
Setelah beberapa jam berlalu, suasana hari pun sudah mulai berhembus sangat sejuk, matahari pun sudah mulai berubah warna menjadi agak oranye dan akhirnya Xun Zhi dan Shuin yang terus berjalan santai pun telah sampai keluar hutan dan terlihat agak jauh jaraknya kira-kira lima ratus meter di depannya ada sebuah desa.
Xun Zhi dan Shuin pun mengeluarkan jubah serta perlengkapan untuk menutupi wajah mereka berdua supaya tidak ada orang yang mengenali serta memburu mereka.
Setelah mereka berdua telah memakai pakaian penyamaran, Xun Zhi serta Shuin pun berjalan kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju desa yang terlihat dari jauh oleh mereka.
Beberapa puluh menit berlalu, Xun Zhi dan Shujn telah sampai di depan desa dan mereka berdua sedang berjalan mencari sebuah penginapan untuk mereka berdua menginap malam ini. Hingga tak lama kemudian Xun Zhi serta Shuin melihat sebuah papan besar di atas depan bangunan sederhana berlantai dua bernamakan 'Penginapan Malam Ketenangan'.
Penginapan Malam Ketenangan ini memiliki dua belas kamar di lantai dua serta di lantai satunya di jadikan bar serta tempat makan untun para pengunjung.
"Baiklah! Bagaimana kalau kita menginap disini Nona Shuin?"
Begitu ucap Xun Zhi sambil melihat ke arah bangunan penginapan.
"Yah lebih baik kita menginap disini daripada di hutan dan kita pun belum makan dari pagi kan?"
"Yah benar sekali itu Nona Shuin."
Xun Zhi dan Shuin telah memutuskan untuk menginap di Penginapan Malam Ketenangan dan berjalan memasuki bangunan penginapan. Setelah masuk ke dalam bangunan penginapan langsung terlihat sebuah bar yang cukup ramai dengan pengunjung dan hanya menyisakan beberapa meja makan kosong.
Lalu seorang wanita memakai baju pelayan melewat di depan Xun Zhi serta Shuin.
"Permisi tuan dan nona apakah ada yang bisa saya bantu. Jika tuan serta nona sekalian ingin menginap kalian bisa menuju ke resepsionis disana. Dan jika tuan dan nona sekalian ingin makan silahkan duduk di meja makan yang masih kosong."
Begitu ucap seorang pelayan perempuan dilihat dari tampangnya seperti umur 20 tahunan.
"Ohh begitukah terima kasih atas informasinya nona pelayan."
Jawab Shuin dengan senyuman kepada pelayan perempuan yang ada di depannya.
"Baiklah kalau begitu permisi."
Si pelayan perempuan yang ada di depannya pun berjalan kembali mengantarkan pesanan yang ia bawa.
Setelah mendapatkan informasi, Shuin dan Xun Zhi berjalan menuju ke meja resepsionis untuk memesan kamar untuk istirahat mereka malam ini.
"Permisi tuan apakah masih ada kamar yang masih kosong?"
Ucap Shuin kepada seorang pria tertunduk membaca buku fi balik meja resepsionis. Dari wajah pria itu terlihat seperti umur 40 tahunan yang sudah berada di depan meja resepsionis dan Xun Zhi pun ada di belakangnya.
__ADS_1
"Masih ada nona andabingin menginap untuk berapa malam?"
Ucap si pria dengan suara yang berat bertanya kepada Shuin.
"Kalau begitu kami pesan dua kamar. Satu untukku dan satu lagi untuk lelaki muda ini."
Begitu Jawab Shuin dengan wajah tersenyum.
"Baiklah satu malam untuk dua kamar biaya nya menjadi dua koin perak."
Shuin pun mengambil uang di sakunya dan menaruhnya di atas mera untuk membayar sewa penginapan selama satu malam dengan satu koin emas kepada pria resepsionis yang ada di depannya.
Lalu si pria itupun mengambil uangnya dan kemudian ia menyerahkan dua kunci kamar serta kembalian. Namun Shuin menolaknya dan berkata.
"Untuk kembalian nya bisakah para pelayan mengabtarkan kami makanan serta minuman untuk makan sore kami tuan."
"Hmmmp... baiklah nanti kalau begitu. Lalu untuj kamar kalian ada di lantai dua di pojok sebelah kanan oke."
"Baiklah, terima kasih."
Begitu jawab Shuin sambil mengedipkan matanya membuat wajah imut. kemudian Xun Zhi serta Shuin pun berjalan menaiki tangga yang berada di tengah ruangan, lalu setelah sampai di atas mereka berdua berbelok ke arah kanan dan telah sampai di pinyu kamar sewa penginapan mereka masing-masing.
"Baiklah jika nanti makanan telah datang ke kamarku, nanti aku panggil oke Xun Zhi."
"Hmm..."
Lalu Xun Zhi serta Shuin pun membuka kamar mereka masing-masing dan masuk ke dalamnya. Ruang kamar penginapan ini sangat sederhana. Terlihat saat memasuki kamar ada sebuah tempat tidur yangerapat di sisi pojok kanan ruangan, kemudian di sampingnya kembali ada sebuah meja dengan di atasnya ada sebuah lentera yang menyala redup.
Xun Zhi pun berjalan dengan segera untuk membaringkan badannya yang mulai terasa pegal. Xun Zhi melompat membantingkan seketika badannya ke atas kasur.
"Ahhh akhirnya aku hisa beristirahat nyama."
Ujar Xun Zhi sambil bernafas lega serta merentangkan tangan dan kakinya di atas kasur. Lalu jubah yang dipakai olehnya pun ia lepaskan dan menggantungkannya di sebuah gabtungan yang terbuat dari kayu berada di sisi dekat pintu.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari samping dinding ranjangnya.
"Xun Zhi mari kita makan, makanan sudah ada tersedia disini!"
Begitu ucap Shuin kepada Xun Zhi berteriak dari kamarnya.
__ADS_1
"Baiklahh...!!!"
Xun Zhi pun bangkit dari tempat tidurnya untuk menuju ke kamar Shuin dengan berjalan perlahan dan juga pundak yang di turunkan.
Setelah Xun Zhi sampai di kamar Shuin terlihat banyak sekali makanan mewah tersedia diatas meja bundar besar. Dimukai dari beberapa olahan daging yang bermacam-macam, beberapa olahan tumis sayur daging, sepuluh botol arak serta dua mangkuk nasi besar.
Shuin pun telah duduk di lantai di samping meja makan dan juga telah memulai makannya.
"Ayooo Xun Zhi cepat semua makanan ini enak-enak lohh!"
"Iya-iya aku tau nona Shuin."
Xun Zhi pun kemudian duduk bersebrangan dengan Shuin dan memulai makan. Setelah bebebrapa saat kemudian Xun Zhi dan Shuin telah selesai makan dengan sangat nikmat.
Shuin yang tak tahan dengan godaan botol arak di atas meja langsung mengambilnya dan langsung menenggak meminum satu botol arak seketika.
Dari raut wajahnya terlihat ia sangat menikmati dan bahagia meminum araknya.
"Fuahhhaha...! Memang enak minum arak setelah makan."
"Dasar cewek tukang mabok."
Gumam Xun Zhi dengan nada suara yang pelan sambil melirik ketus kepada Shuin.
"Ada apa Xun Zhi?"
"Tidak-tidak ada apa-apa."
Begitu jawab Xun Zhi dengan sikap yang datar. Tak lama kemudian terdengar suara rusuh di luar ruangan.
"Nona Shuin apakah kau mendengar kerusuhan di luar itu?!"
Ucap Xun Zhi sambil berdiri panik.
"Yaa aku mendengarnya Xun Zhi. Ayo kita lihat."
Xun Zhi serta Shuin pun berjalan keluar kamar untuk melihat ada keributan apa sebenarnya.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1