
Xun Zhi terus berlari menuju ke tempat arena pertandingan kembali. Para musuh yang menghalangi jalannya pun ia kalahkan satu per satu.
Terlihat dalam perjalanannya para murid dan Master sedang bertarung, kekacauan terjadi dimana-mana, beberapa bangunan pun ada yang terbakar saat Xun Zhi berlari menuju ke tempat pertandingan.
Kemudian hingga beberapa ratus meter mencapai tempat pertandingan.
"Xun Zhi hati-hati ada serangan di atasmu!"
Begitu peringatan Long Hei'an kepada Xun, kemudian Xun Zhi mendangahkan kepalanya ke atas sambil melangkah dengan cepat kebelakang menghindari hujan pedang bewarna perak yang mengarah kepadanya.
"Siapa yang berani menyerangku!"
Pedang-pedang yang menghujani Xun Zhi menancap mengenai tanah dan tak lama menghilang tanpa jejak. Tiba-tiba muncul dua orang lelaki dari balik pohon cemara memakai jubah bertudung.
"Jadi siapa kalian?!"
"Kami adalah orang yang akan membunuhmu!"
Setelah berkata begitu, kedua orang itu langsung berlari menyerang Xun Zhi dengan pedang yang mereka pegang bersamaan dengan Ilmu Bola Api dan Ilmu Tusukan 99 Pedang Terbang.
Xun Zhi menghindari Bola Api itu dan menangkis satu per satu pedang terbang yang mengarah kepadanya dengan lincah. Namun tanpa sadar kedua orang yang menyerang Xun Zhi pun sudah ada di samping Xun Zhi.
Keduanya menebaskan pedangnya secara bersamaan ke arah leher dan kaki Xun Zhi. Akan tetapi Xun Zhi dengan sigap melompat sambil menahan tebasan kedua orang itu dengan tombak dan kakinya.
Tapi yang tak di sangka-sangka. Orang yang menyerang kakinya telah membuat Bola Api kecil bewarna merah pekat di telapak tangannya dan melancarkannya ke arah perut Xun Zhi.
XunZhi yang tak sempat mengelak pun terkena serang itu dan bola api itu meledak tepat di perut Xun Zhi hingga ia terpental beberapa puluh meter.
Baju Xun Zhi menjadi bolong serta luka bakar kecil di perurnya itu.
"Haaa... untung saja aku cukup kebal akan serangan api! Uhuk... uhuk..."
__ADS_1
"Xun Zhi serangan kembali datang cepat menghindar!"
Xun Zhi menghindar dengan cepat ke arah samping menghindari Tombak Es yang melucur lurus kepadanya.
"Huu... hampir saja barusan! Terima kasih Long Hei'an telah memberi tahuku."
"Ya...! Tapi sekarang lebih baik kau mulai serius, karena kultivasi mereka lebih tinggi darimu."
"Aku mengerti, sangat mengerti, tadinya aku ingin bermain-main dulu sebentar! Karena sudah lama aku tak menikmati sensasi ini hehehe...! Tapi baiklah."
Tak lama kedua orang itu datang kembali dengan cepat menusukan kedua pedanganya ke arah Xun Zhi. Namun Xun Zhi menebas kedua pedang mereka hingga pedang mereka berdua patah.
Keduanya terkejut dan melompat mundur beberapa meter.
"Baiklah mending kau tunjukkan wajahmu sekarang Xu RuZhin. Karena aku tau sekali niat membunuhmu itu."
"Heee... jadi kau sudah tau yah bocah sialan. Aku agak ternyata kau lumayan juga sekarang!"
Begitu ucap Xu RuZhin yang agak terkejut. Kemudian Xu RuZhin membuka tudungnya dan terlihat lah wajah aslinya.
Xun Zhi bertanya kepada Xu RuZhin sambil menatap tajam ke arah orang yang berada di samping Xu RuZhin.
"Jika kau ingin tau, paksalah aku dengannya untuk berbicara! Hiya...!"
Setelah berkata begitu Xu RuZhin berlari dengan kencang sambil membuat segel di tangannya untuk mengeluarkan Ilmu 100 Panah Api Kematian ke arah Xun Zhi.
Api yang berbentuk panah bewarna merah pekat seperti lava muncul di atas dan samping Xu RuZhin laluu meluncur ke arah Xun Zhi dengan cepat. Xun Zhi pun berniat menghindari serangan itu. Akan tetapi orang yang berjubah itu menghentikan pergerak Xun Zhi. Ia menaruh kedua tangannya di atas tanah.
"Kau pikir kau bisa lari, jangan harap! Ilmu Pengekang Es."
Kaki Xun Zhi pun dilapisi oleh Es yang tebal dan membeku hingga ia tak bisa bergerak. Panah Api milik Xu RuZhin mengenainya satu per satu hingga baju yang dipakai Xun Zhi compang camping dan kulitnya mulai melepuh.
__ADS_1
Xun Zhi tak ingin terluka lebih parah, ia mengeluarkan Ilmu Ledakan Api Hijau.
"AHHH...!"
Teriakannya yang keras bersamaan Aura Api Hijau yang meledak menyelimuti tubuhnya sangat bergejolak hingga melenyapkan Panah Api milik Xu RuZhin, dan juga hawa panas dari Aura Api Hijau terasa oleh Xu RuZhin dan orang berjubah yang jauh jaraknya di depan Xun Zhi.
Orang yang memakai jubah itupun panik dan berkata kepada Xu RuZhin.
"Xu RuZhin cepat mundur jangan menyerangnya, jika kau menyerangnya, kau pasti tewas!"
"Ta-tapi ini kesempatan kita karena dia sudah terluka!"
"Aku tidak peduli cepat mundur saja!"
"Ba-"
Belum juga Xu RuZhin menyelesaikan omongannya, Xun Zhi dengan cepat menendang kepala Xu RuZhin dengan keras sampai terpental ber puluh-puluh meter dan langsung tak sadarkan diri.
"Haaaa..."
Suara Xun Zhi mengehela nafas panjang dengan malas.
"...sebenarnya aku tidak ingin menggunakan kekuatanApi Hijau ini, tapi apa boleh buat karena kalian kuat, jadi aku menggunakannya."
Dengan santainya Xun Zhi bercakap begitu. Kemudian ia berjalan mendekati orang berjubah di hadapannya sambil membunyikan jari-jari miliknya. Luka yang di derita tubuhnya perlahan pulih, Udara di sekeliling Xun Zhi menjadi panas dan pohon-pohon yang berada di dekatnya pun terbakar.
Pria berjubah itu terkejut sekaligus marah akan tingkahnya.
"He... jangan terlalu sombong kau bocah AHHH...!!!"
Pria itupun sama mengeluarkan Aura Es di sekujur tubuhnya, udara di dekanya menjadi dingin dan pohon-pohon di dekatnya membeku.
__ADS_1
Xun Zhi dan orang berjubah itu berjalan perlahan saling mendekati.
(BERSAMBUNG)