
Dari selepas pertarungan Xun Zhi belum sadarkan diri. Hari demi hari terus terlewati hingga daun-daun yang berjatuhan dari pohon pun mulai menutupi tubuh Xun Zhi.
Akhirnya setelah seminggu kemudian, di pagi itu Xun Zhi sadar kembali. Ia membuka matanya perlahan-lahan, akan tetapi penglihatannya gelap karena tubuhnya yang diselimuti oleh dedaunan. Lalu ia menggerakkan tangannya dan berdiri perlahan sambil dalam benaknya
"Ahhh sudah berapa lama aku tak sadarkan diri."
Xun Zhi duduk bersender di pohon beringin yang berada di belakangnya sambil melihat di sekitarnya. Tubuhnya terasa lemas karena lapar, Lalu ia mengeluarkan semua isi di dalam cincin penyimpanan.
Terlihat banyak sekali barang-barang dihadapannya yang dia keluarkan. Ia menghitung jumlah barang yang ada sambil mencari sesuatu yang bisa dimakan.
Akan tetapi yang bisa dimakan hanya ada beberapa pil penyembuhan tingkat dua, karena rasa laparnya tak terbendung lagi Xun Zhi secara terpaksa memakannya.
Tubuhnya pun mulai merasa baikan setelah memakan pil itu. Ia mulai menghitung barang-barang yang ada di hadapannya. Terdapat dua buah pedang, satubunga mawar merah beku, satu bunga mawar putih api, tiga buah gulungan jurus tingkat menegah, juga bangkai hewan beast Kadal Api Raksasa dan Bangkai Kera bulu emas.
Kemudian ia memasukkan kembali pedang dan barang-barang yang lainya. Sementara bangkai hewan diambil bola intinya untuk menaikan berkultivasi kembali, setelah itu ia memasukkan sisa-sisa bangkai hewan beast itu ke dalam cincin penyimpanannya.
Sementara itu dihari yang sama di sekolah Tanah Mengapung. Wei Chan yang saat itu telah selesai belajar ilmu dan juga jurus barunya. Kulitivasinya juga mulai meningkat dan karena merasa cemas Wei Chan meminta izin kepada Master Ming Er untuk mengunjungi Xun Zhi.
Marternya pun mengizinkan. Setelah mendapatkan izin dia langsung akhirnya berangkat ke tempat Xun Zhi.
"Bagaimana keadaaan dia sekarang yah. Aku akan kagetkan dia ahh denga jurus baruku hihihi..."
Begitu benaknya berkata sambil berjalan menuju ke tempat Xun Zhi. Tak lama ia sudah sampai di depan pintu kamar asrama Xun Zhi. Tanpa permisi Wei Chan langsung membuka pintu dengan kencang. Wei Chan yang tadinya ingin memeberikan kejutan kepada Xun Zhi malah sebaliknya Wei Chan yang di kejutkan.
__ADS_1
Di kamar itu Wei Chan melihat dua orang lelaki yang tidak dikenalnya sedang mengganti pakaiannya yaitu Tang Zian dan juga Li Zun yang setengah setelanjang. Sontak Wen Chan menjerit dengan keras saat melihatnya dan jeritannya itu sampai terdengar keluar asrama laki-laki.
Ru Long yang sedang bersantai di bale bambu sambil menikmati teh barley, sontak berdiri dan bergegas menuju ke arah jeritan itu berasal. Ru Long melihat Wei Chn yang sedang jongkok sambil menutup mukanya, sedangkan Tian Zhu dan Li Zun tergesa-gesa memakai pakaianya.
"Ahh kukira apa ternyata ada wanita yang nakal maauk kesini." Ucap Ru Long sambil menghela nafasnya
Mereka pun selesai memakai pakaiannya lalu Tian Zhu berkata.
"Master sebenarnya siapa wanita ini?"
"Oh dia adalah pacarnya Xun Zhi." Jawab Ru Long sambil menempatkan tangannya di pundak Wei Chan.
"Aku bukan pacarnya." Ucapnya bergegas berdiri dan membantah ucapan Lu Eong dengan wajah tersipu.
"Ohh begitukah."
"Ohh iya Master Lu Rong aku tak melihat Xun Zhi kemana dia?"
"Emm dia kemarin aku mendengar kabar dari Senior Shen Long dia akan ke Gunung naga untuk menaikkan kultivasinya."
Wei Chan terkejut dan berkata kembali.
"Kenapa dia tidak bilang padaku kalau dia ingin pergi kesana."
__ADS_1
"Mungkin dia tak ingin kamu cemas jadi dia tak bilang padamu. Yasudah kalau begitu aku akan melanjutkan waktu luangku." Ucap Ru Long sambil melangkah dengan santai.
Tiba-tiba Tian Zhu dan Li Zun mengejarnya dan berkata. "Lalu bagaimana kami berdua Master Ru Long?"
"Kan aku sudah katakan kalian latihan saja di dekat air terjun yang ada di bagian utara."
"Ehh tapi membosankan." Jawab Li Zun.
"Jangan membantah"
"Baiklah."
Setelah itu Ru Long meneruskan langkahnya dan tak lama Wei Chan pun berkata kepada mereka berdua yang ada di depannya.
"Oh iya kenalkan namaku Wei Chan kalau kalian siapa ?"
"Aku Tian Zhu dan dia adalah Li Zun salam kenal. Kalau begitu kami permisi dulu."
"Oh iya silahkan."
Setelah itu Tian Zhu dan Li Zun pergi meninggalkan Wei Chan. Sementara itu Wei Chan pun berjalan keluar asrama laki-laki sambil bergumam dalam hatinya.
"Bagaimana sih Xun Zhi tidak berpamitan padaku membuatku menjadi khawatir saja."
__ADS_1
Ia pun terus berjalan mukanya yang begitu murung, hatinya yang bergumam dan perasaan yang tak tenang menemani perjalanannya menuju ke asrama wanita.
(BERSAMBUNG)