
Setelah Shui sembunyi, muncullah gerombolan prajurit sekitar limapuluh orang dengan tingkah laku mereka yang rusuh berlari melewati pintu gerbang untuk ke tempat Xun Zhi membuat keributan.
Shuin yang mendapatkan kesempatan sudah melewati gerbang pun berjalan terus menghindari jalan besar karena masih ada prajurit yang sedang berpatroli membawa obor.
Sementara itu disisi lain Xun Zhi menunjukan raut wajah yang sangat senang karena ia dikerumuni oleh para penjaga kerajaan Daun Emas yang mencoba membunuhnya.
Perlahan bayangan-bayangan dulu sewaktu menjadi Zhi Guang pun mulai teringat kembali, senyuman nya yanga sangat gembira namun menyeramkan mulai tersirat di wajah Xun Zhi.
"Ayo-ayo lebih banyak lagi lah yabg melawanku, aku tidak akan menyia-nyiakan nyawa kalian untuk mati di tanganku hahaha..."
Xun Zhi semakin menggila dan terus menebas dan menebas orang yang di dekatnya, aura yang di keluarkan tubuhnya pun mulai menghitam dan api hitam pun mulai menyelimuti tubuhnya.
"Xun Zhi kesenangan ini biarkanlah aku yang nikmati."
Begitu ucap Long Hei'an yang berbicara di dalam pikiran Xun Zhi.
"Kau tak perlu ikut campur dulu sekarang Long Hei'an, sekarang hanya ada pasukan beberapa ratua orang saja aku bisa tangani ini dan juga kekuatanku ka sudah meningkat mejadi kultuvasi Qi Setengah Dewa Tahap Awal. Jadi mereka semua hanya ikan kecil bagiku."
Jawab Xun Zhi kepada Long Hei'an sambil terus memukul serta menebas satu per satu prajurit yang disekelilingnya. Xun Zhi tak verkeribgatt sama sekali walah telah menghabisi sembilanpuluh sembilan orang dan tang tersisa hanya satu orang yang sedang memegang tombak di hadapan Xun Zhi dengan semua tubuhnya yang gemetar dan sambil berjalan mundur.
Xun Zhi mendekatinya perlahan, akan tetapi prajurit itu bertambah ketakutan dan jatuh terduduk sambil meligat ke arah Xun Zhi kemudian ia melepaskan pegangan dari tombaknya.
"Maafkan aku tuan, aku tidak mau mati. Aku mempunyai tiga anak dan itu juga masih pada kecil-kecil tuan."
Mendengar ucapan prajurit di depannya, niat Xun Zhi yang ingin membunuhnya pun hilang wajah senyuman seram dari Xun Zhi pun berubah menjadi wajah cemberut setelah itu Xun Zhi berkata.
"Baiklah kalau begitu kau pergi dari sini sekarang juga, sebelum aku berubah pikiran."
__ADS_1
"Baiklah tuan, terima kasih tuan terima kasih tuan."
Prajurit di depan Xun Zhi pun bersujut, setelah itu ia berlari sekuat tenaga menjauhi Xun Zhi.
Xun Zhi terus berjalan melewati pintu gerbang dengan kepala yang tertunduk dengan pakaian dan badan telah dilumuri oleh cipratan darah dari prajurit yang ia bunuh.
Xun Zhi berjalan perlahan sambil terus menampakkan dirinya kepada prajurit-prajurit karajaan. Di setiap jalan menuju ke kastil kediaman raja Ba Rong ia terus bertemu dengan beberapa puluh prajurit. Akan tetapi naasnya nasib para prajurit yang mencoba membunuh Xun Zhi malah berbalik dibunuh oleh Xun Zhi.
Para mayat prajurit berserakan di setiap jalan yang Xun Zhi lewati hingga akhirnya Xun Zhi sampai yang jaraknya beberapa belas meter dari gerbang kastil kediaman raja Ba Rong.
Di depan gerbang Xun Zhi sudah ditodong oleh beribu-ribu panah yang bersiap menembakinya. Akan tetapi Xun Zhi tak merasakan ketakutan malahan ia merasakan rasa senang yang amat sangat meluap.
"Tembak!"
Salah satu komandan prajurit yang diam di belakang para pemanah meneriakkan perkataannya menyuruh menembakkan anak panah mereka. Ribuan para prajurit pin menembakkan panah mereka dengan serentak ke arah Xun Zhi.
"Hujan Tombak Api Biru."
Bersamaa dengan ucapan Xun Zhi muncullah ribuan tombak api biru menghujani panah serta para pemanah. Panah yang di tembakkan oleh mereka pun tak bisa menggapai Xun Zhi serta beberapa puluh dari mereka mati terkenan ilmu hujan tombak api biru XunZhi.
"Sial bangun kembali formasi kalian dan panahkan panah api serta panah anhin terhadapnya."
Ucap komandan prajurit kepada ribuan prajurit yang masib tersisa. Panah api serta panah angin pun para prajurit ciptakan dari kekuatan aura Qi mereka, akan tetapi melihat ilmu mereka membuat Xun Zhi tertawa terbahak-bahak.
"Hei kau pikir ilmu rendahan seperti itu dapat membunuhku? Walaupun jumlah kalian ribuan akan tetapi jumlah itu masih belum cukup untuk membunuhku."
Kemudian Xun Zhi menaiki tombaknya dan terbang melayang di udara mengendarai tombaknya.
__ADS_1
"Akan ku tunjukkan kepada kalian cara mati paling cepat."
Xun Zhi merentangkan tangan kanannya dengan punggung tangannya yang mengarah ke bawah. Kemudin muncul bunga teratai yang cukup besar di atas tangannya. Teratai nya memiliki empat warna api. Api merah, biru, hijau serta berwarna hitam.
"Terimalah ini Ilmu Teratai Empat warna."
Xun Zhi melempar mengarahkan kepada ribuan prajurit di bawahnya. Teratai uang di lempar Xun Zhi meluncur dengan sangat cepat dan membentur salah satu prajurit. Saat bunga teratai itu terkena benturan. Bunganya meledak dengan dasyatnya hingga ledakan apinya hampir mencapai Xun Zhi yang limaratus meter melayang dari atas tanah, angin yang dihasilkan dari ledakan bergemuruh, asap yang sangat tebal serta membuat goncangaqn keras dari dalam tanah.
Ledakan ilmu teratai empat warna milik Xun Zhi pun mengancurkan tembok, memusnahkan semua prajurit yang melawannya. Membuat retakan lubang besar ditanah berdiameter seratus meter kali seratus meter.
Tempat warga yang berada di bawah sangat kaget ketakutan dan berteriak keluar rumahnya melarikan diri melihat ledakan yang dibuat oleh Xun Zhi, karena mereka tidak ingin mati sia-sia.
Sementara Shui yang sudah berada di dalam kastil kediaman raja Ba Rong sedang di kepung prajurit serta beberapa jenderal kerajaan Daun Emas pun sama terkejutnya mendengar dan merasakan kekuatan ledakan besar dari ilmu milik Xun Zhi.
"Apakah ini kekuatan Xun Zhi, benar-benar sangat mengerikan."
Bulu kuduk Shuin berdiri merinding yang merasakan ilmu milik Xun Zhi yang telah menggoncam bumi dan istana raja Ba Rong. Shuin, prajurit serta jenderal yang tadinya akan menyerang Shuin terdiam beberapa saat tak menggerakkan tubuh mereka.
"Ahh kukira aku terlalu berlebihan membunuh mereka."
Xun Zhi menggaruk kepalanya sambil memandang ke bawah bekas ledakan ilmunya.
"Yah biarkanlah lebih baik aku cepat ke dalam istana untuk menemukan si Ba Rong sialan itu."
Xun Zhi pun menaiki tombaknya meluncur di udara menuju ke istana Ba Rong yang jaraknya sekitar tiga kilo meter di depan Xun Zhi.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1