
Setengah jam telah berlalu para tetua yang berjumlah 5 orang termasuk Patriak Chang Lu dan Tabib Jun Chau telah hadir di aula rapat.
Para tetua duduk di bangku mereka masing-masing yang sudah tersedia di tengah ruangan itu dan saling berbisik dengan rasa penasaran menghantui mereka terkecuali Patriak Chang Lu yang sudah mengetahuinya.
Tak lama Grand Master Yujin masuk ke aula rapat itu. Para tetua memberi salam dan hormat kepada Grand Master Yujin yang berjalan menuju kursi nya. Setelah Grand Master Yujin duduk para tetua pun ikut duduk. Lalu Grand Master Yujin mulai berbicara.
"Ehem para saudara sekalian aku ingin mengatakan sesuatu yang penting kepada kalian, bahwa Kerajaan YinYang Tiger telah di temukan oleh salah satu muris kita."
Sontak yang hadir disana pun kaget akan hal yang dibicarakan Grand Master Yujin. Lalu salah satu tetua berdiri dari kursinya dan bertanya kepadanya.
"Apakah informasi itu sudah dapat di percaya Grand Master?, dan apakah suudah ada buktinya?"
"Kita belum ada buktinya, namun murid yang menemukan tempat itu adalah salah satu murid yang bisa ku percaya dan juga dia tidak mungkin berbohong kepadaku."
Begitu ucap Grand Master Yujin kepada salah satu tetua yang bicara. Setelah mendengar ucapan begitu tetua itu duduk kembali.
Lalu Tabib Jun Chau berdiri dari kursinya dan berbicara kepada Grand Master Yujin.
"Jadi Grand Master apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Dan sebenarnya ada harta di reruntuhan Kerajaan YinYang Tiger itu?"
"Kita semua akan kesana untuk menjelajahi reruntuhan itu. Lalu untuk pertanyaan tentang harta akan ku jawab nanti sambil berjalan menuju kesana."
"Baiklah kalau begitu Grand Master."
Tabib Jun Chau duduk kembali.
"Baiklah kalau begitu kita akan berangkat sekarang. Dan juga Chang Lu kau bawa Xun Zhi untuk memimpin kita ke tempat itu."
"Baiklah Grand Master."
__ADS_1
Setelah itu Grand Master Yujin dengan para tetua pun terbang dengan pedang dan senjata meraka masing-masing berangkat menuju ke gerbang sekolah yang berada di selatan , sementara itu Patriak Chang Lu berpisan untuk menjemput Xun Zhi.
Xun Zhi yang saat itu masih berlati terkejut karena Patriak ChangLu yang tiba-tiba sudah di atasnya.
"Xun Zhi cepat kau ikut denganku."
Xun Zhi bertanya-tanya akan perkataan Patriak Chang Lu lalu bertanya.
"Memang kita akan kemana Patriak Chang Lu?"
"Kita akan ke gua yang kau kemarin kunjungi ke reruntuhan itu, kau masih ingat jalannyakan!"
"Ahh iya aku masih ingat, memangnya Patriak mau apa kesana?"
"Sudah kau jangan banyak tanya cepat naik saja." Dengan raut wajah yang gelisah dia berkata begitu.
Akan tetapi ucapan Xun Zhi langsung di potong kembali oleh Patriak Chang Lu.
"Sudah jangan banyak tapi-tapi Grand Master Yujin sudah menunggu di gerbang sekolah."
Xun Zhi menuruti perintahnya dan langsung melompat ke senjata kipas Patriak Chang Lu yang melayang lalu pergi. Setelah beberapa menit kemudian Xun Zhi dan Patriak Chang Lu sudah sampai menghadapa Grand Master Yujin.
"Hormatku Grand Master Yujin, hirmatku para tetua."
Ucap Xun Zhi sambil membungkukkan badannya memberi salam.
"Ahhh lama tak berjumpa Xun Zhi bagaimana ?"
"Kabarku baik Grand Master, terima kasih atas perhatiannya."
__ADS_1
"Xun Zhi maaf karena telah memanggilmu kesini aku ingin kau menunjukkan jalan ke gua yang ada reruntuhan engkau bicarakan kepada Patriak Chang Lu."
"Baiklah kalau begitu Grand Master."
Setelah itu mereka langsung berangkat menuju ke gua yang ada di dalam hutan itu. Mereka berlari terus mengikuti Xun Zhi yang ada di depan mereka.
Hingga setengah jam berlalu Xun Zhi mulai berhenti di tempat gua itu akan tetapi disana tak terlihat apapun.
"Xun Zhi apakah benar ini tempatnya?"
"Benar Patriak Chang Lu aku tidak mungkin salah." Dengan muka yang panik dia berkata begitu
"Ahh ini memang tempatnya Chang Lu, Xun Zhi mengatakan yang sebenarnya."
Tak lama Grand Master Yujin mengeluarkan aura bawaannya yang bewarna putih bersamaan dengan menutup matanya. Lalu secara tiba-tiba terjadi guncangan ditanah yang mereka pijak dan muncullah sebuah batu yang besar secara perlahan dari bawah tanah, semakin lama batu itu dialiri aura bawaan Grand Master Yujin semakin tinggi pula batu itu muncul dan tak lama batu itu muncul seutuhnya.
Batu yang setinggi 30 meter dengan lubang di
tengahnya membuat mirip seperti gua. Xun Zhi merasa lega atas kemunculan gua itu.
"Baiklah Xun Zhi kau kembali saja ke sekolah mulai dari sini kami yang akan menjelajahi gua ini." Begitu ucap Grand Master Yujin.
"Tapi Grand Master aku ingin ikut."
"Tidak Xun Zhi di dalam sana terlalu berbahaya, aku tidak mau jika ada murid dari sekolahku mati sia-sia."
Xun Zhi pun menuruti perintah Grand Master Yujin lalu melangkah kembali menunu ke sekolah, sementara itu Grand Master Yujin, Patriak Chang Lu, Tabib Jun Chau dan para tetua masuk satu per satu kedalam gua itu.
(BERSAMBUNG)
__ADS_1