
Keesokan harinya, pada waktu di siang hari Wei Chan menjenguk Xun Zhi setelah diberi tahu oleh Master Ming Er bahwa Xun Zhi terluka parah. Dengan mukanya yang sedih dia menatap Xun Zhi yang terbaring di atas kasur dan belum sadarkan diri.
Disampinya Wei Chan ada Ru Long yang duduk menjaga Xun Zhi semalaman.
"Master sebenarnya apa yang terjadi dengan Xun Zhi kenapa dia bisa terluka seperti ini." Ucap Wei Chan kepada Ru Long.
"Akupun tidak tau mengapa dia bisa terluka seperti ini walaupun lukanya luarnya sudah tidak ada bekas luka. Akan tetapi ucap Tabib Jun Chau 3 tulang rusuknya patah, Qi dalam tubuhnya melemah dan juga tangan kanannya yang mati karena sel-sel nya rusak."
Mendengar perkataan Ru Long seperti itu air mata Wei Chan pun tak terbendung lagi, dia menutup wajahnya dengan kedua tanganya sambil menangis tersedu-sedu.
"Tapi Master Ru Long apakah dia akan sembuh dam naik-baik saja?"
"Ahh dia bisa sembuh kembali selama dua minggu jika dia tak menggerakan tubuhnya untuk sementara dan terus rutin meminum obat dari Tabib Jun Chau."
"Syukurlah kalau begitu aku tidak terlalu cemas."
Wei Chan akhirnya berhenti menangis setelah mengdengar kabar baik dari Ru Long.
~srekk~
Terdengar suara pintu dibuka bersamaan dengan seorang laki-laki tua yang masuk ke ruang pengobatan murid. Orang tua yang memakai baju biru dengan garis putih di ujung-ujung bajunya, bertubuh pendek kecil, berjanggut putih pendek dan berambut panjang yang di sanggul ditahan oleh tusuk konde berbentuk naga berwarna hitam yaitu dia adalah Tabib Jun Chau.
~srekk~
Suara pintu yang ditutup bersamaan dengannya melangkah masuk dan berbicara.
"Jadi siapakah wanita kecil itu Ru Long saudaranya kah?"
__ADS_1
Wei Chan dan Ru Long memberi hormat kepadanya lalu Ru Long berkata.
"Iyah Senior Jun Chau dia saudaranya."
"Ohh begitukah, yasudah kalau begitu karena aku sudah datang Ru Long kamu boleh kembali ke tempatmu kembali."
"Baiklah kalau begitu Junior Ru Long undur pamit senior Jun Chau."
Ucapnya begitu sambil beranjak dari kursinya dan memberi hormat lalu pergi dari ruangan itu. Sementara itu Wei Chan yang duduj terdiam pun mulai berbicara ke Tabib Jun Chau.
"Baiklah Master Jun Chau aku undur diri juga kalau begitu, aku takut Master Ming Er marah padaku jika terlalu lama."
"Ohb jadi kau muridnya Ming Er kah yasudah kalau begitu silahkan, titip salam yah kepadanya dariku."
"Baiklah Master nanti kusampaikan pada Master Ming Er."
Wein Chan beranjak dari tempat duduknya dan membungkukkan badannya memberi hormat lalu kembali menuju tempat latihannya.
"Aduhh kenapa tangan kananku sakit sekali. Dan dimana aku sekarang?"
"Ohh ternyata kamu sudah sadar kah. Kau terluka sangat parah di sekitar pundak san tangan kananmu sehingga tak bisa digerakkan untuk sementara waktu dan kau sekarang ada si ruang pengobatan murid."
"Ohh begitukah. Lalu kalau boleh tau anda siapa?"
"Namaku adalah Jun Chau panggil saja aku Master Chau dan aku adalah tetua Tabib pengobatan di sekolah ini."
Xun Zhi tak berbicara kembali lalu Tabib Jun Chau mendekati Xun Zhi dsn memberikan sebuah pil bewarna hijau.
__ADS_1
"Makanlah ini. Ini adalah pil penyembuh tingkat 5 untuk mempercepat penyembuhannmu."
Xun Zhi menerima pil itu lalu memakannya, tak lama rasa sakit ditangannya mulai mereda dan bisa di gerakkan kembali, namun badannya masih begitu lemas karena terlalu banyak mengeluarkan darah.
Tak lama ada seseorang mengetuk pintu lalu masuk. Ternyata itu adalah Patriak Chang Lu yang berniat melihat kondisi Xun Zhi. Lalu dia pun menutup kembali pintunya dan melangkah mendekati Xun Zhi.
"Jadi bagaimana kau bisa seperti ini?" Ucap Patriak Chang Lu tanpa basa basi sambil menatap tajam kearahnya.
"Ahh nanti kuceritakan kalau aki sudah sembuh Patriak. Hehehe.."
Patriak Chang Lu menghelakan nafas panjang dan menggelengkan kepalanya. Lalu Tabib Jun Chau berkata kepadanya dengan nada agak kesal.
"Jadi Chang Lu apakah murid ini murid kau?"
"Ahh benar sekali Jun Chau dia muridku."
"Ahh begitukah, yasudah kalau begitu aku permisi dulu kau urus saja sekarang muridmu." Ucap Tabib Jun Chau sambil pergi meninggalkan ruangan itu.
Xun Zhi kaget saat melihat tingkah Tabib Jun Chau kepada Patriak Chang Lu, namunXun Zhi hanya diam saja tak menanyakannya kepada Patriak Chang Lu.
"Jadi bagaimana kamu bisa bergerak?"
"Ahh sekarang aku bisa bergerak Patriak Chang Lu."
"Yasudah kalau begitu kau istirahat dulu saja jika susah baikan kau boleh kembali ke asrama."
"Baiklah."
__ADS_1
Dengan tergesa-gesa Patriak Chang Lu keluar entah. Sementara Xun Zhi bernafas lega karena sudah tidak ada siapa-siapa lagi disana.
(BERSAMBUNG)