KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 76


__ADS_3

Setelah mereka telah banyak saling bicara. Xu RuZhin dan Xu Yulan pun berlari sambil menghunus pedang mereka untuk menyerang Xun Zhi. Sebaliknya Xun Zhi pun sama berlari untuk menyerang Xu RuZhin dan Xu Yulan yang berlari di hadapannya.


Xu RuZhin pun yang pertama menyerang Xun Zhi dengan pedangnya mencoba menusuk dada Xun Zhi, akan tetapi Xun Zhi menggerakkan tangannya yang memegang tombak dengan cepat menagkis tusukan milik Xu RuZhin.


Tak lama tebasan cepat pedang Xu Yulan datang dari arah samping Xun Zhi yang mencoba menebas leher Xun Zhi, tapi Xun Zhi menundukkan kepalanya dengan sangat cepat hingga tebasan Xu Yulan pun hanya menebas angin kosong.


Namun saat Xun Zhi menunduk, Xu RuZhin melayangkan pukulannya dari bawah mencoba mengenai dagu Xun Zhi. Xun Zhi melompat memutar mundur sekuat tenaganya menghindari pukulan dari Xu RuZhin.


"Cih ternyata dia bisa lolos!"


Ucap Xu RuZhin yang kecewa akan pukulannya yang tak mengenai Xun Zhi. Kemudian Xu Yulan membuat segel dengan tangan kirinya mengeluarkan Ilmu Hujan Pedang Api nya yang mengarah ke arah Xun Zhi. Xun Zhi pun tak mau kalah, ia mengeluarkan Ilmu Hujan Tombak Api Biru miliknya untuk menahan serangan hujan pedang api milik Xu Yulan.


Ilmu mereka berdua pun beradu di tengah-tengah mereka menghasilkan ledakan besar hingga api biru dan api merah pun bercampur, dari balik ledakan api itu Xu RuZhin muncul secara cepat mencoba menusuk kembali Xun Zhi, akan tetapi Xun Zhi mengkayangkan tubuhnya sehingga tusukan Xu RuZhin pun tak mengenainya kembali.


Lalu Xun Zhi langsung menendang dagu Xu RuZhin dengan keras sampai ia terhempas ke atas sambil mengerang kesakitan. Kemudian Xun Zhi melompat ke arah Xu RuZhin dan menebas tangan kanannya yang memegang pedang sampai tangan Xu RuZhin terputus.


Xu RuZhin terjatuh dengan keras, sambil berteriak.


"SIALAN INI SANGAT SAKIT ARGH...!"


Xu RuZhin menggeliatkan tubuhnya sambil memegang tangan kanannya yang putus dengan erat oleh tangan kirinya. Xu Yulan yanv melihat itupun mencoba menolng kakanya itu dan memberinya pil penyembuh.


Disisi lain Xun Zhi melangkah mundur menjaga jarak mereka berdua. Ia mengawasi kedua bersaudara itu dengan sangat tajam untuuk bersiap serangan mereka selanjutnya.


Xu Yulan pun menjadi murka, ia mengacungkan pedannya dan pedanganya pun mengeluarkan cahaya dan berubah menjadi roh hewan berbentuk kuda api.


"Kuda api musnahkanlah dia!"


Ucap Xu Yulan dengaqn tegas kepada roh kuda api miliknya yang melayang di atasnya. Roh kuda api itupun berlari melayang mendekati Xun Zhi dan kuda itu menyemburkan api yang sangat menggelegar dari mulutnya mengarah ke Xun Zhi.


Xun Zhi pun menghindari serangan roh kuda itu lalu menebas kepala kuda itu seketika. Roh yang di tebas oleh Xun Zhi pun berubah menjadi kabut putih dan tak lama menghilang.


Setelah itu Xun Zhi menatap ke arah Xu RuZhin dan Xu Yulan dengan tatapan jijik, lalu berkata dengan mencekam.


"Ahh...! Aku sudah bosan dengan pertarungan ini yang hanya membuang-buang waktuku saja dengan orang-orang lemah seperti kalian, namun sebelum kalian mati dengan ilmuku aku ingin mwnasihati kalian. Kalian janganlah mengganggu singa yang sedang tidur jika tidak ingin diterkam!"


"APA MAKSUUDMU SIALAN! AKU TIDAK MENGERTI! DAN JUGA AKUPUN TIDAK TAU SIAPA KAU?!"


Teriakan Xu Yulan menjawab perkataan Xun Zhi sambil menatap tajam Xun Zhi. Lalu Xun Zhi terbang melayang beberapa meter dari tanah sambil mengangkat tinggi tangan kanannya yang memegang tombak.


"Tidak apa jika kalian tidak mengerti. Dan juga aku mendo'akan kalian semoga di kehidupan kalian selanjutnya, kalian berdua menjadi orang yang baik. Baiklah cukup basa basinya, terimalah seranganku ini Tebasan Pemusnah Iblis."


Tombak di pegang Xun Zhi bersinar terang akibat dari Qi miliknya yang ia alirkan ke arah tombak. Lalu Xun Zhi yang melayang meluncur turun sangat cepat kearah Xu RuZhin dan Xu Yulan dan menebas leher mereka berdua dengan cepat tanpa adanya darah yang menetes sedikitpun.


Setelah itu Xun Zhi melangkah melanjutkan kembali perjalanannya menuju ke aula untuk bertemu dengan tuan besar Xu. Sementara dua bersaudara Xu mati dengan darah yang memancar deras dan kepala yang terpisah.


Xun Zhi secara perlahan menaiki tangga yang panjang itu sambil menebas satu per satu prajurit yang datang menyerangnya. Dan pada akhirnya ia sampai di depan aula kediaman keluarga besar Xu. Terlihat didepan Xun Zhi yang lumayan jauh jaraknya ada lima orang tua memakai baju serba putih dan memegang senjata berdiri di depan tuan besar Xu yang sedang duduk.


Mereka semua sangat fokus menatap Xun Zhi yang melangkah menghampiri mereka. Lalu tuan besar Xu berdiri dari duduknya dan berkata.


"Baiklah para pengikutku mari kita bunuh saja orang itu yang telah mengacaukan kediaman kita!"


Mereka berlima pun berlari berniat menyerang Xun Zhi. Namun Xun Zhi dengan cepat mengeluarkan Ilmu Tombak Cahayanya dan menebas badan salah satu orang tua itu hingga terluka parah. Kemudian setelah Xun Zhi selesai menebas di arah atas kepalanya, salah seorang orang tua itu menyerang Xun Zhi dengan palu besar bewarna hitam.


"Hey kau rasakanlah seranganku ini Palu Pengguncang Bumi."


Palu yang di pegang oleh orang tua itupun mengeluarkan cahaya hijau. Xun Zhi pun mencoba untuk menghindari serangan palu itu, namun orang tua yang memakai pecut di arah kanannya menahan tangan kanan Xun Zhi yang memegang tombak.


"Tidak akan ku biarkan kau lari orang misterius!"


Xun Zhi yang akan berlari tak sempat dan akhirnya terkena pukulan palu nya. Serangan palu itupun tepat mengenai punggung Xun Zhi dan ia pun terkapar terkena pukulan itu hingga tembok yang ia pijak mengalami retakan yang besar akibat pukulan palu yanv begitu keras.


Namun saat orang tua itu mengangkat palu nya dan orang tua yang menggunakan pecut melepaskan belenggunya Xun Zhi tertawa terbahak-bahak, ia tampak tidak terluka sama sekali setelah menerima pukulan palu itu.

__ADS_1


Kedua orang tua itupoun terkejut melihat hal yang terjadi di depannya, mereka tak percaya bahwa ada orang yang bisa menahan seranganya itu.


"Ba-Bagaimana bisa kau menahan serangan dariku, padahal aku sudah mengalirkan Qi ku ke palu yang ku pegang ini."


"Hah! Itu jawaban yang mudah orang tua, ilmumu lebih rendah dariku."


Jawab Xun Zhi dengan nada menyindir kepada kedua orang tua dihadapannyya. Namun saat Xun Zhi dan kedua orang tua iti mengobrol. Tiba-tiba seorang pengguna pedang dengan tombak bersamaan menyerang Xun Zhi mencoba menusuknya.


Namun Xun Zhi dengan cepat melompat melewati kedua orang tua yang menyerangnya secara tiba-tiba itu, kemudian menendang punggung kedua orang tua itu dan mendarat dengan sempurna.


"Hei-hei orang tua, apabila ada orang yang sedang mengobrol janganlah mengganggu itu tidak sopan tau!"


"Heh jangan sombong kau? Kau pikir kau yang paling hebat!"


Ucap seorang pengguna pedang. Namun Xun Zhi terus meledaknya dengan tangannya yang bergerak-gerak mengisyaratkan bawel. Para orang tua itu pun bertambah marah dan menyerang kembali Xun Zhi secara serentak. Saat senjata mereka yang di lesatkan ke arah Xun Zhi.


Xun Zhi dengan cepat melompat duduk di pundak patung buddha yang berada di belakang kursi tuan besar Xu. Para orang tua serta tuan besar Xu pun terkejut akan ia yang dengan cepat telah berada di belakangnya sedang duduk.


"Jadi bagaimana apakah kau hanya akan diam dan menonton atau melawanku pak tua Xu!"


Ujar Xun Zhi sambil tertawa kecil kepada tuan besar Xu. Tuan besar Xu pun merasa terhina oleh ucapan yang di lontarkan, hatinya panas dan darahnya mendidih.


"Sialan kau, aku akan menagkapmu dan melihat wajahmu yang sebenarnya itu lalu memotong-motong tubuhmu hingga habis!"


Seruannya dengan lantang kepada Cun Zhi, Xun Zhi menertawakan omongannya tuan besar Xu dan berkata.


"Baiklah kalau begitu cepat lawan aku hahaha!"


Tuan besar Xu melompat sangat tinggi lalu menghunus pedang miliknya dan mencoba menggunakan tebasan memutar ke arah kepala Xun Zhi. Namun Xun Zhi dapat melihat gerakannya dan menangkap mencapit pedang tuan besar Xu dengan kedua jarinya.


Tuan besar Xu terkejut akan yang dilakukan Xun Zhi yang menahan serangannya, namun ia tak berhenti disitu saja, mencoba mendaratkan tendangan memutar ke arah wajah Xun Zhi, tapi lagi-lagi Xun Zhi pun dapat menghindarinya.


"Ayo-ayo masa kekuatanmu hanya segitu saja!"


Melihat pemimpinnya terpental, keempat orang tua yang tersisa itupun menahan badan pemimpinnya agar tak terbentur ke tembok dan agar tak mengalami luka yang serius. Namun mereka yang menahannya malah ikut terpental sampai mereka terkapar terjatuh.


Xun Zhi tertawa melihat orang-orangitu terkapar di depan tangga ruang masuk aula. Tak lama Xun Zhi menghentikan tawanya dan raut wajahnya pun berubah menjadi cemberut namun ekspresinya itu tak terlihat oleh tuan besar Xu dan anak buahnya.


"Ahhh... aku sudah bosan dengan pertarungan ini!"


Ucap Xun Zhi dengan dengan sangat pelan sambil tertunduk. Lalu ia melihat ke arah tuan besar Xu dan pengikutnya dengan tatapan yang tajam seperti elang yang sedang mengincar mangsanya.


Lalu sekujur badannya mengeluarkan aura mencekam, badannya perlahan mulai diselimuti oleh Api hitam.


"Hei para orang tua sekarang rasakanlah bagaimana jika kalian diserang oleh orang yang kekuatannya di atas kalian!"


Para orang tua yang mendengar Ucapan Xun Zhi pun melihat kearahnya, wajah mereka yang tandinya kesakitan menjadi ketakutan akibat aura yang di keluarkan Xun Zhi. Xun Zhi pun turun dari pundak patung buddha yang ia duduki dan berjalan perlahan mendekati mereka.


Setiap langkah Xun Zhi yang mendekat kepada mereka, semakin terasa tekanan aura yang di keluarka oleh Xun Zhi. Xun Zhi pun menancapkan tombaknya dan meregangkan sendi-sendi tangannya.


Suara dari jarinya tersengar sangat keras. Semakin lama Xun Zhi mendekat mereka zemakin berat untuk bergerak dan akhirnya Xun Zhi telah ada di hadapan mereka semua.


"Baiklah siapa yang ingin mati duluan di tanganku?"


Mereka yang mendengar perkataan Xun Zhi seuanya menggelengkan kepala tanpa menjawab sepatah kata apapun.


"Baiklah karena tidak ada yang menjawab perkataanku, aku akan memilih secara acak!"


Xun Zhi memejamkan matanya dan menjambak rambut salah satu dari empat orang tua itu. Yang terpilih adalah orang tua si pengguna palu, Xun Zhi pun menarik tangannya dan mematahkan satu per satu jari jemari tangan miliknya, setiap jari yang di patahkan oleh Xun Zhi orang tua pengguna palu itu berteriak dengan keras sambil meminta ampun.


Setelah kesepuluh jari tangannya di patahkan, Xun Zhi membetulkan kembali jari yang dipatahkannya dan melepaskan kembali pegangannya. Kemudian Xun Zhi memisahkan jarak tuan besar Xu dengan keempat orang tua itu, Xun Zhi mengeluarkan rantai dari cincin ruang penyimpanannya dan membelitkab dan mengikat tuan besar Xu di tiang yang besar bewarna merah di samping Xun Zhi.


Kemudian Xun Zhi Mulai meredam kembali aura yang di keluarkannya agar para orang tua yang dihadapannya tidak ketakutan.

__ADS_1


"Baiklah untuk kalian semua aku memberi kalian kesempatan, kalian meneyrahkan diri ke prajurit kerajaan dan membongkar semua rencana si busuk itu (tuan besar Xu), atau mati ditanganku sekarang."


Dengan tampang yang takut para orang tua itu memilih untuk menyerahkan diri kepada prajurit kerajaan secara sukarela dan mengakui semua kebusukan tuan besar Xu.


"Baiklah kalian memilih pilihan yang bijak, kalian boleh pergi dari sini untuk menyerahkan kalian, namun jika kalian tak menepati perkataan kalian dab terlihat satu orang beekeliaran di luar sana! Aku akan membunuh kalian semua, walaupun itu harus ke lubang semutpun!"


"Baik tuan kami akan menuruti perintah anda."


Keempat oran tua itu pergi meninggalkan tuan besar Xu yang diikat dan menghianatinya.


"DASAR KALIAN PENGHIANAT, ******* KAL9IAN SEMUA AHHHRGGG...!!!"


Teriakannya kepada keempat orang tua itu, namun meeeka menghiraukan peekataan tuan besar Xu dab terus berjalan keluar dari kediaman ini.


Xun Zhi langsung menampar keras tuan besar Xu karena omongannya. Tuan besar Xu punbmengerang kesakitan akibat tamparan Xun Zhi yang sangat keras mengakibatkan 4 giginya copot.


Darah pun mengucur dari mulutnya dan berkata.


"Hei kau berani sekali menampar aku, apa kau tak tahu siapa aku ini Hah!"


Dengan lantang ia berkata begitu di hadapan Xun Zhi. Lalu Xin Zhi pun berkata.


"Tentu saja aku tau kau itu adalah tuan besar Xu, salah satu keluarga besar dari kerajaan ini kan dan juga kai sekaligus penghianat kerajaan ini."


Xun Zhi langsung membuka penutup wajahnya serta membuka jubahnya. Tuan besar Xu sangat terkejut akan apa yang ia lihat, karena ia tak mengira bahwa oraqng yang menyerang kediamanya adalah Xun Zhi.


"BRENGSEK TERNYATA KAU LAGI, KAU LAGI BOCAH SIALAN! SINI KAU SINI AKAN KUBUNUH KAU SEKARANG JUGA!"


Kata tuan besar Xu dengan lantang dan wajah yang begitu menyeramkan sambil meronta-ronta dalam tubuhnya yang terikat rantai.


"Ohh sangat menakutkan sekali, seorang pemimpin keluarga besar berkata begitu padaku. Tapi itu tidak apa-apa. Karena sebentar lagi kejayaan mu ini akan hancur."


Ujar Xun Zhi menggurui tuan besar Xu yang terikat dan meronta-ronta.


"Ohh iya aku lupa tentang satu hal lagi, aku ingin bertanya kepadamu kenapa kau mencoba membunuhku?"


Setelah Xun Zhi berbicara, tuan besar Xu pun meludahi wajah Xun Zhi. Namun gerakan cepat Xun Zhi dapat menghindari ludahan dari tuan besar Xu.


"Untuk apa aku memberitahumu, itu adalah kerugian bagiku!"


Jawab tuan besar Xu kepada Xun Zhi dengan wajah tengil. Xun Zhi agak merasa kesal atas jawaban yang ia dapatkan. Lalu Xun Zhi memukul dagu tuan besar Xu menggunakan Ilmu Pukulan Lava miliknya dengan sangat keras hingga ia pun tak sadarkan diri dan dagunya puun mengalami luka bakar serius.


"Baiklah jika itu jawabanmu tidak mengapa. Namun sebentar lagi pun kau tidak akan hidup lagi di dunia ini!"


Xun Zhi pun melangkah dengan cepat keluar bangunan kediaman keluarga besar Xu. Dan saat ia sampai di depan gerbang banyak sekali prajurit keamanan kerajaan yang menyambut kehadirannya. Leher Xun Zhi ditodong oleh puluhan tombak dan saat itu ada seorang pria berjalan tertunduk mendekati Xun Zhi.


"Jadi apa boleh tau motif ka- Xun Zhi Kecil kenapa kau ada disini?"


Ucap tuan besar Fu yang ada dihadapannya yang terkejut melihat Xun Zhi yang berlumuran darah.


"Ahh... hormat tuan besar Fu, aku disini untuk membereskan masalahku dengan tuan besar Xu, namun jawabannya tidak sesuai dengan yang apa aku inginkan."


"Ohh begitu yah. Hmm... hmm..."


Tuan besar Fu sambil mengelus-elus dagunya. Xun Zhi pun merasa risih akan tombak yang menodong lehernya dan berkata kepada tuan besar Fu.


"Anuuu... tuan Fu, bisakah tombak yang menodong leherku ini disingkirkan?"


"Ohhh maaf-maaf Xun Zhi kecil. Hei kalian cepat turunkan tombak kalian cepat!"


Para prajurit keamanan kerajaan pun menurunkan tombak mereka yang mengacung di leher Xun Zhi. Setelah itu Xun Zhi langsung kabur berlari dengan cepat menggunakan Ilmu Langkah Cahaya Dewa nya karena ia tidak ingin diinterogasi oleh tuan besar Fu.


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2