KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 78


__ADS_3

Lalu malam telah tiba. Xun Zhi serta Shuin tengah beristirahat karena telah menemukan tempat yang nyaman berada di dekat dengan sungai kecil dan pohon-pohon rimbun di samping sungai, serta dua buah batang pohon yang bisa dibuat untuk tempat duduk.


Dan juga mereka berdua telah membuat api unggun serta saat ini mereka berdua sedang duduk menghangatkan badan dengan api unggun yang ada di hadapan Xun Zhi dan Shuin. Kemudian Xun Zhi dan Shuin juga sedang menunggu matangnya ikan sungai yang sedang dibakar hasil tangkapan Xun Zhi sore hari.


Lalu Shuin dan Xun Zhi mendangahkan kepala mereka berdua menatap bintang-bintang yang banyak dan bersinar terang di langit yang gelap. Kemudian Xun Zhi pun mengambil salah satu ikan yang sedang dibakar itu dan mencoba mencicipinya untuk mengetahui bahwa iti telah matang ataukah belum.


Setelah Xun Zhi telah cicipi ternyata ikan itu telah matang dan Xun Zhi pun mengambil ikan satunya.


"Nona Shuin ini sudah matang ikannya."


Ucap Xun Zhi sambil memnyodorkan salah satu ikan bakar yang belum dimakan olehnya. Shuin yang sedang menatap bintang-bintang pun melihat ke arah Xun Zhi dan mengambil ikan bakar yang disodorkan Xun Zhi.


Mereka berdua memakan ikan bakar itu dengan perlahan dalam keheningan malam tanpa ada suara percakapan yang terdengar hanya suara serangga serta suara angin yang bertiup pelan.


Tak lama kemudian mereka berdua telah selesai menghabiskan makanan mereka dan secara tiba-tiba Shuin pun berkata.


"Apa kau tau apa yang dilakukan Raja Ba Rong itu."


"Ehh!"

__ADS_1


Ucap Xun Zhi yang terkejut akan ucapan Shuin yang sangat tiba-tiba. Shuin pun berbalik kepada Xun Zhi.


"Sekarang aku akan ceritakan tentang kamu yang ingin tau tentang diriku kenapa aku dikejar-kejar oleh orang suruhan Raja Ba Rong si sialan itu."


"Ohh begitu silahkan kalauj begitu nona Shuin."


"Malam itu kira-kira 20 tahun yang lalu, di teras bilik rumahku di desa yang berada di perbatasan Kerjaan Daun Emas dengan kerajaan Tanah Suci, Aku sedang duduk santai dengan kedua adik laki-laki kembarku bernama Chun dan Bu. Saat itu dikampungku terasa sangat sepi sekali,namun suasana sangat merinding. Akupun menyuruh adik-adiku masuk tapi tidak ada yang mau menurutiku. Hingga beberapa saat tiba-tiba datang sekumpulan prajurit berkuda serta Raja Ba Rong berhenti di depan rumahku. karena parasku yang cantim ia berusaha untuk membawaku ke kediamannya untuk dijadikan selirnya. Akan tetapi aku pun menolak keinginan nya dan melawannya sekuat tenaga, hingga saat aku bisa lolos dari cengkramannya para prajurit raja Ba Rong menangkap kedua adikku. Dia mengancamku untuk ikut dengannya, kalau tidak dia akan membunuh kedua adikku. Sementara warga desa yang melihat kejadian yang aku dan adik-adiku alami, mereka tidak ada yang berani melawan karena warga desaku hanya orang awam yang kat bisa bertarung. Dan akhirnya akupun menyerahkan diri kepadanya. Tapi setelah aku dibawa olehnya dengan kereta kuda yang ia tumpangi, setah itu ia menyuruh anak buahnya membunuh adik-adiku. Prajuritnya pun menuruti perkataannya dan membunuh kedua adikku secara keji. Aku yang tak terima mencabut pisau yang ada di pinggang di balik jubahnya Raja Ba Rong lalu mengayunkan dan menancapkan pisau itu ke burung kepunyaan nya dengan sekuat tenaga, kamudian setelah itu aku keluar dari kereta kuda dan kabur melarikan diri dengan cepat masuk kedalam hutan. Akan tetapi ia menyuruh prajuritnya mengejarku, saat aku hampir tertangkap aku di tolong oleh seorang pendekar dan mereka semua prajurit itu mati kemudian aku dibawa lari oleh pendekar yang menjadi guruku dan belajar ilmu beladiri darinya. Dan begitulah ceritaku Xun Zhi kenapa aku sampai dikejar-kejar olehnya dan sekarang aku sedang berusaha membunuhnya."


"Hmmp... jadi begitu ceritanya, pantas saja pasukan-pasukannya mengejarmu. Ternyata dia murka besar kepadamu gara-gara burungnya kau Tancap dengan pisau hehehe... ada-ada saja duh..."


"Yahh begirulah Xun Zhi. Lalu bagaimana denganmu, kenapa kamu ingin kesana ke kerajaan Daun Emas?"


"Sebenarnya aku ingin mendatangi Raja Ba Rong untuk mengetahui kenapa ia ingin sekali membuunuhku?"


Wajah Shuin menampak 'kan ekspresi terkejut setelah mendengar ucapan Xun Zhi. Dalam hatinya berkata


Ternyata bukan aku saja yang mempunyai masalah dengannya.


Kemudian Shuin tersenyum kecil kearah Xun Zhi, Xun Zhi pun sama membalas senyuman kecilnya. Lalu Xun Zhi memain-mainkan bara api dengan ranting pohon kecil yang ia pegang.

__ADS_1


"Ohh iya, aku mendengar ucapan orang-orang yang mencegat kita tadi siang. Aku ingin tau kenapa mereka memanggilmu dengan sebutan Bulan Perak? Padahal"


"Ahh kalau itu adalah hanya julukanku saja, karena setiap malam aku selalu saja membunuh orang-orang suruhan Raja Ba Rong hingga aku disebut mereka Bulan Perak. Seperti sekarang di jarak 500 meter dari kita ada tiga orang tengah mengawasi kita dari sore hari."


Xun Zhi pura-pura terkejut mendengar ucapan dari Shuin yang sebenarnya ia telah mengetahuinya lebih dulu dari Shuin.


"Ehh benarkah itu!"


"Jika kau tidak percaya bagaimana kalau kita lihat mereka!"


Ucap Shuin bersamaan denganya yang berdiri dan memegang pedanga. Xun Zhi pun seketika ikut berdiri. Lalu mereka berdua berlari di udara sengan cepat seperti berlari di tanah hingga telah sampai di depan tiga orang yang mengawasinya.


Tiga orang itu yang memakai baju serba hitam dan juga tertutup pun terkejut di balik pohon besar karena kedatangan Shuin serta Xun Zhi yang sduah ada di belakang mereka.


Kemdian Shuin dengan cepat menghunuskan pedannya menebas leher ketiga orang dihadapannya dengan sangat cepat sampai yang terlihat hanya ayunan tangannya dan cahaya yang di pancarkan pedangnya dan ketiga orang itu seketika mati tanpa memberi mereka kesempatan untuk menghunuskan senjata.


"Lihat benarkan?"


Ucapnya kepada Xun Zhi dengan sangat percaya diri, Xun Zhi hanya tersenyum canggung akan ucapan dan tingkah laku Shuin. Setelah itu mereka berdua berjalan perlahan kembali menunu tempat istirahat mereka yang di dekat sungai tadi.

__ADS_1


(BERSAMBUNG)


__ADS_2