
Tak terasa pertandingan pun sudah sampai ke pertandingan keenam dan seperti biasa pengadil pun naik kembali keatas panggung dan berkata.
"Baiklah kalau begitu sekarng kita mulai pertandingan keenam antara Cao Pian melawan Wang Ling."
Cao Pian yang mendengar namanya disebut raut wajahnya berubah menjadi bersemangat.
"Ahh akhirnya giliranku juga, badan ini sudah pegal lama menunggu. Dan juga lawannya menjanjikan sekali untukku."
"Ehh... memang kau kenal dengannya?"
"Yah aku kenal, dia adalah teman masa kecilku. Baiklah kalau begitu Xun Zhi!"
"Ohh semangat yah."
Cao Pian dan Wang Ling pun berjalan menaiki tangga menuju ke atas arena. Keduanya memasang wajah yang serius. Lalu setelah mereka sampai di tengah arena dan saling berhadapan, Cao Pian pun berkata.
"Lama tak berjumpa Wang Ling, bagaimana kabarmu sehat?"
"Ya. Aku sangat sehat, bagaimana denganmu? Jika kau tidak sehat pertandingan ini tidak akan ada artinya untukku!"
Begitu ucap Wang Ling dengan senyuman.
"Hahaha... seperti biasa kau selalu bersemangat saat berhadapan denganku Wang Ling! Baiklah kalau begitu jangan banyak bicara, mari kita mulai saja duel kita!"
Keduanya menghunuskan senjata mereka sambil memasang kuda-kuda menyerang.
"Baiklah kalau begitu pertandingan dimulai!"
Setelah pengadil berkata. Keduannya dengan cepat melancarkan serangan menggunakan pedang mereka. Akan tetapi pedang mereka berbenturan hingga menghasilkan suara nyaring dan mereka berdua kembali ke posisi semula.
"...hehehe sudah lama kita tak beradu pedang Cao Pian!"
"Tak perlu sesemangat itu Wang Ling, pertandingan ini kan baru dimulai!"
Kemudian Cao Pian langsung memusatkan Aura Qi miliknya yang bewarna biru samar-samar menyelimuti tubuhnya. Wang Ling pun tak mau kalah, ia juga memusatkan Aura Qi miliknya yang bewarna sama dengan milik Cao Pian.
__ADS_1
Kemudian mereka berdua langsuung mengeluarkah ilmu peringan badan dan mulai menyerang kembali dengan pedang mereka.
Cao Pian mengibaskan pedangnya menyerang leher Wang Ling, namun Wang Ling dengan cepat menghindarinya sambil melesatkan tusukan pedangnya kearah perut Cao Pian. Dengan reflek yang cepat pergelangan tangan Cao Pian memutar dan menangkis tusukan pedangnya Wang Ling.
"Heee... jadi kau telah menguasai Jurus Takisan Ular!"
"Hahaha ternyata kau tau jurus itu yah, benar sekali Wang Ling tanganku sekarang selentur ular dan juga gerakanku bisa lebih cepat dari orang biasa."
"Baiklah aku akan mulai serius sekarang Cao Pian!"
"Silahkan keluarkan semua jurus pedangmu Wang Ling."
Wang Ling pun bergerak dengan cepat dan menengluarkan jurus 8 Tusukan Angin, namun Cao Pian menahannya dengan mudah serangan Wang Ling.
Setelah menahan serangan Wang Ling, Cao Pian mulai menyerang Wang Ling dengan Jurus 5 Tebasan Kematian. Tebasan yang dilayangkan mulai dari kaki hingga ke kepala Wang Ling pun lancarkan, namun serangan itu dapat di patahkan oleh Wang Ling dengan Jurus Takisan Kecepatan Angin.
Para penonton pun bersorak meriah melihat pertandingan mereka berdua.
Mereka terus beradu jurus gerakan pedang yang di kuasai mereka masing-masing, entah sudah berapa puluh gerakan yang mereka keluarkan. Para penonton bersorak semakin meriah melihat pertandingan Cao Pian dan Wang Ling yang sangat sengit. Hingga akhinya keduanya pun kelelahan.
Melihat kesempatan itu, Cao Pian dengan tenaga yang tersisa, ia membuat segel dengan kedua jarinya untuk mengeluarkan Ilmu 6 Pedang Cahaya. Pedang yang Cao Pian pegang menjadi bercahaya, dan kemudian 6 pedang muncul melayang di atas Cao Pian dan meluncur cepat ke hadapan muka Wang Ling siap-siap menusuknya.
"Baiklah aku menyerah."
Cao Pian pun menarik kembali Ilmu 6 Pedang Cahaya setelah mendengar kata menyerah dari Wang Ling. Para penonton pun bertepuk tangan dengan meriah, Cao Pian dan Wang Ling pun berjalan dan saling berhadapan. Keduanya berjabat tangan sambil tersenyum kemudian turun dari arena pertandingan dan berjalan mendekati Xun Zhi.
"Ahh tadi itu sangat melelahkan sekali untukku Xun Zhi."
Begitu ucap Cao Pian memegang pundak tanganya denga tangan kiri dan mengerak-gerakkan pundak kanannya sambil menatap ke arah Xun Zhi.
"Yasudah kalau begitu kau istirahat saja Cao Pian, akupun sudah kesal menunggu kapan giliranku bisa bertanding ."
Begitu ucap Xun Zhi, tak lama Cao Pian duduk di samping Xun Zhi dan merebahkan kakinya.
Xun Zhi masih menunggu kapan gilrannya di panggil sambil terus menonton pertandingan yang berlangsung. Hingga setelah 1 jam berlalu namanya pun di panggil oleh pengadil.
__ADS_1
"Baiklah pertandingan ke 15 di pertandingan laki-laki yaitu Xun Zhi melawan Tong Lin."
Xun Zhi pun tersenyum saat namanya di panggil oleh pengadil. Kemudian ia pun berjalan menuju ke arena.
"Xun Zhi semangat yah."
"Yahh!"
Xun Zhi perlahan menaiki beberapa anak tangga menuju ke arena dan berjalan menuju ke tengah arena pertandingan. Ia pun telah berhadapan dengan lawannya.
Terlihat muka yang begitu sombong dan meremehkan kekuatan Xun Zhi saat Tong Lin melihatnya.
"Hah...! Jadi dia yang bernama Xun Zhi, tak terlihat kuat sama sekali. Lebih baik kamu menyerah saja sebelum kau kalah dariku dan menangis kepada Mastermu."
Begitu ucap Tong Lin yang mengejek Xun Zhi dengan senyuman yang merehmehkan. Xun Zhi hanya bersabar saat mendengar perkataan Tong Lin, walaupun hatinya sangat marah saat mendengar perkataannya kemudian Xun Zhi berkata sambil tersenyum.
"Maaf saja, aku disini bukan untuk menyerah dan lari seperti pecundang!"
Mendengar perkataan Xun Zhi, Tong Lin menampakkan wajah kesal dan berkata dengan lantang.
"Apa kau menghinaku sialan, berani sekali kau berkata begitu di hadapanku!"
"Maaf aku tak menghina siapa-siapa disini, aku hanya berbicara saja."
"Sudah kalian berhenti bicara. Kalau begitu pertandingan ku mulai."
Begitu ujar pengadil. Kemudian tanpa gerakan pembuka Tong Lin langsung menyerang Xun Zhi dengan Pedang Roh Miliknya yang berubah menjadi Ular hitam besar dengan tanduk yang runcing biasa disebut dengan nama Roh Ular Kematian.
Roh Ular Kematian milik Tong Lin langsung menggeliat ke arah Xun Zhi dan melilit tubuhnya. Xun Zhi pun kaget akan lilitan Ular Hitam itu yang begitu cepat gerakannyya. Namun ia tetap tenang dan mulai memejamkan matanya, fokus untuk mengeluarkan Api Birunya untuk menyelimuti tubuhnya.
"Hahaha... kau tidak akan bisa lolos dari lilitah Monster Roh Ular Kematianku, karena dia adalah Monster Roh tingkat 6. Jadi sekarang lebih baik kau menyerah saja sebelum kau mati, hahaha...!"
Tak lama Tong Lin selesai berbicara, tubuh Xun Zhi telah di selimuti oleh Api Biru yang menggebu-gebu. Hingga Roh Ular Kematian milik Tong Lin pun kepanasan dan melepaskan lilitannya dari tubuh Xun Zhi.
Kemudian Xun Zhi dengan cepat memakai ilmu langkah cahayanya dan seketika sudah berada di Samping Tong Lin. Xun Zhi dengan keras memukul ulu hati Tong Lin hingga Tong Lin tak sadarkan diri dan kalah di pertandingan. Lalu Roh Ular Kematian milik Tong Lin pun kembali menjadi pedang dan tertancap di tengah arena.
__ADS_1
Xun Zhi dinyatakan menang, setelah itu ia berjalan kembali menuruni arena ke arah Cao Pian yang merebahkan kakinya di pinggir arena.
(BERSAMBUNG)