KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
episode 110


__ADS_3

Para keluarga Ling serta Shuin pun telah duduk mereka masing-masing. Saat ini Xun Zhi baru saja datang dengan pelayan yang telah mengantarnya menuju ke ruang makan.


Xun Zhi pun membungkuk kepada mereka semua dan berkata, "Kepala keluarga Ling beserta yang lainnya mohin maaf atas keterlambatan ku yang tidak sopan ini."


"Ahh tidak apa-apa anak muda, cepatlah duduk." Jawab Ling Teng dengan tenang.


Xun Zhi kemudian berjalan menuju kursi paling ujung di meja makan itu bersamaan dengan tatapan keluarga Ling lainnya yang nampak asing dengan kehadiran, namun Xun Zhi tak menanggapi tatapan itu dan duduk.


Makanan mewah pun terlihat telah terhidang di atas meja besar dan peralatan makan juga telah berada di depan setiap tempat mereka.


"Baiklah karena semuanya sudah hadir, mari kia mulai makan malam ini." Ucap Ling Teng kepada semua yang hadiri dudum di meja makan.


Xun Zhi yang sudah lapar pun tanpa ragi mengambil makanan dengan lahap. Ling Mei, Shuin serta Ling Er yang melihat Xun Zhi makan dengan lahap pun tertawa kecil sambil menutupi wajah mereka.


Di samping itu wajah Ling Teng serta ketiga anggota keluarga yang lainnya disana yang tadinya berwajah kaku pun itu tersenyum melihat wajah makan Xun Zhi yang lahap.


"Wahhh bebek panggang serta tumis sayur ini sangat enak sekali, dan juga sop sapi ini juga terasa sangat enak, wahh memang makanan enak adalah surganya kehidupan!" Ucap Xun Zhi seperti itu dengan raut wajah bahagia.


Beberapa saat kemudian, makan malam pun telah usai dan mereka ounbtelah kembali ke kamar mereka masing-masing.


Xun Zhi yang sudah berada di dalam kamar tamu dan sedang berbaring menatap langit-langit kamar pun sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan menuju langkah kedepannya.


"Ohh iya Long Hei'an bagaiaman kalau besok pagi-pagi buta sekali kita keluar dari rumah ini dan berjalan mencari reruntuhan untuk mencari harta karun?" Tanyanya kepada Long Hei'an yang ada di dalam tubuhnya lewat pikiran.


"Kalau untuk itu aku setuju saja, akan tetapi apakah kau sudah berbicara tentang ini dengan Shuin?" Jaeab Long Hei'an yang ada di dalam tubuh Xun Zhi.


"Untuk itu aku belum memberitahunya Long Hei'an, karena jika ku memberitahunya ia pasti akan ikut dan juga perjalanan balas dendam ku ini pasti akan merenggut nyawanya,"


"Ahhh... kalau masalahnya itu aku tak bisa menjamin keamanan nyawanya jika ikut dengan kita sih," ucap Long Hei'an sambil menampakkan wajah bingungnya.


"Baiklah sekarang kita setuju bahwa besok kita akan mulai mencari reruntuhan untuk mencari harta dan menaikkan Kultivasiku."

__ADS_1


"Yahh...."


Xun Zhi pun mengakhiri percakapannua dengan Long Hei'an, lalu ia pun memulai tidurmya karena hari esok ia harus bangun pagi-pagi buta sekali.


Keesokan harinua di waktu subuh, Xun Zhi telah bangun dan sudah bersiap-siap untuk berangkat tanpa pamit dari kediaman Ling.


"Ahh karena persiapanku sudah beres dan juga akupun sudah menulis surat permintaan maaf kepada Shuin dan dua bersaudara Ling, sekarang waktunya berangkat."


Xun Zhi pun menaruh sepucuk surat di atas meja yang ada di ruangan itu, lalu ia melompat keluar lewat jendela kamarnya yang ada di lantai dua yang menyambung ke halaman taman belakang rumahnya.


"Fyuhh... kurasa aku tidak ketahuan yah dan juga kurasa disini tidak ada penjaga yang berpatroli."


Xun Zhi pun mengenakan Ilmu Langkah Cahaya dan dengan cepat berlari menuju ujung halaman taman lalu dengan segera melompati benteng tembok kediaman Ling yang tingginya sekitar sepuluh meter.


Loncatan Xun Zhi yang melebihi tinggi benteng tembok pun berhasil melewati benteng temboknya, kemudian di belakang tembok itu terlihat banyak sekali pohon dan Xun Zhi mendarat di salah satu pohon itu dengan sempurna.


Beberapa jam kemudian saat matahari sudah mulai terbit menyinari dunia ini. "Permisi tuan sudah pagi, waktunya untuk sarapan pa-." Begitu ucapan seorang pelayan wanita muda yang terhenti setelah memasuki kamar yang di tempati oleh Xun Zhi bahwa Xun Zhi nya pun sudah tidak ada di dalam kamar.


Untuk beberapa detik pelayan wanita muda itupun terdiam tak bisa apa-apa. Dan tak lama kemudian ia pun sadar kembali dan berkata, "Ahh apakah mungkin dia sudah bangun dan telah berada di ruang makan untuk sarapan."


Namun saat ia membalikkan badannya, ia melihat sebuah kerta yang diatas kertas itu ada tulisan. Pelayan wanita muda itupun membacanya perlahan, setelah membacanya isi surat itu wajahnya seketika berubah menjadi panik dan berlari dengan cepat untuk menemui Ling Mei.


"Nona Ling Mei, Nona Ling Mei ada berita gawat teman anda tuan Xun Zhi kabur dari kediaman ino dan meletakman sebuah surat!" Ucap pelayan wanita muda berlari dengan wajah panik setelah bertemu dengan Ling Mei di koridor rumahnya.


Ling Mei dan juga Shuin yang sesang berjalan berbarengan untuk menuju ke ruang makan terkejut akan berita yang disampaikan oleh pelayannya itu.


"Yang benar kamu?!" Seru Ling Mei begitu kepada pelayan wanita muda yang ada di hadapannya, seakan tidak percaya apa yang di katakan olehnya.


Pelayan wanita muda itupun membungkuk dengan nafas yang ngos-ngosan berkata, "I-itu hah... hah... benar nona muda... hahhhh.... Kalau tidak percaya baca saja surat ini."


Pelayan wanita muda itu menyodorkan surat yang ia pegang kepada Ling Mei, Ling Mei pun mengambilnya dengan cepat dan membaca isi surat itu.

__ADS_1


"Ling Mei, Shuin dan juga Ling Er maaf yah aku yah kalau aku pergi tak berpamitan kepada kalian. Bukannya aku tak betah berdiam diri di kediamanmu Ling Mei, melainkan ada suatu hal yang sangat penting harus ku lakukan saat ini untuk mencapai tujuanku. Jadi jangan marah yah setelah kau membaca surat ini. Salam hangat dari pria tertampan di dunia Xun Zhi hahaha...!" Begitu kata Ling Mei yang membaca surat yang di tinggalkan Xun Zhi.


Raut wajah Ling Mei pun langsung menunjukkan wajah kesal dan membanting surat yang ada di tangannya.


"Pria itu kenapa se'enak-enaknya sih pergi tanpa membicarakan ini kepada kita hah...!"


"Susah tenanglah Ling Mei, memang seperti itulah dia. Dan juga aku tahu pasti bahwa orang hebat seperti Xun Zhi suata saat cepat atau lambat ia akan pergi tanpa berpamitan kepada kita,"


"Hahh sialan Xun Zhi itu!"


Disisi lain yang jaraknya puluhan kilo meter sangat jauh dari kediaman keluarga Ling yaitu tepatnya dimana perjalan Xun Zhi berlangsung yang sedang berlari melompat dari dahan pohon ke dahan pohon di sebuah hutan perbatasan Kerajaan Tian Zhu.


"Hachiwww...! Sial kenapa aku bersin, apakah ada yang sedang ngomongin aku." Begitu ucap Xun Zhi dengan suara bersin yang sangat kencang hingga membuat hujan lokal (ludahnya muncrat)


Tak lama berselang Xun Zhi pun berkata kembali, "Ohh iya Long Hei'an apa kau tau dimana tempat reruntuhan yang dekat di daerah sini?"


"Ahh kalau itu aku tidak tahu pasti Xun Zhi, kau kan tahu aku disegel di Gunung Naga sehingga tak bisa berkeliaran kemana-mana!"


"Ahhh sialan kau naga tak berguna!" Ketus Xun Zhi kepada Long Hei'an setelah mendengar perkataannya.


"Apa maksudmu itu?! Kenapa kau tiba-tiba mengataiku tidak berguna dewa sialan, mahluk hidup brengsek!" Jawab Long Hei'an dengan ketus juga kepada Xun Zhi.


"Bagaiamana kalau kau buka saja peta yang kau dapatkan dari hasil menjarah dari istana Kerajaan Daun Emas! Siapa tahu saja kau menemukan reruntuhan yang dekat daei sini."


"Baiklah kalau begitu aku akan melihatnya dulu."


Xun Zhi pun menghentikan langkah perjalanannya, dan kemudian ia mengeluarkan peta dari cincin ruang penyimpanannya. Setelah itu ia membuka lebar-lebar, lalu mencari gambar reruntuhan yang tertera di dalam peta.


Setelah beberapa saat mencari, Xun Zhi pun berhasil menemukan satu reruntuhan yang jaraknya cukup dekat dengan kerajaan Tian Zhu, yaiti tempatnya berada di kawasan hutan yang bernama Empat Pagar Bukit.


"Ehh ternyata ada juga Long Hei'an, dan juga jaraknya tak cukup jauh, mungkin saat sore pun aku sudah sampai disana. Baiklah kalau begitu kita berangkat." Gumamnya Xun Zhi begitu.

__ADS_1


Long Hei'an hanya terdiam tak menanggapi peekataan Xun Zhi. Dan setelah itu Xun Zhi pun berangkat menuju ke hutan Empat Pagar Bukit tempat dimana adanya reruntuhan.


(BERSAMBUNG)


__ADS_2