KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 109


__ADS_3

Setelah di dalam kamar, Xun Zhi langsung berbaring di kasur yang cukup besar dengan ruangannya kamar tamu yang ia pakai sangat besar.


Xun Zhi melamun kencang karena merasa ada rasa tak menyangka bahwa wanita yang menolongnya dulu yaitu Ling Er sudah tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik.


"Ahh memang kalau wanita muda selalu saja memancarkan aura ketertarikan yah. Ingin sekali barusan aku memeluknya dengan erat." Gumam Xun Zhi sendiri sambil menatap atap kamarnya yang sangat mewah berwarna emas ber-ukiran bunga yang merambat.


"Hey Xun Zhi jangan kau pikirkan wanita mulu, apa kau sadar barusan saat kau bertemu dengan Ling Teng?" Ucap Long Hei'an ke Xun Zhi yang ada di dalam tubuhnya.


"Ahhh aku sadar sekali akan kekuatan Aura Qi nya yang menguap tadi saat mengobrol tadi, ternyata zaman sekarang pun masih ada yang memiliki kekuatan yang setara denganku yang berada di Kultivasi Qi Sertangah Dewa tahap menengah. Akan tetapi untung saja aku sebelum masuk ke ruanganya menekan aura Qi ku, jadi Ling Teng tak mengetahui kekuatanku." Jawab Xun Zhi kepada Long Hei'an.


"Ohh iya Xun Zhi, jadi kapan kita akan menuju ke Menara Dewa?"


"Untuk itu kita harus bersabar dulu Long Hei'an, karena saat ini masih banyak sekali orang yang mengingcarku dan akupun belum mengetahui orang-orang yang mengincar nyawaku ini!" Begitu kata Xun Zhi dengan tegas kepada Long Hei'an yang ada di dalam tubuhnya.


Long Hei'an pun tak berkata kembali karena mengerti akan situasi yang di alami Xun Zhi saat ini. Kemudian setelah obrolan meeeka bersua selesai pun, Xun Zhi langsung berbaribg di atas kasur untuk mengistirahatkan tubuhbya yabg cukup lelah di perjalanan tadi pagi.


Malam pun tiba. Xun Zhi tidur pulas di kamar tamu kediaman keluarga Ling yang ia tempati saat ini dengan raut aajah tidurnya nampak sangat kelelahan.


Sementara itu di balik pintu kamar yang di gunakan Xun Zhi, saat itu terlihat Ling Er berdiri sambil memegang keua tangannya yang ia letakan di depan dan juga raut mukanya yang nampak bingung.


"Ahh aku masuk tidak yah? Yah gimana nanti saja dah." Begitu ujar dalam hati Ling Er yang nampak agak ragu berniat menemui Xun Zhi.


Ling Er pun mengangkat sebelah tangannya dan kemudian ia mengetuk pintu kamarnya dengan perlahan sambil berkata, "Permisi Xun Zhi apakah aku boleh masuk, ada hal yang harus ku sampainkan."

__ADS_1


Tapi ucapan Ling Er tidak ada jawaban dari Xun Zhi. Kemudian Ling Er mengeruk kembali pintu kamar Xun Zhi dan berkata seperti sebelumnya. Namun tetap aja tidak ada jawaban.


Akhirnya Ling Er membuka pintu bilik kamar Xun Zhi dan masuk ke kamarnya lalu menutup pintu kembali secara perlahan.


Dan saat melihat ke arah tempat tidur, Ling Er langsung mendesah, "Haaaa... pantas saja kau tak menyahut ucapanku."


Ling Er berjalan mendekati Xun Zhi yang masih tidur mendengkur, setelah itu Ling Er menggoyang-goyangkan tubuh Xun Zhi mencoba untuk membangunkannya.


"Xun Zhi, Xun Zhi ayo bangun, ada sesuatu yang ingin ku diomongkan denganmu." Begitu kata Ling Er sambil terus membangunkan Xun Zhi.


Hingga akhirnya Ling Er berhasil membangunkannya. Xun Zhi perlahan membuka matanya bersamaan dengan menguap mulutnya lebar-lebar dan seketika terkejut dan langsung mengubah pose tidurnya jadi duduk sila di atas kasur karena Ling Er sudah ada duduk di sampingnya.


"Ahh akhrinya kau bangun juga." Ucap Ling Er dengan senyuman indah.


"Ahh begini...,"


Entah kenapa saat Ling Er baru ingin memangatakan seseuatu padanya ia malah ragu-ragu dan berhenti di tengah ucapannya. Kemudian ia pun dalam pikirnya berkata, "Ahh bagaiamana aku harus bicaranya nih! Padahal besok hari terakhir perayaan hari jadinya Kerajaan ini dan aku juga ingin sekaki mengajaknya. Gimana yah?"


Wajah Ling Er tiba-tiba menampakkan raut bingung, hingga Xun Zhi yang melihatnya pun menepuk pundakknya.


"Kya...!"


Suara Ling Er yang terkejut akibat tepukan pundak Xun Zhi.

__ADS_1


"Kau kenapa Ling Er?" Tanya Xun Zhi karena terkejut pula akan triakkan Ling Er.


Ling Er langsung berwajah merah dan tertunduk tak berani menatap Xun Zhi.


"Ahh ma-maaf Xun Zhi ta-tadi aku melamun dan ak-aku hanya kaget saja akan tepukanmu itu." Begitu kata Ling Er dengan gagap.


Kemudian Ling Er bergegas berdiri dan berkata, "Ba-baiklah kalau begitu aku undur pamit dulu dan juga jangan lupa kak Ling Mei dan temanmu sudah menunggu di ruangan makan, jika kau tak tau arahnya maka bertanya saja kepada para pelayan."


Ling Er kemudian bergegas melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari kamar tamu yang dipakai oleh Xun Zhi, setelah itu Ling Er pun berlari kecil menuju ke aeah ruang makan.


Xun Zhi yang mihat tingkahnya Ling Er nampak sangat bingung dan tak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa diam mematung untuk beberapa detik.


Tak lama kemudian Xun Zhi bangkit dari tempat tidurnya bersamaan dengan mengusap mukanya sendiri dengan tangan kosong, lalu ia pun berjalan keluar ruangan untuk menuju ke tempat makan dimana Ling Mei dan Shuin tengah menunggu.


Saat di koridor eumah kediaman Keluarga Ling, Xun Zhi nampak kebingungan oleh arah jalan yang harus ia ambil. Karena saat ini ia tidak tahu sama sekali jalan mana yang harus ia pilih untuk menuju ke ruang makan.


Dan kemudian pada akhirnya Xun Zhi hanya beediri tepat di depan pi tu kamarnya untuk menunggu pelayan yang lewat.


Tak lama menunggu, terlobat ada dua orang pelayan berjalan menedekati Xun Zhi.


"Permisi tuan, anda di tunvgu oleh Nona Ling Mei untuk menuju ke ruang makan, silahkan aku akan pimpin jalannya." Begitu ucap salah seorang pelayan kepada Xun Zhi.


Xun Zhi pun tersenyum kepada pelayan itu dan mengangguk, setelah itu pelayan pun berjalan menuju untuk ke ruang makan untuk mengantar Xun Zhi dan Xun Zhi pun melanghkah, mengikuti pelayan dari belakang.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2