
Karena putaran pertama untuk pertandingan laki-laki telah selesai pada pagi itu. Para peserta laki-laki pun disuruh naik ke podium arena untuk menonton pertandingan wanita yang akan dilaksanakan.
Xun Zhi berjalan dengan Cao Pian serta peserta lainnya berjalan keluar melewati lorong yang berada di ujung samping kiri dan kanan arena, setelah itu mereka berjalan melewati tangga yang berada di lorong untuk menuju podium dan mencari tempat duduk yang kosong untuk melihat pertandingan peserta wanita.
Tak lama para peserta wanita yang berjumlah 20 mengikuti ujian terakhir bermunculan satu per satu dari lorong arena dan satu per satu berdiri disamping arena menunggu nama mereka di panggil.
Cao Pian dan Xun Zhi pun telah duduk di bangku yang tak cukup ramai penonton yang terletak diatas lorong arena.
Kemudian Cao Pian berkata kepada Xun Zhi.
"Xun Zhi jadi siapa yang akan menang pertandingan dari peserta wanita?"
"Kalau aku sih pasti memilih Wei Chan, karena dia hampir setara Kultivasi Qi nya dengan Kultivasiku!"
Begitu jawab Xun Zhi dengan tegas kepada Cao Pian.
"Ehh... benarkah? Memang kau sudah kulitivasi Qi tingkat apa?"
"Itu adalah rahasia, nanti pun kau tau jika kau berhadapan denganku."
"Baiklah jika itupun kita bertemu nanti."
Kemudian satu per satu pertandingan di peserta wanita pun terus di gelar. Hingga akhirnya di pertandingan ke 10 nama Wei Chan pun di panggil bertanding dengan orang yang bernama Xun Xien.
Banyak yang bersorak saat Wei Chan menaiki arena karena ia adalah murid idola para kaum adam di Sekolah Tanah Mengapung. Namun disisi lain Xun Xien merasa kesal karena sorakan penonton hanya tertuju padanya.
Keduanya sudah di tengah arena pertandingan dan sudah memasang kuda-kuda mereka masing-masing. Lalu setelah pertandingan dimulai, Wei Chan langsung menyerang Xun Xien dengan cepat menggunakan ilmu 100 pedang es yang menyerang Xun Xien, Hingga Xun Xien tak sanggup menahan serangan Wei Chan dan menyerah.
Cao Pian yang melihatpertandingannya pun terkejut.
"Aku tidak menyangka bahwa dia bisa menguasai ilmu tingkat tinggi begitu."
Begitu ucap Cao Pian kepada Xun Zhi.
"Itu belum seberapa, dia hanya mengeluarkan setengah kekuatannya saja barusan."
"Ehh benarkah, benar-benar hebat dia."
"Sudahlah jangan memuji orang lain, sekarang kau harus siap akan pertandingan mu sendiri."
"Iya-iya aku tahu kok Xun Zhi, itu tak perlu kau kasih tau juga!"
Kemudian bagian pertandingan pun dimulai kembali, para peserta pun mulai berjalan kembali menuju arena pertandingan.
Satu per satu nama peserta di panggil oleh pengadil, dan saling bertarung. Di 15 besar tidak ada yang bertanding hebat.
Hingga waktu siang pun tiba. Petandingan peserta laki-laki sudah mencapai semi Final.
"Baiklah semi final ini, kita akan panggilkan peserta yang akan bertanding yaitu Xun Zhi melawan Xu Yulan. Diharap para peserta naik ke atas arena dan kita mulai pertandingannya."
Xun Zhi berjalan dengan perlahan menaiki tangga, disisi lain Xu Yulan pun naaik ke atas arena dengan raut wajah yang marah.
__ADS_1
Xun Zhi dan Xu Yulan sudah berada di tengah arena dan saling berhadapan.
"Baiklah pertandingan kita mulai."
Xu Yulan langsung menghunus pedangnya yang ia sarungkan di samping kiri pinggangnya. Pedang bewarna merah tua yang bersinar akibat sorotan matahari membuat pedang itu terlihat elegan. Xun Zhi pun tak mau kalah, ia pun mengeluarkan tombak miiliknya dari cincin ruang penyimpanannya.
Para penonton yang melihat mereka pun heboh, karena senjata yang dimiliki mereka berdua adalah senjata tingkat legendaris yang jarang orang memakainya.
"Xun Zhi sekarang aku akan membalaskan dendamku yang membara ini kepadamu."
Begitu ucap Xu Yulan dan ia pun langsung menyerang Xun Zhi dengan Jurus Tarian Pedang Api.
Pergelangan tangan yang sangat cepat serta tubuhnya yang lentur menebas-nebaskan pedangnya ke arah tubuh Xun Zhi dengan pedang miliknya yang di lapisi oleh api merah membara.
Akan tetapi Xun Zhi dengan refleksnya yang bagus Xun Zhi memakai jurus Tarian Ombak untuk menangkis tebasan Xu Yulan yang mengarah kepadanya satu per satu dengan tombak yang ia pegang.
Suara bentrokan senjata mereka terdengar nyaring dan cepat. Gerakan Xu Yulan yang agresip dan takisan Xun Zhi yang indah membuat para penonton terpesona dan bersorak dengan kencang. Hingga akhirnya Xun Zhi terpojok.
"Jadi bagaimana sekarang seranglah aku pecundang, atau kau masih terlalu naif akan kekuatanmu yang tidak seberapa itu!"
Xu Yulan berkata begitu sambil terus dan terus menyerangnya tanpa henti. Xu Yulan pun membuat segel di tangan kirinya.
"Baiklah sekarang terimalah kekalahanmu, Ilmu Hujan Seribu Pedang Api hahaha...!"
Muncullah Pedang Api Merah menghujani dari atas kepala Xun Zhi. Namun Xun Zhi melangkah dengan cepat memakai Ilmu Langkah Cahayanya untuk menghindari serang Ilmu Hujan Seribu Pedang Api milik Xu Yulan hingga ke pojok arena.
Akhirnya sebagian pedang api yang menyerangnya pun tertancap di tengah arena dan menghilang menjadi cahaya. Namun sebagian pedang api terus mengejar-ngejar Xun Zhi kemana pun ia berlali.
"HAAA...!"
Teriakan Xun Zhi sambil mengeluarkan Ilmu Ledakan Api Biru muncul dari tubuhnya, seketika menghancurkan pedang api yang mengejarnya.
"Cih...! Sialan ternyata kau bisa menghindarinya!"
Xu Yulan bermuka kesal akan Ilmu Hujan Seribu Pedang Api miliknya tak melukai Xun Zhi yang masih berdiri tegap dengan nafas yang terengah-engah.
"Ha...ha...ha... kau pikir serangan ilmu seperti itu saja bisa mengalahkanku. Ternyata kau terlalu naif Xu Yulan."
Mendengar perkataan Xun Zhi, Xu Yulan jadi semakin kesal dan murka, hingga urat di kepalanya pun bermunculan.
"Jangan sombong dulu kau murid miskin sialan, baiklah jika itu maumu aku akan membinasakanmu sekarang juga!"
Xu Yulan mengambil pil peningkat kekuatan tingkat tinggi dari saku bajunya dan memakannya. Ledakan kultivasi Qi di tubuh Xu Yulan terjadi dan kekuatannya meningkat sampai 3 kali lipat hingga Qi miliknya yang bewarna merah terang menyelimuti tubuhnya berubah menjadi warna merah gelap seperti darah.
Semua yang menonton disana pun terkejut saat Xu Yulan memakan pil itu, kemudian Patriak Chang Lu berniat turun kebawah untuk menghentiikan pertandingan itu namun di hadang oleh Grand Master Yujin.
"Jangan, aku ingin tau seberapa kuat Xun Zhi bisa menahannya."
"Tapi Grand Master, dia tidak akan bisa bertahan melawan Xu Yulan."
Xu Yulan berlari sangat cepat lalu mengahajar ulu hati Xun Zhi dengan kepalan tangannya.
__ADS_1
"Ack...!"
Suara Xun Zhi yang terkena pukulan tangan kiri Xu Yulan sampai-sampai mengeluarkan darah dari mulutnya dan tubuhnya terhempas melanyang beberapa meter dari arena.
Namun seranga Xu Yulan tak berhenti disitu saja, Xu Yulan dengan cepat melompat memutar tubuhnya, lalu menendang tubuh Xun Zhi sekeras-kerasnya hingga tembok arena pun retak.
"Hahaha sekarang kau akan mati di tanganku Xun Zhi hahaha...!"
Xu Yulan terlihat senang dengan tawanya yang seram terus mengijak-injak Xun Zhi.
Xun Zhi mengerang kesakitan menerima serangan Xu Yulan bertubi-tubi hingga mulutnya pun darah. Tak lama kemudian Xu Yulan menghentikan injakannya kepada Xun Zhi. Lalu memegang pedangnya dengan kedua tangannya dan berkata dengan ekspresi seram.
"Baiklah kalau begitu kita akhiri saja hidupmu selamat tinggal...!"
Xu Yulan menancap kan pedang yang ia pegang dengan kedua tangannya, namun saat beberapa senti ujung pedang Xu Yulan akan menancap di dada Xun Zhi, Xun Zhi dengan cepat menggelindingkan badannya ke arah samping kiri dan berhasil menghindari tusukan pedang Xu Yulan, lalu bangkit seketika.
"...uhuk...uhuk..., huff... hampir saja aku mati."
Ucap Xun Zhi sambil mengelap darah yang berada di ujing bibirnya dengan tangan. Nafasnya terengah-engah dan detak jantungnya mulai berdetak kencang.
"Sialan ternyata kau masih bisa lolos yah...!"
Xu Yulan sangat murka dan langsung berlari menyerang Xun Zhi menebaskan pedangnya dengan sekuat tenaga. Xun Zhi menahannya kembali dengan tombaknya, namun kali ini pukulan Xu Yulan terasa sangat berat saat ia tahan oleh tombaknya.
Xu Yulan tak berhenti menyerang Xun Zhi terus menerus seperti orang ke setanan. Hingga akhirnya Xun Zhi terpojok sampai ke ujung arena.
Kemudian Xu Yulan melangkah mundur sambil mengeluarkan Ilmu Ombak Api miliknya.
Api yang membara dengan tinggi sepanjang 5 meter menyerupai ombak mengarah ke arah Xun Zhi. Melihat serangan itu Xun Zhi dengan cepat memasang kuda-kudanya sambil mengumpulkan tenaganya yang tersisa dan merentangkan kedua tangannya mengeluarkan Ilmu Naga Api Hijau.
Api hijau yang berbentuk naga melesat kearah ombak api merah yang ada di depannya hingga menembis menyerang tubuh Xu Yulan. Ombak Api milik Xu Yulan pun menghilang dan Xu Yulan terhempas sampai keluar arena dan langsung tak sadarkan diri karena menderita luka parah oleh serangan Ilmu Naga Api Hijau milik Xun Zhi.
Ayahnya dan kedua kakaknya Xu Yulan pun merasa kesal akibat perbuatan Xun Zhi lalu pergi dari podium arena, lalu Xu RuZhin berkata.
"Xun Zhi suatu saat penghinaan ini akan ku balas dua kali lipat!"
Para penonton bersorak kencang atas kemenangan Xun Zhi.
"Ahhh terasa lelah sekali pertandingan ini."
Xun Zhi tergeletak di atas arena dengan nafas yang berat. Tak lama para medis berdatangan membawa tandu memeriksa Xu Yulan yang di luar arena. Sementara itu Cao Pian naik ke atas arena dan membantu Xun Zhi bangkit.
"Barusan itu pertandingan yang hebat kawan."
"Yah terima kasih Cao Pian. Dan sekarang giliranmu bertanding kan, semoga kau menang."
"Yah...!"
Setelah itu Xun Zhi turun dari arena untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Sementara itu pertandingan Cao Pian dan Fu TianBao akan segera di mulai.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)