
Ba Rong agak terkejutelihat Xun Zhi yang menyedot tubuh Pi Pian si Api Gila hingga melebur kemudian berkata.
"Si. Sial bagaimana bisa kau mengalahkan anak buah yang menjadi tangan kananku?!"
Begitu ucap Ba Rong sambil melihat dengan tatapan agak ketakutan kepada Xun Zhi.
"Kenapa katamu, apa kau tidak sadar. Karena kekuatan dia itu Ju Jian apa namanya terlalu lemah untuk melawanku."
"Bukan Ju Jian Xun Zhi, nqmun Pi Pian si Api Gila."
Ucap Shuin yang meralat perkataan Xun Zhi. Xun Zhi pun tersenyum kepada Shuin.
"Yah itu namanya Pi Pian."
Wajah agal kesal nampak di Raja Ba Rong karena ucapan Xun Zhi yang sangat santai dan meremehkannya.
"Sialan rasakan lah ini bocah-bocah sialan Ilmu Hujan Daun Jarum Emas!"
Dengan secara tiba-tiba Ba Rong menyerang Xun Zhi dan Shuin yang agak jauh di hadaannya. Shuin yang melihat itu dengan sangat cepat berlari ke depan Xun Zhi dan langsung menghusus pedangnya.
"Ilmu pedang Angin, Tebasan Angin Kemurkaan."
Teriakan Shuin bersamaan dengan Tebasan pedang yang di selimuti oleh cahaya berwarna biru transparan ke arah Ilmu Daun Jarum Emas yang di keluarkan oleh Ba Rong. Dan Jarum Emas milik Ba Rong pun terhempas berbalik ke arahnya sendiri akibat angin yang berhembus sangat kencang berwarna biru yang di keluarkan oleh Shuin.
"Sialan kau wanita ****** kau berani mematahkan ilmuku."
Ba Rong pun mengambil sesuatu di dalam lengan jubahnya, dan saat di keluarkan itu adalah pil berwarna hitam pekat yaitu pil penambah kekuatan tingkat 8 yang bisa menambahkan kekuatan dengan sekejap.
"Sial dia akan memakan pil penambah kekuatan tingkat 8!"
Shuin berseru begitu, Shuin langsung membuat segel di tangan kanannya dan muncullah sepuluh pedang berwarna perak cerah diatas kepalanya. Pedang yang melayang di atas Shuin pun di arahkan ke arah Ba Rong untuk menghentikannya memakan pil penambah kekuatan tingkat 8.
Melihat ada serangan dari Shuin, Ba Rong berwajah kesal dan ia pun membuat sebuah pedang dari ilmu daun emasnya dan jadilah pedang sepanjang satu meter kemudian ia menggenggap pedang itu dan menangkis satu per satu ilmu pedang Shuin yang di arahkankan kepadanya.
"hahaha kau pikir ilmu rendaan seperti ini bisa menahan pergerakkan ku."
Dengan senyuman yang sombong ia berkata begitu kepada Shuin. Kemudian ia pun memakan pil nya sambil terus melihat ke arah Shuin.
Tak lama kekuatam Ba Rong pun mengalami peningkatan secara paksa hingga kekuatannya pun sekarang menjadi kultivasi Qi Setengah Dewa Tahap awal yabg tadinya berada di Kulitasi Qi Pensucian Jiwa Tahap Awal.
Aura berwarna emas pun mengelilingi tubuhnya, senyuman sombong dan gaya angkuhnya pun mulai nampak dari Ba Rong.
"Hahahah sekarang kalian tidak akan bisa mengalahkanku walaupun ada banyaknya diri kalian."
Mendengar perkataan Ba Rong membuat Xun Zhi tersenyum kecil setelah itu Xun Zhi pun tertawa.
"Hehehe tidak akan bisa mengalahkanmu. Kau pikir kau itu siapa kau hanya raja yang berakal pendek."
Xun Zhi pun memaksa kembali Aura Qi Dewa miliknya keluar dan wujud Xun Zhi pun kembali berubah menjadi cahaya putih terang, dan matanya pun berubah menjadi berwarna biru bagaikan petir.
Xun Zhi pun langsung berlari dengan sangat cepat ke arah belakang badan Ba Rong kemudian Xun Zhi menghajarnya dengan sekuat tenaga dengan tinju tangan kanannya.
__ADS_1
Ba Rong pun setelah menyadari Xun Zhi yabg ingin menyeran dari belakang langsung menahan serangan Xun Zhi dengan kedua tangannya yang menyilang. Namun Xun Zhi tah menghentikan pukulannya dan Ba Rong terkena pukulan dari Xun Zhi yang sangat berat hingga Ba Rong terpental berdiri dengan kakinya yang menggesek tanah sekitar lima belas meter.
"Sialan ternyata kau sudah berada di kulitivasi Qi Setengah Dewa Tahap awal ternyata!"
Dengan wajah nampak kesal Ba Rong melihat Xun Zhi, kemudian Ba Rong yang tak mau kalah berlari untuk menyerang Xun Zhi dengan kepalan tangannya yang di lapisi oleh daun-daun emas dan menjadi sebuah tinju yang besar sebesar tang Hulk.
"Rasakan ini bocah sialan Pukulan Tangan Daun Emas."
Namun Xun Zhi tak ingin kalah ia pun mengepalkan tanganya juga dan diadukan tinjunya itu ke arah tinjunya Ba Rong hingga Xun Zhi dan Ba Rong pun beradu tinju.
Akan tetapu karena Pukulan Ba Rong lebih berat dari pukulan Xun Zhi. Xun Zhi pun kalah dan terpental beberapa puluh meter dari tempat ia berdiri. Shuin yang melihat Xun Zhi terpental serta Ba Rong yang nampaknya agak kesakitan akibat serangan Xun Zhi berlari ke arahnya dengan sangat cepat sambil memegang pedangnya yang bersiap-siap akan di tebaskan.
"Rasakan ini Ba Rong sialan Tebasan Bulan Sabit!"
Begitu teriakan Shuin denagan penuh amarah serta cahayang terang berwarna perak dari pedangnya mengarah kearah leher Ba Rong berniat menebas lehernya.
Namun Sebelum mengenai lehernya Ba Rong. Ba Rong dengan cepat memukul Shuin dengan Ilmu Pukulan Tangan Daun Emas miliknya tepat ke arah ulu hati Shuin hingga Shuin menjerit kesakitan terpental jauh.
Xun Zhi yang melihat Shuin terpental berlari kebelakang badannya dan menangkap dengan kedua tangan serta badannya menahan terlempatnya tubuh Shuin.
Kemudian Xun Zhi yang berhasil menangkan Shuin pun menaruh pelan ia ke lantai.
"Uhuk... uhuk..."
Batuk Shuin yang bersamaan denga mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Nona Shuin kamu tidak apa-apa?"
"Yah aku tidak apa-apa Xun Zhi. Yang lebih penting kita fokus untuk mengalahkan dan membunuh si Ba Rong sialan itu!"
Dengan wajah yang sangat kesal namun nada suara yang lemah oa berkata begitu kepada Xun Zhi. Kemidian Shuin perlahan bangkit kembali sambil memegang perutnya yang kesakitan.
"Baiklah bagaiamana kalau kita serang berbarengan."
"Baiklah Xun Zhi karena aku yang punya urusan pribadi kepadanya, jadi harus aku yang membunuhnya yah..."
"Oke. Namun sebelum kau bunuh aku inhin menanyakan sesuatu dulu kepadanya oke?"
"Oke."
Lalu Shuin serta Xun Zhi pun berlari berbarengan untuk menyerang Ba Rong. Sementara itu Ba Rong telah bersiap-siap dengan kuda-kuda bertahannya untuk bertahan dari serangan Xun Zhi dan Shuin.
Xun Zhi yang pertama datang ke hadapan Ba Rong langsung melancarkan pukulannya ke arah muka Ba Rong. Namun Ba Rong dengan sigap menangkis pukulan Xun Zhi dengan tangan kirinya.
Tak lama dari serangan yang di lancarkan Xun Zhi, Shuin melompat di atas Xun Zhi mencoba menusuk kepala Ba Rong. Tapi Ba Rong menark tangan kanan Xun Zhi sambil memundurkan tubuhnya sehingga tusukan Shuin mengarah ke arah Xun Zhi.
Shuin pun yang melihat tusukannya malah mengarah ke arah kepala Xun Zhi pun memutar tubuhnya membatalkan tusukannya itu.
Kemudian Ba Rong melancarkan tendangan memutar tepat ke arah perut Shuin. Akan tetapi tangan kiri Xun Zhi bergerak dengan cepat sehingga tendangan Ba Rong yang di arahkan ke Shuin pun tertahan oleh Xun Zhi.
Lalu setelah itu Xun Zhi dan Shuin pun berbarengan menendang Ba Rong dengan sangat kencang hingga ia Ba Rong yang tak bisa menahan tendangan Xun Zhi serta Shuin pun terlempar jauh hingga sampai ke ujung ruangan dan membentur tembok sampai-sampai membuat temboknya pun retak.
__ADS_1
"Sial berani sekali kalian melukaiku! Sekarang aku tidak akan segan-segan lagi, akan ku musnahkan kalian berdua...!!!"
Ba Robg tampak murka oleh Xun Zhi dan Shui. Ba Rong pun mengangkat kedua tanganya dan daun berwarna emas pun mulai berkumpul di atas kepalanya dan berubah menjadi bola yang sangat besar hingga menghancurkan ata istananya.
" Rasakan ini Bola Daun Emas Raksasa."
Ba Rong melempar bola daun emas miliknya ke arah Shuin. Shuin pun mulai panik akan ilmu yang di keluarkan Ba Rong yang tak bisa ia hindari.
Akan tetapi bukan Xun Zhi namanya jika ia tak bisa mematahkan ilmu seperti itu. Xun Zhi pun menyuruh Shuin untuk melangkah ke belakangnya. Dan Shuin menurutinya, kemudiab Xun Zhi mengeluarkan Ilmu Hujan Tembahkan Tombak Api Hitam dan menyerbu bola emas milik Ba Rong hingga bola itupun menghilang terkikis habis oleh Tombak Api Hitam milik Xun Zhi.
Ba Rong yang melihat situasi tidak memungkinkan ia menang pun terbang kabur melewati celah atap istana nya yang bolong.
Sementara Shuin yang melihatnya kabur tak membiarkan itu terjadi.
"Sialan Ba Rong kau pikir kau bisa kabur dariku. Terimalah ini Tusukan Cahaya Bulan Perak."
Pedang yang ia arahkan ke arah Ba Rong pun mengeluarkan cahaya perak yang sangat besar seperti laser dan menembak tepat ke arah jantung Ba Rong hingga membuatnya terjatuh.
Shuin langsung berlari dengan cepat ke arah Ba Rong dan menginjak tubuh Ba Rong yang sekarat sambil mengacungkan pedangnya ke leher Ba Rong."Ba Rong sekarang sudah waktunya aku mencabut nyawamu dan menebus dosa-dosa mu di neraka."
Shuin pun tanpa berkata kembali langsung menebas leher Ba Rong hingga putus dari tubuhnya. Tak lama kemudian wajah lega pun nampak dari wajah Shuin sambil menatap bulan yang bulat cerah tanpa adanya awan yang menghalangi cahayanya di lewat tengah malam itu.
"Adik-adikku aku sudah membalaskan dendam kalian serta guru terima kasih telah mengajariku selama ini hingga akhirnya aku berhasil membalaskan dendam ku kepada si sialan ini."
Begitu kata hati Shuin yang masih terus menatap bulan, hingga tak terasa air matanya pun tumpah secara tiba-tiba. Disisi lain Xun Zhi berjalan perlahan menyusul Shuin yang merasa cemas akan keadaan Shuin. Saat Xun Zhi melihat Shuin dari kejauhan ia nampak lega karena ia sudah bisa membalaskan dendam nya.
Tak lama setelah Xun Zhi mendekati Shuin, ia langsung memeluknya dan berkata.
"Semua ini sudah berakhir Nona Shuin, semua ini sudah berakhir."
"Hmmm.. Hmmm..."
Shuin hanya berkata begitu dan memeluk dengan sangat erat kepada Xun Zhi seakan ia telah terlepas oleh beban yang berat memikul tubuhnya.
"Yasudah kalau begitu bagaimana kalau begitu aku akan mencari sesuatuvdi dalam istana ini untuk mencari apakah ada petunjuk tentang ku."
Xun Zhi melangkah melepaskan pelukannya dari Shuin, namun saat ia akan melangkah Shuin menarik ujung baju lengan Xun Zhi.
"Tunggu aku ingin ikut. Aku tak punya uang untuk membayar hutangku padamu jadi aku mencari beberapa harta di istana ini untuk membayarmu."
Xun Zhi yang tadinya bermuka lembut menjadi kesal akan ucapan Shuin dan langsung memasang wajah kesal.
"Kau ini Nona Shuin. Kupikir kau akan prihatin dan akan membantuku, namun kau malah memikirkan tentang harta. Dasar sialan kau."
Xun Zhi langsung menarik lengannya kemudian melangkah meninggalkan Shuin. Shuin yang takut di tinggal oleh Xun Zhi pun mengejarnya dari belakang.
"Tunggu aku Xun Zhi, aku takut disini sendirian."
Kemudian Xun Zhi dan Shuin berjalan menyusuri ruangan yang ada di istana milik Ba Rong satu per satu. Namun tidak menemukan satu pun yang penting untuk Xun Zhi. Akan tetapi saat sampai di ujung ruangan. Ada sebuah pintu kecil berukuran 80 cm, karena penasarang Xun Zhi dan Shuin membuka pintu itu dan masuk kedalamnya.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1