
Tak terasa hari sudah mulai gelap. Mereka bertiga baru setengah perjalan menuju batas Kota Kerjaan Tanah Suci. Karena tak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, akhirnya mereka memutuskan untuk berkemah dan beristirahat.
Yujin berkata kepada Xun Zhi dan juga Wei Chan yang sedang di gendong olehnya
"Baiklah karena sudah gelap mari kita mencari tempat peristirahatan yang aman di daerah ini."
"Tidak mau Pak Yujin kalau disini bagaimana kalau hewan beast menyerang kita kembali." Ucap Wei Chan yang ketakutan.
"Tapi Wei Chan kalau kita terus lanjutkan perjalanan ini lebih bahaya kalau keadaan malam." Ucap Xun Zhi kepada Wei Chan yang sedang di gendong oleh Yujin.
"Iya betul Wei Chan perkataannya Xun Zhi, dan tenang saja bapak bisa membuat tembok dari ilmu bapak untuk mengelilingi kita supaya aman beristirahat."
"Oh iya aku baru ingat, di sekitar sini aku tau tempat peristirahatan yang biasa para penduduk pakai sehabis berburu."
"Baguslah kalau begitu tunjukan arahnya Xun Zhi." Jawab Yujin.
Pada akhirnya Xun Zhi menunjukan arahnya. Ia berjalan ke dalam hutan, Yujin yang menggendong Wei Chan mengikutinya dari belangkang.
Mereka terus berjalan melewati rumput ilalang yang tinggi, tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di depan sebuah gubuk sederhana yang terbuat dari kayu.
Xun Zhi langsung melangka menuju teras gubuk. Kemudian Xun Zhi mengambil lentera yang tergantung di depan gubuk dan menyalakannya menggunakan ilmu api yang ia miliki dan memegangnya. Setelah itu Xun Zhi membuka pintu gubuk itu dan masuk.
"Pak ayo masuk kesini." Begitu kata Xun Zhi kepada mereka yang ada di luar.
Wei Chan langsubg turun dari gendongan Yujin dan bergegas menuju kedalam dan Yujin berjalan mengikuti Wei Chan dari belakang sambil berkata kepada Xun Zhi.
"Bagaimana kamu tau tempat ini."
Lalu Xun Zhi membalas perkataannya.
"Sebenarnya saya sering ikut dalam berburu itu sewaktu kecil pak, jadi saya tau tempat peristirahatannya."
__ADS_1
Setelah Yujin dan Wei Chan sudah di dalam gubuk. Keduanya terkejut saat melihat dalamnya, ternyata sangat nyaman dan rapi.
Lantainya yang terbuat dari papan kayu, alas untuk tidur yang terbuat dari bulu hewan dan juga ada sebuah tungku untuk memasak dan pintu pun ditutup oleh Xun Zhi.
Xun Zhi menggantungkan lentera itu di tengah atap ruangan yang ada sebuah besi yang menggantung seperti kail. Ketiganya berkumpul di tengah ruangan itu duduk bersama. Kemudian Xun Zhi pun berkata.
"Apakah kalian lapar."
"Iya aku lapar Xun Zhi." Jawabnya Wei Chan.
"Yasudah kalau begitu apakah masih ada daging yang tersisa di ruangan Penyimpanan makanan."
Xun Zhi bwrgegas berdiri meninggalkan mereka menuju ke ruangan penyimpanan makanan. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Xun Zhi menemukan potongan daging rusa lumayan besar sudah di asapi yang dibungkus oleh daun jati.
Xun Zhi keluar dari ruangan itu lalu mendekati mereka kembali dan menaruh bahan-bahan makanan itu dan berkata.
"Untunglah masih ada makanan sisa cukup untuk kita bertiga."
"Baiklah Nona Wei Chan hehehe."
Jawabnya Xun Zhi sambil tertawa kecil. Lalu ia berkata kembali.
"Namun kita akan memasak menggunakan apa kayu bakar dan alat masaknya tak ada."
"Yasudah kalau begitu aku akan mencari kayu bakarnya dulu kalian diamlah disini." Ucapnya Yujin yang langsung berdiri dari duduknya lalu melangkah keluar gubuk.
Sekitar 10 menit kemudian Yujin telah kembali dengan membawa kayu bakar dan buah-buahan dari hutan dan menaruhnya di samping Xun Zhi.
Xun Zhi mengambil kayu bakarnya dan menyusun nya di tungku api dihadapannya dan menyalakan kayu itu dengan jurus apinya.
Tak lama kayu api itu sudah menyala dengan membara. Kemudian Xun Zhi membakar daging yang sudah di bumbui olehnya.
__ADS_1
Sementara itubuah-buahan yang dibawa Yujin malah dimakan oleh Wei Chan yang kelaparan dan habis tak tersisan. Tak lama daging rusanya matang lalu mereka pun mulai makan sambil menghangatkan diri mereka di api unggun itu.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai makan dan Xun Zhi menawari mereka air minum yang dibawa dari rumahnya sewaktu kemarin berbekalan. Mereka meminum secara bergantian.
Setelah perut mereka sudah kenyang, mereka bertiga mulai menggelar alas untuk tidur mereka masing-masing lalu mulai mengatur posisi tidur.
Wei Chan di bagian kanan Xun Zhi dan Xun Zhi di bagian tengah sementara Yujin di Sebelah kirinya Xun Zhi.
Tak lama Wei Chan sudah tertidur pulas. Namun lain halnya Yujin dan Xun Zhi yang tak bisa tidur dan memutuskan untuk mengobrol.
"Pak Yujin apakah di Sekolah Tanah Mengapung banyak sekali pendekar hebat?."
"Ya tentu saja disana banyak sekali Xun Zhi, disana sekolah menjadi 5 tingkatan kelas yaitu tingkat murid pelatihan dasar, murid pelatihan lanjutan, murid luar, murid dalam dan terakhir murid inti." Ucapnya Yujin.
"Ohh begitu kira-kira berapa tahun mereka lulus dari sekolah itu pak?"
Dan Yujin pun menjawab sambil melirik ke arah Xun Zhi.
"Mereka akan lulus ketika mereka mendapatkan ujian dari para tetua di sekolah jika mereka mendapatkan plat khusus ukiran dari para tetua."
"Lalu setelah lulus apa yang akan mereka lakukan pak Yujin?"
"Ituu terserah kepada keputusan jalan mereka karena kami hanya mendidik dan mengajari mereka namun untuk mereka yang telah lulus."
"Ohh begitu yahh. Hoaaaa... aku sudah ngantuk pak, kalau begitu aku tidur duluan yah." Sambil berkata begitu ia langsung tertidur.
"Yasudah kalau begitu aku juga akan tidur."
Mereka bertiga tidur terlelap. Tak terasa malam yang dingin sudah berganti oleh matahari yang mulai terbit. Xun Zhi ,Yujin kemudian Wei Chan sudah bangun dan sudah merapihkan gubuk itu.
Selepas itu Xun Zhi membawa barang-barang mereka dan kembali dan melanjutkan perjalananya.
__ADS_1
(BERSAMBUNG)