir kecil yang ada di sela-sela pintu itu dan langit-langit istana. Setelah terbuka lebar Xun Zhi melangkah masuk ke dalam.


Saat Xun Zhi melihat di dalamnya, dia sangat, sangat terkejut dan terpaku ada sebuah tanaman Bunga Phoenix berwarna Biru pekat. Akan tetapi di dekat bunga phoenix biru itu ada se'ekor harimau yang besar sedang tertidur menjaga bunga phoenix biru itu.


Jantung Xun Zhi yang tadinya tenang pun menjadi berdetak cepat dan keras, keringatnya mulai keluar dan matanya pun tak bisa berpaling dari Harimau Putih itu karena takut Harimau Putih itu menyerangnya.


"Bagaimana ini Long Hei'an walaupun kita mendapatkan keberuntungan besar, akan tetapi ada hewan beast tingkat legendaris mystic menjaga tanaman Bunga Phoenix Biru tingkat abadi itu?" Ucapnya dengan nada pelan.


"Hahh akupun tak tau karena kalau aku mengeluarkan seluruh kekuatanku pun tidak mungkin bisa mengalahkannya."


"Namuk kau juga kan sama hewan legendaris mystic kenapa kau tak bisa menglahkannya?"


"Kita tidak perlu mengalahkannya, kita hanya mengelabuinya saja lalu ambil bunganya dan setelah itu kita langsung kabur sejauh-jauhnya."


"Tapi apakah kau bisa?"


"Tenang saja aku ada rencana."


Xun Zhi mulai menyusun rencananya. Setelah itu mengambil kerikil kecil yang ada di tanah lalu melemparnya. kerikil kecil itupun mengenai kepala Harimau Putih yang tidur itu menjadi bangun.


Perlahan Harimau Putih itu membuka matanya perlahan lalu berdiri melihat ke arah Xun Zhi dan harimau itupun berkata kepada Xun Zhi.


"Hai bocah kecil beraninya kau membangunkanku lau mau cari mati yah."


Setelah berkata begitu si Harimau Putih langsung berlari ke arah Xun Zhi. Lalu Xun Zhi berlari dengan menggunakan jurus langkah cahayanya.


Namun Harimau Putih bisa menebak langkah Xun Zhi dan berlari kembali ke arah Xun Zhi yang agak jauh di belakangnya lalu mulai menyerangnya dengan cakaran api.


Akan tetapi serangan itu dapat di kelabui oleh Xun Zhi dan menyerang harimau itu dengan tendangan api hitamnya ke arah kepala harimau itu. Namun sesaat akan terkena tendangan Xun Zhi, tiba-tiba Harimau Putih itu mengaum sangat keras sehingga Xun Zhi pun terpental jauh sampai ke dinding yang jaraknya 100 meter dari Harimau Putih itu.


~ackk...~

__ADS_1


Suara yang di keluarkan Xun Zhi yang membentur tembok bersamaan dengan keluar darah dari mulutnya. Namun dengan segera Xun Zhi bangkit kembali lalu mengeluarkan tombak yang ada di cincin ruang penyimpanannya.


"Hahaha jangan harap kau bocah bisa mengalahkanku." Harimau itu dengan sombongnya berkata kepada Xun Zhi.


"Hehehe aku tau itu akan tetapi dalam pertarungan ini pasti aku yang akan menang." Ucap Xun Zhi dengan nada merehmekannya.


Mendengar perkataan begitu si Harimau Putih pun marah dan berkata.


"Sombong sekali kau berkata begitu, dilihat dari manapun kau itu hanya bocah lemah tidak akan bisa mengalahkanku yang telah hidup berpuluh-puluh abad."


~RAAAWWWW~


Harimau Putih itu mengaum kembali lebih keras dari sebelumnya hingga Xun Zhi pun terdorong kembali ke tembok yang ada di belakangnya.


Namun Xun Zhi tak mau menyerah dia meminta kepada Long Hei'an untuk mengalirkan Qi nya ke tubuh Xun Zhi dan badannya pun di selimuti kembali dengan api hitam.


Harimau Putih itu kaget melihat Xun Zhi yang mengeluarkan api hitam dan berkata.


"Pantas saja kau berani melawanku ternyata kau punya kekuatan si naga sialan Long Hei'an kah."


"Hahaha kukira tadi yang sedang tidur cantik siapa ternyata kau kah Shiro Tora, lama tak bertemu kukira kau sudah mati kucing kecil." Ucap Long Hei'an kepada Harimau Putih melewati telepati.


"Hahaha sama kukira kau juga sudah mati, sekarang kau merasuk tubuh bocah ini kah!"


"Jangan banyak omong serahkan saja Bunga Phoenix Biru itu sebelum kau mati ditangan anak ini."


Saat Long Hei'an berkata begitu Xun Zhi langsung berlari dengan langkah cahayanya menuju Bunga Phoenix Biru itu. Dan saat akan memetik bunga itu, tiba-tiba Shiro Tora sudah di belakang Xun Zhi dan sudah melayangkan Cakarannya sampai mengenai tangannya Xun Zhi.


Bunga Phoenix Biru yang hampir didapatkan oleh Xun Zhi pun malah menjadi sebuah luka ditangannya, dia pun melompat menjauhi bunga phoenix biru. Akan tetapi Xun Zhi tetap di kejar terus menerus.


Karena darah yang bercucuran di tangannya membuat tubuhnya semakin lemah. Akhirnya Xun Zhi terpaksa mengeluarkan aura dewanya lalu membalikkan tubuhnya dan langsung menebas Shiro Tora dengan tombaknya hingga membelah tanah.


Namun karena insting Shiro Tora yang kuat dia berhasil menghindari serangan itu, namun sayang sebelah kaki depannya terkena serangan itu hingga membuatnya menjadi agak pincang.


Xun Zhi tak menyia-nyiakan kesempatan itu dia langsung berlari cepat dengan ilmu yang dulu sangat dia kuasai yaitu jurus langkah kilatan cahaya. Dan dalam sekejap dia langsung di depan bunga phoenix biru itu lalu merabutnya dan memakai jurus langkah kilatan cahaya itu keluar dari bangunan itu meninggalkan Shiro Tora yang terdiam di ruangan itu.


Sementara Xun Zhi yang saat menjauhinya Shiro Tora meraung dengan sangat kerasnya sehingga bangunan istana bergoyang seperti akan runtuh dan berkata.


"Awas kau bocah sialah, awas kau Long Hei'an aku pasti akan membalas perbuatan kalian ini hingga neraka pun."


Saat Shiro Tora berkata begitu Xun Zhi sudah sampai di permukaan. Dia dengan tergesa-gesa memasukkan tombak dan bunga phoenix biru ke cincin ruang penyimpanannya. kemudian Ia terus berlari. hingga akhirnya ia sampai di halaman asramanya lalu terkapar dihalaman asrama.


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2