
Keesokan harinya Xun Zhi yang pagi-pagi buta telah duduk di kursi goyang yang biasa dipakai oleh Patriak Chang Lu di teras rumahnya.
Xun Zhi menggoyang-goyangkan kursinya dengan kecang hingga berdecit dengan nyaring. Sampai-sampai suaranya mengganggu Patriak Chang Lu yang sedang tertidur menjadi bangun akan suaranya.
Ia berjalan beranjak dari tempat tidurnya menju teras rumahnya dengan suasana hati yang kesal. Patriak Chang Lu dengan kencang membuka pintu rumahnya dan melihat ke arah kursi goyangnya.
"Hai pak tua ternyata pagi-pagi begini sudah bangun yah!, hihihi."
Dengan menunjukan senyum yang meledek.
"Kau lagi, kau lagi Xun Zhi, selalu saja membuatku naik pitam!"
Dengan nada agak malas, sambil menggaruk-garuk kepalanya walaupun tidak terasa gatal.
"Ayolah pak tua gara-gara kau kemarin menghukumku jadi aku mengganggumu sekarang hehehe..."
Kemudian Patriak Chang Lu menampakkan muka yang serius kepada Xun Zhi.
"Jadi bagaimana kamu bisa lepas dari ikatan itu?"
__ADS_1
"Aku hanya membakar tali itu dengan Jurus Apiku, lagiian itu salahmu pak tua jika yang mengikatku dengan tali rapuh seperri itu."
Jawabnya Xun Zhii dengan santainya.
"Ahhh kau ini sudah jangan menggangu aku ingin ingin beristirahat hari ini, badanku sakit semua karena pertarungan kemarin dengan Harimau Putih yang berada di reruntuhan istana."
"Ohh begitukah, Lalu latihanku hari ini apa?"
"Kau bebas untuk hari ini,
sudah jangan ganggu aku."
Sesampainya di seberang danau, dia memanjat pohon apel yang besar nan lebat dan duduk di dahannya. Xun Zhi mengeluarkan peti harta dari cincin ruang penyimpanannya.
Xun Zhi yang mengambil kedua gulungan yang berada didalam peti itu lalu memasukkan peti itu kembali ke cincin penyimpanannya.
Tertulia di atas gulungan itu masing-masing nama Jurusnya. Yang satu bernama Ilmu Penyembuhan Raga tingkat menengah dan satunya lagi Jurus Pukulan Amarah Dewa.
Pertama dia membuka gulungan Ilmu Penyembuh Raga. Saat sudah membukanya, dengan tiba-tiba tulisan yang di atas gulungan itu melayang masuk ke dalam pikirannya. Kemudian secara instan dia langsung mengerti akan cara kerja Ilmu itu.
__ADS_1
"Ohh ternyata kau mendapatkan Ilmu yang bagus Xun Zhi."
"Ahhh kukira begitu Long Hei'an. Baiklah sekarang aku akan melatih Ilmu Penyembuhan Raga."
Kemudian Xun Zhi langsung duduk sila di bawah pohon apel, menutup matanya perlahan dan mulai bermeditasi. Jiwanya mulai merasakan energi alam yang dia serap, aura berwarna putih pun mulai nampak menyelimuti tubuhnya. Semakin lama dia bermeditasi, semaki tebal pula aura putih yang menyelimutinya.
Setelah lima jam bermeditasi, Xun Zhi mulai merasakan Ilmu Penyembuhan Raga sudah mulai ia kuasai. Aura putih yang menyelimuti tubuhnya meredup dan lambat laun menghilang.
Badannya menjadi terasa lebih segar dari sebelumnya, kultivasinya juga mulai meningkat sedikit untuk menuju tahap Qi selanjutnya.
Kemudian dia membuka gulungan yang kedua yaitu Jurus Pukulan Amarah Dewa. Kertas yang panjang dengan isian tulisan yang kecil dan banyak, mumbuat Xun Zhi membaca dengan teliti tulisan tentang langkah-langkah Jurus Pukulan Amarah Dewa.
Setelah selesai membaca gulungan itu, dia mulai mencoba mempraktikannya. Xun Zhi mempusatkan Qi elemen Cahayanya ke kepalan tangan kanannya.
Namun karena elemen Cahayanya masih belum sempurna, cahaya yang meyelimuti kepalan tangannya redup kemudian menghilang.
Xun Zhi merasa kesusahan saat mempelajari Jurus Pukulan Amarah Dewa, karena waktu yang sudah siang hari dan perutnya juga sudah merasakan lapar. Dia pergi dari tempat itu untuk makan siang.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1