KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 108


__ADS_3

Sesampainya di ruangan ayahnya Ling Mei. Terlihat seorang lelaki gagah berwajah muda dengan rambut panjang berwarna hitam panjang sedang duduk di balik meja. Tidak lain tidak bukan ia adalah Ling Teng, ayah daei Ling Mei serta Ling Er dan juga sekaligus pemimpin keluarga Ling generasi ke-3.


Saat itu Ling Mei, Ling Er, Xun Zhi serta Shuin sedang berdiri tegap di hadapannya. Kemusian Ling Teng pun berkata, "Akhirnya kau pulang juga, aku sangat khawatir padamu takut terjadi apa-apa anakku Ling Mei,"


"Maafkan aku ayahanda karena menghawatirkanmu," Jawab Ling Mei dengan sopan.


Setelah Ling Mei menjawab perkataannya, Ling Teng pun melirik ke arah Xun Zhi dan Shuin.


"Jadi Ling Mei siapakah mereka berdua?" Ucapnya kembali dengan nada suara yang berat seperti seorang yang ingin menerkam mangsa.


Melihat lirikan dari Ling Teng membuat Shuin gugup dan tertunduk tak ingin melihat Ling Teng, namun disisi lain Xun zhi nampak seperti biasa saja saat Ling Teng melirik ke arahnya.


"Ahh perkenalkan ayahanda. Mereka berdua adalah penyelamatku dan yang membantu kesini sampai selamat seperti ini,"


"Ehhh.. begitu yah. Untuk kalian berdua sebagai pemimpin keluarga Ling ku ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya telah membantu dan menolong anakku, dan juga bolehkah aku mengetahui nama kalian?" Ucap Ling Teng dengan sopan kepada Xun Zhi dan Shuin.


"Per-perkenalkan tuan, nama saya adalah Shuin." Jawabnya dengan gugup


"Salam tuan Ling Teng, nama saya adalah Xun Zhi." Jawabnya dengan lembut pula.


Mendengar Xun Zhi yang memperkenalkan diri kepada ayah nya, membuat Ling Er terasa familiar akan nama Xun Zhi dan dalam pikiranya pun berkata, "Xun Zhi, Xun Zhi, nampak tidak asing namanya bagiku."


Ling Er menundukkan sedikit kepalanya bersamaan dengan memegang dagunya, mencoba mengingat tentang akan nama itu. Lalu ia pun melihat ke arah Xun Zhi, dan Xun Zhi yang bersamaan berpapasan melihat ke arah Ling Er juga membuat mata mereka saling bertemu.


Xun Zhi langsung melancaekan senyuman manis saat itu juga hingga membuat wajah Ling Er seketika tertunduk malu menerima serabgan senyuman itu.


"Ehh dasar kau dewa tua genit, bisa-bisanya kau merayu saat seperti ini," Ucap Long Hei'an yang ada di dalam tubuh Xun Zhi.


"Biarlah Naga Tua, karena sudah lama aku tak melihatnya, sekarang ia menjadi lebih cantik dan imut hahaha...," Jawab Xun Zhi di dalam pikirannya.


"Haaa... kau ini, apakah kau gila? Di depanmu sekarang ada ayahnya. Jika kau macam-macam denganya kau pasti akan di kebiri tanpa pandang bulu!" Seru Long Hei'an kembali dengan nada suara yang sedikit tinggi.

__ADS_1


"Sudahlah jangan mengajakku ngobrol saat seperti ini, kau menggangguku saja." Ketus Xun Zhi menjawab perkataan Long Hei'an dalam pikirnya.


Long Hei'an yang mendengar ucapannya hanya bisa menghela nafas dan tak berkata lagi.


"Yasudah kalau begitu kalian pasti capek di perjalan kan, lebih baik kalian sekarang istirahat dulu. Ling Er toling antarkan mereka ke ruang istirahat tamu yah." Begitu Ling Teng berkata kepada Ling Er.


"Baiklah ayahanda. Kalau begitu nona Shuin dan tuan Xun Zhi silahkan ikut denganku ke ruangan istirahat kalian." Ucap Ling Er sambil berjalan di depan kami untuk menunjukkan jalannya, dan tak lama Ling Er, Shuin dan Xun Zhi telah keluar dari ruangan Ling Teng.


"Yasudah kalau begitu ayahanda aku juga akan kembali dulu ke ruanganku untuk beristirahat." Begitu ucap Ling Mei sambil membalikkan badannya.


"Tunggu dulu Ling Mei, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepadamu?" Balas ayahnya kepadanya. Langkah kaki Ling Mei pun sontak terhenti, mengambang di atas tanah. Kemudian Ling Mei pun berdiri tegap dan membalikkan badannya kembali, menatap ayahnya.


"Jadi ayahanda ingin menanyakan apa kepadaku?"


"Kau bertemu dimana dengan kedua orangitu?" Wajah yang nampak sangat serius ia tunjukan kepada Ling Mei.


Ling Mei pun tak mau kalah, ia menampakkan wajah serius juga dan berkata dengan ketus, "Memang itu adalah hal penting yang ingin kau tanyajan padaku? Jika hanya itu kau hanya membuang-buang waktuku saja."


"Apa kau tau mereka berdua adalah penjaha yang sedang dicari-cari oleh Kerajaan Daun Emas, lalu rekan-rekan dari Keluarga Lin yang berada di kerajaan Tanah Suci serta Kerajaan Kabut Hitam saat ini hah?!" Bentak ayahnya sambil menggebrak meja, berdiri dari kursi duduknya.


Lontaran kata yang di arahkan oleh Ling Mei kepada Ling Teng pun tak bisa Ling Yeng jawab. Wajahnya yang serius dan seram, tiba-tiba menjadi luluh dan ia pun berkata, "Bu-Bukan maksud ayahanda begitu Ling-, aahh... maagkan aku anakku." Ling Teng kemudian duduk kembali di bangkunya dengan rasa bersalah dan kepala tertunduk.


"Ohh iya satu lagi," Ling Mei berjalan mendekati meja ayahnya dan berkata kembali, "ini permintaan darimu aku serahkan sekarang!"


Ling Mei membuka ruang penyimpanan miliknya dan keluarlah patung buddha emas tepat di hadapan mereka berdua dan menghacurka meja kerja ayahnya karena tak kuat menahan beban dari patung buddha emas nya.


"Baiklah karena pekerjaanku sudah selesai, aku permisi!" Dengan suasana hari yang sangat buruk serta rasa capek yang yak tertahankan, Ling Mei bergegas berjalan keluar ruangan ayahnya dengan hentakan kaki yang keras dan kemudian membanting pintu kamar ayahnya dengan sangat keras.


Ling Teng yang menyaksikan tingkah putrinya pun menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Huuu... bagaiamana anak itu masih bersifak kekanak-kanakan gitu sih. Apa mungkin karena dulu ia kurang kasih sayang setelah kematianmu sayang lima belas tahun yang lalu." Ucap Ling Teng sambil mengingat kembali mendiang istrinya yang meninggal setelah melahirkan Ling Er.

__ADS_1


Disisi lain,di waktu yang sama. Saat itu ada dua orang sedang berjalan di koridor rumah keluarga Ling yaitu Xun Zhi yang diantar oleh Ling Er menuju ruang istirahat pun berhenti di sebuah pintu kamar.


"Tuan Xun Zhi ini adalah kamarmu,"


"Baik. Terima kasih yah susah mengantarku?"


"Iya sama-sama, lagipula ini tugasku sebagai tuan rumah. Kalau begituaku permisi." Ucapnya dengan senyuman lembut.


Namun saat Ling Er baru saja melangkah, secara cepat Xun Zhi memegang tangan kanan Ling Er lalu menariknya. Ling Er sontak sangat terkejut akan hal itu, " Tu-tuan apa yang kau lakukan?"


"Ling Er apa sebegitu lama kah kita tak bertemu, sampai-sampai kau sudah lupa denganku?"


Kemudian Xun Zhi mengeluarkan kalung yang pernah ia berikan lima tahun yang lalu, disaat mereka bertemu di hutan dekat dengan Gunung Naga.


Melihat kalung yang ditunjukkan Xun Zhi, Ling Er mulai mengingat kembali akan lelaki yang di tolongnya dulu, dan juga pernah menyelamatkan hidupnya. Ia sangat terkejut akan hal itu dan berkata, "Tidak mungkin, apakah ini beneran kau Xun Zhi yang waktu itu?"


"Yahh itu benar sekali Ling Er. Lama tak berjumpa yah." Xun Zhi pun tersenyum lembut hingga Ling Er langsung terpana akan senyumnya yang menyilaukan. Tak banyak tanya lagi Ling Er langsung memeluknya dengan erat.


Wajah senyum dari Xun Zhi oun berubah menjadi wajah yang sangat kegirangan akan pelukan yang di berikan Ling Er, karena dadanya Ling Er yang besar menempel di tubuh Xun Zhi.


"Ini dia muncul juga rayuan senyuman si xewa mesum sialan!" Begitu kata Long Hei'an yang tidak senang dalam tubuh Xun Zhi.


"Jangan kau sirik Naga tua, ini adalah kenikmatan yang telah lama aku idamkan hehehe..." Jawab Xun Zhi dalam pikiranya kepada Long Hei'an.


Kemudian tak lama Ling Er melepaskan pelukannya, wajah Xun Zhi yang kegirangan pun ia kondisikan kebali seperti semula.


"Kau sekarang jadi tumbuh besar dan cantik yah Ling Er," Lontarn pujian terhadap penampilan Ling Er.


"Ahh bisa saja kamu, tapi kamu juga bertambah tampan dan gagah sekarang Xun Zhi," Jawab Ling Er melontarkan pujian juga.


Lalu setelah Ling Er berkata begitu, ada seorang prajurir yang datang dengan jirah mengkilap dan berkata, "Nona Ling Er anda di panggil oleh Nona Ling Mei untuk ke ruangannya."

__ADS_1


"Ehh... kakak ada apa lagi dia memanggilku. Yasudah kalau begitu Xun Zhi aku pergi dulu." Ucapnya sambil melambaikan tangan dan berjalan meninggalkan Xun Zhi.


(BERSAMBUNG)


__ADS_2