
"Haaa... akhirnya pimpinan biang rusuh ini bisa ku musnahkan." Xun Zhi menghela nafas lega setelah mengalahkan Lang Long.
Xun Zhi mendangahkan kepalanya ke atas langit, melihat awan hitam akibat efek dari ilmu miliknya pun perlahan memudar dan kembali seperti sedia kala.
Disisi lain, para petinggi serta murid dari Sekte Kegelapan terpaku tak bisa berbuat apa-apa setelah melihat kenyataan yang begitu pahit mereka alami saat ini.
Di samping itu para orang-orang yang membantu akan menyelamatkan Xun Zhi sama terpakunya, namun mereka terpaku akan hal yang berbeda dari pada orang-orang Sekte Kegelapan.
Mereka tak menyangka bahwa orang yang mereka selamatkan yaitu Xun Zhi adalah orang yang sangat hebat dan disisi lain itu pun membuat hati mereka sedikit takut untuk mendekatinya.
Xun Zhi yang masih mendangahkan kepalanya pin tersenyum kecil dan dalam hatinya berkata, "Syukurlah aku bisa menyelesaikan ini dengan cepat dan tak memakan lebih banyak korban yang mati."
Lalu Xun Zhi melirik ke arah Ling Er yang masih teringkuk diatas mayatnya Ang Lang. Xun Zhi perlahan melangkahkan kakinya untuk mendekati Ling Er yang masih terbaring tak sadarkan diri itu.
Di samping itu di tempat nan jauh yaitu istana dimana di dunia dewa yang saat ini Hei An sedang bersantai di kursi tahtanya di temani oleh kedua wanita cantik di sebelah kiri dan kanannya.
Dia menampakkan wajah yang nampak sangat gembira, karen dirinya saat ini sedang meraba-raba mempermainkan kedua bibir merah nan lembut kedua gadia di sampingnya.
Namun suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar sangat nyaring dari aula mendekat kearahnya, suara langkah kaki itu dihasilkan oleh seorang lelaki dengan raut wajah yang nampak panik.
Pria itu kemudian berlutut di depan Hei An sambil menundukkan wajahnya.
"Mohon maaf tuanku Hei An. Saya baru saja mendapat kabar bahwa salah satu anggota yang disuruh untuk menangkap dan membunu Xun Zhi telah mati!" Ucap pria itu dengan panik
"Ohh begitu, jadi siapa anggota yang mati itu?" Jawab Hei An dengan nada cuek.
"Ang-anggota yang mati i-itu ialah... Lang Long tuanku."
Mendengar anak buahnya menyebut nama Lang Long yang mati, Hei An pun terkejut dan berdiri dari tempat duduknya.
"Apa katamu! Bagaimana bisa dia bisa mati?! Dan siapa yang berani membunuhnya itu?!"
__ADS_1
"Me-menurut kabar. Bahwa Lang Long mati oleh Xun Zhi tuanku Hei An."
Hei An mengepalkan kedua tangannya dengan erat, ia mencoba menahan amarah yang mulai tersulut di hatinya akubat yang tidak mengenakkan untuk dirinya itu.
"Sialan ternyatabdia sudah bertambah kuat sekarang, sampai-sampai dirinya bisa mengalahkan Lang Long yang kuberikan sedikit kekuatanku padanya bisa dia habisi dengan mudah." Kata hati Hei An berkata seperti itu.
Para wanita yang duuk di sampingnya nampak sangat kebingungan melihat tingkah Hei An saat ini. Kemudian salah satu wanita yang duduk itupun berdiri dari duduknya dan meraih tangan Hei An dengan halus dan berkata.
"Tuan nampaknya susasana anda sedang buruk, lebih baik sekaran anda duduk lagi saja dulu supaya pikiran anda bisa tenang."
Hei An melirik, melihat ke arah wanita yang berbicara kepadanya itu, lalu dengan sikap yang lembut Hei An mengelus-elus pipinya dan menuruti apa yang di ucapkan oleh wanita itu yaitu duduk kembali di bangku singahsananya.
"Haaa nampaknya aku tadi hampir saja terbawa emosi."
Hei An mengehmbuskan nafas dengan perlahan dan sikapnya mulai tenang kembali.
"Baiklah karena dia sudah mati mau diapanakan lagi, yang mati biarlah mati. Yang lebih penting untuk saat ini kirim beberapa prajurit ke dunia bawah untuk bisa menangkap Xun Zhi, mau itu hidup atau mati terserah."
Setelah prajurit yang berlututu di depanyan mendapatkan perintah dari Hei An, dia pun berdiri setalah itu membungkuk, memberi hormat kepada Hei An dan berkata, "Baiklah tuan Hei An saya mohon permisi."
Dan prajurit itupun pergi untuk melaksanakan tugasnya.
Di waktu yang sama, setelah awan yang tadinya sudah memutih pun tiba-tiba kembali menggelap.
Orang-orang disekitar Xun Zhi pun semuanya nampak panik karena itu bukan hanya seekedar awan hitam biasa, akan tetapi awan hitam itu di iringi dengan kilatan besar yang berentetan banyak membabi buta ke segala arah sampai-sampai beberapa puluh orang-orang dari berbagai sekte pun terkena dan mendapatkan luka yang serius dan juga ada pula yang mati seketika.
"Semuanya cepat tinggalkan tempat ini! Musuh yang sangat kuat sudah datang! Teriakan peringatan Xun Zhi seperti itu kepada seluruh orang yang ada di sana.
Para murid serta yang lainnya pun lari berhamburan menjauhi lokasi itu terkecuali Xun Zhi dan Wei Chan serta Grand Master Chang Lu yang mencoba melindungi Ling Er yang masih keadaan tak sadarkan diri.
Xun Zhi membuat prisai setengah lingkaran besar yang dan juga trbal menyelimuti mereka berempat dari Ilmu Elemen Cahaya miliknya.
__ADS_1
"Master aku ingin meminta tolong kepadamu. Aku ingin kau bawa Ling Er dan Wei Chan ke tempat yang aman secepatnya."
Xun Zhi berkata seperti itu dengan raut wajah yang menyeringai menahan serangan dari petir-petir yang bergerak tidak normal ke arahnya itu.
"Apa maksudmu itu Xun Zhi! Aku bisa membantumu disini dan tidak akan meninggalkanmu sendirian disini!" Teriak tegas Wei Chan mengeluh akan perkataan yag baru saja Xun Zhi ucapkan kepada Grand Master Chang Lu.
"Maaf Wei Chan, untuk persoalan sekarang ini lebih baik kamu menuruti perkataanku saja."
"Tidak! Pokoknya aku tidak akan meninggalkanmu Xun Zhi. Aku tak ingin kehilangan dirimu lagi Xun Zhi." Dengan egoisnya Wei Chan membantah apa yang dikatakan Xun Zhi.
Raut wajah Xun Zhi pun berubah, Xun Zhi jadi teringat akan masa lalunya saat kecil selalu bermain dan bersamaan dengan Wei Chan dan dia pula merasa bersalah karena saat kepergiannya dari Akademi Tanah Mengapung tak berbicara satu patah kata pun kepada Wei Chan.
"Maaf Wei Chan, maafkan aku tentang kejadian yang lewat itu. Akan tetapi ini sudah menjadi keputusan bulat bagiku untuk kau pergi bersama Master Chang ke tempat yang aman."
"Tidak! pokonya aku tidak mau! Sebegitu inginnya kah kau memaksaku untuk pergi."
"Iya aku ingin kau pergi! Cepatlah aku tak bisa menahan lagi serangan ini."
"Kenapa alasanmu ingin aku pergi?!"
"Karena kau sekarang hanya akan menambah bebanku!"
Wei Chan seketika terdiam. Dia merasa sangat syok akan ucapan pahit Xun Zhi yang menusuk hatinya.
"Maafkan aku Wei Chan. Aku tak bermaksud berkata kejam seperti itu kepadamu, akan tetapi i i semua demi keselamatan dan kebaikanmu." Dalam hati Xun Zhi berkata seperti itu sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah.
Wei Chan yang Dalam keadaan lemas dan tak sadar itu, Grand Master Chang Lu tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menggendong Ling Er dan Wei Chan.
"Master urusan ini ku serahkan kepadamu." Ucap Xun Zhi seperti itu kepada Grand Master Chang Lu.
"Baiklah Xun Zhi. Untuk masalah seperti ini serahkan saja kepadaku." Balas Grand Master Chang Lu sambil berlari keluar dari perisai yang dibuat oleh Xun Zhi untuk menuju ke tempat yang aman dan meninggalkan Xun Zhi sendirian.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)