KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG

KEBANGKITAN KEMBALI DEWA PERANG
Episode 55


__ADS_3

Xun Zhi berlari menuju tempat Patriak Chang Lu dengan tergesa-gesa, ia sudah ada di depan rumah Patriak Chang Lu dan dengan paksa ingin masuk ke dalam rumahnya. Akan tetapi Patriak Chang Lu yang ada di teras rumahnya mencegat Xun Zhi dan berkata.


"Ada apa lagi kau Xun Zhi, kenapa kau gelisah begitu?"


"Patriak Chang Lu aku ikut sembunyi yah di rumahmu!"


Begitulah ucapnya dan melangkah ke teras rumah, namun Patriak Chang Lu tetap tak mengizinkan dan berkata.


"Apa kau gila Xun Zhi! Lihat tubuhmu masih di selimuti oleh Api Biru, apa kau ingin membakar rumahku!"


Kemudian Xun Zhi menekan Api Birunya, tak lama Api Biru yang menyelimutinya mulai menghilang. Kemudian saat Xun Zhi akan masuk ke teras rumah Patriak Chang Lu, tiba-tiba Master Shen Long datang sambil berteriak.


"XUN ZHI AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU!"


Dengan Wajahnya yang marah terlihat seram seperti topeng dewa kematian, ia berlari dengan cepat ingin menangkap kerah baju Xun Zhi.


"Hahaha sekarang kau tertangkap Xun Zhi, dan seksrang rasakanlah hukumanmu dariku."


Patriak Chang Lu kebingungkan melihat mereka berdua, lalu berkata.


"Jadi sebenarnya apa yang terjadi ini?"


"Senior dia mematahkan tanaman bonsai kesayanganku dan barusan dia memukuli semua juniornya di tempatku."


"Tidak Patriak Chang Lu, itu tidak benar! Master Shen Long lah yang mematahkannya sendiri, Aku tadi cuma mengagetkannya, sumpah! Dan juga para junior itu menertawakanku saat aku di hukum oleh Master, karena geram aku memberi pelajaran kepada mereka!"


Begitu ucap Xun Zhi mengelak semua tuduhan yang mengarah kepadanya. Namun Master Shen Long tak menanggapinya dan berkata.


"Sudah kau Xun Zhi jangan banyak alasan, lebih baik kau ikut denganku menerima hukuman!"


"Tidakkk...!"


Xun Zhi digusur oleh Master Shen Long ke tempatnya dan di berikan hukuman.


Saat melintasi para murid di tengah halaman sekolah yang berlalu lalang, pandangan semua murid tertuju kepada Xun Zhi. Ada yang tertawa ada pun yang melihat dengan aneh ke arahnya yang di gusur oleh Master Shen Long.


Xun Zhi pun tertunduk malu akan hal itu dan berkata.


"Master Shen Long jangan seperti ini, aku malu!"


"Diam! Ini adalah hukumanmu akibat ulahmu sendiri!"

__ADS_1


Xun Zhi tak berkata kembali. Tak lama perutnya mengeluarkan suara aneh. Xun Zhi memegang perutnya dan berkata.


"Master aku lapar, biarkan aku makan siang dulu Master?"


"Tidak boleh! Kau harus menjalani hukuman mu dulu!"


Lalu Xun Zhi memikirkan sesuatu rencana agar ia dapat lolos dari hukuman Master Shen Long. Setelah berpikir beberapa lama, ia mendapatkan ide dan berkata.


"Tapi Master, jika aku tak makan dan sakit terus nanti saya tak akan bisa mengikuti ujian terakhir di minggu depan Master. Apakah Master akan bertanggung jawab?"


"Tidak mungkin kamu sakit ka-."


"Adu-duh Master Shen Long perutku sakit sekali aduhhhh... Arggg...!"


Xun Zhi berpura-pura meringis kesakitan. Ia meronta-ronta agar ia dapat terlepas dari Master Shen Long.


"Baiklah untuk saat ini, aku akan melepaskanmu dari hukuman Xun Zhi. Akan tetapi dengan satu syarat!"


Begitu ucap Master Shen Long dengan tegas kepada Xun Zhi, Xun Zhi penasaran akan syarat apa yang di inginkan Master Shen Long dan bertanya kepadanya.


"Apa syaratnya itu Master?"


"Aku ingin kau memenangkan ujian terakhir. Apakah kau sanggup Xun Zhi?"


Dengan lantang ia berkata kepada Master Shen Long.


"Baiklah! Lalu ada apa kau datang ke tempatku tadi?"


"Aku tadi sebenarnya ingin berlatih hari ini untuk mempersiapkan ujian nanti, akan tetapi sekarang tidak jadi. Karena aku sudah yakin dengan kemampuanku sekarang, bahwa aku pasti memenangkan ujian terakhir."


"Bagus, yasudah kalau begitu kau istirahat saja sekarang. Aku akan kembali ke tempatku."


Master Shen Long melepaskan pegangannya dari kerah baju Xun Zhi dan melangkah kembali ke kediamannya. Sementaraitu Xun Zhi bangkit dan berjalan kembali ke asrama.


Dan akhirnya seminggu pun berlalu, ujian yang di tunggu-tunggu oleh para peserta yang lulus di ujian kedua sudah berkumpul di arena pertandingan yang berbentuk persegi.


Pagi itu banyak sekali yang hadir di podium arena karena semua penasaran siapa yang akan menjadi juara di ujian terakhir. Dimulai dari Grand Master Yujin, para tetua, para master serta kelima keliarga besar dan para murid yang tak berpatisipasi pun hadir ingin menoonton pertandingan mereka 50 peserta ujian terakhir.


Terlihat tetua Xu dengan sombongnya duduk di bangku yang mewah dari pada yang lain sambil mengelus jenggot dan menyilangkan kakinya dan di samping kiri dan kanannua ada Xu RuZhin dan kakak tertuanya yyang bernama Xu Dan yang berdiri tegap.


Kemudian tak lama Grand Master Yujin berdiri dari kursinya dan berkata.

__ADS_1


"Baiklah tak perlu membuang-buang waktu lagi, sekarang mari kita mulai ujian terakhirnya."


Suara gong berbunyi kencang setelah Grand Master Yujin berkata begitu. Lalu ada seorang pria yang berdiri di tengah arena dan berkata.


"Baiklah untuk para peserta di pertandingan peetama ini kita akan memanggil Xu Yulan melawan DanXio. Untuk para peserta silahkan naik ke atas arena."


Xu Yulan dan DanXio melangkah menaiki tangga besamaan di iringi oleh tepuk tangan para murid serta sorakan dari para penonton.


Xu Yulan dan DanXio pun sudah saling berhadapan, keduanya memberi hormat. Wajah Xu Yulan tersenyum lebar melihat ke arah musuhnya, sementara itu DanXio terlihat tak percaya diri di hadapan Xu Yulan.


"Baiklah kalau begitu silahkan mulai."


Begitu ucap pengadil yang berada di tengah-tengah keduanya, lalu ia melangkah turun dari arena. Xu Yulan dan DanXio memasang kuda-kuda bertarung mereka masing-masing sambil mengunus senjata mereka.


DanXio mengeluarka Aura bewarna merah tipis menyelimuti tubuhnya sambil memegang kapak besar bewarna hitam dengan 2 mata pisau. DanXio langsung mengayunkan kapak besarnya menyerang Xu Yulan.


Akan tetapi karena serangan DanXio yang kurang gesit, Xu Yulan dengan mudah menghindarinya lalu pedang yang ia pegang di todongkan ke leher DanXio dengan cepat lalu berkata.


"Sebaiknya kau menyerah saja murid rendahan."


Dengan senyuman yang sombong Xu Yulan arahkan kepada DanXio. Namun DanXio tak membantah perkataan Xu Yulan dan berkata.


"Aku menyerah."


Namun setelah DanXio selesai berkata begitu Xu Yulan menendangnya dengan sekuat tenaga hingga tubuh DanXio keluar arena. Kemudian Xu Yulan pun mengangkat kedua tanganya tinggi-tinggi dan dengan bangga berteriak.


"Xu Yulan sekolahku ini tak mengajarkan tata krama seperti itu!"


Begitu ucap Grand Master Yujin yang berdiri dari bangkunya.


"Maafkan aku Grand Master, aku tidak sengaja menendangnya."


Begitu ucapnya sambil membungkuk, tapi raut wajahnya tak menunjukkan rasa penyesalan sedikitpun. Setelah itu Xu Yulan dinyatakan menang, lalu ia turun dari arena dan berdiri di samping arena.


Xun Zhi dengan Cao Pian yang menonton di pinggir arena pun geram melihat tingkahnya Xu Yulan.


"Xu Yulan itu, kenapa ia bisa se sombong dan se angkuh itu sih?"


Ucap Xun Zhi bertanya kepada Cao Pian yang berada di Sampingnyam


"Akupun tidak tau Xun Zhi. Namun awas saja, jika aku nanti bertandibg dengannya, akan ku hancurkan tulang-tulangnya."

__ADS_1


Begitu ucap Cao Pian, sambil mengepalkan kedua tangannya.


(BERSAMBUNG)


__ADS_2