
Semakin mereka bedua berjalan mendekat, semakin kuat juga aura mereka berbentrokkan hingga menghasilkan kabut tipis di sekeliling mereka.
Kemudian Xun Zhi mengangkat tangan kanannya mengeluarkan Ilmu Seribu Hujan Tombak Api Hijau miliknya, dan muncullah seribu tombak yang di lapisi oleh api hijau di atas Xun Zhi.
Orang yang menjadi lawan Xun Zhi pun tak mau kalah. Ia pun sama mengangkat tangannya mengeluarkan Ilmu Seribu Pedang Es. Seribu pedang itupun muncul di atas orang berjubah itu.
Kemudian keduanya mengayunkan tanganya ke hadapan mereka masing-masing. Tombak api hijau milik Xun Zhi dan pedang es milik lawannya Xun Zhi pun saling beradu menimbulkan suara menggema dan uap putih tebal.
Setelah itu keduanya berlari menerobos uap putih tersebut dan bertarung di dalamnya. Xun Zhi mulai menyerang ke arah leher musuhnya itu, akan tetapi ia dengan cepat mengelak serangan Xun Zhi dan menyerang balik Xun Zhi dengan tusukan ke arah perut Xun Zhi.
Namun Xun Zhi menggerakkan pergelangan tangannya yang memegang tombak dengan cepat berhasil menangkis tusukan pedang musuhnya. Keduanya terus saling serang-menyerang dengan sangat cepat di dalam uap putih.
Pergerakan, tehnik, intuisi, dan permainan senjata mereka sangat gila. Suara-suara bentrokan senjata mereka berdua pun sangat cepat.
Tak lama Aura mereka berdua mulai mereda, uap putih pun juga sudah mulai menghilang perlahan. Nafas Xun Zhi dan orang yang berjubah di hadapannya pun sudah mulai terengah-engah kelelahan.
"Hah... hah... hah... ternyata kau cukup tangguh juga sialan. Tapi kultivasi kita terlampau jauh kau tidak akan bertahan lama, dan akan ku bunuh! Hahaha...!"
"Sebenarnya aku belum sepenuhnya mengeluarkan kekuataku, tapi untukmu akan keberi perlakuan khusus. Baiklah lihatlah dengan baik-baik jika seorang dewa bertarung...!"
"Hahaha apa kau sudah gila menyebut dirimu dewa!"
Begitu ucap orang berjubah di hadapan Xun Zhi. Kemudian Xun Zhi membuat kuda-kuda yang erat, tak lama mengeluarkan Aura Qi Api Hitam di dalam tubuhnya.
Orang berjubah yang melihat perubahan kekuatan kultivasi Qi milik Xun Zhi yang melonjak drastis pun terpaku ketakutan tak bisa berkata apa-apa dengan mulut yang menganga. Bulu di sekujur tubuhnya pun berdiri karena kengerian tekanan Aura yang di keluarkan Xun Zhi. Tak lama orang berjubah itupun berkata.
__ADS_1
"Ti-tidak mungkin! Ba-ba-bagaimana bisa se-seorang bocah sepertimu mempunyai kekuatan sebesar ini!?"
"Tenang saja ini belum sepenuhnya ku keluarkan! Baiklah mari kita selesaikan pertarungan ini dengan cepat!"
Xun Zhi menyeringai dengan seram kepada orang berjubah yang menjadi musuhnya itu. Kemudian ia berlari dengan sangat cepat seperti seorang yang bertelportasi dan sudah di hadapan musuhnya.
Xun Zhi mengayunkan tombak yang ia pegang ke arah tangan kanan musuhnya yang memegang pedang. Tangan musuh Xun Zhi pun putus dan tergeletak di tanah seketika tanpa disadarinya orang itu.
Orang berjubah itu terdiam beberapa detik melihat tangannya putus dan tak lama ia pun berteriak dengan sangat keras.
"AHHHH...!!! SA-"
"Kau membuat telingaku sakit."
Xun Zhi membekam mulut Orang berjubah itu dengan tangan kirinya, lalu mengangkat tudung yang menghalangi wajahnya dengan ujung tombak. Dan terlihat jelaslah sosok di balik tudung itu, dia adalah kakanya Xu RuZhin yaitu Xu Dan.
"Tuidap aukun ku bewuietahu appua-apppua kespasdasmu!"
"Apa yang kau bilang itu tidak jelas, coba ulang?"
Xun Zhi menancapkan tombaknya ke tanah, dan mencekik Xu Dan dengan tangan kanannya dan melepaskan tangan kirinya yang membungkan mulut Xu Dan.
"Puah, Cih! Aku tidak akan memberitahumu sampai mati pun hahaha...!
Begitu ucap Xu Dan sambil meludah ke wajah Xun Zhi. Xun Zhi pun marah namun amarahnya itu ia tahan karena ingin mengorek informasi dari Xu Dan. Xun Zhi pun mengeluarkan belati dari Cincin ruang penyimpanannya dan memegang jarum emas itu.
__ADS_1
"Kau tahu kan bahwa jarum itu kecil dan tajam, jika kau tidak ingin terkena pisau kau harus jawab pertanyaanku oke!"
Dengan nada mengancam Xun Zhi berkata begitu kepada Xu Dan, sambil mengesek-gesekan jarum emas yang ia pegang ke muka Xu Dan.
"AKU TIDAK AKAN MENJAWABNYA HAHAHA...!"
Begitu jawab Xu Dan dengan tawanya yang sangat keras di hadapan Xun Zhi.
"Baiklah karena kau mau menjawab!"
Xun Zhi menusukkan jarum emas yang telah dilapisi oleh Api hitam milikya yang ia pegang tepat di otak belakang Xu Dan, hingga Xu Dan mati seketika dalam keheningan.
Xun Zhi meredam kembali Aura Qi Api Hitam miliknya. Karena tak dapat informasi apa-apa, Xun Zhi berjalan menuju Xu RuZhin yang berbaring jauh tak sadarkan diri untuk mengorek informasi darinya.
Setelah Xun Zhi sudah berdiri di hadapan Xu RuZhin, ia mencoba membangunkan Xu RuZhin. Akan tetapi ia tetap tidak bangun juga.
Kemudian saat ia akan mengangkat badannya, tiba-tiba ada seorang yang memakai jubah menyerang Xun Zhi dengan melemparkan sebuah bom racun.
Xun Zhi pun menutup hidungnya dengan tangan kanannya agar asap racunnya tak terhisap, sementara itu orang yang memakai jubah itu mengambil Xu RuZhin membawanya menjauhi Xun Zhi.
Xun Zhi pun tak menyadarinya, lalu setelah beberapa saat asap racun yang menyelimuti Xun Zhi mulai menghilang. Ia terkejut saat melihat Xu RuZhin telah tidak ada di tempat itu.
"Sial! Aku dikibulin!"
Dengan raut wajah tidak senang Xun Zhi berkata begitu. Lalu setelah itu Xun Zhi melanjutkan kembali perjalanannya untuk menemui Grand Master Yujin yang sedang bertarung.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)