KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 124


__ADS_3

"Sial anak muda zaman sekarang berani sekali menghina dan mempermainkan orang tua dan juga para pendahulu mereka! Dan juga apa-apaan dengannya yang seorang manusia menjadi bawahannya si b*jing*n Hei An itu, atau jangan-jangan dia ... ah tidak mungkinkan, itu pasti tidak mungkin."


Xun Zhi berkata seperti itu dengan raut wajah yang jengkel.


"Tenangkan dirimu Xun Zhi, memangnya ini zaman seperti kau dulu yang tak ada bocah yang umurnya lebih muda melawan." Long Hei'an berkata seperti itu agar bisa menenangkan hati Xun Zhi.


Xun Zhi tak berkata apa-apa lagi setelah Long Hei'an berkata seperti itu. Setelah itu Xun Zhi mencabut pedang yang menancap ke tanah yang sebelumnya milik Lang Tao.


Kemudiam dia mengangkat pedang itu dan memandangi sambil mengelus pedang yang sedang dia pegang itu dan berkata, "Akan tetapi aku tidak menyangka dapat melihat pedang ini lagi entah setelah sekian ratus tahun lamanya saat kuberikan kepada si brengsek Hei An."


Sementara Xun Zhi melihat dan mengelus-ngelus pedang yang sedang dirinya pedang. Di balik pohon cemara yang cukup besar terlihat ada sesosok lelaki dengan wajah sangat pucat, yang sedang mengintip Xun Zhi dengan sangat hati-hati tidak lain dia adalah salah satu murid dari Sekte Kegelapan.


"Sial!! Aku tak menyangka bahwa tuan muda kedua bisa dibunuh dengan sangat mudahnya oleh orang itu." Gumam pelan lelaki itu yang terus mendelik melihat Xun Zhi.


"Siapa disana!!"


Xun Zi berteriak dengan keras melihat ke arah pria yang mengintipinya, namun sesaat Xun Zhi melihat ke arah pria yang mengintipnya, pria itu lebih dahulu menarik kepalanya dan sudah bersembunyi di balik pohon cemara yang dia pakai untuk sembunyi.


Xun Zhi yang merasa curiga pun akan ada kehadirian seseorang di belakang pohon cemara di hadapannya berjalan perlahan mendekati pohon cemara.


Suara daun kering yang terinjak oleh Xun Zhi pun terdengar jelas akibat keadaan hutan yang di sekitarnya saat ini sangat sepi. Sementara itu lelaki murid dari Sekte Kegelapan yang bersembunyi memantau Xun Zhi dirinya merasa sangat tegang, jantungnya sudah berdegup kencang bagaian ingin meledak, keringat dingin besar pun mulai bercucuran dari pori-pori kepala serta tangannya serta nafas yang berat dan tubuh yang gemetar karena takut diketahui dan dibunuh oleh Xun Zhi.


Semakin lama, langkah kaki Xun Zhi yang menginjak daun-daun kering pun semakin terdengar jelas di telinga pria murid dari Sekte Kegelapan.


"Sial kalau seperti ini aku akan terbunuh pasti." Batin pria murid dari Sekte Kegelapan berkata seperti itu.


Kemudian dirinya menggunakan Ilmu Penyamaran, sehingga tubuhnya pun seketika berubah menjadi warna bentuk pohon cemara yang dia senderi saat ini.

__ADS_1


Lalu tak lama datanglah Xun Zhi melihat ke arah belakang pohon cemara itu, akan tetapi Xun Zhi merasa bingung akan itu karena Xun Zhi sangat yakin bahwa ada di tempat dia berdiri saat ini merasakan ada tanda kehidupan.


"Perasaan memang aku yakin bahwa ada seseorang disini yang mengintaiku, namun kenapa orangnya tidak ada yah?"


Xun Zhi berkata seperti itu sembari menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tak gatal dan terheran-heran akan dirinya yang yakin bahwa ada seseorang yang sedang memerhatikannya.


Pria murid dari Sekte Kegelapan yang tepat di hadapan Xun Zhi pun mengeluarkan keringat sangat deras, jantung berdegup sangat kencang serta menahan hembusan nafasnya karena merasa sangat tegang.


Kemudian pria itu berjalan mundur perlahan menjauhi Xun Zhi. Xun Zhi yang tak bisa melihatnya pun berjalan kembali untuk menuju ke tempat Ling Er berada.


"Ahhh aku selamat!! ... lebih baik sekarang aku melaporkan kejadian ini kepada tuan muda agar dirinya segera tahu akan kejadian yang menimpa kepada saudaranya ini." Pria murid dari Sekte Kegelapan pun bergegas berlari cepat untuk segera menemui majikannya.


"...."


Satu jam berlalu, di perjalan Xun Zhi untuk menuju ke tempat Ling Er berada pun sampai dengan selamat tanpa adanya hambatan.


"Yah bisa kau lihat sendiri disini, semuanya aman terkendali. Akan tetapi orang-orang dari Sekte Kegelapan itu sudah pada lari ketika ada sebuah api besar meledak di atas awan, entah itu tanda apa ya g di isyaratkan untuk mereka."


"Hmmm bisa dibilang seperti itu Ling Er. Ahh tapi yang lebih penting sekarang kau dan teman-temanmu berdyukur sudah selamat."


"Yah begitulah." Ling Er berkata seperti itu kemudian dia tersenyum manis kepada Xun Zhi.


"Yasudah karena urusan disini sudah selesai, kalau begitu aku turut permisi dulu yah Ling Er."


"Ehh tunggu dulu."


Xun Zhi yang akan berlari, seketika sontak berhenti karena ucapan Ling Er.

__ADS_1


"Ada apa lagi Ling Er?"


"Begini Xun Zhi, lebih baik kita imut dan berbarengan saja dengan kami untuk menuju ke teman-temanmu itu."


"Ahh... kalau ... itu mungkin aku tidak bisa dan harus menolakmu ikut denganku Ling Er. Karena saat ini ada sesuatu yang harus kubahas penting dengan Wei Chan, jadi .. maaf yah Ling Er."


Wajahnya yang tersenyum seketika berubah menjadi cemberut karena merasa kecewa karena tak bisa imut dengan Xun Zhi.


"Beruntung sekali yah wanita yang bernama Wei Chan itu" Batin Ling Er berkata seperti itu sembari menghela nafas berat dan menundukkan kepalanya.


Setelah itu Ling Er mengangkat kembali kepalanya dan menampakkan senyuman palsu kepada Xun Zhi dan berkata, "Yasudah kalau begitu jika aku tidak boleh ikut, tidak apa-apa."


Xun Zhi pun membalas senyuman Ling Er dan berkata, "Maaf yah Ling Er, kalau begitu aku berangkat yah."


Tanpa bertanya kembali, Xun Zhi erbslik dan berlari denan cepat u tuk menyusul Wei Chan yang jaraknya sudah jauh.


Sambil melihat punggu Xun Zhi, Ling Er tersenyum lemas, kemudian ia memejamkan matanya dan dalam hatinya berkata, "Tenangkan Ling Er. Masih banyak kesempatan untuk mendapatkan Xun Zhi."


Ekspresinya Ling Er berubah kembali, sekarang ia berekspresi wajah semangat sambil mengangkat mengepalkan tangannya.


"Baiklah para teman-temanku sekalian, karena besok kita sehari lagi disini. Untuk seksrsng kita harus cepat-cepat mencari tanaman-tanaman untum meningkatkan kekuatan kita!"


"Yahhhh!!"


Jaeab teman-teman seperguruan Ling Er dengan semangat dan setelah itu mereka semua pergi untuk mencaritanaman-tanaman yang bisa meningkatkan kekuatan mereka.


(BERSAMBUNG).

__ADS_1


__ADS_2