
Di perjalanan menuju ke gunung Kabut Kematian yang terletak di perbatasan Kerajaan Kabut Hitam. Shuin dan Ling Mei semakin bertambah akrab dan terus mengobrol di perjalana sementara itu Xun Zhi merendahkan pundaknya sambil tertuduk lemas berjalan di belakang mereka berdua.
Kemudian saat Shuin sedang asyiknya mengobrol dengan Ling Mei, Xun Zhi secara tiba-tiba menyela obrolan mereka.
"Ohh iya begini nona Ling Mei, aku ingin tau sebenarnya anda berasal dari mana?"
Ling Mei pun berbalik kebelakang melihat ke Xun Zhi.
"Aku berasal dari kerajaan Tian Zhu."
Xun Zhi yang mendengar nama kerajaan Tian Zhu merasa tak asing, kemudian ia mengingatnya kembali tentang Ling Er yang berasal dari kerajaan Tian Zhu sama dengan yang di sebutkan oleh Linh Mei.
"Nanti dulu Nona Ling Mei, aku ingin bertanya kembali kepada anda. Apakah anda mengenal seorang wanita yang bernama Ling Er di kerajaan Tian Zhu?"
"Ehh bagaimana kamu mengetaui nama adik perempuanku?"
Jawab Ling Mei yang terkejut akan nama yang disebutkan oleh Xun Zhi. Xun Zhi pun sama terkejutnya akan jawaban Ling Mei yang terbyata ia adalah kakak perempuannya dari Ling Er seorang wanita yang pernah ia jumpai itu.
"Nona Ling Mei aku tak menyangka bahea kau adalah kakak perempuan dari Ling Er."
"Akupun sama kagetnya sepertimu karena kau mengetahui nama adikku. Memangnya kamu pernah bertemu dengan Ling Er, Xun Zhi?"
Kemudian Xun Zhi mulai menceritakan pertemuannya satu per satu dengan Ling Er beberapa tahun lalu saat di hutan yang menuju ke gunung naga dengan sangat rinci.
"Jadi begirulah ceritanya Nona Ling Mei dan juga ia memberikan sebuah kalung kepadaku kalau-kalau aku berkunjung ke kerajaan Tian Zhu."
"Ehh jadi begitu kah ceritanya. Lalu kapan kau akan berkujung ke kediaman kami Xun Zhi. Kau tahu saat ia datang ke rumah dan pernah menceritakan tentangmu dengan sangat antusias loh kepadaku. "
Xun Zhi pun mengaruk -garuk kepalanya yang tidak gatal tersipu malu setelah mendengar perkataan Ling Mei.
Kemudian saat mereka sedang asyiknya mengobrol mereka sampai di sebuah sungai yang panjang serta besar. Dan juga aliran sungai itupun sangat deras hingga tak mungkin di lewati oleh para pejalan kaki.
"Araa... bagaimana ini kita melewatinya?"
Ucap Ling Mei yang bingung bagaimana cara melewati arus sungai yang besar. Shuin serta Xun Zhi pun merasa aneh karena omongannya.
"Mei memangnya kamu tak bisa memakai ilmu Peringan Tubuh atau Ilmu Terbang!?"
Ucap Shuin kepada Ling Mei yang kebingungan. Ling Mei tertunduk malu karena ia tak hisa menggunakan Ilmu Peringan Tubuh ataupun Ilmu Terbang.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kau berpegangan lah padaku, kita akan melewati sungai ini dengan cara terbang."
Shuin pun mengeluarkan Ilmu Pedang Terbangnya dan melewati aliran sungai yang deras serta besar itu, di belakangnya Shuin diikuiti oleh Xun Zhi yang memakai Ilmu Terbang Tombaknya berinringan melewati sungai besar dengan sangat santainya.
Ling Mei memeluk Shuin dengan sangat erat dan juga tubuhnya yang gemetar karena ia sangat takut jatuh ke aliran sungai yang deras di badannya serta ia pun takut dengan ketinggian.
"Ayolah Ling Mei kau tak perlu sekuatvitu memegang ku, pelukan mu ini membuatku sesak!"
"Ta-Tapi Nona Shuin aku sangat takut arus air yang deras itu dan juga aku takut ketinggian hiii..."
Jawabnya Ling Mei sambil mengeluarkan jeritan aneh.
"Kalai begini caranya aku akan meningkatkan kecepatan terbangku."
Batin Shuin berkata begitu, Kemudian Shuin meningkatkan kecepatan terbangnya hinnga tak lama ia pun sampai di ujung sungai dan denga. selamat menyebrangi aliran sungai yang deras, tak lama Xun Zhi pun sampai dan mendarat dengan sempurna di daratan.
"Ayolah Ling Mei lepaskan pelukan eratmu ini kita sudah sampai di daratan!"
Ling Mei pun membuka matanya dan seperti yang di ucqpkan Shuin mereka sudah sampai di daratan. Ling Mei pubturun dari atas pedang yang di tumpabginya dan bernapas dengan sangat lega.
"Ahhh kita selamat, memang dataran paling terbaik."
Xun Zhi yang melihat tingkah mereka berdua yang konyol pun menahan tawanya karena tak ingin terkena omelan Shuin. Melihat Xun Zhi yang menahan tawa membuat Shuin cemberut.
"Baiklah kalau begitu kita lanjutkan kembali perjalan kita, karena perjalan kita masih jauh tau!"
Sambil menaikkna pundakknya ia berjalan lebih dulu, lalu di belakangnya Xun Zhi dan Ling Mei mengikuti langkah kakinya.
"Nona Ling Mei bukankah arah ke kerajaan Tian Zhu itu berlawanan arah yah?"
"Ahh benar sekali itu Xun Zhi, namun tujuanku sekarang bukan untuk kembali ke kerajaan Tian Zhu, melainkan akh sekarang akan menuju ke kerajaan Kabut Hitam."
Xun Zhi mengangguk-ngangguk kepala dengan pelan dan tak bertanya kembali. Tak lama kemudian terdengar suara gemuruh di dalam hutan, suara langkah kaki hewan yang rusuh serta kicauan burung-burung yang berisik berterbangan semakin mendekati Xun Zhi, Shuin serta Ling Mei.
"Ada apa ini! Kenapa hewan di hutan disini ramai sekali?!"
"Aku pun tak tahu Nona Shuin."
"Baiklah kalau begitu aku akan periksa dulu memakai Ilmu Pendeteksi Aura."
__ADS_1
Ucap Ling Mei kepada Xun Zhi dan juga Shuin.
"Ehh apakah bisa menggunakan ilmu semacam itu."
"Yahh aku bisa, baiklah aku mulai."
Ling Mei memejankan matanya serta menarik nafasnya panjang-panjang. Perlahan aura yang di keluarkan mahluk hidup di radius dua kilo meter pun bisa terasa oleh Ling Mei, terasa oleh Ling Mei aura kecil yang di miliki ileh hewan biasa dan di belakang mereka tersa oleh Ling Mei aura yang begitu mengejar para hewan dan hampir mendekati tempat berdiam diri Ling Me, Xun Zhi serta Shuin.
"Aku merasakan ada aura yang sangat besar mengejar para hewan liar."
Jawab Ling Mei yang telah selesai mencaritahu.
"Jadi apakah hewan itu sangat hebat atau tidak Nona Ling Mei?"
"Menurut analisa ku tadi kekuatannya hewan beast itu kira-kira di tingkat Legenda."
"Baiklah kalau begitu aku akan melawan hewan itu jadi bisakah kau tunjukan arahnya ke sebelah mana?"
"Dia ada di 50 meter di barat daya. Jangan bilang kalau kau ingin menghadapinya Xun Zhi?!"
Dengan wajah yang nampak kaget Ling Mei berkata begitu.
"Hmm aku akan melawannya loh. Memangnya kenapa?"
Dengan santainya Xun Zhi bercakap begitu.
"Tapi Xun Zhi hewan itu tingkatan lengenda loh, le-gen-da!"
Ling Mei menegaskan kembali ucapannya kepada Xun Zhi.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih nona Ling Mei."
"Hei tunggu Xun Zhi kau bisa mati loh kalau melawannya! hey dengarkan aku!"
Teriak Ling Mei terhadap Xun Zhi yang sudah jauh berlari ke arah barat daya untuk menghampiri monster hewan yang mengamuk. Kemudian Shuin menepuk pundak Ling Mei.
"Dia tidak akan apa-apa, monster semacam itu dianggapnya sebagai mainan oleh Xun Zhi, Ling Mei."
Mendengar perkataan Shuin,Ling Mei hanya bisa terdiam melamun karena tingkah laku Xun Zhi yang ingin melawan monster hewan tingkat Legenda serta melihat tingkah laku Shuin yang sangat santai.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)