KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 129


__ADS_3

Raut wajah Ling Er yang tadinya marah seketika tercengang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat tubuh Ang Lang yang sudah tak bernyawa lagi di depannya pun


"Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak tidak tidak! Kumohon jangan tinggalkan aku Guru Ang Lang, jangan tinggalkan aku! Tidaaaaaaakkkkk!!!"


Ling Er pin teriak histeris dibarengi dengan linangan air mata yang tak bisa terbentung lagi mengucur deras membasahi kedua pipinya.


Ling Er merangkak dengan sekuat tenaga melawan tekanan aura Qi dari Lang Long mencoba mendekat ke tubuh mayat Ang Lang agar bisa mendekapnya.


Dia terus merangkak walaupun merasakan rasa sakit yang amat dasyat dari tekanan aura Qi itu, namun dia tetap berusaha menggapai Ang Lang.


Dari situ dia di dalam benaknya mulai terlintas bayangan Ang Lang yang sedsri kecil merawatnya, memperhatikannya, mengajari dia apa arti kehidupan, membimbing dirinya ke jalan yang selalu membela yang benar, dan menyayangi dirinya bagaikan seorang ayah yang asli.


Setelah berhasil, Ling Er menaruh tangan serta kepalanya di atas dada Ang Lang yang tubuhnya sudah terasa dingin tanpa ada darah setetes pun yang mengucur dari tubuh Ang Lang tersebut.


Ling Er menangis lebih keras dari sebelumnya dan terus menangis.


Sementara itu Lang Long tertawa keras, seakan dia sangat puas mendengar tangisan dari Ling Er.


"Itulah akibatnya jika kau menghalangi niat jalanku ini, Hahaha...!!"


Hati Ling Er penuh dengan amarah marah, dengki yang sangat besar kepada Lang Long. Air matanya yang tadinya bening pun berubah menjadi air mata darah, aura Qi dari tubuh Ling Er meluap sangat deras dan seluruh tubuhnya di kelilingi dengan petir berwarna ungu gelap, sehingga secara tak sadar Qi milik Ling Er menibgkay sangat drastis.


Ling Er pun berdiri tanpa sadar sambil menundukkan kepalanya, seakan dia berdiri seperti biasa terkena tekanan aura Qi dari Lang Long dan secepat kilat sudah berada di depan Lang Long.


Lang Long sontak sangat terkejut bukan main akan hal itu. Lang Long mencoba untuk melangkah ke belakang, akan tetapi entah mengapa kakinya tidak bisa di gerakkan.


"Sial! Kenapa ini? Kenapa bisa seperti ini? Krnapa kakiku seperti di sedot oleh tanah!" Batin Long Lang berkata seperti itu dengan panik.

__ADS_1


Ling Er mengulurkan tangannya, mencekik leher Lang Long dengan sekuat tenaganya.


"Arrkk!" Suara tercekik Lang Long untuk sesaat keluar.


Lang Long kemudian dengan tangan kirinya memegang tangan kanan Ling Er yang mencekik lehernya. Lang Long mengoyang-goyangkan tangan Ling Er dan meronta-ronta dengan sekuat tenaga mencoba melepas cekikan itu.


Akan tetapi usaha Lang Long sia-sia, dia tetap tak bisa melepaskan cekikan itu.


"Sial wanita ini! Kenapa wanita j*l*ng tiba-tiba memiliki kekuatan yang sangat besar!" Pikiran Lang Long berkata seperti itu.


Kemudian Ling Er meletakkan tangan kirinya tepat di atas kepala Lang Long.


"Duarrrrr!!!" Suara ledakan besar disertai cahaya kilat berwarna ungu sangat besar menyambar Lang Long.


Lang Long berteriak dengan keras, akan tetapi terikannya itu tak bisa terdengar oleh siapa pun karena teredam oleh suara kilat.


Lang Long menjerit kembali, akan tetapi tetap saja jeritannya itu tak bisa terdengar oleh siapapun.


Dan kejadian itu pun terus berulang dan berulang lagi, orang-orang yang di sekitar mereka pun terkecuali Xun Zhi yang masih fokus memulihkan tenaganya terdiam membeku bagaikan patung.


"Mati! Mati! Mati! Mati! Matiiiiiiiii!!!" Teriakan Ling Er keras sekali kepada


Mereka merasa ngeri melihat dengan seksama kekejian, kemarahan serta kemurkaan Ling Er yang terus menyerang Lang Long tiada hentinya.


Hingga akhirnya setelah seratus kali cahaya kilat sangat besar itupun terhenti dan Ling Er melepaskan kedua tangannya dari Lang Long dan terkapar pingsan seketika dengan aura Qi yang perlahan memudar.


Sementara itu di satu sisi, wujud Lang Long nampak sangat mengerikan, kulit meleleh bagaikan lilin cair, otot serta urat-urat nadi tubunya terlihat. Akan tetapi yang paling menyeramkan adalah matanya yang melotot berwarna putih serta tulang dari rahangnya terlihat jelas.

__ADS_1


Namun entah mengapa, dari tubuh Lang Long muncul sekumpulan asap hitam pekat menyelimuti tubuhnya lebih trpatnya seperti termakan oleh asap hitam iti sendiri.


Perlahan otot-ototnya memulih, tulang rahang yang terlihat pun mulai tertutup kembali dengan otot-otonya, kulitnya yang mencair bagaikan lilin pun memulih kembali dan sekitar beberapa puluh detik tubuh Lang Long kembali seperti sedia kala tanpa ada lecet sama sekali.


"Wanita sialan!" Dengan tegas Lang Long berkata seperti itu sambil mengerutkan dahinya dan menginjak kepala Ling Er.


"Aku tidak menyangka, gara-gata serangan kau, aku harus menggunakan ilmu terlarangku!"


Lang Long terus menginjak-injak kepala Ling Er yang tak sadarkan diri. Melihat Lang Long bertingkah seperti itu membuat Wei Chan geram.


Karena tekanan aura Qi dari Lang Long sudah tidak ada, Wei Chan bangkit dan mengambil pedang yang tergeletak.


"Aaaaa....!" Teriak Wei Chan sambil berlari dan kemudian meluncurkan serangan tebasan pedang ke arah Lang Long.


Namun serangan itu dengan mudah dihindari Lang Long dan kemudian Lang Long membalas serangan Wei Chan dengan tendangan memutar dan tepat mengenai wajah Wei Chan.


"Kyaaa...!!" Wei Chan terpental beberapa meter dan pedang yang dia pegang pun terlepas.


"Dasar sekelompok semut pengganggu, selalu ada saja!" Kata Lang Long dengan nada dingin merendahkan.


"Hei kau wanita sialan! Karena kau telah berhasil melukaiku, aku akan memberimu peghormatan terakhirku, yaitu dengan membunuhmu seketika!!"


Lang Long mengangkat pedangnya berniat menancapkan pedangnya itu ke kepala Ling Er. Akan tetapi sekitar beberapa mili lagi pedangnya akan menancap di kepala Ling Er.


Tiba-tiba suara ledakan besar muncul di berangi api hitam pekat berbentuk naga menabrak Lang Long sampai Lang Long terpental beberapa ratus meter, tidak lain api hitam itu muncul dari tubuh Xun Zhi yang sudah ter pulihkan kembali kekuatannya.


(BERSAMBUNG).

__ADS_1


__ADS_2