KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 121


__ADS_3

Pertempuran antara sekte pun berlangsung sengit. Ling Er yang tak terima murid-murid dari Sekte Tian Zhu diserang oleh sekte Kegelapan pun seketika menerobos ke tengah-tengah kolam pertempuran.


"Hyatttz!!" Teriak kencang Ling Er sambil mengayunkan pedangnya yang berkilau akibat cahaya petir biru terang di hasilkan oleh Aura Qi yang menyelimuti pedangnya menebas satu per satu murid sekte Kegelapan yang mencoba melukai rekannya serta dirinya.


Setiap orang yang terkena tebasan pedang Ling Er pun menjerit kesakitan serta terkejang-kejang bagaikan terkena petir sungguhan. Akan tetapi ada juga yang bisa menahan serangannya, karena mereka memiliki pendekar yang bisa menggunakan Qi Elemen tanah.


Lalu disisi lain yang jaraknya beberapa ratus meter dari kelompok sekte Kegelapan dan sekte Tian Zhu yanh sedang bertarung. Akademi Tanah Mengapung pun sama diserang oleh sekelompok Sekte Shan Shu .


Wei Chan dan Xun Zhi bergegas meluncur dari atas menuju ke tempat dimana setelah melihat Cao Pian serta Zuan Zaogui dikepung oleh para murid Sekte Kegelapan yang ingin balas dendam akibat kematian salah satu pemimpin mereka yang di bunuh oleh Xun Zhi, yaitu Do.


Suara bentrokan pedang pun terdengar sangat nyaring. Ternyata bentrokan pedang itu dihasilkan oleh Zuan Zaogui yang menahan serangan pedang ketiga orang sekte Shan Shu yang mengayun ke arahnya, mencoba untuk membunuhnya.


Namun terlihat dari raut wajah Zuan Zaogui sudah mulai menampakkan ekspresi kesakitan serta kelelahan, keringat besar pun sudah mulai bercucuran dan meluncur dengan deras di pipinya. Sementara itu di belakangnya Zuan Zaogui, Cao Pian terlihat kesusahan juga menahan serangan musuh-musuh nya uang mencoba membunuhnya.


Hingga akhirnya, saat ketika Zuan Zaogui dan Cao Pian hampir tak bisa mempertahankan situasi dan hampir saja tertebas oleh pedang-pedang musuh pun terselamatkan oleh kedatangan Xun Zhi dan Wei Chan yang masing-masing dari mereka berdua mengeluarkan Ilmu andalan mereka.


Xun Zhi mengeluarkan Ilmu Pukulan Api di gabungkan dengan Ilmu Langkah Cahaya nya sehingga Xun Zhi pun dapat memukul para kawanan murid dari Sekte Shan Shu dengan sangat cepat dan ketiga orang yang akan melukai Zuan Zaogui, malah lebih dahulu sudah dilukai oleh Xun Zhi, hingga mereka teriak sangat kencang, merasakan panas yang di derita di pipi mereka yang terbakar.


Kemudian Wei Chan yang membantu mengatasi sisa para murid Sekte Shan Shu yang menyerang Cao Pian pun berhasil mereka berdua kalahkan dan dua orang di antara para murid Sekte Shan Shu pun menelan korban dari tusukan tajamnya pedang yang di lontarkan oleh Cao Pian dan Wei Chan tepar ke arah dada mereka.


Setelah melihat adanya jatuh korban di kelompok mereka, para murid sekte Shan Shu yang tersisa pun lari berhamburan, menjauhi Xun Zhi, Wei Chan, Cao Pian serta Zuan Zaogui.


Melihat mereka telah kabur jauh, Cao Pian dan Zuan Zaogui membantingkan badan mereka ke tanah, tertidur lemas sembari nafas terengah-engah mereka.

__ADS_1


Xun Zhi yang berdiri ak jauh dari Cao Pian, berjalan mendekatinya.


"Hei sobat apa kabar?" Sapa Xun Zhi duluan sambol membungkuk kan badannya tepat di depan Cao Pian yang sedang berbaring.


"Hah ... hah ... hah ..., yo Xun Zhi lama tak bertemu ... tunggu jangan ajak bicara aku dulu oke ..., aku ingin mengatur nafasku dulu."


Xun Zhi mendengar omongan Cao Pian pun tersenyum dan berkata, "Baiklah." Kemudian dia berjalan mendekati Wei Chan.


"Jadi apakah anggota dari Akademi kita hanya segini Wei Chan?"


"Tidak, masih ada riga orang lagi yang belum kita temui Xun Zhi, dan salah satu dari mereka adalah Fu TianBo."


Xun Zhi memegang dagunya sambuk memikirkan sesuatu.


"Rasanya aku oernaj mendengar nama itu? Fu TianBo, Fu TianBo." Dalam batinnya Xun Zhi berkata seperti itu.


"Aku hanya memikirkan nama yang kau sebut tadi itu si Fu TianBo, rasanya nama itu tidak asing di telingaku."


Wei Chan menghela nafas panjang bersamaan dengan menurunkan bahunya dan berkata, "Ehh... apakah kamu kupa tentang Fu TianBo?"


"Hahaha (tertawa canggung bersamaan dengan menggaruk pelan kepalanya) ..., memangnya aku pernah bertemu dengannya yah?"


"Haa ...! Kau ini. Padahal kau pernah bertemu dengannya, malahan kau pernah bertarung dengan nya."

__ADS_1


Zun Zhi nampak terkejut akan ucapan Wei Chan dan mengingat-ingat kembali siapa sebenaenya itu Fu TianBo. Untuk beberapa saat mereka berempat terdiam menatap ke arah Xun Zhi yang sedang berpikir. Tak lama Xun Zhi ekspresi bingungnya pun berubah seperti memingat sesuatu.


Wei Chan pun tersenyum dan berkata, "Jadi bagaimana kau memgingatnya kan?"


Xun Zhi oun mengangguk dua kali dan menjawab perkataan Wei Chan, "Hmm .... aku tidak ingat, hehehe...."


"Si sialan ini! Kuoikir dia berekpresi seperti itu sudah mengingat wajah Fu TianBo, tapi ternyata tidak yah!" Gerutu batim Wei Chan sambil mengerutkan dahinya dan mengepalkan tangan kanannya dengan kuat, menahan amarahnya yang hampir meluap.


Akan tetapi Wei Chan menarik nafas pelan-pelan, mencoba mengenangkan diri.


"Yasudah dari pada bingung-bingung berdebat tentang Fu TianBo, lebih baik kita sekarang mencari dia dan kedua teman kita." Kata Zuan Zaogui kepada Xun Zhi, Wei Chan dan Cao Pian yang masih berbaring dan mulai membaik keadaan nya.


"Yasudah kalau begitu kakian duluan saja, karena aku akan melihat keadaan Ling Er dulu."


"Tu-Tunggu dulu Xun Zhi!" Dengan tegas Wei Chan berkata begitu, sehingga langkah kaki Xun Zhi yang akan berlari, berangkat menuju ke tempat Ling Er berada pun terhenti dan berbalik melihat Wei Chan.


"Ada apa Wei Chan? Kenapa kau menghenrikanku?"


"...."


Untuk sesaat Wei Chan tak berkata dan menundukkan wajahnya, dia merasa ragu-ragu akan yang ingin diomongkan olehnya kepada Xun Zhi. Wei Chan menarik nafasnya perlahan dan menghembuskan nafasnya perlahan juga sembari menempelkan tangan kannya ke dadanya dan berkata dengan senyuman, "Tidak, tidak apa-apa. Aku hany ingin bilang hati-hati saja yah disana."


"Baiklah, tak usah cemaskan aku Wei Chan, hihihi...."

__ADS_1


Xun Zhi seketika berlari cepat untuk segera menuju ke tempat Ling Er berada, dan Wei Chan hanya bisa melihat punggung Xun Zhi dengan raut wajah cemas menjauhinya.


(BERSAMBUNG)


__ADS_2