
Waktu pun telah tengah malam. Xun Zhi dan Shuin langsung melompat dari tebing dan mendarat sempurna di tanah. Setelah itu keduanya berlari dengan sangat cepat namun langkah kaki mereka berdua sangat senyap sekali.
Tak lama mereka berlari di hutan yang ada di sekeliling kerajaan Daun Emas, terlihat ada dua orang penjaga sesang mengobrol tepat di jalan yang akan dilewati Xun Zhi dengan Shuin.
Xun Zhi mengambil pisau dari cincin ruang penyimpanannya, lalu dua pisau pun muncul di tangan kiri dan kannnya, setelah memegang pisau Xun Zhi dengan sangat cepat menggorok salah satu penjaga di depannya itu.
Kemudian saat prajurit yang satunya lagi akan berteriak, Xun Zhi membungkam mulutnya dengan tanganya dan langsung menggorok lehernya juga.
Kedua penjaga yang dibunuh oleh Xun Zhi pun gusur langsung oleh Shuin ke dalam semak-semak agar tidak ketahuan oleh prajurit lainnya.
Lalu tak lama terdengae suara langkah kaki kembali dan ternyata ada satu prajurit yang mendekat membawa lentera di tangannya ke arah Xun Zhi dan Shuin.
Xun Zhi dan Shuin dengan cepat melompat ke atas pohon untuk bersembunyi.
"Ahhh kemana orang-orang yang menjaga daerah ini. Awas saja kalau ketemu aku akan menghukum keduanya."
Begitu ucap prajurit yang memegang lentera itu. Tak kama kemudian ia pun telah beejalan melewati pohin persembunyian Xun Zhi dan Shuin. Namun prajurit itu tiba-tiba berhenti karena merasakan menginjak sesuatu yang basah serta bau.
Ia pun melihat ke bawah kakinya dan ia terkejut karena yang diinjaknya adalah darah.
"Darah. Darah siapa ini."
Begitu ucapnya kemudian ia mengangkat lentera nya tinggi-tinggi.
"Ada jejak menyeret ini dan juga darah. Apa jangan-jangan."
Wajah prajurit itu terlihat panik dan saat ia akan berteriak Xun Zhi pun melompat dari atas pohon yang ia tempati dan membekam mulut prajurit yang membawa lentera itu kemudian membunuhnya.
__ADS_1
"Cih ternyata lumayan ketat jiga penjagaan di kerajaan Daun Emas ini."
Ucap Xun Zhi yang bergumam sendiri. Shuin yang mendengarnya pun hanya tersenyum kecil atas omongan Xun Zhi. Kemudian Xun Zhi mengambil lentera yang di bawa oleh prajurit yang tengah ia bunuh lalu melemparnya jauh ke arah semak-semak.
Kemudian ia pun berlari melanjutkan kembali rencananya untuk menyusup ke kerajaan Daun Emas. Lentera yang di lempar Xun Zhi pun membakar semak-semak dan membuat luapan api yang besar. Lalu sekitar sepuluh prajurit yang berada di sekitar daerah kebakaran langsung berdatangan mematikan api yang yang mulai menyebar membakar semak-semak serta pohon sekelilingnya.
Melihat ada kesempatan itu Xun Zhi dan Shuin mendekati mereka bersepuluh. Shuin pun mulai menghunus pedangnya dan Xun Zhi pun menghunus tombaknya.
Shuin pun memasang kuda-kudanya dan menarik pesang yang ia pegang di tangannya ke belakang. Namun Xun Zhi maju lebih dulu mengguunakan Ilmu Langkah Cahaya nya dan langsung berhasil membunuh tiga prajurit sekaligus dari tebasannya.
"Tebasan Tarian Keheningan."
Begitu ucapnya bersamaan dengan ia yang meluncur cepat beberapa senti di tanah. Dan setelah Shuin tepat di hadapan musuhnya tiba-tiba pedang yang ia pegang mengeluarkan cahaya berwarna biru terang lalu Shuin menebas tujuh orang yang tersisa dengan gaya tebasan memutar seperti penari ke arah leher mereka.
Ketujuh prajurit yang di bunuh oleh Shuin pun sangat hening tak menghasilkan suara teriaka atau apapun dan juga tebasan pedang Shuin pun tak bersuara apapun serta tak ada setetes darah pula yang menempel di pedangnya.
"Itu belum seberapa. Lebih baik sekarang kita lanjutkan kembali penyerangannya."
"Ohh iya Nona Shuin tunggu sebenarnya aku punya rencana agar lebih cepat kita sampai menuju ke istana Ba Rong?"
"Bagaiamana caranya?"
Lalu Xun Zhi memberitahu rencananya, bahwa lebih baik mereka berdua menyerangnya berpisah, Xun Zhi yang memancing para prajurit secara terang-terangan sementara Shuin masuk menyelinap di keramaian itu dan menyusup paling pertama menuuju ke istana Ba Rong sang Raja dari kerajaan Daun Emas.
"Baiklah kalau begitu aku sembunyi dulu."
"Yasudah aku akan berjalan memancing para penjaga di depan."
__ADS_1
"Oke."
Shuin pun berlari berputar menuju ke arah sebelah kanan menjauhi Xun Zhi, setelah melihat Shuin telah berlari jauh Xun Zhi dengan gagahnya berjalan masuk menuju ke depan gerbang kerajaan Daun Emas.
"Hei para prajurit kerajaan Daun Emas sialan,
Lawanlah aku dan tunjukkan lah kehebatan kalian itu kepadaku para pengecut!"
Dengan tegas Xun Zhi berkata begitu. Para prajurit terkejut mendengar perkataan Xun Zhi.
"Hei kau bocah siapa kau berani sekali menantang kami, kau cari mati yah hahaha..."
Ucap salah satu prajurit yang berada di dekat pintu. Namun saat prajurit itu selesai berbicara. Xun Zhi melempar kedua pisau yang ada di tangannya ke arah prajurit itu.
Lemparan pisau Xun Zhi tepat menancap mengenai kepala serta tenggorokan prajurit yang berbicara kepadanya. Para prajurit lain yang sedang tertawa pun berubah menjadi kesal dan marah.
"Sialan kau bocah, berani sekali kau menyerang kawanku!"
Puluhan pasukan yang berada di depan gerbang serta di balik gerbang pun berlarian menuju kearah Xun Zhi untuk menyerangnya. Akan tetapi Xun Zhi hanya berdiam di tempat dan mengambil tombak yang ia taruh di belakang tubuhnya lalu mengacungkan tombaknya ke arah musuh yang mendekatinya.
"Baiklah malau begitu kita mulai pestanya."
Xun Zhi tersenyum lebar melihat prajurit yang sedang mendekat. Kemudian Xun Zhi berlari ke arah prajurit yang menjadi musuhnya lalu menebas badan satu prajurit yang sudah dekat dengannya.
Setelah itu Xun Zhi mengalirkan Aura Qi miliknya ke tombak yang ia pegang, lalu tombak yang di pegang Xun Zhi di selimuti oleh api biru dan mulai mengayun-ngayunkan dengan sangat energik serta kencang menebas satu per satu para prajurit yang ingin menyerangnya.
Disisi lain Shuin yang memanfaatkan keributan itupun menyelinap masuk ke dalam kerajaan melewati celah pintu gerbang yang terbuka. Lalu berlari kearah belakang bangunan yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)