
Pagi telah menjelang, sinar matahari mulai menyinari depan gua yang mereka pakai beristirahat. Keempat sudah terbangun dari tidur mereka dan sedang membereskan barang-barang menuju keluar gua itu.
Terlihat kabut yang tipis menyelimuti hutan itu saat Xun Zhi yang pertama sudah diluar gua.
"Uhhh udara yang sangat segar sekali pagi ini."
Begitu ucapnya yang menghirup udara pagi di hutan sambil mengangkat tangannya. Tak lama Ling Er, Linlin serta Wang Chen menyusul Xun Zhi keluar dari gua. Setelah itu Ling Er pun berkata.
"Wah benar sekali Xun Zhi sudah lama aku tak menghirup udara sesegar ini." Ucapnya begitu.
"Yasudah kalau begitu jangan berdiam saja mari kita berangkat." Ucap Wang Chen terhadap mereka.
Xun Zhi dan yang lainnya langsung berangkat melanjutkan perjalanan . Mereka terus berjalan menembus kabut dihadapannya menyusuri hutan itu.
Kemudian cuaca yang tadinya cerah berubah menjadi mendung. Perlahan kabut yang tadinya tipis mulai semakin menebal dan membatasi pengelihatan mereka.
Mereka yang sudah jauh berjalan meninggalkan gua peristirahatan sudah terlanjur untuk kembali kesana. Dan tiba-tiba terdengar suara gemerisik di sekitar mereka.
"Suara apakah itu senior." Linlin dengan wajah yang agak panik berkata kepada Wang Chen.
"Nanti dulu aku akan menggunakan pengeliahatan Eagle eyes dulu." Ucapnya Wang Chen.
[Eagle eye adalah pengelihatan yang bisa melihat penghalang dari kabut dalam radius seratus meter].
Mata Wang Chen yang bewarna hitam seketika berubah menjadi kuning keemasan, ia melihat banyak sekali serigala yang mengelilingi mereka.
"Kita sekarang di kellilingin oleh serigala bulu perak tingkat 4 dengan jarak 20 meter."
"Yang benar senior."
Jawab Ling Er terkejut akan perkataan Wang Chen dan mereka langsung meningkatkan kewaspadaan mereka. Detak jantung mereka mulai berdetak kencang sambil terus melirik kiri dan kanan melihat sekitar.
Namun percuma karena kabut yang tebal. Mereka tak terlihat terkecuali Wang Chen yang hanya bisa melihat serigala perak tingkat 4 itu yang memakai Jurus Eagle eye.
__ADS_1
"Berapa banyak jumlah mereka senior Wang Chen." Ucap Xun Zhi begitu sambil terus waspada akan sekitarnya.
"Ada 10, tidak, 12 serigala bulu perak yang mengepung kita."
"Banyak sekali mereka walaupun kita bisa mengalahkannya. Akan tetapi jika berkabut begini kita susah untuk menahan terkaman mereka yang kuat dan juga kecepatan serangan mereka." Ucap Ling Er dengan panik.
"Baiklah kalau begitu kalian merunduklah aku akan menghilangkan kabut ini."
Tak lama mereka merunduk dan Ling Er pun berkata.
"Apa yang akan kamu lakukan Xun Zhi."
Saat ucapan Ling Er itu selesai Xun Zhi mengibaskan dan memutar tombak badanya searah jarum jam. Angin kencang muncul dari kibasan tombak Xun Zhi hingga kabut di sekitar mereka menghilang dan terlihat posisi serigala bulu perak itu berada.
Tak lama Ling Er dan yang lainnya mengeluarkan senjata mereka masing-masing. Ling Er yang memakai dua pedang pendek, Wang Chen yang memakai pedang bewarna hitam panjang serta Linlin yang memakai panah.
Ling Er langsung menerjang ke arah serigala bulu perak dengan Jurus Lightning Step nya. Setelah itu dia menebas tubuh Serigala Bulu Perak yang ada di depannya menggunakan jurus Lightning Slash dan tubuh serigala bulu perak itupun terbelah menjadi dua.
Namun sesaat ia selesai dengan serangannya kearah satu Serigala Bulu Perak. Tiba-tiba Serigala Bulu Perak satunya lagi telah menerjang ke arahnya.
Akan tetapi Linlin dengan sigap memanah serigala itu ke arah matanya dan terkapar di depan Ling Er. Saat itupula oleh Ling Er langsung menusuk kepala Serigala Bulu Perak itu.
Sementara Xun Zhi dan Wang Chen masing-masing menghadapi dua serigala. Xun Zhi yang di sebelah kanan Linlin dengan mudah menghabisi Serigala Bulu Perak dengan jurus tombak apinya. Dan Wang Chen di sebelah kiri Linlin tanpa hambatan menghabisi serigala bulu perak yang menyerangnya.
Lalu mereka berkumpul kembali ke posisi masing-masing dan Serigala Bulu Perak itu masih tersisa enam lagi. Karena hal yang tak diduga terjadi yaitu. Sesaat pertarungan mereka dengan Serigala Bulu Perak belum selesai tiba-tiba turun hujan yang begitu deras.
Kabut yang mengelilingi mereka menjadi semakin tebal dan juga hujan nyang deras membasahi tubuh mereka. Gara-gara cuaca yang seperti itu pengelihatan dan juga pergerakan mereka menjadi semakin sulit terkecuali Wang Chen yang pengelihatannya masih bisa melihat posisi serigala perak itu berada. Lalu Xun Zhi berkata.
"Bagaimana ini senior kita tidak mungkin bisa mengatasi mereka jika cuacanya seperti ini." Ucap Xun Zhi begitu kepada Wang Chen.
"Lebih baik kita kabur saja ke arah jam sepuluh disana tidak terlihat ada serigala perak yang menghadang." Ucap Wang Chen.
Wang Chen berlari dengan cepat lalu diikuti oleh Ling Er, Linlin dan juga Xun Zhi sama berlari dengan cepatnya menembus kabut mengikuti Wang Chen yang ada di depan sebagai petunjuk arah.
__ADS_1
Namun serigala-serigala bulu perak itu tidak menyerah mereka terus mengejar di belakang rombongan Xun Zhi.
Jantung Xun Zhi dan kawan-kawannya semakin lama berdetak semakin cepat, badan mereka yang lelah karena hujan membuat mereka susah bergerak dan nafas mereka yang semakin lama semakin ter engah-engah.
Ke'empatnya terus berlari mengindari serangan dari rombongan serigala perak yang mengejar mereka.
Pada akhirnya kabut yang menyelimuti hutan mulai menipis walaupun hujannya masih sangat deras. Kemudian Xun Zhi dan rombongannya bisa melihat dengan jelas yang berada di depan mereka.
Yaitu padang rumput yang hijau dan luas mereka terus berlari dengan sekuat tenaga mereka.
Dan akhirnya sampai di padang rumput hijau itu. Xun Zhi langsung membalikkan badannya ke arah hutan. Salah satu Serigala Bulu Perak sudah melompat menyerang. Melihat itu Xun Zhi langsung mengeluarkan Jurus Tebasan Empat Mata Angin hingga di tubuh Serigala tersayat dengan luka empat tebasan dari tombak Xun Zhi kemudian mati.
5 Serigala Bulu Perak yang berada di perbatasan hutan dengan padang rumput tidak berani mengejar kembali. Serigala Bulu Perak berlari kembali menuju dalam hutan.
"Ahhh akhirnya selesai juga pertarungan ini." Ucap Linlin yang kelelahan akan pertarungan yang terjadi.
"Ia betul lelah sekali badanku pun terasa berat sekali untuk menahan beban badanku." Ucap Xun Zhi begitu.
Sementara itu Ling Er memerhatikan Wang Chen yang terus menatap ke arah Linlin dan berkata.
"Hey ... senior kenapa kamu ... terus memandang Linlin ?" Ucap Ling Er dengan nafas yang terengah-engah.
Wang Chen yang saat itu memandangi dada Linlin dengan sangat fokus berkata.
"Nikmat mana lagi yang engkau dustakan wahai manusia hehehe." Sengan muka dan pikiran yang mesum dan cengengesan tak jelas.
"Ahhh apa yang kau lihat senior mesum." Sambil menjerit Linlin menutupi dadanya dengan tangnya bersamaanya ia berlari kebelakang tubuh Ling Er.
"Grrrr ... DASAR SENIOR MESUM." Ucap Ling Er sambil mengepalkan tangannya lalu menghajar mukanya Wang Chen.
Sementara itu Xun Zhi yang tak ingin terlibat. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Wang Chen yang terkapar di tanah akibat pukulan Ling Er yang keras.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1