
Setelah kejadian itu hujan pun sudah reda, matahari pun sudah muncul dari persembunyiannya, pelangi pun sudah menghilang dari awan dan pakaian mereka pun sudah kering lalu Xun Zhi berkata pada mereka.
"Baiklah semuanya kalau begitu aku akan melanjutkan peejalananku menuju gunung naga."
"Ohh begitu kah baiklah kalau begitu." Ucap Ling Er sambil mendekati Xun Zhi.
"Kawan aku senangsekali bisa berkenalan dengan kau." Ucap Wang Chen sambil menjaba tangannya Xun Zhi.
"Iya Xun Zhi hati-hati yah." Ucap Linlin yang berada di samping Ling Er.
"Baiklah kalau begitu aku pergi yah."
Ucap Xun Zhi lalu ia pun berjalan berlawanan dengan arah tujuan mereka namun setelah agak jauh dari mereka Ling Er pun memanggil kembali Xun Zhi.
"Xun Zhi tunggu aku akan memberikanmu sesuatu." Ucap Ling Er sambil berlari ke arah Xun Zhi.
__ADS_1
Lalu Xun Zhi pun berbalik dan dan berkata.
"Kau akan memberikan apa?"
"Nih ambillah."
Ucap Ling Er sambil mengambil tangan kanannya Xun Zhi lalu menaruh sesuatu di telapak tangannya. Xun Zhi pun terheran dan bingung akan hadiah itu yaitu sebuah kalung dengan ukiran tengahnya bentuk teratai yang ia berikan pada Xun Zhi dan berkata.
"Kalung teratai ini artinya apa?"
"Ohh begitukah. Terima kasih Ling Er atas hadiahnya dan maaf aku tidak bisa memberimu sesuatu." Ucap Xun Zhi kepada Ling Er.
"Iya sama-sama, yasudah kalau begitu aku pergi yah."
Ucap Ling Er kepada Xun Zhi dan kembali ke arah teman-temannya. Dan mereka pun sudah pergi menjauh dari Xun Zhi. Sementara itu Xun Zhi pun terus melangkah ke tempat tujuannya. Ia oun terus berjalan dan berjalan dan di perjalanannya pun ia terus dihambat oleh hewan beast yang lemah namun tetap ia bisa kalahkan dengan mudah. Dan tak lama ia pun sampai di perbatasan hutan itu dekat dengan kaki gunung naga. Ia pun menaiki pohon beringin yang sangat besar dan juga paling tinggi di hutan itu.
__ADS_1
Terlihat jelas disana ketinggian gunung naga itu gunung berwarna hitam dan menjulang tinggi sampai puncaknya pun terhalangi oleh awan yang tebal.
Setelah itu Iapun melangkah menuju kaki gunung naga terlihat tulang-tulang hewan saat ia melewatinya dan juga burung bangkai yang berkelompok berterbangan di atas Xun Zhi. Tapi tetap ia tak gentar dan terus melangkah maju. Dan sesampainya di pertengahan gunung itu, tiba-tiba tanah pun bergetar lalu ada yang keluar dari tanah. Ternyata yang muncul dari tanah itu adalah Kadal Api Raksasa tingkat Raja. Kadal yang berwarna merah dengan cakar dan buntutnya pun diselimuti oleh api yang membara.
Xun Zhi pun kaget akan munculnya Kadal api Raksasa itu. Xun Zhi pun ingin melawan akan tetapi tubuhnya sudah sangat kelelahan akan kejadian tadi pagi di tengah hutan dan ia pun memutuskan untuk kembali lagi menuju hutan untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Namun Kadal Api Raksasa itu seperti dihina akan Xun Zhi yang langsung berbalik arah saat melihatnya. Lalu Kadal Api Raksasa itupun mengejar Xun Zhi. Xun Zhi pun panik akan Kadal Api Raksasa itu yang mengejarnya dan langsung ia pun lari terbirit-birit akan tetapi Kadal Api Raksasa itu terus mengejarnya sambil menyemburkan api dari mulutnya kepada Xun Zhi.
"Ahhh .... Sialan kau Kadal buntung mengejar-ngejarku." Begitu ucap Xun Zhi sambil terus berlari panik.
Xun Zhi pun hampir terkena akan serangan itu dan berlari semakin cepat hingga akhirnya Xun Zhi pun sampai masuk ke dalam hutan itu sementara itu KadalApi Raksasa itu kembali ke tempatnya. Lalu ia pun berhenti dan berkata.
"Hah ... hah ... hah ... awas saja kau kadal sialan aku akan membalas perbuatannu ini." Begitu ucapnya sambil nafasnya yang ter'engah-engah.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1